Daftar Isi
11 min read

Cara UKM Tetap Raih Laba di tengah Resesi Ekonomi

Tayang 26 Mar 2023
Diperbarui 19 Oktober 2023

Bagaimana cara bisnis UKM tetap menjaga laba usaha di tengah menghadapi resesi ekonomi? Blog Mekari Jurnal akan memberikan beberapa beberapa tips untuk Anda!

Resesi ekonomi bisa menjadi bencana bagi para pelaku usaha.

Hal itu karena aktivitas ekonomi yang menurun bahkan lumpuh turut menghambat laju perkembangan usaha di berbagai bidang, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) yang seringkali dianggap rentan terhadap guncangan ekonomi.

Kendati demikian, Anda sebagai pelaku usaha tak boleh patah arang.

Daripada mengeluh, hal yang lebih penting untuk dilakukan dalam situasi sulit adalah terus bekerja dan belajar menghasilkan strategi serta inovasi demi menjaga keutuhan bisnis.

cara menghadapi resesi

Menjaga Kinerja Laba Usaha Melalui Laporan Laba Rugi

Salah satu cara bagi bisnis UKM untuk tetap bertahan dalam kondisi resesi ekonomi adalah menjaga kinerja laba usaha.

Komponen tersebut dapat diamati melalui laporan laba rugi perusahaan.

Pada dasarnya, laporan laba rugi memaparkan raihan pendapatan usaha dan beban usaha yang mengarah untuk mengetahui laba atau rugi dan nilai investasi yang dihasilkan perusahaan pada periode tertentu.

Komponen utama dalam laporan laba rugi terdiri dari, penjualan, harga pokok penjualan, biaya-biaya, penyusutan, pajak dan bunga.

Sementara itu, unsur-unsur lain yang tercakup dalam laporan laba rugi antara lain, pendapatan usaha, beban usaha, biaya keuangan, beban pajak, laba atau rugi kotor, laba atau rugi operasi, laba atau rugi sebelum pajak, dan laba atau rugi bersih.

Menjaga kesehatan finansial bisnis UKM sangat penting agar dapat bertahan di tengah kondisi resesi ekonomi. Manfaatkan software akuntansi Mekari Jurnal untuk memantau kondisi keuangan bisnis Anda!

Perhatikan Supplier dan Harga Bahan Baku Terbaik

Dalam kondisi resesi, pemasok atau supplier menjadi sekutu yang sangat penting guna mengukur kekuatan usaha Anda untuk bertahan hidup.

Jika Anda memiliki supplier yang bagus, maka usaha Anda memiliki kekuatan tambahan.

Saat ekonomi kian sulit dan persaingan pun semakin ketat, mendapatkan bahan baku dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau merupakan hal sangat penting dalam meningkatkan daya saing.

Maka itu, Anda perlu memperluas pengetahuan mengenai supplier yang Anda butuhkan untuk proses produksi agar tetap menjaga laba usaha sebagai cara menghadapi resesi ekonomi.

Cari penawaran terbaik, jangan sampai membeli bahan baku yang lebih mahal dari seharusnya atau berkualitas lebih buruk dari pesaing Anda.

Supplier yang memiliki banyak konsumen biasanya akan mengendalikan harga bahan baku yang mereka pasok.

Semakin lemah posisi tawar Anda, maka akan semakin sulit mendapatkan pasokan bahan baku berkualitas dengan harga bagus, bahkan ancaman stok tersendat pun mungkin saja terjadi.

Jika terjadi, tentu akan membuat biaya produksi membengkak dan menyusutkan perolehan laba.

Maka itu, perhatikan supplier dan bahan baku dengan harga terbaik yang bisa diperoleh.

Jika selama ini sudah memiliki partner yang tepat, sebaiknya Anda menjaga hubungan dengan supplier tetap berjalan baik demi keberlangsungan usaha di tengah kondisi resesi.

Intinya, jadikan supplier sebagai partner untuk melawan krisis.

Untuk mengetahui cara mencari supplier tangan pertama yang terpercaya bisa Anda baca di artikel kami sebelumnya.

cara menjaga laba usaha dalam menghadapi resesi ekonomi

Cara Menjaga Laba Usaha dengan Efisiensi Biaya Produksi

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjaga laba tetap mengalir di situasi sulit ialah melakukan efisiensi biaya produksi.

Umumnya, biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terkait langsung dalam proses produksi, misalnya biaya bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya pendukung operasional seperti distribusi, transportasi, listrik, air, telepon, internet, biaya sewa sarana dan prasarana lain.

Dari sisi bahan baku, kapasitas produksi mempengaruhi besarnya biaya bahan baku. Semakin besar kapasitas produksi, biaya bahan baku akan semakin murah.

Namun di situasi krisis, permintaan cenderung menurun, sehingga Anda harus lebih cermat menentukan bahan baku terbaik dengan harga terjangkau.

Jika memungkinkan, temukan supplier yang tak terlalu jauh dari lokasi produksi karena akan menghemat biaya distribusi logistik.

Perusahaan juga harus menentukan metode persediaan bahan baku yang paling baik untuk dijalankan dalam situasi krisis.

Hal itu tentu menyesuaikan perkiraan permintaan produk di masa mendatang.

Terkait biaya tenaga kerja, Anda punya beberapa pilihan yang bisa dijalankan.

Opsi pertama, melakukan efisiensi dengan hanya membayar gaji pokok sesuai aturan dan memangkas waktu kerja karyawan.

Hal itu bisa jadi pilihan jika kondisi kas perusahaan tak mumpuni, dengan risiko produktivitas menurun dan menyerah dengan kinerja penjualan yang otomatis merosot.

Opsi kedua, membayar upah secara penuh dan meminta karyawan untuk bekerja lebih keras dari biasanya guna meningkatkan omzet perusahaan.

Baca juga bagaimana cara menghemat biaya produksi untuk bisnis UKM yang pernah kami bahas sebelumnya di sini.

cara tetap untung ditengah resesi

Aktivitas Penjualan Tetap Agresif

Kondisi resesi memang membuat hampir seluruh pengusaha khawatir dengan masa depan bisnis mereka.

Namun kekhawatiran tak akan membantu menyelamatkan usaha Anda.

Tugas pengusaha adalah terus berusaha. Kali ini, Anda dan para karyawan harus berusaha meraih omzet dengan cara-cara yang di luar kebiasaan.

Anda harus memikirkan strategi out of the box dan mencari celah peluang untuk menjaga laba usaha sebagai cara menghadapi resesi ekonomi, bahkan mengubah fokus bisnis jika memang diperlukan.

Selain itu, penggunaan teknologi yang tepat untuk menjalankan proses produksi dan proses penjualan mungkin bisa menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus meraih omzet.

Misalnya, pemilik restoran bisa menjual produk makanan dan minumannya via online, pengusaha kopi bisa menjual produknya dengan kemasan lebih besar dan lebih aman untuk dikirim ke rumah-rumah konsumen.

Pengusaha tekstil dan ritel bisa menemukan peluang lain via digital untuk menambal penurunan permintaan.

Pantau Kinerja Laporan Laba Rugi Setiap Saat

Hal terpenting dalam cara menjaga kinerja laba usaha perusahaan saat menghadapi kondisi resesi ekonomi ialah terus memantau kinerja perusahaan dengan laporan laba rugi setiap saat.

Dengan mengetahui kinerja keuangan, terutama beban dan laba usaha,

Anda akan memiliki gambaran kondisi yang sebenarnya, sehingga dapat memutuskan kebijakan bisnis yang paling tepat untuk dijalankan ke depan.

Pengelolaan dan pemantauan kinerja laporan laba rugi bisa dilakukan menggunakan berbagai aplikasi akuntansi berteknologi canggih yang tersedia di pasaran.

Dalam hal ini, software akuntansi online Mekari Jurnal bisa menjadi salah satu pilihan.

Melalui Jurnal, Anda tak hanya bisa menyusun dan memantau laporan laba rugi, melainkan dapat membuat lebih dari 38 laporan keuangan secara otomatis dan akurat.

Piranti lunak ini juga mampu menyusun beragam jenis laporan keuangan lain seperti, laporan neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal.

Terdapat pula fitur untuk mendata penjualan, pembelian, dan penagihan.

Jurnal sebagai software laporan keuangan perusahaan menyediakan beragam fitur unggulan antara lain, tampilan dashboard bisnis dengan data real time, modul penjualan dan pembelian, pengelolaan inventori, rekonsiliasi bank, integrasi bisnis, pengelolaan aset, dan pengelolaan pajak.

Sebagai software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan menghadapi resesi ekonomi.

Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan aplikasi pembukuan usaha dan dapatkan diskon menarik!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Jadwalkan Demo Ke Sales Jurnal Sekarang!

CTA Jurnal

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga laba usaha dalam menghadapi resesi ekonomi. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Bagaimana Cara Menghadapi Resesi Ekonomi dan Ancamannya?

Pada saat-saat seperti ini, ketika berita tentang resesi ekonomi mulai mendominasi berita dan kekhawatiran akan masa depan finansial meningkat, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami cara menghadapi resesi ekonomi. Resesi ekonomi adalah kondisi yang dapat berdampak serius pada kehidupan finansial individu dan keluarga. Untuk itu, penting untuk memiliki strategi yang tepat guna menghadapinya.

Apa itu Resesi Ekonomi?

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang cara menghadapi resesi ekonomi, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu resesi ekonomi. Resesi ekonomi adalah kondisi di mana terjadi penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi suatu negara.

Hal ini mencakup penurunan dalam perdagangan, industri, dan usaha kecil hingga menengah dalam kurun waktu tertentu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan berbagai indikator ekonomi, termasuk penurunan penjualan ritel dan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB).

Biasanya, resesi ekonomi berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun, dan dapat terjadi ketika terdapat titik negatif dalam pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Selain itu, tingkat pengangguran biasanya meningkat selama resesi ekonomi, dan produksi barang dan jasa dapat berkurang.

Penyebab Resesi Ekonomi

Ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya resesi ekonomi. Salah satunya adalah inflasi, yaitu kondisi di mana harga barang dan jasa naik secara signifikan dalam jangka waktu tertentu. Inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Namun, selain inflasi, ada beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan resesi ekonomi:

1. Wabah dan Pandemi

Seperti yang kita lihat selama pandemi COVID-19, wabah dan pandemi dapat memiliki dampak serius pada ekonomi. Tindakan pembatasan seperti lockdown dan protokol kesehatan ketat dapat menghambat perdagangan dan mengurangi pendapatan usaha secara dramatis.

2. Deflasi

Deflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa secara umum turun. Meskipun pada pandangan pertama, ini mungkin tampak seperti hal yang baik, namun deflasi yang berlebihan dapat menyebabkan konsumen menunda pembelian karena mereka mengharapkan harga akan terus turun. Ini dapat mengurangi pendapatan perusahaan dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

3. Kenaikan Nilai Suku Bunga

Kenaikan nilai suku bunga oleh bank sentral sebagai respons terhadap inflasi dapat mempengaruhi ekonomi. Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi perusahaan, yang pada gilirannya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

4. Perkembangan Teknologi

Meskipun inovasi teknologi biasanya dilihat sebagai hal yang positif, perkembangan teknologi tertentu, seperti penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI), dapat menggantikan pekerjaan manusia. Hal ini dapat menyebabkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi dan dapat berdampak negatif pada ekonomi.

5. Gelembung Aset

Gelembung aset terjadi ketika harga aset, seperti saham atau properti, meningkat secara signifikan berdasarkan harapan spekulatif tanpa dasar ekonomi yang kuat. Ketika gelembung tersebut pecah, dapat menyebabkan penurunan tajam dalam nilai aset dan mengganggu ekonomi secara keseluruhan.

