Cara UKM Tetap Raih Laba di tengah Resesi Ekonomi

Cara UKM tetap menghasilkan laba di tengah resesi ekonomi. Resesi ekonomi bisa menjadi bencana bagi para pelaku usaha.

Hal itu karena aktivitas ekonomi yang menurun bahkan lumpuh turut menghambat laju perkembangan usaha di berbagai bidang, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) yang seringkali dianggap rentan terhadap guncangan ekonomi.

Kendati demikian, Anda sebagai pelaku usaha tak boleh patah arang. Daripada mengeluh, hal yang lebih penting untuk dilakukan dalam situasi sulit adalah terus bekerja dan belajar menghasilkan strategi serta inovasi demi menjaga keutuhan bisnis.

Note : Baca artikel Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

Salah satu komponen utama untuk tetap bertahan dalam kondisi resesi ekonomi adalah menjaga kinerja laba usaha. Komponen tersebut berada dalam laporan laba rugi keuangan perusahaan.

Pada dasarnya, laporan laba rugi memaparkan raihan pendapatan usaha dan beban usaha yang mengarah untuk mengetahui laba atau rugi dan nilai investasi yang dihasilkan perusahaan pada periode tertentu. 

Komponen utama dalam laporan laba rugi terdiri dari, penjualan, harga pokok penjualan, biaya-biaya, penyusutan, pajak dan bunga. Sementara itu, unsur-unsur lain yang tercakup dalam laporan laba rugi antara lain, pendapatan usaha, beban usaha, biaya keuangan, beban pajak, laba atau rugi kotor, laba atau rugi operasi, laba atau rugi sebelum pajak, dan laba atau rugi bersih. 

Berdasarkan komponen utama laporan laba rugi, berikut cara menjaga bisnis tetap menghasilkan laba usaha dan bisa bertahan di tengah resesi ekonomi.

tetapkan supplier

 

Perhatikan Supplier dan Harga Bahan Baku Terbaik

Dalam kondisi resesi, pemasok atau supplier menjadi sekutu yang sangat penting guna mengukur kekuatan usaha Anda untuk bertahan hidup. Jika Anda memiliki supplier yang bagus, maka usaha Anda memiliki kekuatan tambahan. 

Saat ekonomi kian sulit dan persaingan pun semakin ketat, mendapatkan bahan baku dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau merupakan hal sangat penting dalam meningkatkan daya saing. Maka itu, Anda perlu memperluas pengetahuan mengenai supplier yang Anda butuhkan untuk proses produksi.

Cari penawaran terbaik, jangan sampai membeli bahan baku yang lebih mahal dari seharusnya atau berkualitas lebih buruk dari pesaing Anda. 

Supplier yang memiliki banyak konsumen biasanya akan mengendalikan harga bahan baku yang mereka pasok. Semakin lemah posisi tawar Anda, maka akan semakin sulit mendapatkan pasokan bahan baku berkualitas dengan harga bagus, bahkan ancaman stok tersendat pun mungkin saja terjadi.

Note : Baca artikel Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

Jika terjadi, tentu akan membuat biaya produksi membengkak dan menyusutkan perolehan laba. Maka itu, perhatikan supplier dan bahan baku dengan harga terbaik yang bisa diperoleh.

Jika selama ini sudah memiliki partner yang tepat, sebaiknya Anda menjaga hubungan dengan supplier tetap berjalan baik demi keberlangsungan usaha di tengah kondisi resesi. Intinya, jadikan supplier sebagai partner untuk melawan krisis.  

Mengenal Biaya Langsung dan Tidak Langsung dalam Akuntansi Bisnis

Efisiensi Biaya Produksi

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjaga laba tetap mengalir di situasi sulit ialah melakukan efisiensi biaya produksi. Umumnya, biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terkait langsung dalam proses produksi, misalnya biaya bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya pendukung operasional seperti distribusi, transportasi, listrik, air, telepon, internet, biaya sewa sarana dan prasarana lain. 

Dari sisi bahan baku, kapasitas produksi mempengaruhi besarnya biaya bahan baku. Semakin besar kapasitas produksi, biaya bahan baku akan semakin murah. Namun di situasi krisis, permintaan cenderung menurun, sehingga Anda harus lebih cermat menentukan bahan baku terbaik dengan harga terjangkau. 

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Jika memungkinkan, temukan supplier yang tak terlalu jauh dari lokasi produksi karena akan menghemat biaya distribusi logistik. Perusahaan juga harus menentukan metode persediaan bahan baku yang paling baik untuk dijalankan dalam situasi krisis.

Hal itu tentu menyesuaikan perkiraan permintaan produk di masa mendatang. 

Terkait biaya tenaga kerja, Anda punya beberapa pilihan yang bisa dijalankan. Opsi pertama, melakukan efisiensi dengan hanya membayar gaji pokok sesuai aturan dan memangkas waktu kerja karyawan.

Hal itu bisa jadi pilihan jika kondisi kas perusahaan tak mumpuni, dengan risiko produktivitas menurun dan menyerah dengan kinerja penjualan yang otomatis merosot. Opsi kedua, membayar upah secara penuh dan meminta karyawan untuk bekerja lebih keras dari biasanya guna meningkatkan omzet perusahaan.

Hal ini dilakukan tentu dengan tetap menaati aturan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Penjualan Online Meningkat selama Covid-19? Ketahui 10 Strategi Bisnis Online!

Aktivitas Penjualan Tetap Agresif

Kondisi resesi memang membuat hampir seluruh pengusaha khawatir dengan masa depan bisnis mereka. Namun kekhawatiran tak akan membantu menyelamatkan usaha Anda.

Tugas pengusaha adalah terus berusaha. Kali ini, Anda dan para karyawan harus berusaha meraih omzet dengan cara-cara yang di luar kebiasaan.

Anda harus memikirkan strategi out of the box dan mencari celah peluang untuk membuat usaha Anda tetap bertahan. Bahkan mengubah fokus bisnis jika memang diperlukan. 

Selain itu, penggunaan teknologi yang tepat untuk menjalankan proses produksi dan proses penjualan mungkin bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus meraih omzet. 

Misalnya, dalam kondisi PSBB, pemilik restoran bisa menjual produk makanan dan minumannya via online, pengusaha kopi bisa menjual produknya dengan kemasan lebih besar dan lebih aman untuk dikirim ke rumah-rumah konsumen. Pengusaha tekstil dan ritel bisa menemukan peluang lain via digital untuk menambal penurunan permintaan.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona 

Jurnal software akuntansi UKM

Pantau Kinerja Laporan Laba Rugi Setiap Saat

Hal terpenting untuk menjaga kinerja laba usaha perusahaan saat kondisi resesi ialah terus memantau kinerja laporan laba rugi setiap saat. Dengan mengetahui kinerja keuangan, terutama beban dan laba usaha, Anda akan memiliki gambaran kondisi yang sebenarnya, sehingga dapat memutuskan kebijakan bisnis yang paling tepat untuk dijalankan ke depan.

Pengelolaan dan pemantauan kinerja laporan laba rugi bisa dilakukan menggunakan berbagai aplikasi akuntansi berteknologi canggih yang tersedia di pasaran. Dalam hal ini, software akuntansi online Jurnal by Mekari bisa menjadi salah satu pilihan. 

Melalui Jurnal, Anda tak hanya bisa menyusun dan memantau laporan laba rugi, melainkan dapat membuat lebih dari 38 laporan keuangan secara otomatis dan akurat. Piranti lunak ini juga mampu menyusun beragam jenis laporan keuangan lain seperti, laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal. Terdapat pula fitur untuk mendata penjualan, pembelian, dan penagihan. 

Jurnal menyediakan beragam fitur unggulan antara lain, tampilan dashboard bisnis dengan data real time, modul penjualan dan pembelian, pengelolaan inventori, rekonsiliasi bank, integrasi bisnis, pengelolaan aset, dan pengelolaan pajak. 

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Sebagai software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan menghadapi fase new normal setelah krisis usai lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

CTA Jurnal


PUBLISHED28 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: