Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Opini Wajar dengan Pengecualian: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya bagi Perusahaan

Tayang

Highlights
  • Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) diberikan ketika terdapat salah saji material atau keterbatasan bukti audit yang berdampak material tetapi tidak pervasif terhadap laporan keuangan.
  • Dasar pemberian opini WDP diatur dalam SA 705 yang mengadopsi ISA 705 tentang modifikasi opini auditor independen.
  • Opini WDP dapat memengaruhi kepercayaan investor, kreditur, serta peluang perusahaan dalam mengikuti tender dan memperoleh pendanaan.
  • Perusahaan dapat mengurangi risiko memperoleh WDP melalui pengendalian internal yang kuat, dokumentasi transaksi yang lengkap, dan rekonsiliasi rutin.

Banyak pemilik bisnis dan manajer keuangan yang mengharapkan hasil akhir berupa opini tanpa modifikasian atau Wajar Tanpa Pengecualian sebagai bukti kepatuhan pembukuan mereka.

Namun, dinamika di lapangan sering kali berkata lain saat auditor menemukan kendala tertentu, di mana salah satunya adalah auditor independen bisa saja keluar dengan kesimpulan berupa Opini Wajar dengan Pengecualian.

Ada anggapan umum bahwa predikat ini merupakan tanda bahaya yang merusak seluruh kredibilitas finansial perusahaan di mata publik, padahal hal ini sebenarnya keliru.

Pada praktiknya, opini ini memiliki makna dan konsekuensi yang sangat spesifik. Sebelum membahas penyebab serta risikonya lebih lanjut, pahami terlebih dahulu konsep dasar jenis-jenis opini audit dan tujuan audit eksternal agar interpretasinya lebih tepat.

Apa Itu Opini Wajar dengan Pengecualian?

Opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion) adalah salah satu bentuk opini modifikasian yang diberikan auditor ketika salah satu dari dua kondisi berikut terpenuhi:

Kondisi pertama: Auditor menyimpulkan bahwa terdapat salah saji material dalam laporan keuangan, tetapi dampaknya tidak pervasif. Artinya, salah saji tersebut memengaruhi pos tertentu atau aspek tertentu, tetapi tidak menyebar dan meresap ke seluruh laporan keuangan secara fundamental.

Kondisi kedua: Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait hal tertentu, sehingga terdapat kemungkinan dampak yang material, tetapi dampak tersebut juga tidak pervasif.

Ketentuan teknis mengenai penerbitan dokumen ini diatur secara rigid di dalam dokumen Standar Audit 705 yang merupakan adopsi dari ISA 705 (Modifications to the Opinion in the Independent Auditor’s Report) dari IAASB, mengatur secara rinci tiga jenis opini modifikasian dan kondisi yang menyebabkan masing-masing opini tersebut diberikan.

Istilah Qualified Opinion dalam Audit

Dalam laporan auditor independen, opini WDP ditandai dengan frase khas “kecuali untuk” atau “except for“.

Contoh:

“Menurut pendapat kami, kecuali untuk dampak hal yang dijelaskan dalam paragraf Dasar untuk Opini Wajar dengan Pengecualian, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material…”

Selain itu, istilah Inggris “qualified” dalam terminologi audit diartikan sebagai pembatasan, catatan, atau bersyarat.

Melalui penguasaan adanan istilah ini membantu jajaran manajemen agar tidak salah tafsir saat mengevaluasi catatan keuangan yang dikirimkan oleh pemegang saham asing.

Penyebab Umum Opini WDP

Seorang Akuntan Publik tidak akan memodifikasi laporan keuangan tanpa adanya temuan objektif yang kuat di lapangan.

Sesuai dengan panduan dalam SA 705, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian:

1. Ketidaksesuaian Perlakuan Akuntansi atau Penyajian

Auditor menemukan adanya salah saji material atau penerapan kebijakan akuntansi yang tidak sesuai standar, tetapi dampaknya hanya terbatas pada area tertentu dan tidak memengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan.

Contohnya, perusahaan mencatat transaksi sewa tidak sesuai ketentuan PSAK 73/116 sehingga aset hak-guna dan liabilitas sewa tidak diakui dengan benar.

Jika dampaknya material namun tidak mengubah keseluruhan gambaran laporan keuangan, auditor dapat memberikan opini WDP.

Contoh lainnya meliputi pengungkapan pihak berelasi yang tidak memadai, metode penyusutan yang kurang tepat, atau penyisihan piutang tak tertagih yang belum mencukupi.

