Saat ini masyarakat lebih dekat dan familiar dengan keberadaan social media sebagai pelengkap sarana berinteraksi dan memperoleh informasi. Instagram yang muncul dengan platform visualisasi dan informasi menjadi salah satu social media yang paling banyak diminati saat ini.

 

Dengan adanya kecenderungan ini, mau tidak mau, Instagram ikut menciptakan tren dan peluang bagi perusahaan untuk ikut melakukan strategi pemasaran didalamnya. Namun, meski Instagram sudah menjadi salah satu tempat pemasaran yang efektif dan memiliki banyak audience, bukan berarti Anda akan memperoleh pembelian dengan mudah.

 

Banyaknya kesalahan yang masih dibuat untuk mempercepat strategi marketing di Instagram ternyata justru menjadi bumerang yang membuat sebuah akun justru ditinggalkan oleh para audience-nya. Di bawah ini akan kita bahas kesalahan-kesalahan pemasaran di Instagram agar Anda terhindar dari strategi marketing Instagram yang tidak tepat sasaran.

 

Membeli Followers

Suka atau tidak, jual beli followers Instagram sudah menjadi bisnis besar. Banyak startup yang ingin memiliki followers dalam jumlah banyak secara instan menggunakan jasa jual-beli followers. Sayangnya, banyak sekali akun followers palsu yang kemudian akan secara terjadwal dihapus oleh Instagram. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap jumlah followers bisnis Anda.

 

Di samping itu, strategi jual-beli followers ini juga dianggap kurang tepat, karena biasanya followers yang dijual juga tidak sesuai dengan kriteria calon konsumen yang potensial untuk membeli produk Anda, sehingga  bisa dipastikan, Anda hanya memiliki banyak pengikut tapi tidak menjual banyak produk.

 

Gagal Memaksimalkan Followers

Followers juga sangat berpengaruh terhadap branding yang ingin Anda bangun. Bukan jumlah followers, namun bagaimana cara Anda untuk selalu berinteraksi dengan mereka sehingga dapat mengurangi jarak antara perusahaan dengan followers-nya. Anda bisa memberi mention salah satu followers dalam konten Anda. Biarkan followers ikut menyebarkan konten dan menggunakan hashtag milik bisnis. Jadi mulai sekarang cobalah untuk melibatkan followers Anda di setiap promosi bisnis.

 

Berlebihan dalam Promosi

Sebagian besar orang suka dengan diskon, big sale, atau bahkan ongkos kirim gratis. Sayangnya, terlalu banyak promosi dalam konten Instagram justru akan memengaruhi turunnya jumlah followers organik dan terkesan mengganggu. Seperti yang kita tahu, Instagram adalah tempat untuk berbagi foto dan pesan dengan kesan mendalam. Orang akan menghindarkan diri dari konten yang terlalu banyak melakukan promosi karena dianggap mengganggu kesenangan mereka dalam berbagi pengalaman di Instagram. Posting-lah promosi atau iklan secukupnya secara teratur dan hindari melakukan promosi atau beriklan secara berlebihan.

 

Kurang Fokus dengan Kualitas Konten

Pengguna Instagram akan menjumpai berpuluh-puluh gambar dan caption, begitu membuka social media tersebut. Banyaknya gambar dan informasi yang ditampilkan dalam Instagram, tentu saja tidak bisa dibaca semuanya oleh audience. Banyak yang membaca caption atau content yang dituliskan secara sekilas. Mereka akan melambat dan berhenti apabila menemukan salah satu gambar yang mereka rasa menarik. Itulah alasan kenapa Anda harus menghidari kualitas konten yang buruk. Fokus terhadap kualitas konten yang Anda posting di Instagram. Semakin bagus kualitas konten yang Anda posting, maka semakin banyak orang yang tertarik dengan konten Anda.

 

Tidak Mengoptimalkan Instagram Stories

Instagram stories merupakan media content marketing “eksklusif”. Fitur ini akan menghapus setiap konten yang diunggah dalam waktu 24 jam. Oleh sebab itu, pastikan Anda memberi konten terbaik pada fitur ini, seperti teaser produk terbaru atau layanan terbaru, publikasi diskon atau potongan harga, tutorial mengenai produk, serta solving masalah audience yang sesuai bisnis Anda. Sebagai sebuah fitur baru, ketertarikan audience terhadap fitur ini pun akan meningkat. Semakin cepat Anda mampu mengoptimalkannya, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk menghasilkan followers yang loyal.

 

Jika enam kesalahan strategi  marketing Instagram di atas telah Anda hindari dan mulai memberikan hasil bisnis yang sangat bagus, jangan lupa untuk selalu mengelola keuangan bisnis dengan baik. Layaknya sebuah strategi marketing yang bisa Anda jalankan secara online, saat ini banyak pengelola keuangan maupun program akuntansi yang juga bisa Anda gunakan secara online seperti Jurnal.

 

Dengan menggunakan Jurnal, dapatkan dukungan alat pencatatan keuangan, yang bisa Anda akses kapan saja dan di mana saja secara realtime. Tanpa perlu instalasi dan tanpa risiko kehilangan data penting keuangan bisnis, Jurnal membuat bisnis Anda selangkah lebih mudah. Dapatkan semua informasi penting tentang Jurnal di sini.

Author