Nota Keuangan, Pengertian Hingga Langkah Manajemennya

Umumnya nota keuangan ini di dalamnya terdapat hal penting terkait dengan kebijakan pemerintah terutama yang terkait dengan anggaran dan pendapatan belanja negara. Kenyataannya ada banyak pihak yang menantikan pembacaan nota untuk mengetahui lebih lagi mengenai kebijakan pemerintah di masa mendatang. Misalnya saja segala hal yang berhubungan dengan asumsi makro serta kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah di masa mendatang.

Kesemuanya ini dipandang perlu untuk diketahui dan dimengerti secara lebih lagi oleh beberapa pihak yang memang memiliki kaitan langsung dengan adanya kebijakan dalam nota tersebut. Namun masyarakat awam tentunya masih belum paham benar mengenai apa itu nota keuangan sebab nota ini hanya berlaku di kalangan pemerintah dan mungkin di kalangan elit politik saja. Untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai hal tersebut, maka Anda bisa simak keterangan di bawah ini.

Pengertian Nota Keuangan

Nota keuangan yang di dalamnya terdapat secara jelas mengenai RAPBN atau Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Nota keuangan RAPBN ini mengandung penjelasan lebih tepatnya mengenai perkembangan realisasi APBN di tahun lalu dan di tahun berjalan. Nota tersebut juga terdapat penjelasan mengenai rencana APBN tepatnya pada satu tahun mendatang sehingga APBN di tahun berikutnya bisa menjadi lebih jelas.

Mengenai penyampaiannya rupanya nota keuangan RAPBN dibacakan oleh pemimpin negara yaitu presiden. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan menginformasikan perihal pendapatan negara selama ini. Tak lupa pula turut disampaikan rencana APBN sehingga apa yang direncanakan oleh pihak pemerintah bisa diketahui dengan jelas oleh masyarakat.

Selain nota keuangan untuk RAPBN rupanya ada pula jenis lainnya yaitu nota keuangan untuk RAPBN-P yang merupakan singkatan dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara – Perubahan. Nota jenis ini tentunya memiliki beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan nota keuangan RAPBN. Misalnya saja nota jenis ini tidaklah dibacakan atau disampaikan oleh presiden. Selain itu dalam nota keuangan RAPBN-P terdapat penjelasan tentang rencana usulan perubahan APBN tepatnya sampai dengan akhir tahun berjalan. Hal ini dituangkan dalam nota yang berdasar pada realisasi semester 1 beserta berdasar pada perkiraan realisasi semester 2.

Manfaat Penggunaan Nota Keuangan

Sebenarnya dalam penggunaan jenis nota tersebut ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh. Beberapa manfaat tersebut yaitu sebagai berikut.

Perbaikan dalam hal pembelanjaan

Di tahun ini rupanya Presiden RI sempat menyampaikan keterangan mengenai nota keuangan RAPBN tahun 2021 yang menyatakan adanya defisit anggaran. Tentu saja terjadinya defisit ini mengharuskan negara untuk mengubah sistem yang dijalankannya agar tak lagi mengalami defisit. Salah satunya adalah melakukan perbaikan terutama dalam hal pembelanjaan.

Sebisa mungkin pembelanjaan dihemat agar pembelanjaan tidak sampai membengkak dan menimbulkan defisit anggaran. Hal ini tentunya tidaklah semudah apa yang dibayangkan sebab melakukan perbaikan dalam hal pembelanjaan berarti mengubah pola pemerintah dalam mengurangi anggaran. Perbaikan dalam hal pembelanjaan ini sendiri menjadi salah satu resiko yang harus dihadapi oleh negara demi mencapai kesejahteraan bersama.

Penyesuaian terhadap pemulihan ekonomi

Bukan hanya memperbaiki pola belanja saja namun dibacakannya nota keuangan oleh presiden menunjukkan adanya kondisi keuangan negara yang tidak begitu baik. Kondisi ini tentu saja tak bisa dibiarkan begitu saja. Dengan kata lain harus ada perbaikan perekonomian terlebih lagi di tahun 2021 negara ini sempat menghadapi bencana pandemi yang membuat perekonomian lumpuh.

Tentu saja hal ini membuat timbulnya resiko bagi setiap orang untuk dapat lebih bertanggung jawab dan mengambil peran dalam melakukan pemulihan ekonomi. Maka tiap orang sudah seharusnya bisa menyesuaikan diri terhadap pemulihan ekonomi yang memang harus dilakukan dalam kurun waktu secepat mungkin.

Melakukan Manajemen Nota Keuangan Negara

Tentunya seperti halnya terkait dengan keuangan negara yang lain, melakukan manajemen terhadap nota jenis ini merupakan hal yang penting. Terkait hal tersebut, berikut ini beberapa langkah yang dilakukan pemerintah untuk memastikan manajemen yang tepat pada jenis nota tersebut.

Mengandung pendapatan negara dan RAPBN

Menentukan dan menyusun nota keuangan rupanya harus disertai dengan manajemen yang baik. Jadi isi dari nota itu haruslah tepat yaitu mengandung pendapatan negara dan juga Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN di dalamnya. Bahkan pada nota ini terdapat penjelasan mengenai RAPBN sehingga setiap orang bisa tahu dengan pasti mengenai anggaran negara di suatu periode tertentu.

Apa yang tercantum dalam nota tentunya merupakan kondisi nyata dari pendapatan negara selama ini serta seluruh rencana APBN yang tertera secara jelas. Jadi dalam nota ini haruslah terdapat banyak hal yang bisa diketahui oleh publik. Termasuk pula rencana ke depan misalnya selama satu periode.

Penulisannya dibagi menjadi per bab

Pembuatan nota keuangan rupanya juga harus dilakukan dengan tepat misalnya saja penulisannya dibagi menjadi per bab. Jadi penulisan nota ini dibagi per bab lalu disesuaikan dengan unit penanggung jawab masing-masing. Misalnya saja bab yang di dalamnya terdapat pembahasan tentang permasalahan ekonomi makro ditulis oleh BKF atau Badan Kebijakan Fiskal. Biasanya untuk mempermudah proses ini, maka digunakan aplikasi akuntansi terhadap keuangan negara.

Sedangkan bagian tentang belanja negara disusun oleh Direktorat Jenderal Anggaran. Tentang transfer daerah disusun oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan sedangkan pembiayaan anggaran disusun oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Jadi tiap bagian yang ada pada nota akan disusun oleh pihak yang berbeda dan tentunya memiliki wawasan lebih mengenai apa yang dikerjakannya tersebut.

Waktu pembuatannya terjadwal

Bukan hanya penulisannya saja yang terjadwal atau ditentukan dengan jelas melainkan juga waktu pembuatannya. Pada dasarnya memang waktu pembuatan nota keuangan telah terjadwal. Misalnya saja pada pekan pertama di bulan Juni haruslah dilakukan penyusunan draft nota. Selanjutnya pada pertengahan bulan Juli diketahui bahwa Direktorat Jenderal akan menyatukan seluruh draft lalu memulai tahapan final.

Selanjutnya pada awal bulan Agustus akan dilakukan pemeriksaan tahap akhir oleh Menteri Keuangan. Hal ini dilakukan tepatnya sebelum nota dibukukan. Sebab setelah nota keuangan dibukukan selanjutnya akan dikirim ke DPR. Kemudian di tanggal 16 Agustus di tiap tahunnya nota ini akan dibacakan oleh presiden.

Nota keuangan sempat dibacakan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam sidang paripurna DPR/MPR. Apa yang dibacakan oleh pemerintah ini sudah tentu menjadi perhatian dengan seksama oleh berbagai pihak sebab di dalamnya terdapat penjelasan mengenai RAPBN. Sudah tentu penyusunannya tidaklah mudah dan harus melibatkan banyak paham yang mengerti benar mengenai kondisi negara dan permasalahan keuangan negara. Maka nantinya akan dihasilkan kebijakan terbaik yang berhubungan dengan RAPBN.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo