Dalam menjalankan bisnis selalu ada risiko yang harus dihadapi, termasuk juga bisnis ayam petelur. Bisnis ini sebenarnya memiliki potensi berkembang yang sangat bagus karena telur sudah menjadi konsumsi pokok yang selalu dibutuhkan kalangan rumah tangga maupun industri. Meskipun demikian, bisnis ini juga rentan mengalami kegagalan karena beberapa hal kecil yang dapat menimbulkan masalah serius. Jika Anda bisa mengatasi masalah tersebut, bisnis ayam petelur yang Anda jalani bisa berjalan kembali. Namun, jika tidak bisa mengatasinya, kemungkinan Anda tidak bisa melanjutkan bisnis tersebut dan mengalami kerugian. Lalu, apa saja yang bisa menjadi penyebab kegagalan bisnis ayam petelur? Berikut faktor-faktornya.

 

Teknis Pengelolaan yang Kurang Tepat

Sebelum memulai bisnis ayam petelur sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu bagaimana teknis pengelolaannya. Mulai dari persiapan kandang, jenis makanan yang dipakai, vitamin yang digunakan, waktu vaksin yang tepat harus Anda ketahui. Jika salah dalam pengelolaan ini, ayam yang Anda pelihara bisa mengalami stres dan menyebabkan kematian atau gagal panen. Kandang yang tidak bersih juga akan menyebabkan penyakit bagi ayam. Ketahuilah cara merawat ayam dengan baik agar terhindar dari kegagalan bisnis ayam petelur.

 

Persaingan Pasar

Bisnis ayam petelur sudah mulai banyak memiliki kompetitor, karena banyak pengusaha yang tergiur dengan keuntungannya. Karena banyaknya pengusaha yang menjalankan bisnis ini, akhirnya menyebabkan hasil produksi selalu di atas permintaan, sehingga harga telur terlalu sering mengalami penurunan. Perlu Anda ketahui bahwa keuntungan dari bisnis ternak ayam petelur tergolong minim, yaitu sekitar 30% dari hasil produksi. Untuk mengatasi masalah ini, Anda memerlukan strategi pemasaran yang tepat agar telur yang dihasilkan bisa selalu habis. Jika terlalu lama menimbun hasil telur ayam, maka kualitas telur akan menurun dan membuat pelanggan berpikir ulang untuk membelinya sehingga telur menjadi busuk dan Anda mengalami kerugian.

 

Harga yang Tidak Stabil

Bagi pebisnis ayam petelur, ketidakstabilan harga ini menjadi salah satu faktor serius yang harus bisa diatasi. Harga jual telur ayam bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari permintaan pasar. Harga bisa melambung tinggi ketika hari-hari besar, liburan panjang, atau saat musim hajatan tiba. Namun ketika hari biasa, daya beli masyarakat cenderung berkurang karena merasa jenuh dan menyebabkan harga kembali turun seperti semula. Pada saat seperti ini, hal yang bisa Anda lakukan untuk menghabiskan stok adalah dengan menurunkan harganya.

 

Manajemen Perusahaan

Faktor lain yang dapat menyebabkan kegagalan dalam suatu bisnis adalah masalah manajemen perusahaan. Manajemen yang tidak jelas akan mempercepat gagalnya suatu bisnis. Kegagalan tersebut bisa terjadi karena masalah pembagian tugas yang tidak jelas sehingga satu orang memegang banyak peranan dalam bisnis. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik, maka kedepannya jika ada kesalahan yang terjadi, Anda akan sulit menelusurinya dan berakibat juga pada kesulitan untuk menemukan solusinya.

 

Selain manajemen dalam pembagian tugas, manajemen pengelolaan keuangan pun juga berpengaruh terhadap perkembangan bisnis. Jika keuangan  bisnis tidak dikelola dengan baik dan jelas, maka akan terjadi kebingungan dalam pengelolaan, juga rawan penyelewengan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut, keuangan bisnis ayam petelur Anda harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi perusahaan yang besar.

 

Salah satu cara mengelola keuangan bisnis ayam petelur dengan baik dan mudah adalah dengan menggunakan software akuntansi secara online. Jurnal merupakan software akuntansi online yang menyediakan fitur-fitur yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tentunya mudah digunakan semacam penghitungan biaya, pencatatan stok, pembuatan faktur, dan laporan keuangan. Jurnal juga memiliki aplikasi versi mobile yang dapat membantu Anda melakukan pencatatan maupun pengecekan secara mudah melalui smartphone kapan saja dan di mana saja. Dapatkan semua informasi mengenai layanan dan fitur Jurnal di sini.

 

Author