Bisnis startup merupakan pengertian untuk bisnis yang baru saja dibangun atau sedang dalam masa merintis. Untuk memperkenalkan bisnisnya, tentu startup membutuhkan pemasaran. Namun pemasaran yang dilakukan untuk menggaet konsumen baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Cara yang dapat dilakukan agar di awal perkembangan tidak mengeluarkan terlalu banyak biaya, ialah dengan menggunakanan strategi community marketing.

Community marketing merupakan sebuah metode pemasaran yang fokus untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara langsung maupun tidak langsung.  Di dalam community marketing, biasanya bisnis akan berinteraksi dengan komunitas yang berisikan individu dengan kegemaran yang sama. Tujuan dilakukan interaksi ini adalah untuk mengidentifikasi komunitas yang secara alami tertarik dengan brand, filosofi, produk, atau layanan dari bisnis.

Bisnis startup biasanya hanya memiliki sumber daya yang terbatas dalam operasionalnya. Maka mempererat hubungan dengan komunitas akan menjadi cara yang cukup efektif untuk “merekrut” mereka sebagai tenaga pendukung pemasaran. Berikan citra yang baik pada komunitas, dengan begitu mereka akan melakukan pemasaran dari mulut ke mulut serta umpan balik dengan sendirinya. Tentu saja hal ini sangat berharga untuk perkembangan bisnis startup.

Baca juga: Stratgi Jitu untuk Lead Generation Efektif pada Startup

Hal Penting dalam  Menjalankan Community Marketing

Hal-hal berikut perlu diperhatikan untuk menjalankan community marketing secara efektif:

1. Komunitas Adalah Partner

Komunitas memang akan menjadi pihak yang membeli produk Anda. Namun perlu diingat pula bahwa para anggota komunitas ini juga yang akan menjadi perpanjangan lidah bisnis untuk melakukan pemasaran. Ketika berusaha untuk masuk ke dalam komunitas, sangat tidak disarankan melakukan hard selling.

Sebaiknya lakukan pendekatan yang lebih bersahabat. Yaitu dengan ikut bergabung dalam kegiatan mereka, berikan edukasi dan tingkatkan awareness terhadap bisnis Anda dengan layanan serta kualitas. Jika anggota komunitas puas, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menceritakan pengalamannya kepada orang-orang yang berada di luar komunitas.

Baca juga: Menciptakan Strategi Community Marketing dalam Berbisnis

2. Identifikasi dan Tentukan Rencana

Setelah bergabung, pastikan Anda mengikuti kegiatan yang ada dalam komunitas. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebiasaan komunitas itu sendiri maupun anggotanya. Dari sini Anda dapat menentukan apa yang pelanggan butuhkan dan inginkan. Serta menentukan rencana pendekatan Anda pada konsumen. Apakah dengan berbagi pengalaman, edukasi, diskusi, menjadi sponsor, memberikan penawaran khusus dan lain sebagainya.

3. Lakukan secara Jangka Panjang

Ketika sudah memutuskan untuk memberikan dalam suatu bentuk, maka lakukan hal tersebut secara jangka panjang. Misalnya menjadi sponsor acara. Bisnis Anda seharusnya bekerja sama dengan komunitas secara jangka panjang dan berkesinambungan, bukan hanya sekali atau dua kali saja. Hal ini dilakukan untuk menciptakan brand loyalty di dalam komunitas, serta brand awareness pada siapa pun yang turut di dalamnya.

Baca juga: Menciptakan Strategi Community Marketing dalam Berbisnis

4. Maksimalkan Media Sosial

Startup harus tahu bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pemasaran. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan media sosial. Sebagian besar masyarakat saat ini aktivitasnya berada di media sosial. Bahkan ada juga komunitas yang hanya dijalankan secara online melalui media sosial.

Lakukan publikasi dan interaksi secara efektif dan efisien dengan bantuan media ini. Dengan begitu bisnis Anda dapat memberikan umpan balik dengan lebih cepat. Selain itu, siapa tahu Anda bisa menjangkau lebih banyak komunitas untuk bergabung dengan brand Anda melalui media sosial.

5. Lakukan Evaluasi Secara Rutin

Lakukan evaluasi secara rutin untuk mengetahui apakah upaya community marketing Anda sudah efektif. Anda bisa melakukan evaluasi ini dengan tim sendiri ataupun melibatkan  komunitas tersebut. Tidak ada salahnya meminta penilaian dari para anggota komunitas. Selain karena seluruh rangkaian upaya yang Anda lakukan adalah untuk para anggota ini, mereka juga akan mempunyai kedekatan karena merasa dilibatkan.

6. Bersabar

Komunitas adalah sesuatu yang tumbuh secara alamiah karena menganut pemahaman yang sama mengenai suatu hal. Oleh karena itu mereka cenderung memiliki nilai dan budaya sendiri. Ketika bisnis Anda melakukan community marketing, pastikan untuk selalu bersabar mengikuti alur kegiatan dan ideologi dari komunitas tersebut. Kuncinya adalah tekun dan konsisten. Karena inti dari metode ini adalah membangun hubungan erat dan saling percaya. Sehingga mereka tidak menganggap Anda sebagai robot yang tidak hidup dan hanya berfokus pada penjualan.

Baca juga: 4 Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan dengan Bergabung di Komunitas Bisnis

7. Komunitas Bukan Milik Bisnis Selamanya

Pedoman ini harus dipegang agar bisnis Anda dapat mengembangkan hubungan dengan yang lain dan tidak hanya terpaku pada satu titik. Karena pada hakikatnya bisnis dapat memasuki dunia mereka untuk penjualan, namun bisnis tidak dapat memasuki mereka sebagai komunitas secara mendalam. Komunitas akan tumbuh dan berkembang dengan langkahnya sendiri dan bahkan memulai inisiatif secara organik.

 

Dengan memperhatikan hal-hal tadi dalam community marketing,  akan membuka jalur bagi bisnis startup untuk meningkatkan pemasaran. Namun ketika mencapai posisi puncak, jangan lupa untuk memastikan pengelolaan bisnis yang baik agar mampu bertahan. Terkhusus di bidang keuangan, pengelolaan yang mudah dan akurat dapat diserahkan pada Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online nomor 1 di Indonesia yang memberikan manfaat lengkap untuk kesehatan keuangan bisnis. Pemakaian yang mudah, harga terjangkau serta keamanan data yang terjamin menjadikan Jurnal sebagai pilihan terbaik. Tunggu apalagi? Segera daftarkan bisnis Anda di sini.

 

 

Author