2. Pembatasan Ruang Lingkup Audit

Auditor dapat memberikan opini WDP ketika tidak memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk area tertentu akibat keterbatasan akses, kondisi khusus, atau faktor di luar kendali perusahaan.

Contohnya, auditor tidak dapat melakukan observasi fisik persediaan yang nilainya material sehingga tidak dapat memverifikasi saldo persediaan secara memadai.

Jika dampaknya terbatas pada akun tertentu dan tidak memengaruhi keseluruhan laporan keuangan, opini WDP masih dapat diberikan.

Contoh lainnya adalah dokumen pendukung transaksi yang tidak lengkap atau hilang sehingga auditor tidak memiliki bukti yang cukup untuk menguji saldo atau transaksi terkait.

Contoh Kasus Opini Wajar dengan Pengecualian

PT Surya Cemerlang adalah perusahaan dagang yang menjalani audit laporan keuangan tahun 2024.

Selama audit, auditor tidak dapat menghadiri penghitungan fisik persediaan di gudang utama akibat kendala operasional, sementara nilai persediaan tersebut mencapai Rp2,5 miliar dari total aset Rp15 miliar.

Auditor mencoba prosedur alternatif untuk memverifikasi saldo persediaan tersebut, tetapi tidak berhasil memperoleh bukti yang cukup dan tepat.

Di sisi lain, seluruh bagian laporan keuangan lainnya, mulai dari kas, piutang, aset tetap, liabilitas, ekuitas, hingga pendapatan dan beban, semuanya didukung bukti audit yang memadai.

Karena keterbatasan tersebut berdampak material pada akun persediaan namun tidak memengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan, auditor memutuskan untuk memberikan opini WDP.

Paragraf pengecualian menjelaskan secara spesifik bahwa opininya adalah wajar kecuali untuk kemungkinan dampak dari ketidakmampuan auditor memverifikasi saldo persediaan di gudang utama.

Perbedaan WDP, WTP, Opini Tidak Wajar, dan Disclaimer

Sebagai pengambil keputusan di dalam perusahaan, Anda harus mampu memetakan posisi WDP di antara jenis opini audit lainnya berdasarkan parameter tingkat materialitas dan sifat pervasifnya.

Aspek WTP WDP Opini Tidak Wajar Disclaimer
Jenis opini Tidak modifikasian Modifikasian Modifikasian Modifikasian
Penyebab Tidak ada masalah material Salah saji material atau keterbatasan ruang lingkup yang material tapi tidak pervasif Salah saji material dan pervasif Keterbatasan ruang lingkup yang material dan pervasif
Tingkat dampak Tidak material Material tapi tidak pervasif Material dan pervasif Material dan pervasif
Frase kunci “Disajikan secara wajar” “Kecuali untuk…” “Tidak disajikan secara wajar” “Kami tidak menyatakan opini”
Persepsi pengguna Paling positif Perhatian khusus pada area yang dikecualikan Sangat serius; laporan tidak dapat diandalkan Sangat serius; tidak ada keyakinan yang dapat diberikan
Dampak pada penggunaan Laporan dapat digunakan sepenuhnya Laporan dapat digunakan dengan catatan Laporan secara keseluruhan dipertanyakan Laporan tidak dapat diandalkan sebagai dasar keputusan

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pervasif.

Opini tidak wajar dan disclaimer muncul ketika masalah bukan hanya material, tetapi juga pervasif, artinya meresap ke seluruh laporan keuangan dan memengaruhi pemahaman pengguna secara fundamental.

Opini WDP menunjukkan adanya masalah yang bersifat material, tetapi dampaknya masih terbatas pada area tertentu dan tidak memengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan.

Dampak Opini WDP bagi Perusahaan

Meskipun lebih baik dibanding opini Tidak Wajar maupun Disclaimer, opini WDP tetap menjadi sinyal adanya permasalahan material yang dapat memengaruhi kepercayaan pemangku kepentingan dan stabilitas bisnis perusahaan, seperti:

1. Penurunan Kepercayaan Kreditor

Pihak perbankan akan bersikap waspada dan cenderung menunda atau bahkan membatalkan fasilitas pengajuan pinjaman modal kerja baru karena adanya akun yang dinilai tidak andal.

2. Sentimen Negatif dari Investor

Para pemegang saham dan calon penyuntik modal akan mempertanyakan kredibilitas dan transparansi kinerja tata kelola keuangan yang dijalankan oleh jajaran direksi.

3. Gugur dalam Proses Tender

Dalam dunia pengadaan barang instansi pemerintah maupun korporasi swasta berskala besar, kepemilikan laporan audit berstatus WTP menjadi syarat administrasi mutakhir.

Perusahaan berstatus WDP berisiko tereliminasi sejak awal seleksi.

4. Biaya Audit Masa Depan Membengkak

Pada periode tahun buku berikutnya, tim auditor akan melakukan pengujian risiko yang jauh lebih ketat dan mendalam pada pos akun yang sempat dikecualikan, yang imbasnya akan menaikkan tagihan biaya audit (audit fee).

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mendapat Opini WDP?

Mendapatkan catatan pengecualian dari Kantor Akuntan Publik bukanlah akhir dari perjalanan bisnis Anda.

Manajemen harus segera mengambil langkah taktis untuk melakukan pemulihan pembukuan secara sistematis melalui urutan tindakan berikut:

1. Pahami Basis Pengecualian

Bedah dan telaah secara saksama paragraf Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian yang ditulis oleh auditor guna mengidentifikasi akun dan transaksi spesifik apa saja yang menjadi pemicu masalah.

2. Susun Rencana Aksi (Action Plan)

Bentuk tim khusus yang melibatkan divisi finance, internal audit, dan operasional lapangan untuk merumuskan langkah koreksi fisik dan administratif atas temuan tersebut.

3. Perbaiki Dokumen dan Metode Pencatatan

Jika masalahnya terkait dokumen yang tidak lengkap atau hilang, perusahaan perlu segera melakukan rekonstruksi data dan melengkapi bukti pendukung dengan memperoleh salinan dokumen dari pihak terkait, seperti pelanggan, pemasok, atau bank.

Sementara itu, jika penyebabnya adalah penerapan metode akuntansi yang tidak sesuai standar, perusahaan harus melakukan penyesuaian dan penyajian kembali (restatement) laporan keuangan agar pencatatannya selaras dengan ketentuan yang berlaku.

4. Buka Diskusi dengan Auditor

Konsultasikan draf perbaikan laporan keuangan internal Anda dengan tim auditor eksternal guna memastikan bahwa langkah koreksi yang Anda ambil sudah sesuai dengan koridor ekspektasi standar SA 705.

5. Monitor Ketat Periode Berikutnya

Jalankan pengawasan kontrol internal secara ketat pada bulan-bulan berjalan di tahun depan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang pada musim audit mendatang.

Cara Mengurangi Risiko Opini WDP

Langkah pencegahan terbaik agar perusahaan Anda terhindar dari risiko modifikasi opini audit adalah dengan memperkuat sistem tata kelola administrasi pembukuan harian sepanjang tahun berjalan:

1. Disiplin Menjalankan Pisah Batas (Cut-Off)

Pastikan setiap transaksi penjualan dan pembelian dicatat pada periode waktu yang tepat dan tidak melompat tahun buku guna menghindari salah saji akrual.

2. Perkuat Sistem Pengendalian Internal

Terapkan pemisahan otorisasi fungsi kerja yang jelas antara bagian yang melakukan transaksi, bagian yang mencatat, dan bagian yang mengamankan fisik aset perusahaan.

3. Dokumentasikan Seluruh Bukti Transaksi secara Rapi

Setiap transaksi material harus didukung dokumen yang memadai: faktur, kontrak, bukti pembayaran, dan persetujuan dari pihak berwenang.

Ini bukan hanya soal kerapian, melainkan tentang kemampuan perusahaan membuktikan setiap angka dalam laporan keuangan.

4. Rekonsiliasi Berkala dan Konsisten

Rekonsiliasi bank, piutang, utang, dan persediaan yang dilakukan setiap bulan jauh lebih mudah diaudit dibanding rekonsiliasi yang ditumpuk dan baru dikerjakan menjelang audit.

5. Gunakan Software Akuntansi Modern

Menghindari penggunaan lembar kerja kertas atau file Excel konvensional yang rentan mengalami kerusakan data, terhapus secara tidak sengaja, atau mengalami salah rumus matematika keuangan.

Optimalisasi Pengelolaan Kewajiban Keuangan Bersama Mekari Jurnal

Proses persiapan audit laporan keuangan yang bebas dari risiko kesalahan penyajian menuntut akurasi data yang tinggi dan rekam jejak transaksi yang transparan.

Untuk meminimalkan risiko kesalahan administrasi dan pencatatan, perusahaan dapat memanfaatkan software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal yang mengotomatisasikan proses pembukuan secara real-time dan terintegrasi, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sesuai standar SAK.

Mekari Jurnal juga dilengkapi fitur Audit Trail yang memungkinkan perusahaan melacak riwayat setiap transaksi, termasuk pengguna yang melakukan perubahan, waktu perubahan, serta dokumen pendukung yang terlampir, sehingga proses audit menjadi lebih transparan dan efisien.

Dengan data keuangan yang tersusun rapi dan mudah ditelusuri, Mekari Jurnal membantu mempercepat proses audit sekaligus memperkuat keandalan pengendalian internal perusahaan, sehingga mendukung penyajian laporan keuangan yang lebih akurat dan sesuai standar.

Coba GRATIS sekarang juga!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Kesimpulan

Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) menunjukkan adanya salah saji material atau keterbatasan bukti audit pada area tertentu, tetapi tidak memengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

Meski laporan keuangan masih dapat digunakan, opini ini berpotensi menurunkan kepercayaan investor, kreditur, dan mitra bisnis.

Karena itu, manajemen perlu segera memperbaiki temuan audit, melengkapi dokumentasi, dan memperkuat proses pencatatan keuangan.

Pengendalian internal yang kuat serta penggunaan sistem akuntansi yang transparan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan memperoleh opini yang lebih baik pada periode berikutnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

 

 

 

Referensi:

Institut Akuntan Publik Indonesia. “Standar Audit (SA)”.

IAASB. “ISA 705 (Revised), Modifications to the Opinion in the Independent Auditor’s Report”.

Kemenkeu Learning Center. “Mengenal Bentuk Baku Laporan Auditor Independen Berdasarkan Standar Audit Tahun 2021: SA 705 Opini Modifikasi”.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP)?

Apa yang dimaksud dengan Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP)?

Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) adalah opini audit yang diberikan ketika auditor menemukan salah saji material atau keterbatasan bukti audit pada area tertentu, tetapi dampaknya tidak menyebar secara luas (tidak pervasif) ke seluruh laporan keuangan.

Apa penyebab perusahaan mendapatkan opini WDP?

Apa penyebab perusahaan mendapatkan opini WDP?

Penyebab utama opini WDP adalah adanya ketidaksesuaian penerapan standar akuntansi atau keterbatasan ruang lingkup audit yang membuat auditor tidak memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat pada akun tertentu.

Apakah opini WDP berarti laporan keuangan buruk?

Apakah opini WDP berarti laporan keuangan buruk?

Tidak. Opini WDP menunjukkan bahwa sebagian besar laporan keuangan masih disajikan secara wajar, namun terdapat area tertentu yang memerlukan perhatian karena mengandung salah saji material atau keterbatasan bukti audit.

Apa perbedaan WDP dan WTP?

Apa perbedaan WDP dan WTP?

WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) menunjukkan laporan keuangan disajikan secara wajar tanpa masalah material, sedangkan WDP menunjukkan adanya pengecualian pada area tertentu yang bersifat material tetapi tidak pervasif.

Apakah perusahaan dengan opini WDP masih bisa mendapatkan pinjaman bank?

Apakah perusahaan dengan opini WDP masih bisa mendapatkan pinjaman bank?

Masih bisa, tetapi bank biasanya akan melakukan penilaian tambahan terhadap area yang menjadi pengecualian karena opini WDP dapat meningkatkan persepsi risiko terhadap perusahaan.

Apa dampak opini WDP terhadap investor?

Apa dampak opini WDP terhadap investor?

Investor cenderung lebih berhati-hati karena opini WDP menunjukkan adanya masalah material pada bagian tertentu dari laporan keuangan yang dapat memengaruhi kualitas informasi keuangan perusahaan.

Investor cenderung lebih berhati-hati karena opini WDP menunjukkan adanya masalah material pada bagian tertentu dari laporan keuangan yang dapat memengaruhi kualitas informasi keuangan perusahaan. Apakah opini WDP lebih baik daripada disclaimer dan opini tidak wajar?

Investor cenderung lebih berhati-hati karena opini WDP menunjukkan adanya masalah material pada bagian tertentu dari laporan keuangan yang dapat memengaruhi kualitas informasi keuangan perusahaan. Apakah opini WDP lebih baik daripada disclaimer dan opini tidak wajar?

Ya. WDP masih lebih baik dibanding disclaimer dan opini tidak wajar karena laporan keuangan secara umum masih dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, meskipun terdapat catatan pengecualian pada area tertentu.

Kategori : Internal Audit

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami