Dalam menjalankan sebuah bisnis, manajemen persediaan adalah hal penting yang harus diperhatikan pengusaha. Kurang baiknya manajemen persediaan dapat menyebabkan kerugian perusahaan dan hilangnya pelanggan. Hal ini tentu akan membuat citra perusahaan turun dan hilangnya kepercayaan dari pelanggan.

Persediaan barang yang harus diperhatikan pengusaha bukan hanya persediaan yang dapat dilihat oleh pelanggan atau yang tersedia di toko, tapi juga persediaan barang yang ada di gudang. Meski terlihat mudah, mengelola persediaan bukanlah hal yang dapat diremehkan. Jika persediaan terlalu banyak, risiko kerusakan barang akan meningkat dan biaya yang dikeluarkan pun akan menjadi besar seperti biaya operasional, biaya penyimpanan, dan lain-lain. Dan sebaliknya, jika persediaan terlalu sedikit, risiko kekurangan persediaan akan semakin besar dan dapat menunda keuntungan bagi perusahaan.

Mengelola persediaan mungkin tidak terasa sulit. Namun, bagaimana jika bisnis Anda memiliki ribuan produk yang dijual? Hal ini akan menjadi masalah tersendiri bagi pengusaha atau karyawan Anda. Kesalahan pencatatan, pemesanan barang yang terlalu banyak atau sedikit, dan masih banyak masalah lainnya. Dengan software akuntansi Jurnal, mengelola persediaan barang menjadi lebih mudah dengan fitur Stok Barang yang telah dilengkapi dengan pemberitahuan mengenai kuantitas produk yang telah ada pada batas minimum (Stock Buffer).

Miliki Daftar & Informasi Stok

Ketika pelanggan mencari produk yang dibutuhkan, mereka tidak ingin menunggu terlalu lama. Oleh karena itu, Anda harus memiliki daftar stok barang yang dilengkapi dengan jumlah yang tersedia. Dengan pencatatan secara real-time dari software akuntansi Jurnal, Anda akan mendapatkan informasi persediaan barang yang tersedia maupun yang sudah akan habis secara cepat dan tepat.

Lakukan Pemesanan dengan Kuantitas Tepat

Dalam sebuah bisnis, kesalahan dalam pemesanan sering terjadi sehingga membuat stok barang menjadi berlebih atau bahkan kurang. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai persediaan barang yang dibutuhkan. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menentukan jumlah minimum stok barang dari masing-masing produk, sehingga Anda dapat melakukan pemesanan dengan tepat.

Kini, pencatatan jumlah minimum stok barang dapat dilakukan pada software akuntansi Jurnal dengan fitur Stock Buffer. Fitur ini juga terdapat pada laporan persediaan barang pada software akuntansi Jurnal, di mana datanya dapat ditarik secara langsung berdasarkan produk yang jumlahnya telah ada pada batas minimum. Hal ini dapat memudahkan Anda ketika akan melakukan pemesanan stok barang.

Selain itu, data pada software akuntansi Jurnal telah tersimpan secara terpusat dan real-time sehingga pengusaha maupun karyawan dapat bekerja secara mandiri dan efisien tanpa harus saling menunggu informasi mengenai stok barang yang akan segera habis dan dapat melakukan pemesanan stok barang, sehingga mengurangi risiko pemesanan secara dobel.

Tepat Waktu dalam Pemesanan

Notifikasi pada software akuntansi Jurnal, kini telah dilengkapi dengan jumlah minimum stok barang. Di mana, notifikasi ini akan mengingatkan Anda untuk melakukan pemesanan barang yang akan segera habis berdasarkan batas minimum. Notifikasi ini akan menampilkan 10 produk yang ada pada batas minimum. Misalnya Anda memiliki 25 produk yang ada pada batas minimum, maka Jurnal akan menampilkan 10 produk ter-update pada notifikasi Jurnal berdasarkan transaksi yang ada di batas minimum stok. Sedangkan 15 produk lainnya serta 10 produk yang telah ditampilan pada notifikasi dapat Anda lihat melalui laporan persediaan pada Jurnal.

Author