Mekari Conference 2019: Peran Bisnis dan Digital di Indonesia, Bagaimana Memulainya?

Di era yang semakin maju, banyak hal yang merasakan efeknya, mulai dari UKM hingga korporasi di mana bisnis dihadapkan dengan persaingan yang sengit. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap bisa bertahan, salah satunya adalah memanfaatkan teknologi dalam bisnis untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Demi memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan bisnis, Mekari Conference hadir sebagai konferensi bisnis dan teknologi untuk menginspirasi bisnis dalam melakukan transformasi digital.

Mengusung tema utama “Powering Indonesian SMEs with Technology, Mekari Conference mengundang berbagai narasumber yang menarik, mulai dari founder, CEO, serta pakar di bidang lainnya untuk berbagi ilmu dan pendapat, salah satunya adalah Jasmin selaku Senior Executive Vice President Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero). 

Problematik yang Kerap Dihadapi UKM 

Menurut Jasmin, pada dasarnya UKM adalah usaha yang sedang dikembangkan, tapi sayangnya masih belum mampu memaksimalkan era digital ini. Dunia bisnis yang semakin tidak menentu dan cepat berubah atau kita menyebutnya VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, and Ambigous) menjadi salah satu hal yang kita hadapi saat ini. Pertanyaannya, apakah kita sudah siap dan mampu beradaptasi dengan VUCA? Apakah bisnis yang kita jalani dapat beradaptasi dengan bisnis yang cepat berubah atau tidak? Di tengah ketidakpastian dinamika bisnis, ada satu peluang usaha di tanah air, yakni dari segmen SME (Small Medium Enterprise) atau biasa dikenal dengan UKM. 

Jika melihat beberapa tahun ke depan, bisnis ekonomi akan menjadi lebih besar sehingga terbukanya potensi untuk para pelaku UKM. Kemudian, seperti apa peran bisnis UKM di Indonesia? Berdasarkan info dari Kemkominfo, baru 11% saja pelaku UKM yang memanfaatkan teknologi digital. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari otomatisasi sistem untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Kombinasi proses yang cepat dan kualitas produk yang bagus tentunya akan memberi pelanggan suatu user experience yang memuaskan sehingga mereka akan kembali lagi untuk membeli produk Anda. Perkembangan zaman yang memicu berkembangnya internet dan teknologi tentunya harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UKM. 

Kunci Utama untuk Tetap Bersaing dalam Bisnis

Setiap masalah yang ada, tentunya memiliki solusinya. Begitu pun yang dialami oleh Blue Bird, perusahaan yang bergerak di industri transportasi di Indonesia juga sudah mengimplementasikan teknologi ke dalam bisnisnya untuk tetap bisa bersaing. Sebagai perusahaan pertama yang menggunakan argo meter, ternyata Blue Bird merasakan dampak perubahan bisnis yang cepat. Tepat pada 22 Maret 2016 silam, para pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat se-Jabodetabek melakukan unjuk rasa untuk memberhentikan operasional taksi online. Puluhan pengemudi taksi berseragam biru ini bahkan melakukan sweeping terhadap pengemudi taksi yang tidak ikut berunjuk rasa.

Kejadian ini sontak mengubah stigma Blue Bird yang semula adalah “Bird of Happiness” menjadi “The Angry Bird” yang secara moral membuat Noni Purnomo, President Director Blue Bird Group Holding mengalami trauma. Namun, dia menyadari bahwa everything happens for a good reason. Dari situlah, dia mulai mempelajari bagaimana Blue Bird dipandang oleh pelanggan. Apa yang mereka lakukan ternyata memberi kesimpulan bahwa cara berkomunikasi mereka yang dilakukan kurang efektif dengan generasi baru dan tidak melakukan inovasi untuk beradaptasi dengan teknologi.

Beranjak dari situ, Blue Bird mempelajari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dan mulai mempelajari fenomena di luar. Teknologi memang sudah teraplikasi, tapi saat tidak adanya inovasi akan membuat mereka tertinggal. Sebuah perusahaan yang ada di comfort zone akan selalu merasa cukup dan berada di puncak gunung, padahal hal ini malah akan membuat mereka terperosok. 

Saat ditanyakan mengenai kehadiran perusahaan transportasi online seperti Grab dan Gojek, Noni menjawab bahwa the biggest disruption bukanlah dari segi teknologi, melainkan dari segi pricing di mana Blue Bird selalu bergantung pada pemerintah. Namun, tentu saja Blue Bird tidak tinggal diam begitu saja. Untuk mengatasinya, ada tiga hal yang dilakukan. Pertama, dimulai dari internal dan memperbaikinya. Ini bisa dilihat dari aplikasi MyBlueBird di mana mereka mencoba untuk melihat dari segi customer needs terlebih dahulu. Umumnya, pelanggan memerlukan availability dan accessibility. Inilah perbedaan utama yang dimiliki Blue Bird, di mana setiap platform perlu diperbaiki untuk melihat kebutuhan dari customer.

Hal yang harus dilakukan adalah mengerti diri Anda dan kebutuhan pelanggan Anda. Perubahan dilakukan berdasarkan kekuatan yang Anda miliki sehingga melihat apa yang bisa dilakukan dengan kapabilitas untuk memberi yang terbaik. Kedua, dari segi keamanan (safety) dan yang terakhir adalah multi platform payment. Blue Bird juga melakukan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan co-create dengan startup yang mengembangkan service mereka. Namun, hal yang terpenting adalah untuk tidak menjadikan pelanggan sebagai kelinci percobaan dengan mengeluarkan produk yang safe dan memberi kenyamanan dengan menyeimbangkan percepatan perubahan dan risiko.

Berbekal dengan pengalamannya sebagai Presiden Intelligence Transportation System Organization, Noni mempelajari bagaimana menjadikan Blue Bird sebagai perusahaan yang fokus terhadap mobility as a service, yaitu bagaimana cara memudahkan hidup seseorang sehingga mereka dapat keluar dan kembali ke rumah dengan aman dan nyaman. Noni menjawab bahwa Blue Bird bukan hanya sekadar taksi atau bis saja, tapi semua jenis kendaraan yang digunakan akan selalu diperhatikan untuk memastikan bahwa setiap pelanggan aman.

Saat membicarakan potensi yang akan disrupsi selama 3 hingga 4 tahun mendatang, Noni menjawab bahwa tidak akan ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal terpenting adalah mengerti kebutuhan saat ini dan di masa mendatang. Jika dulu lebih berfokus pada doing operational excellence dan improvement internally, sekarang berusaha untuk lebih banyak merasakan dan mendapatkan masukkan dari pelanggan karena disrupsi dapat dilihat dari dua sisi. Tidak ada gunanya menghalangi perubahan yang ada karena yang terpenting adalah menerima dan berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Jangan pernah lengah karena disrupsi akan selalu terjadi setiap detik.

Apakah Anda memiliki masalah dan kebingungan untuk bersaing di pasar yang serba cepat ini? Tidak perlu khawatir, Mekari hadir untuk membantu Anda mengembangkan bisnis dengan dukungan teknologi. bisnis dari teknologi. Produk yang ditawarkan tentunya mampu membantu Anda menjangkau pasar yang lebih luas, seperti Jurnal (software akuntansi), Talenta & Sleekr (software untuk payroll dan HR), serta Klikpajak (aplikasi pajak).  Jadi, siap untuk memulai dan mengembangkan bisnis Anda?

[adrotate banner=”19″]


PUBLISHED22 Nov 2019
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: