“Money, like emotions, is something you must control to keep your life on the right track.”
Natasha Munson


Tahukah Anda bahwa penggabungan keuangan pribadi dan bisnis berpengaruh negatif pada perkembangan perusahaan? Hal ini dapat berujung pada bencana finansial seperti kekurangan dana dan bangkrutnya perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pemisahan antara keuangan bisnis dan pribadi perlu dilakukan. Sayangnya, masih banyak pengusaha, terutama para pemilik UKM, yang masih belum menyadari pentingnya pemisahan keuangan.

Apa manfaatnya bagi bisnis Anda?

Memisahkan keuangan bisnis dan pribadi merupakan awal yag baik bagi para pebisnis. Apalagi bagi Ada yang baru memulai usaha. Berikut ini merupakan manfaat utama dari pemisahan keuangan bisnis dan pribadi Anda.

Memantau performa bisnis dengan mudah

Pemisahan laporan keuangan membuat Anda dapat mengendalikan aktivitas finansial perusahaan dengan mudah. Arus kas perusahaan yang masuk dan keluar tidak lagi tercampur dengan keuangan pribadi. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui posisi atau kondisi perusahaan Anda dari data-data yang tersedia.

Mempermudah perencanaan keuangan

Anda dapat membuat perenacaan finansial dari laporan keuangan. Akan sulit membuat perencanaan dari data-data yang tercampur dan berantakan. Dengan adanya pemisahan, Anda dapat dengan mudah mengestimasi pendapatan dan pengeluaran perusahaan di masa depan.

Menghemat uang dan waktu

Membuat laporan keuangan terpisah dari awal akan menghemat waktu dan uang Anda. Saat musim pajak tiba, Anda tidak perlu membayar akuntan dengan harga tinggi demi memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Dengan demikian, pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan biaya akuntan yang dikeluarkan lebih sedikit.

Bagaimana Anda memulainya?

Berikut ini merupakan tiga cara mudah yang dapat Anda terapkan untuk mulai memisahkan pengaturan keuangan bisnis dan pribadi Anda.

1. Membuat akun bank untuk bisnis dan pribadi

Jangan gunakan rekening pribadi Anda untuk transaksi bisnis. Mulailah dengan membuat dua akun bank, masing-masing untuk keuangan bisnis dan pribadi. Anda juga disarankan untuk membuat akun e-banking. Saat ini banyak bank yang telah mengaktifkan pelayanan e-banking seperti BCA dengan program klikbca dan Bank Mandiri dengan program BSMNet (Bank Syariah Mandiri Net). Pelayanan e-banking ini memungkinkan Anda untuk dapat melakukan transaksi online. Jangan lupa untuk memastikan bahwa bank tersebut memeriksa rekening secara berkala sehingga Anda dapat mengalokasikan biaya untuk bisnis. Tetap hubungkan rekening bisnis dengan rekening pribadi Anda untuk mempermudah transfer dana.

2. Membuat pembukuan terpisah

Mulai pisahkan pembukuan pribadi dengan bisnis Anda. Dengan kemajuan teknologi saat ini, Anda dapat membuat pembukuan Anda secara online, khususnya untuk kepentingan bisnis. Salah satu cara mudah untuk membuat pembukuan dengan cepat adalah melalui layanan cloud accounting. Dengan cloud accounting, Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu membuat template di buku besar atau pusing menghitung dengan calculator karena semua data telah terkalkulasi dalam sistem dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Salah satu penyedia layanan cloud accounting adalah jurnal.id, software akuntansi berbasis cloud yang membantu menata pembukuan bisnis Anda.

3. Bentuk tim administrasi yang handal

Carilah anggota tim administrasi yang dapat dipercaya untuk membantu Anda mengelola keuangan perusahaan demi mencegah terjadinya kekacauan administrasi. Jika ada kejanggalan dalam laporan keuangan, tim administrasi dapat dengan cepat mendeteksi kesalahan yang terjadi. Dengan demikian, Anda dapat fokus menjalankan bisnis dan mengontrol keuangan pribadi tanpa lepas kendali terhadap kondisi finansial perusahaan.

Pemisahan keuangan bisnis dan pribadi penting bagi kemajuan perusahaan. Kelola keuangan Anda dengan bijak dan bersiaplah mencapai kesuksesan!

Gambar:
pixabay.com

Author