Cara Menghadapi Resesi Ekonomi

Setelah kita memahami apa itu resesi ekonomi dan penyebabnya, saatnya membahas cara menghadapinya. Ketika resesi mengancam, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh individu dan keluarga untuk melindungi keuangan mereka dan mengurangi dampaknya.

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Salah satu langkah pertama yang sangat penting dalam menghadapi resesi ekonomi adalah memiliki dana darurat. Dana darurat adalah tabungan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda dan keluarga selama beberapa bulan jika Anda kehilangan pekerjaan atau mengalami kesulitan finansial lainnya.

Dalam situasi resesi ekonomi, PHK atau pemangkasan anggaran di perusahaan bisa menjadi kenyataan. Mempersiapkan dana darurat dapat memberikan perlindungan finansial yang sangat dibutuhkan dalam situasi-situasi tersebut.

2. Mencari Passive Income

Selain dari pekerjaan utama Anda, mencari sumber penghasilan tambahan atau passive income bisa menjadi solusi. Passive income adalah penghasilan yang Anda dapatkan tanpa harus aktif terlibat dalam pekerjaan tersebut setiap hari. Ini bisa berasal dari investasi, royalti, atau bisnis sampingan.

Dalam menghadapi resesi ekonomi, memiliki sumber penghasilan tambahan dapat memberikan perlindungan finansial tambahan. Ini juga dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari jika pendapatan utama Anda terganggu.

3. Meminimalisir Pengeluaran dan Hutang

Ketika resesi ekonomi mengancam, penting untuk memeriksa dan meminimalisir pengeluaran Anda. Buat anggaran yang ketat dan fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan utilitas. Hindari pengeluaran yang tidak perlu.

Selain itu, penting untuk menghindari menumpuk hutang selama resesi ekonomi. Hutang yang tinggi dapat menimbulkan beban finansial yang besar, terutama jika pendapatan Anda berkurang. Prioritaskan untuk melunasi hutang Anda dan hindari menggunakan kartu kredit untuk berbelanja.

4. Menggunakan Asuransi

Asuransi dapat menjadi alat penting dalam menghadapi resesi ekonomi. Ini termasuk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi pengangguran. Asuransi kesehatan dapat melindungi Anda dari beban biaya kesehatan yang besar, sementara asuransi jiwa dapat memberikan perlindungan finansial bagi keluarga Anda jika terjadi sesuatu pada Anda.

Asuransi pengangguran, jika tersedia, dapat memberikan penggantian pendapatan jika Anda kehilangan pekerjaan. Ini bisa menjadi jaringan pengaman yang penting selama resesi ekonomi.

5. Aktif Berinvestasi

Meskipun investasi selalu memiliki risiko, investasi yang bijaksana dapat membantu Anda mengatasi resesi ekonomi. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, penting untuk memiliki portofolio investasi yang beragam yang mencakup saham, obligasi, emas, dan lainnya.

Dalam beberapa kasus, resesi ekonomi juga dapat menciptakan peluang investasi. Harga saham yang turun dapat menjadi peluang untuk membeli saham dengan harga lebih murah. Namun, penting untuk berinvestasi dengan hati-hati dan memiliki strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda.

Kesimpulan

Resesi ekonomi adalah tantangan serius yang dapat memengaruhi kehidupan finansial individu dan keluarga. Namun, dengan persiapan yang tepat dan langkah-langkah yang bijaksana, dampaknya dapat diminimalkan. Penting untuk memiliki dana darurat, mencari sumber penghasilan tambahan, meminimalisir pengeluaran dan hutang, menggunakan asuransi, dan memiliki portofolio investasi yang beragam.

Selain itu, penting juga untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi resesi ekonomi. Dengan perencanaan yang baik dan tindakan yang tepat, Anda dapat melindungi keuangan Anda dan keluarga Anda selama masa sulit ini. Ingatlah bahwa resesi ekonomi adalah bagian dari siklus ekonomi dan dengan waktu, ekonomi akan pulih.

Kategori : Business Management
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal