Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

PSAK: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Perannya dalam Laporan Keuangan

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • PSAK memastikan laporan keuangan konsisten, relevan, andal, dan dapat dibandingkan antar perusahaan maupun periode waktu
  • PSAK mengatur proses akuntansi mulai pencatatan transaksi, pengakuan, pengukuran nilai, hingga penyajian laporan keuangan secara terstruktur
  • Penerapan PSAK meningkatkan transparansi serta memudahkan analisis keuangan bagi investor, manajemen, auditor, dan pemangku kepentingan lainnya
  • Software akuntansi seperti Mekari Jurnal membantu otomatisasi laporan sesuai PSAK, mengurangi kesalahan manual, dan memastikan data real-time serta akurat

Artikel ini akan membahas lebih dalam mengapa PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan menjadi penting untuk diterapkan dalam praktik akuntansi perusahaan di Indonesia.

Untuk memahaminya, coba bayangkan terlebih dahulu ketika dua buah perusahaan di industri yang sama sama-sama menyajikan laporan keuangan tahunan, tetapi dengan metode pencatatan dan pengakuan pendapatan yang berbeda. serta format yang tidak seragam.

Hasilnya sudah jelas bahwa laporan tidak bisa dibandingkan secara seimbang sehingga investor yang membacanya kebingungan dan manajemen kehilangan gambaran yang jelas tentang posisi bisnis mereka.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka standar akuntansi perlu diterapkan agar laporan keuangan dapat disusun secara konsisten dan dapat dibandingkan.

Dalam penerapannya di Indonesia, standar ini dikenal dengan PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu PSAK?

PSAK merupakan pedoman resmi yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) di bawah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam menyusun kerangka dan menyajikan informasi dalam laporan keuangan di Indonesia.

Terdapat empat aspek fundamental yang diatur PSAK dalam siklus pelaporan keuangan:

  1. Pencatatan transaksi: Bagaimana setiap aktivitas bisnis dicatat ke dalam jurnal akuntansi
  2. Pengakuan akun: Kapan suatu pendapatan atau beban diakui secara resmi dalam laporan
  3. Pengukuran nilai: Metode apa yang digunakan untuk menilai aset, liabilitas, atau ekuitas
  4. Penyajian laporan keuangan: Bagaimana informasi tersebut disusun dan ditampilkan kepada para pengguna laporan

Selain aspek fundamental tersebut, PSAK juga memiliki tujuan yang relevan dengan kualitas informasi keuangan, yaitu:

  1. Laporan harus relevan, artinya informasi yang disajikan benar-benar berguna untuk pengambilan keputusan
  2. Laporan harus andal, dalam arti dapat dipercaya dan bebas dari kesalahan material
  3. laporan harus dapat dibandingkan, baik dengan laporan periode sebelumnya maupun dengan laporan perusahaan lain dalam industri yang sama

Baca Juga: Mengenal Perbedaan SAK dan IFRS dalam Akuntansi

Fungsi PSAK dalam Akuntansi

PSAK membantu seluruh ekosistem bisnis dan keuangan yang menyusun laporan keuangan untuk menciptakan keseragaman dalam penyajian sehingga memudahkan analisis dan pengambilan keputusan.

Beberapa fungsi penting mengapa PSAK penting untuk diterapkan adalah:

  • Standarisasi Laporan Keuangan: Menghilangkan ambiguitas dalam pelaporan sehingga laporan dari Perusahaan A memiliki format yang sebanding dengan Perusahaan B
  • Meningkatkan Transparansi: Memberikan gambaran yang jujur dan terbuka mengenai posisi keuangan perusahaan kepada pihak eksternal
  • Mempermudah Analisis Keuangan: Membantu analis dan investor dalam membedah rasio-rasio keuangan tanpa perlu melakukan penyesuaian manual yang rumit
  • Menjadi Acuan Audit: Auditor menggunakan PSAK sebagai tolok ukur utama untuk menilai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar atau tidak
  • Menyelaraskan dengan Standar Internasional: Memastikan bahwa praktik akuntansi di Indonesia tetap relevan dengan dinamika ekonomi global

Siapa yang Menyusun PSAK?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, PSAK disusun dan ditetapkan oleh sebuah badan independen yang beroperasi di bawah naungan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).

Lembaga ini telah  berdiri sejak 1957 dan terdiri dari para ahli, praktisi, dan akademisi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan dunia akuntansi serta menjadi satu-satunya organisasi akuntan yang diakui secara resmi oleh negara.

Proses penyusunannya itu sendiri tidak dilakukan secara sembarangan. Melalui DSAK, serangkaian tahapan yang panjang dimulai dari identifikasi isu akuntansi, pembentukan kelompok kerja, penyusunan draf standar, konsultasi publik, hingga finalisasi dan penerbitan.

Proses ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi, regulator seperti OJK dan BI, serta pelaku industri.

Standar ini juga terus diperbarui berlandaskan perkembangan bisnis dan standar global seperti IFRS (International Financial Accounting Standard) yang kemudian DSAK melakukan kajian dan penyesuaian agar standar akuntansi keuanan Indonesia tetap relevan dan selaras dengannya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Standar Akuntansi Keuangan (SAK): Jenis dan Penerapannya

Jenis-Jenis PSAK di Indonesia

Walaupun dari pembahasan di atas terlihat bahwa standar akuntansi keuangan di Indonesia terlihat hanya satu jenis saja, namun sebenarnya standar akuntansi dirancang sesuai kebutuhan berbagai jenis entitas yang berbeda.

Beberapa standar akuntansi yang diterapkan di Indonesia, yaitu:

1. PSAK Umum

Ini adalah standar yang berlaku untuk entitas dengan akuntabilitas publik, yakni perusahaan yang saham atau obligasinya diperdagangkan di pasar modal, serta lembaga keuangan yang mengelola dana publik seperti bank dan asuransi.

PSAK jenis memiliki standar diadopsi yang paling kompleks karena cakupannya luas dan persyaratannya ketat mengikuti kaidah IFRS.

Standar ini juga banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)

SAK ETAP diperuntukkan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik. Misalnya, perusahaan keluarga berskala menengah yang tidak menerbitkan saham di bursa.

SAK ETAP lebih sederhana dibanding PSAK umum, namun tetap menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas dan dapat dipercaya.

3. PSAK Syariah

Standar ini dirancang khusus untuk entitas yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah Islam, seperti bank syariah, unit usaha syariah, dan lembaga keuangan mikro syariah.

PSAK Syariah mengakomodasi instrumen keuangan yang tidak dikenal dalam akuntansi konvensional, seperti akad mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah.

4. SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah)

SAK EMKM adalah standar yang paling sederhana di antara semua. Standar ini dirancang khusus untuk pelaku UMKM agar mereka tetap dapat menyusun laporan keuangan yang memadai meskipun dengan sumber daya dan kapasitas akuntansi yang terbatas.

Dengan SAK EMKM, UMKM bisa menghasilkan laporan keuangan yang cukup layak untuk keperluan perbankan maupun evaluasi internal.

Baca Juga: Laporan Keuangan Sederhana UMKM: Cara Membuat dan Contoh yang Mudah Dipahami

5. SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)

Standar Akuntansi Pemerintahan adalah standar yang berlaku untuk entitas sektor publik, yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

SAP diatur secara terpisah melalui Peraturan Pemerintah dan ditujukan untuk memastikan pengelolaan keuangan negara dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Contoh PSAK yang Berlaku di Indonesia

Untuk melihat gambaran praktis mengenai pemberlakuan PSAK dalam aspek laporan keuangan di Indonesia, simak tabel contoh penerapannya berikut ini:

Nomor PSAK Judul Standar Fokus Utama
PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan Menjelaskan komponen wajib seperti Neraca, Laba Rugi, dan Arus Kas
PSAK 16 Aset Tetap Mengatur cara menghitung penyusutan mesin, bangunan, dan peralatan kantor
PSAK 23 Pendapatan Menentukan kapan sebuah penjualan bisa diakui sebagai pendapatan resmi perusahaan
PSAK 46 Pajak Penghasilan Mengatur pencatatan pajak tangguhan dan kewajiban pajak perusahaan

Untuk contoh penerapannya, akan terlihat sebagai berikut:

  • Berdasarkan aturan sesuai PSAK 16, perusahaan wajib menentukan metode penyusutan yang konsisten setiap tahunnya, agar masing-masing perusahaan bisa saja bisa membuat perbandingan kinerja dengan mudah
  • Sesuai standar laporan keuangan PSAK 1, setiap perusahaan harus menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan sesuai format baku yang diamanatkan agar tidak ada informasi penting yang terlewat

Baca Juga: 4 Karakteristik Laporan Keuangan Sesuai PSAK

Kesimpulan

Sebagai pernyataan standar akuntansi keuangan yang ditetapkan IAI melalui DSAK, PSAK memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh berbagai entitas, mulai dari UMKM hingga korporat besar, dapat memenuhi standar kualitas yang konsisten, relevan, dan dapat dipercaya.

Dengan memahami penerapan PSAK yang tepat, akan menjadi investasi pengetahuan yang krusial bagi siapa pun yang terlibat dalam dunia keuangan dan bisnis di Indonesia.

  • Staf akuntansi membutuhkan PSAK sebagai panduan teknis
  • Pemilik bisnis membutuhkannya untuk memahami laporan yang disusun tim mereka
  • Investor membutuhkannya untuk menilai kelayakan sebuah investasi secara objektif

Satu hal yang perlu digarisbawahi: penguasaan PSAK saja tidak cukup jika implementasinya masih bergantung pada proses manual yang rawan kesalahan, di sinilah teknologi akuntansi modern menjadi penentu.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi dan operasional bisnis bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan solusi otomasi laporan keuangan sesuai standar PSAK secara otomatis, akurat, dan real-time.

Jika Anda ingin memastikan seluruh laporan keuangan bisnis Anda tersusun sesuai jenis PSAK yang berlaku dan dengan proses yang efisien dan data yang selalu terkini, maka sudah saatnya beralih ke solusi yang tepat.

Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan rasakan perbedaan mengelola keuangan bisnis dengan standar profesional.

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IAI, “PSAK Umum”.

Binus University, “Penerapan PSAK pada Perusahaan Startup: Tantangan dan Solusi”.

PWC, “PSAK Pocket Guide 2023”

Mediaasuransinews, “Penerapan PSAK 117 Tidak Ada Relaksasi, OJK: Perusahaan yang Melanggar Dikenakan Sanksi!”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami