Baik saat akan memulai bisnis atau ingin mengembangkan bisnis, riset pemasaran merupakan langkah awal yang penting untuk dilakukan. Riset pemasaran merupakan upaya bisnis mencari data atau informasi tentang target, strategi, risiko dan segala hal yang berkenaan dengan pemasaran. Dengan melakukan riset pemasaran, pemilik bisnis akan menemukan ceruk tersembunyi untuk mengidentifikasi lebih banyak peluang bisnis.

Melalui riset pemasaran, Anda juga dapat memahami pesaing serta mengidentifikasi tren yang memengaruhi penjualan dan profitabilitas. Bila Anda melakukan riset pemasaran dengan benar, Anda akan mendapatkan data penting yang berguna untuk pertumbuhan bisnis. Namun terkadang pelaksanaan riset pemasaran tidak luput dari kesalahan, sehingga menyebabkan data yang didapatkan tidak valid. Simak kesalahan yang kerap terjadi ketika melakukan riset pemasaran berikut ini, agar Anda bisa menghindarinya.

Baca Juga: Riset Pasar: Salah Satu Aspek Terpenting dari Usaha Pemasaran Bisnis

Menghabiskan Banyak Biaya

Bob Kaden, pakar riset pemasaran dan penulis “Guerrilla Marketing Research” menyatakan bahwa tantangan pemilik bisnis kecil dalam melakukan riset adalah biaya yang tidak sedikit. Pikiran seperti ini yang akhirnya mengubur dalam-dalam rencana untuk melakukan riset pemasaran. Selain itu, masalah lainnya ialah mengeluarkan banyak biaya untuk menyewa lembaga riset yang menjanjikan akan memberikan seluruh data yanng dibutuhkan.

Padahal jika Anda menyisihkan waktu dan mempunyai minat untuk mempelajari pasar, Anda dapat melakukan riset sendiri dengan biaya yang relatif terjangkau. Riset ini pun bisa jadi lebih efektif. Karena Anda dapat melihat sendiri bagaimana responden merespon atas semua pertanyaan Anda. Ketika memilih untuk menggunakan lembaga riset, sisihkan sedikit waktu untuk mencari lembaga yang cukup terjangkau. Jika Anda lebih sabar, tidak menutup kemungkinan akan menemukan lembaga riset dengan penawaran terbaik dan hasil yang berkualitas.

Belum Mempunyai Tujuan Jelas

Sebuah bisnis seharusnya mengetahui tujuan dilakukannya riset pemasaran. Dengan mengetahui hal dasar tersebut Anda akan tahu tindakan apa yang perlu dilakukan dan pertanyaan apa yang akan diajukan untuk mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan. Dari tujuan, Anda juga dapat menentukan siapa orang yang cocok untuk dijadikan responden. Jika Anda melakukan riset pada responden yang tidak tepat, maka seluruh analisis Anda pun bisa salah. Oleh karena itu, sebaiknya pastikan untuk mendefinisikan tujuan Anda sejak awal.

Mengandalkan Sedikit Data

Data yang seharusnya Anda dapatkan dari riset terdiri dari dua bentuk, yakni primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan. Pengambilan data ini biasanya dilakukan dengan observasi, focus group discussion atau survei. Sementara data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi yang dipublikasikan, contohnya buku, artikel, jurnal dan lain sebagainya.

Gabungkan kedua jenis data tadi agar mendapatkan informasi yang maksimal. Karena jika satu jenis data saja biasanya tidak cukup untuk mendapatkan gambaran umum atas masalaha yang sedang dihadapi. Data sekunder akan membantu Anda untuk merumuskan masalah, membuat tujuan riset lebih jelas, sebagai referensi pertanyaan dan lain sebagainya. Gunakan data sekunder ini untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang calon konsumen, pasar serta kompetitor Anda.

Baca juga: 3 Jenis Metode Riset Pemasaran untuk Membuat Produk Laku Dipasaran

Fokus Pada Angka dan Grafik

Angka dan grafik dapat menjadi acuan bagaimana dinamika kebutuhan konsumen saat ini. Namun jangan terlalu terfokus pada angka dan grafik. Gunakan juga data kualitatif yang didapatkan melalui wawancara atau cerita dari responden Anda. Dengan mendengarkan penjelasan dari responden, Anda akan menemukan banyak fakta mengenai apa yang mereka butuhkan sesungguhnya.

Fokus kepada Orang Terdekat

Orang terdekat seperti keluarga atau teman memang menjadi pihak yang paling siap jika dimintai pertolongan, termasuk menjadi responden riset pemasaran. Namun memilih orang terdekat untuk dijadikan responden merupakan sebuah kesalahan dalam riset pemasaran. Sebab orang terdekat biasanya ingin menjaga perasaan Anda.

Sehingga mereka cenderung menjawab pertanyaan riset dengan pernyataan dari sisi baiknya saja.  Anda perlu mencari dan berbicara dengan pelanggan Anda sesungguhnya tentang kekurangan dan kelebihan dari penawaran Anda. Mintalah keluarga dan teman sebagai pemberi dukungan, bukan sebagai responden riset pemasaran.

Baca juga: 8 Tips Membuat Pertumbuhan Bisnis Lebih Cepat

Mengasumsikan Sendiri

Agar mendapatkan data benar-benar dibutuhkan, jangan jadikan asumsi pribadi sebagai hasil mutlak. Hal ini kerap dilakukan agar bisnis yang dijalankan dapat sesuai dengan keinginan atau meyakinkan diri bahwa bisnis akan berjalan dengan lancar. Akan tetapi, kenyataan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Waspadalah dalam membuat pertanyaan dan melakukan analisis. Carilah alternatif yang lebih banyak dalam menafsirkan dan mengerti maksud dari penjelasan responden. Usahakan untuk tidak mementingkan asumsi sendiri dalam mengumpulkan dan mengolah data primer maupun sekunder.

Tidak Menghargai Waktu Responden

Anda mungkin menganggap riset Anda sangat penting dan meminta orang-orang untuk memberikan waktu mereka tanpa menyadari bahwa waktu mereka pun sama berharganya. Dalam riset, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah keseimbangan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi data yang diambil tetapi juga sikap terhadap responden.

Salah satu alasan utama sebuah riset menerima tingkat respon yang rendah adalah karena riset itu menilai waktu responden secara tidak adil. Responden memberi waktu kepada Anda dan Anda pun harus memberikan kompensasi atas waktu itu. Berikan kompensasi secara adil dan Anda akan menerima data yang berkualitas serta tingkat respon yang lebih tinggi.

Baca juga: Menaklukkan Pemasaran Digital dengan Marketing 4.0 

 

Dengan mengetahui poin-poin kesalahan yang sering terjadi dalam riset pemasaran, Anda diharapkan dapat lebih berhati-hati agar mendapatkan data yang valid. Selain melakukan riset pemasaran, agar bisnis Anda dapat terus berkembang Anda juga perlu melakukan analisis kesehatan bisnis Anda. Analisis kesehatan bisnis Anda dengan melihat laporan keuangan. Lakukan analisis keuangan bisnis dengan mudah melalui laporan keuangan pada software akutansi Jurnal. Neraca keuangan, laporan laba dan rugi, hingga arus kas dapat Anda lihat dengan praktis di Jurnal. Simak kemudahan lainnya yang ditawarkan Jurnal di sini.

 

Author