Metode Langsung Arus Kas: Definisi, Rumus dan Komponen Penyusun, serta Kelebihan Utamanya Highlights Metode langsung arus kas mencatat seluruh penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan transaksi aktual, sehingga memberikan visibilitas yang jelas terhadap pergerakan uang tunai Melalui metode langsung juga membantu perusahaan untuk mengetahui apakah aktivitas operasional menghasilkan surplus kas atau justru mengalami defisit, tanpa perlu rekonsiliasi kompleks berbasis akrual Arus kas metode langsung sudah diatur di dalam standar akuntansi PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas sebagai pedoman ketika ingin menerapkannya Arus kas menjadi aspek fundamental yang menentukan kehidupan sebuah entitas bisnis dalam mencapai tujuannya.Pengelolaan arus kas menjadi strategi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebuah studi dari U.S Bank menunjukkan bahwa 82% kegagalan bisnis disebabkan oleh pengelolaan arus kas yang buruk.Untuk mengatasi hal tersebut, laporan arus kas metode langsung bisa menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan transparansi dan informasi perputaran kas yang lebih rinci.Studi menarik dari klien kami, menunjukkan bahwa mengadopsi software akuntansi mampu menyusun laporan arus kas 98% lebih cepat. Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan secara komprehensif bagaimana agar Anda bisa menerapkan arus kas metode langsung yang baik dan benar. Apa Itu Metode Langsung Arus Kas?Arus kas metode langsung merupakan teknik penyusunan laporan keuangan yang mencatat semua penerimaan dan pengeluaran secara langsung dan detail berdasarkan transaksi kas aktual.Berbanding terbalik dengan metode tidak langsung, metode langsung menyajikan informasi mengenai apa yang benar-benar diterima dan dibayarkan dalam bentuk kas agar rasio likuiditas tercermin secara transparan.Metode langsung sendiri telah diatur sedemikian rupa di dalam PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas yang menjelaskan bahwa metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto.Oleh karena itu, arus kas metode langsung dikenal lebih menyediakan informasi yang relevan untuk memprediksi arus kas di masa depan, dengan membagi detail informasi ke dalam tiga kategori utama, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.Komponen Utama dalam Metode Langsung Arus KasKomponen utama dari metode langsung arus kas terbagi menjadi dua, yaitu arus kas masuk dan arus kas keluar.1. Arus Kas MasukArus kas masuk mencakup seluruh penerimaan kas yang didapatkan oleh perusahaan dari aktivitas utamanya.Umumnya, arus kas masuk didapatkan dari tiga sumber: Penerimaan kas dari total uang yang diterima dari penjualan produk atau jasa Penerimaan kas yang masuk dari hasil penempatan dana berupa bunga dan dividen Sumber kas operasional lainnya, seperti restitusi pajak dari otoritas perpajakan atau pelunasan piutang Baca Juga: Strategi Pengelolaan Arus Kas yang Efektif Bagi UMKM2. Arus Kas KeluarArus kas keluar melihat dari bagaimana perusahaan menggunakan sumber daya untuk menjaga kelangsungan operasional aktivitas utama.Komponen utamanya terbagi banyak, yaitu: Pembayaran kas ke pemasok untuk pembelian bahan baku atau barang dagang Pembayaran gaji tenaga kerja Pembayaran untuk biaya operasional, mencakup kebutuhan administrasi, sewa gedung, atau utilitas (listrik, air, dan internet) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan sebagai kewajiban perusahaan Rumus dan Cara Penyusunan Dasar Laporan Arus Kas Metode LangsungMenyusun laporan arus kas metode langsung membutuhkan ketelitian dalam mengonversi data dari basis akrual ke basis kas.Untuk mempermudah ini, Anda bisa menggunakan rumus dasar untuk menghitungnya:Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = Total Penerimaan Kas Operasi – Total Pengeluaran Kas OperasiHasil dari perhitungan ini akan menunjukkan apakah operasional perusahaan menghasilkan kas positif atau tidak. Jika tidak, perusahaan perlu mengevaluasi ulang karena terjadi defisit kas operasional.Panduan Penyusunan Metode LangsungProses penyusunan dilakukan secara sistematis untuk menjaga keakuratan dan kepatuhan, mulai dari: Mengumpulkan semua data transaksi kas masuk dan keluar melalui buku kas bank, buku kas kecil, dan rekening koran Mengkategorikan seluruh data transaksi ke dalam tiga kelompok utama: operasi, investasi (aset jangka panjang), dan pendanaan (kewajiban jangka panjang dan ekuitas) Keluarkan transaksi yang tidak melibatkan kas dalam bentuk fisik, seperti depresiasi dan amortisasi Hitung total arus kas dan total kas keluar Hasil total gabungan ini kemudian ditambahkan dengan saldo kas awal periode untuk mendapatkan saldo kas akhir yang sesuai dengan saldo di neraca Baca Juga: Cara Mengelola Arus Kas (Cash Flow Management), Catat!Untuk format template arus kas metode langsung, bisa Anda lihat dengan jelas dalam contoh berikut:Kelebihan Utama Menggunakan Metode Langsung Arus KasAda beberapa kelebihan utama yang terasa jika mengadopsi metode langsung ketika menyusun laporan arus kas.1. Gambaran Arus Kas yang Lebih Transparan dan AkuratHal ini akan memberikan transparansi yang lebih baik karena pengguna laporan bisa melihat jelas sumber pendapatan utama dan bagaimana modal kerja dialokasikan.2. Insight Lebih Jelas untuk ManajemenDecision maker perusahaan dapat melihat lebih detail terkait kas yang masuk dan keluar, serta mengidentifikasi masalah dengan lebih cepat.Seluruh keputusan strategis-pun mulai dilakukan dengan berbasis data.3. Dukungan Perencanaan Kas yang Lebih TepatDengan adanya data aktual, historis, dan mendalam membantu bisnis untuk merencanakan anggaran kas dan proyeksi arus kas di masa depan dengan lebih baik.4. Cocok untuk Analisis Operasional HarianJenis bisnis dengan volume transaksi harian yang tinggi, seperti UMKM, startup, retail, dan distribusi bisa memanfaatkan metode langsung karena dapat dipantau tanpa harus menunggu proses rekonsiliasi kompleks.Baca Juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak LangsungContoh Laporan Arus Kas Metode LangsungGambaran arus kas yang menggunakan metode langsung akan terlihat sebagai berikut: Keterangan Aktivitas Jumlah Kas (Rp) Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan kas dari pelanggan 500.000.000 Penerimaan kas dari bunga/ dividen 15.000.000 Penerimaan kas operasional lainnya 5.000.000 Total Kas Masuk 520.000.000 Pembayaran kas kepada pemasok/supplier (250.000.000) Pembayaran gaji, upah, dan tunjangan karyawan (120.000.000) Pembayaran beban operasional & administrasi (60.000.000) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan (30.000.000) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan (460.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 60.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Investasi Pembelian aset tetap (mesin/peralatan) (40.000.000) Penjualan aset tetap bekas 10.000.000 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (30.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Penerimaan pinjaman bank jangka panjang 100.000.000 Pembayaran dividen kepada pemegang saham (20.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 80.000.000 Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas 110.000.000 Saldo Kas Awal Periode 50.000.000 Saldo Kas Akhir Periode 160.000.000 Apabila Anda ingin mengintepretasi laporan arus kas ini, Anda bisa menggunakan rumus dasar ini terlebih dahulu.Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = Total Penerimaan Kas Operasi − Total Pengeluaran Kas OperasiSebelum mengkalkulasikannya, Anda bisa mengelompokkan komponen utama perhitungan:1. Total Penerimaan Kas Operasi Penerimaan kas dari pelanggan = Rp500.000.000 Penerimaan bunga/dividen = Rp15.000.000 Penerimaan kas operasional lainnya = Rp5.000.000 Total Penerimaan Kas Operasi = Rp520.000.000 2. Total Pengeluaran Kas Operasi Pembayaran kepada pemasok = Rp250.000.000 Gaji & tunjangan = Rp120.000.000 Beban operasional & administrasi = Rp60.000.000 Bunga & pajak penghasilan = Rp30.000.000 Total Pengeluaran Kas Operasi = Rp460.000.000 3. Kalkulasi PerhitunganArus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = 520.000.000 − 460.000.000 = Rp60.000.000Dengan arus kas bersih operasional sebesar Rp60.000.000, menunjukkan bahwa perusahaan bisa menghasilkan kas positif yang sehat dan stabil.Tips Praktis Saat Menggunakan Metode LangsungTips-tips berikut memastikan laporan arus kas dapat disusun secara akurat dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu: Pastikan setiap transaksi kas masuk dan keluar dikategorikan dengan konsisten sesuai chart of accounts yang sudah ditetapkan perusahaan Sederhana, namun dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis bisa menghilangkan beragam risiko kesalahan fatal Lakukan rekonsiliasi bank secara rutin dan berkala, baik harian atau mingguan, untuk mendeteksi dini adanya kesalahan atau transaksi yang belum tercatat Mengadopsi software akuntansi modern untuk meminimalisir risiko kehilangan data dan kesalahan penulisan Baca Juga: Tips Memilih Software Akuntansi untuk Perusahaan, Wajib Tepat!KesimpulanArus kas metode langsung menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan transparansi dan akurasi khususnya dalam mengelola likuiditas entitas perusahaan.Hal ini terjadi dengan mencatat pergerakan uang tunai secara nyata, perusahaan dapat memiliki kontrol penuh terhadap kesehatan finansial sekaligus memenuhi standar akuntansi yang efektif.Dengan adanya kebutuhan sistem pencatatan yang lebih rinci, Mekari Jurnal muncul sebagai solusi efektif untuk mengelolanya.Mekari Jurnal adalah solusi akuntansi berbasis cloud bagian dari ekosistem terintegrasi Mekari yang menyediakan otomatisasi, integrasi bank, dan analisis berbasis AI.Dengan fitur-fitur canggih dan modern, penyusunan laporan keuangan seperti arus kas bisa dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan mendalam bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang.Ingin menyusun laporan arus kas dan membaca arus kas operasi secara otomatis? Dengan Mekari Jurnal, arus kas bisnis Anda tercatat secara real-time dan transparan – lengkap dengan laporan arus kas metode langsung dan fasilitas analisis keuangan lain untuk keputusan yang lebih baik. Coba GRATIS sekarang!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IAI, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 207 Laporan Arus Kas”.The CPA Journal, “Preparing the Statement of Cash Flows Using the Direct Method”.Wise, “Cash Flow Statement Direct Method: What Is It & Should You Use It?”.CFI, “Direct Method”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Metode Langsung Arus Kas: Definisi, Rumus dan Komponen Penyusun, serta Kelebihan Utamanya Highlights Metode langsung arus kas mencatat seluruh penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan transaksi aktual, sehingga memberikan visibilitas yang jelas terhadap pergerakan uang tunai Melalui metode langsung juga membantu perusahaan untuk mengetahui apakah aktivitas operasional menghasilkan surplus kas atau justru mengalami defisit, tanpa perlu rekonsiliasi kompleks berbasis akrual Arus kas metode langsung sudah diatur di dalam standar akuntansi PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas sebagai pedoman ketika ingin menerapkannya Arus kas menjadi aspek fundamental yang menentukan kehidupan sebuah entitas bisnis dalam mencapai tujuannya.Pengelolaan arus kas menjadi strategi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, sebuah studi dari U.S Bank menunjukkan bahwa 82% kegagalan bisnis disebabkan oleh pengelolaan arus kas yang buruk.Untuk mengatasi hal tersebut, laporan arus kas metode langsung bisa menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan transparansi dan informasi perputaran kas yang lebih rinci.Studi menarik dari klien kami, menunjukkan bahwa mengadopsi software akuntansi mampu menyusun laporan arus kas 98% lebih cepat. Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan secara komprehensif bagaimana agar Anda bisa menerapkan arus kas metode langsung yang baik dan benar. Apa Itu Metode Langsung Arus Kas?Arus kas metode langsung merupakan teknik penyusunan laporan keuangan yang mencatat semua penerimaan dan pengeluaran secara langsung dan detail berdasarkan transaksi kas aktual.Berbanding terbalik dengan metode tidak langsung, metode langsung menyajikan informasi mengenai apa yang benar-benar diterima dan dibayarkan dalam bentuk kas agar rasio likuiditas tercermin secara transparan.Metode langsung sendiri telah diatur sedemikian rupa di dalam PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas yang menjelaskan bahwa metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto.Oleh karena itu, arus kas metode langsung dikenal lebih menyediakan informasi yang relevan untuk memprediksi arus kas di masa depan, dengan membagi detail informasi ke dalam tiga kategori utama, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.Komponen Utama dalam Metode Langsung Arus KasKomponen utama dari metode langsung arus kas terbagi menjadi dua, yaitu arus kas masuk dan arus kas keluar.1. Arus Kas MasukArus kas masuk mencakup seluruh penerimaan kas yang didapatkan oleh perusahaan dari aktivitas utamanya.Umumnya, arus kas masuk didapatkan dari tiga sumber: Penerimaan kas dari total uang yang diterima dari penjualan produk atau jasa Penerimaan kas yang masuk dari hasil penempatan dana berupa bunga dan dividen Sumber kas operasional lainnya, seperti restitusi pajak dari otoritas perpajakan atau pelunasan piutang Baca Juga: Strategi Pengelolaan Arus Kas yang Efektif Bagi UMKM2. Arus Kas KeluarArus kas keluar melihat dari bagaimana perusahaan menggunakan sumber daya untuk menjaga kelangsungan operasional aktivitas utama.Komponen utamanya terbagi banyak, yaitu: Pembayaran kas ke pemasok untuk pembelian bahan baku atau barang dagang Pembayaran gaji tenaga kerja Pembayaran untuk biaya operasional, mencakup kebutuhan administrasi, sewa gedung, atau utilitas (listrik, air, dan internet) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan sebagai kewajiban perusahaan Rumus dan Cara Penyusunan Dasar Laporan Arus Kas Metode LangsungMenyusun laporan arus kas metode langsung membutuhkan ketelitian dalam mengonversi data dari basis akrual ke basis kas.Untuk mempermudah ini, Anda bisa menggunakan rumus dasar untuk menghitungnya:Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = Total Penerimaan Kas Operasi – Total Pengeluaran Kas OperasiHasil dari perhitungan ini akan menunjukkan apakah operasional perusahaan menghasilkan kas positif atau tidak. Jika tidak, perusahaan perlu mengevaluasi ulang karena terjadi defisit kas operasional.Panduan Penyusunan Metode LangsungProses penyusunan dilakukan secara sistematis untuk menjaga keakuratan dan kepatuhan, mulai dari: Mengumpulkan semua data transaksi kas masuk dan keluar melalui buku kas bank, buku kas kecil, dan rekening koran Mengkategorikan seluruh data transaksi ke dalam tiga kelompok utama: operasi, investasi (aset jangka panjang), dan pendanaan (kewajiban jangka panjang dan ekuitas) Keluarkan transaksi yang tidak melibatkan kas dalam bentuk fisik, seperti depresiasi dan amortisasi Hitung total arus kas dan total kas keluar Hasil total gabungan ini kemudian ditambahkan dengan saldo kas awal periode untuk mendapatkan saldo kas akhir yang sesuai dengan saldo di neraca Baca Juga: Cara Mengelola Arus Kas (Cash Flow Management), Catat!Untuk format template arus kas metode langsung, bisa Anda lihat dengan jelas dalam contoh berikut:Kelebihan Utama Menggunakan Metode Langsung Arus KasAda beberapa kelebihan utama yang terasa jika mengadopsi metode langsung ketika menyusun laporan arus kas.1. Gambaran Arus Kas yang Lebih Transparan dan AkuratHal ini akan memberikan transparansi yang lebih baik karena pengguna laporan bisa melihat jelas sumber pendapatan utama dan bagaimana modal kerja dialokasikan.2. Insight Lebih Jelas untuk ManajemenDecision maker perusahaan dapat melihat lebih detail terkait kas yang masuk dan keluar, serta mengidentifikasi masalah dengan lebih cepat.Seluruh keputusan strategis-pun mulai dilakukan dengan berbasis data.3. Dukungan Perencanaan Kas yang Lebih TepatDengan adanya data aktual, historis, dan mendalam membantu bisnis untuk merencanakan anggaran kas dan proyeksi arus kas di masa depan dengan lebih baik.4. Cocok untuk Analisis Operasional HarianJenis bisnis dengan volume transaksi harian yang tinggi, seperti UMKM, startup, retail, dan distribusi bisa memanfaatkan metode langsung karena dapat dipantau tanpa harus menunggu proses rekonsiliasi kompleks.Baca Juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak LangsungContoh Laporan Arus Kas Metode LangsungGambaran arus kas yang menggunakan metode langsung akan terlihat sebagai berikut: Keterangan Aktivitas Jumlah Kas (Rp) Arus Kas dari Aktivitas Operasi Penerimaan kas dari pelanggan 500.000.000 Penerimaan kas dari bunga/ dividen 15.000.000 Penerimaan kas operasional lainnya 5.000.000 Total Kas Masuk 520.000.000 Pembayaran kas kepada pemasok/supplier (250.000.000) Pembayaran gaji, upah, dan tunjangan karyawan (120.000.000) Pembayaran beban operasional & administrasi (60.000.000) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan (30.000.000) Pembayaran bunga dan pajak penghasilan (460.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 60.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Investasi Pembelian aset tetap (mesin/peralatan) (40.000.000) Penjualan aset tetap bekas 10.000.000 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (30.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Penerimaan pinjaman bank jangka panjang 100.000.000 Pembayaran dividen kepada pemegang saham (20.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 80.000.000 Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas 110.000.000 Saldo Kas Awal Periode 50.000.000 Saldo Kas Akhir Periode 160.000.000 Apabila Anda ingin mengintepretasi laporan arus kas ini, Anda bisa menggunakan rumus dasar ini terlebih dahulu.Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = Total Penerimaan Kas Operasi − Total Pengeluaran Kas OperasiSebelum mengkalkulasikannya, Anda bisa mengelompokkan komponen utama perhitungan:1. Total Penerimaan Kas Operasi Penerimaan kas dari pelanggan = Rp500.000.000 Penerimaan bunga/dividen = Rp15.000.000 Penerimaan kas operasional lainnya = Rp5.000.000 Total Penerimaan Kas Operasi = Rp520.000.000 2. Total Pengeluaran Kas Operasi Pembayaran kepada pemasok = Rp250.000.000 Gaji & tunjangan = Rp120.000.000 Beban operasional & administrasi = Rp60.000.000 Bunga & pajak penghasilan = Rp30.000.000 Total Pengeluaran Kas Operasi = Rp460.000.000 3. Kalkulasi PerhitunganArus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi = 520.000.000 − 460.000.000 = Rp60.000.000Dengan arus kas bersih operasional sebesar Rp60.000.000, menunjukkan bahwa perusahaan bisa menghasilkan kas positif yang sehat dan stabil.Tips Praktis Saat Menggunakan Metode LangsungTips-tips berikut memastikan laporan arus kas dapat disusun secara akurat dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu: Pastikan setiap transaksi kas masuk dan keluar dikategorikan dengan konsisten sesuai chart of accounts yang sudah ditetapkan perusahaan Sederhana, namun dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis bisa menghilangkan beragam risiko kesalahan fatal Lakukan rekonsiliasi bank secara rutin dan berkala, baik harian atau mingguan, untuk mendeteksi dini adanya kesalahan atau transaksi yang belum tercatat Mengadopsi software akuntansi modern untuk meminimalisir risiko kehilangan data dan kesalahan penulisan Baca Juga: Tips Memilih Software Akuntansi untuk Perusahaan, Wajib Tepat!KesimpulanArus kas metode langsung menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan transparansi dan akurasi khususnya dalam mengelola likuiditas entitas perusahaan.Hal ini terjadi dengan mencatat pergerakan uang tunai secara nyata, perusahaan dapat memiliki kontrol penuh terhadap kesehatan finansial sekaligus memenuhi standar akuntansi yang efektif.Dengan adanya kebutuhan sistem pencatatan yang lebih rinci, Mekari Jurnal muncul sebagai solusi efektif untuk mengelolanya.Mekari Jurnal adalah solusi akuntansi berbasis cloud bagian dari ekosistem terintegrasi Mekari yang menyediakan otomatisasi, integrasi bank, dan analisis berbasis AI.Dengan fitur-fitur canggih dan modern, penyusunan laporan keuangan seperti arus kas bisa dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan mendalam bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang.Ingin menyusun laporan arus kas dan membaca arus kas operasi secara otomatis? Dengan Mekari Jurnal, arus kas bisnis Anda tercatat secara real-time dan transparan – lengkap dengan laporan arus kas metode langsung dan fasilitas analisis keuangan lain untuk keputusan yang lebih baik. Coba GRATIS sekarang!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IAI, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 207 Laporan Arus Kas”.The CPA Journal, “Preparing the Statement of Cash Flows Using the Direct Method”.Wise, “Cash Flow Statement Direct Method: What Is It & Should You Use It?”.CFI, “Direct Method”.