Jurnal Enterpreneur

Dapatkan Loyalitas Konsumen dengan Experiental Marketing

Upaya menarik minat konsumen memang tidak pernah ada akhirnya. Anda diharuskan selalu berinovasi agar bagaimanapun perubahan keinginan konsumen tetap dapat terpenuhi. Ada berbagai metode pemasaran yang dapat digunakan, salah satunya adalah experiental marketing.

Experiential marketing pertama kali diperkenalkan oleh Bernd H. Schmit dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1999 berjudul “Experiential Marketing: How To Get Customers to Sense, Feel, Think, Act dan Relate to Your Company and Brands”. Seperti asal katanya experience atau pengalaman, experiental marketing merupakan teknik pemasaran yang dilakukan dengan mengemas produk agar dapat menawarkan pengalaman emosi sehingga menyentuh hati dan membuat penasaran konsumen.

Shaz Smilansky, Chief Executive dan Creative Director dari Electrify, dalam bukunya mengatakan bahwa upaya experiental marketing bisa diwujudkan melalui komunikasi dua arah dan keterlibatan interaktif. Dua hal ini merupakan kunci untuk menciptakan pengalaman mengesankan dan membangkitkan emosi.

Baca Juga: Meningkatkan Minat Pelanggan dengan Visual Marketing

 

Contoh Experiental Marketing

Salah satu brand yang mengadopsi experiental marketing adalah Oreo. Pada Festival SXSW 2014 di Amerika Serikat, Oreo membuat vanding machine dengan konsep yang berbeda. Penggabungan Twitter, teknologi 3D printing dan biskuit Oreo menjadi cara yang ampuh mendapatkan perhatian pengunjung festival.

Di booth Oreo, pengunjung diberikan pilihan rasa unik yang menjadi tren di Twitter.  Selanjutnya biskuit Oreo diberi selai sesuai dengan pilihan rasa oleh mesin 3D printing dan siap untuk dinikmati. Mondelez International, perusahaan induk Oreo, ingin memberikan pengalaman mendapatkan rasa istimewa sesuai selera berdasarkan informasi yang langsung diterima.

 

Fungsi Experiental Marketing

Schmit dalam bukunya menyatakan  bahwa experiental marketing mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:

  1. Membangkitkan kembali brand yang mengalami penurunan.
  2. Membedakan sebuah produk dari para pesaingnya.
  3. Menciptakan citra dan identitas untuk sebuah perusahaan.
  4. Mempromosikan inovasi.
  5. Mendorong percobaan (trial), pembelian, dan yang paling penting loyalitas konsumen.

 

Karakteristik Experiental Marketing

Selain pengertian dan fungsi, Schmit juga menjelaskan beberapa karakteristik yang melekat pada experiental marketing. Karakteristik tersebut antara lain:

1. Fokus Pada Pengalaman Konsumen

Pertemuan, menjalani atau melewati situasi tertentu yang memberikan nilai-nilai indrawi, emosional, kognitif, perilaku dan ralasional. Hal-hal tersebut yang menciptakan sebuah pengalaman. Pengalaman ini akan menghubungkan badan usaha beserta produk Anda dengan gaya hidup konsumen sehingga mendorong terjadinya pembelian.

2. Pola Konsumsi

Berdasarkan pengalaman yang diberikan, konsumen tidak hanya menginginkan suatu produk dilihat dari keseluruhan situasi pada saat mengonsumsi saja. Tetapi juga dari pengalaman yang didapatkan pada saat mengkonsumsi produk tersebut. Sehingga diharapkan konsumen mendapatkan kepuasan dan menimbulkan loyalitas setelah mengonsumsi.

3. Keputusan Rasional dan Emosional

Di sini konsumen bukan hanya dilihat dari sisi rasional saja tetapi juga dari sisi emosional. Kebanyakan pengalaman yang diinginkan oleh konsumen dari sebuah produk adalah untuk memenuhi fantasi. Sehingga jangan hanya memperlakukan konsumen sebagai pembuat keputusan yang rasional tetapi konsumen yang membutuhkan kebahagiaan. Itulah alasan mengapa dalam experiental marketing, Anda tidak harus selalu membicarakan produk. Yang terpenting bagi Anda adalah menarik konsumen untuk dapat terlibat dalam pengalaman menyenangkan bersama produk.

4. Metode dan Perangkat Bersifat Elektik

Metode dan perangkat untuk mengukur pengalaman seseorang lebih bersifat elektik. Maksudnya lebih bergantung pada objek yang akan diukur atau lebih mengacu pada setiap situasi yang terjadi daripada menggunakan suatu standar yang sama. Dengan logika yang sama seperti poin sebelumnya, brand bukan hanya sebagai pengenal badan usaha saja, melainkan lebih sebagai pemberi pengalaman positif pada konsumen sehingga dapat menimbulkan loyalitas pada konsumen terhadap badan usaha dan brand tersebut.

Baca juga: Meningkatkan Loyalitas Pelanggan dengan Tepat

 

Tipe Pengalaman Konsumen

Setidaknya ada lima tipe pengalaman konsumen yang menjadi dasar experiental marketing yang dijelaskan oleh Schmit, yakni:

a. Panca Indera (Sense)

Sense marketing berusaha untuk menciptakan pengalaman sensorik melalui penglihatan (sight), suara (sound), sentuhan (touch), rasa (taste), dan penciuman (smell). Tujuannya adalah untuk menciptakan kesenangan estetika, kegembiraan, keindahan, dan kepuasan melalui rangsangan indera. Sebuah bisnis dapat menggunakan sense marketing untuk membedakan brand dan produk-produknya di pasar, memotivasi konsumen untuk membeli produknya, dan memberikan nilai kepada konsumen.

b. Perasaan (Feel)

Feel marketing menciptakan pengalaman afektif dari suasana hati positif terkait dengan brand serta emosi yang kuat dari kegembiraan dan kebanggaan. Yang diperlukan di sini adalah pemahaman mengenai stimulus apa yang dapat memicu emosi tertentu serta kemauan konsumen untuk terlibat dalam pengambilan perspektif dan empati.

c. Pola Pikir (Think)

Think marketing bertujuan menciptakan kognitif dan pengalaman pemecahan masalah yang melibatkan konsumen secara kreatif. Think marketing akan melibatkan konsumen untuk berfikir memusat dan menyebar melalui kejutan (surprise), intrik (intrigue) dan provokasi (provocation). Tipe ini tidak hanya digunakan produk berteknologi tinggi tetapi dapat juga digunakan untuk desain produk, retail serta industri-industri lainnya.

d. Perilaku (Act)

Act marketing bertujuan untuk mempengaruhi pengalaman tubuh, gaya hidup, dan interaksi konsumen. Tipe ini memperkaya kehidupan konsumen dengan meningkatkan pengalaman fisik mereka, menunjukkan kepada konsumen cara lain dalam melakukan kegiatan, gaya hidup alternatif dan interaksi. Perubahan gaya hidup seringkali lebih memotivasi, menginspirasi, dan spontan secara alami serta melibatkan influencer.

e. Pertalian (Relate)

Relate marketing berisi semua tipe pengalaman yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, relate marketing berkembang melampaui kepribadian individu, perasaan pribadi, menambah pengalaman individu dan mengaitkan individu tersebut dengan dirinya sendiri, orang lain, atau budaya. Kampanye relate menarik keinginan individu untuk pengembangan dirinya.

 

Dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa experiental marketing memang membutuhkan usaha yang lebih dalam pelaksanaanya. Butuh ide yang cemerlang untuk dapat memberikan pengalaman yang membekas pada konsumen. Namun semua usaha tersebut akan terbayar dengan respon konsumen yang mungkin lebih dari yang dibayangkan. Karena memang konsumen sangat suka jika dirinya dilibatkan serta dapat merasakan langsung layanan brand dan produk Anda sebelum memutuskan untuk membeli.

Dapatkan pula pengalaman yang menyenangkan dengan software akuntansi Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online nomor 1 di Indonesia yang memberikan manfaat dengan pemakaian yang mudah, harga terjangkau serta keamanan data yang terjamin. Tunggu apalagi? Segera daftarkan bisnis Anda di sini.

Kategori : Uncategorized @id

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo