Opini: UMKM Butuh Dukungan Komprehensif saat Pandemi Corona

UMKM buat saya seperti pemuda pemudi pejuang, UMKM mati satu, tumbuh seribu. Mereka tetap hidup walau digempur oleh Corona Virus. Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan.

Minggu lalu, saat ke Jawa Barat dan daerah Jawa Timur, Saya melihat perjuangan mereka. Tetap berjuang walau Jawa Timur kondisinya tidak mudah, seperti juga Jakarta, kota saya.

Note : Baca artikel Penasaran, Ini 3 Terobosan Pemerintah untuk Koperasi dan UMKM

Sebagaimana korporasi, tidak semua UMKM hidupnya cerah saat pandemi ini. Dari satu juta UMKM mungkin hanya 500 UMKM yang mulus-mulus saja.

UMKM yang mana? Yang trading masker, vitamin, atau face shield juga makanan. Sisanya? Berjuang.

Apa berhasil? Kadang berhasil, kadang tidak. Tapi UMKM selalu menjadi penopang ekonomi kan saat krisis. Ingat saja tahun 1998 atau 2008, atau sekarang.

Note : Baca artikel Strategi Bisnis yang Harus Dilakukan UKM saat New Normal

3 Hal yang Harus Diperhatikan UKM saat Terapkan WFH

Masalahnya, apa iya kita tega mereka tidak berhasil?

Apa yang dibutuhkan, Bu? Pendanaan? Ya boleh saja tapi saya rasa kalau hanya urusan dana, itu harus dan lumrah. Zaman tidak ada Corona Virus, urusan pendanaan juga sudah ada. Masak dana saja?

Menurut saya, pemerintah harus mendampingi secara komprehensif. Mulai dari dana, upaya membesarkan bisnis, hingga pemasaran. Kok komprehensif sekali? Lha, Corona Virus kurang komprehensif apa masalahnya?

Note : Baca artikel UMKM Terdampak Covid-19 Bisa Raih Penjaminan Kredit Modal Kerja

Pemerintah harus turun. Akademisi yang biasa membedah ilmu ekonomi harus diajak pemerintah mendampingi UMKM. Kalau bisa, BUMN juga ikut membesarkan UMKM dong, tanpa terlalu berorientasi mempertahankan laba mereka sendiri.

UMKM harus dibuat mampu kompetitif. Mereka tak hanya diajarkan untuk bertahan saat krisis tapi juga ekspansif. Karena ada yang bilang, krisis juga peluang untuk tumbuh.

Sekali lagi, ini virus yang kompleks. Ini wabah yang muncul tidak setiap tahun. Ini virus yang muncul tiap beberapa tahun atau dekade sekali. Jadi, kalau penanganannya biasa-biasa saja ini seperti menangani pasien yang sekarat dengan obat jerawat. Pasiennya bisa tewas! / ESL.

Keterangan tentang Penulis :

Eka Sari Lorena Soerbakti adalah seorang pengusaha nasional. Ia juga merupakan pimpinan perusahaan angkutan darat terbesar di Indonesia, yaitu PT Eka Sari Lorena.

Selain sebagai pengusaha, ia juga sering menjadi pembicara dan pengajar di beberapa perguruan tinggi. Eka Sari Lorena pernah meraih penghargaan seperti Young Entrepreneur of The Year 2007, finalist Fun Fearless Female Indonesian Cosmopolitan Magazine 2002, serta mewakili Indonesia sebagai Eisenhower Fellow untuk mengikuti Multi Nation Leader di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2012.

CTA


PUBLISHED18 Jul 2020
Wiji Nurhayat
Wiji Nurhayat

SHARE THIS ARTICLE: