Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
4 min read

Rasio Utang: Pengertian, Rumus, Cara Menghitung dan Bagaimana Rasio yang Baik untuk Bisnis

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Rasio utang menjadi cerminan dari struktur pendanaan perusahaan dan menjadi alat ukur penting dalam menilai kesehatan finansial dan tingkat leverage bisnis
  • Dengan perhitungan yang tepat dan akurat, manajemen dapat menilai dengan cepat proporsi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang terhadap keseluruhan aset perusahaan
  • Rasio utang yang rendah di bawah 0,5 menandakan stabilitas keuangan yang baik, sehat, dan terkendali

Rasio utang menjadi indikator kunci ketika perusahaan ingin mengevaluasi struktur modal dan kesehatan finansialnya.

Sebagai bagian dari analisis rasio keuangan, rasio utang atau debt ratio menjadi suatu alat untuk mengungkapkan tingkat leverage perusahaan, atau artinya untuk melihat sejauh mana aset dibiayai dengan pinjaman.

Rasio utang yang lebih rendah umumnya menandakan stabilitas yang lebih baik, karena perusahaan memiliki lebih banyak ekuitas dibanding utang.

Memahami pentingnya dan cara menghitung rasio utang menjadi penting oleh sebuah bisnis, artikel dari Mekari Jurnal berikut akan membantu menjelaskannya untuk Anda.

Apa Itu Rasio Utang?

Rasio utang merupakan perbandingan antara total utang yang dimiliki perusahaan dengan total asetnya.

Nilai yang ditunjukkan adalah persentase aset perusahaan yang dibiayai oleh utang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Contoh analisisnya adalah begini, ketika rasio utang menilai 0,4, artinya 40% aset perusahaan dibiayai dari pinjaman, sedangkan sisanya, yaitu 60%, berasal dari modal sendiri.

Selain itu, rasio utang sendiri juga disebut dengan rasio solvabilitas atau rasio leverage. Perusahaan dengan rasio utang tinggi cenderung lebih berisiko bagi pemberi pinjaman karena kewajiban utangnya besar dibanding aset yang tersedia.

Sebaliknya, rasio rendah menunjukkan perusahaan mengandalkan modal sendiri lebih banyak, sehingga beban utang lebih ringan.

Baca Juga: Debt to Equity Ratio: Pengertian, Rumus, dan Perhitungannya

Rumus dan Cara Menghitung Rasio Utang

Untuk menghitung rasio utang, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:

Rasio Utang = Total Utang ÷ Total Aset

Komponen utama perhitungan terbagi menjadi dua, yaitu total utang dan juga total aset. Untuk mendapatkan nilai dari keduanya, Anda dapat mengetahuinya melalui:

  • Identifikasi Total Utang: Jumlahkan semua kewajiban perusahaan, termasuk utang jangka pendek (misalnya utang dagang, utang bank jangka pendek) dan utang jangka panjang (obligasi, kredit bank jangka panjang)
  • Identifikasi Total Aset: Hitung nilai keseluruhan aset perusahaan, mulai dari aset lancar (kas, piutang) hingga aset tetap (gedung, mesin, peralatan) dan aset lainnya

Contoh Perhitungan

Sebagai contoh untuk menghitungnya, gunakan pelaporan keuangan perusahaan berikut ini:

Komponen Nilai (Rp)
Aset Lancar 200.000.000
Aset Tetap 300.000.000
Total Aset 500.000.000
Utang Jangka Pendek 80.000.000
Utang Jangka Panjang 120.000.000
Total Utang 200.000.000
Rasio Utang 0,40 (40%)

Jika melihat contoh di atas, maka diketahui bahwa rasio utang perusahaan tersebut adalah sebesar 40% aset perusahaan dibiayai dengan utang dan 60% dengan modal sendiri.

Interpretasi dan Rasio Utang yang Baik

Pada konteks kasus nyata, menghitung rasio utang bukanlah langkah terakhir untuk mengambil kesimpulan, langkah selanjutnya adalah menginterpretasi hasilnya dengan idealnya mencapai rasio utang yang rendah lebih diinginkan.

Jika melihat hasil sebelumnya yaitu 0,4, maka perusahaan sudah dianggap sehat karena lebih banyak mendanai aset dengan modal sendiri.

Rasio rendah menunjukkan struktur permodalan yang lebih efektif, dengan beban bunga dan cicilan pinjaman relatif kecil, sehingga menurunkan risiko kebangkrutan dan mempermudah pemenuhan kewajiban.

Sebaliknya, jika rasio utang perusahaan di lebih dari 0,6 bisa dikatakan cukup tinggi dikarenakan sangat bergantung pada pinjaman untuk menjalankan bisnis, sehingga terdampak besar jika arus kas terganggu atau suku bunga naik.

Namun, tidak ada satu patokan yang pasti untuk semua industri, misalkan saja perusahaan manufaktur yang memiliki rasio utang lebih tinggi karena membiayai pabrik atau peralatan dengan utang jangka panjang.

Sedangkan di industri teknologi atau jasa yang ringan modal, rasio utang cenderung lebih rendah.

Oleh karena itu, rasio utang perlu dibandingkan dengan tolok ukur industri dan tren historis perusahaan. Interpretasi hasil harus mempertimbangkan konteks bisnis.

Baca Juga: Mekari Jurnal ERP: Solusi Akuntansi Terkini untuk Enterprise dan Perusahaan Besar

Kesimpulan

Rasio utang menjadi alat analisis laporan keuangan penting yang berfungsi mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang.

Melalui interpretasi rasio ini, manajer keuangan dapat menilai banyak aspek finansial yang penting, mulai dari kesehatan modal, menakar risiko, dan merumuskan strategi pendanaan.

Rasio utang yang rendah juga menunjukkan bahwa stabilitas keuangan perusahaan terkendali dan memiliki daya tahan yang tinggi.

Agar lebih mudah, pantau rasio utang dan kesehatan finansial perusahaan Anda secara otomatis dengan software akuntansi yang terintegrasi seperti Mekari Jurnal, kelola aset, liabilitas, dan laporan keuangan dengan lebih cepat dan akurat! Coba gratis sekarang!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

National Funding, “Debt Ratios and Why They Matter to Small Businesses”.

MicroBank, “What is the debt ratio?: Definition and how it is calculated”.

Allianz, “Debt Ratio: Understanding Its Importance in Financial Analysis”.

Kategori : Cost Accounting

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami