Daftar Isi
7 min read

Memahami Akuntansi Biaya Tenaga Kerja dan Tantangannya

Tayang 12 Jan 2024
Diperbarui 14 Januari 2024

Dalam menjalankan operasional sehari-hari, baik perusahaan maupun bisnis tentunya membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan berbagai pekerjaan.

Seiring bertumbuhnya bisnis, tentunya bantuan orang lain ini akan menjadi sangat banyak dan mengeluarkan biaya yang tidak kecil.

Oleh karena itu, untuk membantu menghitung pengeluaran akan besarnya sumber daya ini, dikenal lah akuntansi biaya tenaga kerja atau labor costing.

Secara garis besar, biaya tenaga kerja memainkan peran yang cukup besar dalam tingkat profitabilitas.

Untuk membangun profit yang cukup besar, tentu bisnis memerlukan tenaga kerja yang juga besar. Di sisi lain, jika biaya tenaga kerja tidak dikelola dengan baik, maka akan mempengaruhi efisiensi profitabilitas yang akan didapat.

Memahami Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

Pada dasarnya pengertian akuntansi biaya tenaga kerja merupakan gabungan dari ketiga kata itu sendiri, yaitu “akuntansi”, “biaya”, dan “tenaga kerja”.

Pokok dari pengelolaannya sendiri menitikberatkan kepada tenaga kerja, yaitu sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi perusahaan.

Artinya, biaya tenaga kerja itu sendiri bertujuan untuk mengatur biaya yang akan dibebankan pada periode pemanfaatan SDM sebagai tenaga kerja yang esential dalam proses produksi.

Komponen yang termasuk nantinya akan berkaitan tidak saja pada upah, namun juga tunjangan dan perpajakan.

Dari sudut pandang akuntansi, biaya tenaga kerja akan dikelola di dalam cost accounting yang umumnya akan dibagi ke dalam dua jenis, yaitu direct cost (direct labor) dan indirect cost (biaya overhead).

Biaya tenaga kerja langsung akan mencakup kepada SDM yang secara langsung berkontribusi terhadap proses produksi suatu barang atau jasa. Sedangkan biaya tidak langsung, berkaitan dengan SDM yang memiliki peran pendukung dalam proses produksi, seperti pemeliharaan, kebersihan, dan keamanan.

Untuk informasi lebih lengkapnya, simak artikel mengenai komponen biaya dalam akuntansi dalam: Biaya Langsung dan Tidak Langsung dalam Akuntansi Bisnis

Coba Gratis Fitur Unggulan Mekari Jurnal Sekarang!

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Tenaga Kerja

Akuntansi biaya tenaga kerja akan menghitung tiga faktor komponen yang mencakup:

1. Upah minimum

Upah minimum merupakan acuan standar dalam memberikan upah dari pemilik usaha terhadap tenaga kerja yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah.

Biasanya upah juga sering disebut dengan gaji dan sifatnya wajib sebagai hak atas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja. Sering juga disebut juga dengan kompensansi aktual.

Dasar sistem pengupahan tersebut terbagi menjadi:

  1. UMP : UMP adalah upah minimum yang berlaku di wilayah yang termasuk kabupaten atau kota dalam satu provinsi.
  2. UMK : UMKM yaitu upah minimum yang hanya berlaku pada wilayah kabupaten atau kota saja.

2. Tunjangan

Benefit atau tunjangan tenaga kerja mengacu pada seluruh biaya yang menunjang pekerjaan karyawan yang harus dibayar perusahaan.

Umumnya, standar tunjangan memiliki aturan masing-masing di sebuah perusahaan atau industri. Namun, biasanya mencakup beban sebesar 25-30% dari gaji pokok.

Tunjangan kerja juga bervariasi jenisnya, salah satu contohnya adalah tunjangan keluarga yang diberikan kepada tenaga kerja yang memiliki tanggungan keluarga dan tercantum di dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 99 tentang jaminan sosial tenaga kerja.

Beberapa jenis tunjangan yang biasanya dapat ditemukan, antara lain:

  • Asuransi kesehatan,
  • Tunjangan makan,
  • Cuti berbayar,
  • Tunjangan internet,
  • Tunjangan pendidikan dan pelatihan.

3. Upah lembur dan bonus

Selain kompensansi aktual (upah dan gaji tetap), Anda juga perlu memasukkan upah lembur serta bonus yang diterima tenaga kerja sepanjang periode mereka bekerja.

Adapun sistem perhitungan upah lembur sendiri dapat Anda temukan dalam UU Cipta Kerja dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.102 Tahun 2004.

Selain upah lembur, Anda juga perlu memasukkan bonus atau pendapatan tambahan diluar gaji pokok karyawan karena beberapa alasan tertentu, mulai dari performa kerja yang baik atau lainnya (bonus akhir tahun, bonus natal, maupun THR).

4. Pajak gaji atau pemasukan

Pajak gaji merupakan pungutan yang bersifat wajib dan dikenakan yang, dalam konteks ini mengacu pada tenaga kerja sebuah perusahaan berdasarkan jumlah pendapatan dalam suatu periode.

Selain ke-empat komponen tersebut, terdapat beberapa faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi biaya tenaga kerja, tergantung industri dan bidangnya masing-masing.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Biaya perekrutan tenaga kerja
  • Biaya onboarding atau masa orientasi
  • Cuti hari libur

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pajak penghasilan. Yuk, simak artikel berikut: Mengenal Pajak PPh 21 dan Cara Hitungnya.

Memahami Akuntansi Biaya Tenaga Kerja: Gaji, Perhitungan, dan Tantangannya

Aturan Terkait Biaya Tenaga Kerja

Sejatinya terkait pembayaran dan biaya tenaga kerja sepenuhnya sudah diatur secara kompleks di dalam aturan pemerintah.

Ini demi menjaga hak serta kewajiban pemilik usaha, manajemen perusahaan dan tenaga kerjanya agar terpenuhi baik secara moril dan materiil.

Lalu, apa saja Undang-undang yang mengatur tentang kebijakan biaya tenaga kerja ini?

  • UU Ketenagakerjaan Pasal 1 Ayat 30: Pekerja atau buruh mendapatkan haknya dalam bentuk uang sebagai imbalan setelah menjalankan kewajibannya dari pembeli kerja.
  • PP No. 78 Tahun 2015 Pasal 12, 13, 15, 19 dan 20: Aturan yang menetapkan mengenai dasar dan kesepakatan satuan waktu dalam memberikan hak atas upah.
  • PP No. 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan: Mengatur kebijakan terkait sistem dan penetapan upah seperti sistem pengupahan pada usaha mikro dan kecil, pelindungan upah, dan cara pembayaran upah.
  • PP No. 34 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing: Sedikit berbeda, regulasi ini bertujuan untuk mengatur aspek-aspek penting terkait sistem penggunaan tenaga kerja asing di perusahaan dalam negeri.

Langkah Pencatatan Biaya Tenaga Kerja dalam Jurnal

Dalam mencatat biaya tenaga kerja, Anda dapat membaginya ke dalam empat jenis biaya, yaitu beban biaya tenaga kerja langsung, beban biaya kerja tidak langsung, beban biaya administrasi, dan beban biaya pemasaran dan penjualan.

Untuk ayat jurnalnya, akan diakumulasikan ke dalam dua komponen, yaitu beban gaji atau payroll maupun gaji yang belum dilunasi (accrued payroll).

Sedangkan pajak penghasilan terutang akan masuk ke dalam komponen hutang pajak penghasilan atau tax payable.

Untuk memudahkan Anda dalam memasukkan beban biaya tenaga kerja ke dalam jurnal akuntansi, simak cara berikut.

1. Klasifikasikan jenis biaya tenaga kerja

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memisahkan beban biaya berdasarkan kelompok pengeluarannya.

Biasanya, pengelompokkannya akan menjadi seperti berikut:

  • (Debet) Biaya tenaga kerja langsung Rp ……
  • (Debet) Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp ……
  • (Debet) Biaya overhead Rp ……
  • (Debet) Biaya tenaga kerja penjualan dan pemasaran Rp ……
  • (Debet) Biaya bagian umum dan administrasi Rp ……

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi dan Klasifikasi

2. Buat komponen pengupahan, utang, dan pajak

Untuk membuat ini, Anda dapat mengecek pencatatan kas keluar-masuk maupun rekonsiliasi bank untuk menyesuaikan angka yang akan masuk ke dalam jurnal dengan tepat dan akurat.

Untuk ayat jurnalnya dapat Anda masukan sebagai berikut:

  • (Debet) Beban gaji/ payroll
  • (Kredit) gaji yang belum dibayar/ accrued payroll
  • (Kredit) pajak yang belum terbayar/ tax payable/ PPh 21

Contoh ayat jurnal yang benar akan terlihat sebagai berikut:

contoh ayat jurnal akuntansi biaya tenaga kerja
Sumber: dictio.id

Tantangan dalam Akuntansi Biaya Tenaga Kerja

Tentunya dalam mengelola dan mencatat akuntansi untuk biaya tenaga kerja sering mengalami beberapa tantangan, terlebih komponen ini merupakan salah satu yang terbesar dalam pelaksanaan suatu perusahaan.

Oleh karena itu, Anda harus memberikan perhatian penuh terhadap tantangan-tantangan berikut agar pengelolaan biaya dapat berjalan dengan efektif.

1. Adanya perubahan struktur organisasi

Perubahan dalam struktur organisasi, seperti penggabungan, akuisisi, atau restrukturisasi, dapat memengaruhi biaya tenaga kerja.

Mengapa demikian?

Contohnya seperti ini, jika terdapat dua perusahaan yang bergabung (contohnya GOTO), tentunya, akumulasi jumlah karyawan perlu dilakukan penyesuaian.

Belum lagi, jika struktur gaji dan tunjangan dari masing-masing perusahaan yang berbeda tentunya perlu membuat kebijakan baru yang tentunya akan memakan waktu dan biaya dalam prosesnya.

Jika tidak terencana dengan baik, hal ini dapat mempengaruhi integrasi sistem pembiayaan tenaga kerja dan menghasilkan inkonsistensasi.

2. Sistem pengupahan yang kompleks

Walaupun saat ini sistem untuk mengelola tenaga kerja terkesan semakin fleksibel, namun tidak untuk sistem perhitungan beban biayanya.

Jenis program maupun bonus yang diberikan tentunya akan menambah beban dalam mengelola sistem pembiayaannya.

Sehingga, praktisi yang bertugas untuk mengelola ini membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengelolahnya, atau bahkan mendapatkan bantuan sistem yang memudahkan pengelolannya.

Software Akuntansi Mekari Jurnal Bantu Kelola Biaya Bisnis

Anda juga dapat mengelola biaya tenaga kerja bisnis Anda dengan lebih mudah dan tepat melalui software akuntansi Mekari Jurnal.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu membuat pencatatan akuntansi biaya dengan lebih lengkap dan cepat dengan sistem yang berbasis  otomatis untuk mengurangi berbagai risiko kesalahan manusia.

Nantinya, setiap pencatatan dan perhitungan data akan tersusun secara rapih dalam laporan keuangan untuk membantu bisnis dalam mengambil keputusan strategis yang lebih tepat di masa depan.

“59% responden menggunakan software akuntansi untuk membantu mengelola arus kas keuangan perusahaan untuk lebih optimal”.

– Gartner Digital Markets 2022.

Masih banyak fitur-fitur unggulan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan Anda, temukan seluruhnya dengan mendaftarkan bisnis Anda dan dapatkan free trial version bagi pendaftar pertama!

Saya Mau Konsultasi Gratis Ke Mekari Jurnal Sekarang!

Itulah penjelasan singkat mengenai akuntansi biaya tenaga kerja beserta peran dan fitur Mekari Jurnal yang dapat membantu Anda. Semoga bermanfaat!

Dapatkan promo dan informasi menarik lainnya hanya melalui kanal resmi media sosial Mekari Jurnal!

 

Referensi:

Timeero

Financestrategist

Dictio

Gartner

Kategori : Cost Accounting
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal