Mendukung Pencegahan Penularan Corona dengan QR Code

Mendukung Pencegahan Penularan Corona dengan QR Code – Sebagian besar kasus penularan virus Corona (COVID-19), yang diketahui, disebabkan oleh kontak langsung melalui percikan cairan tubuh (droplets) seorang penderita yang terinfeksi kepada orang lain. Percikan cairan tubuh ini antara lain seperti percikan air liur dari mulut dan hidung saat batuk, bersin, atau bernapas. Oleh karena itu fokus pencegahan penularan Virus Corona biasanya berfokus pada penyebaran droplets.

Beberapa negara, seperti China, Iran dan Korea Selatan, mengkhawatirkan droplets juga dapat jatuh pada permukaan benda di sekitar penderita, termasuk pada uang. Sehingga mereka melakukan beberapa tindakan khusus terkait dengan uang sebagai langkah hati-hati dalam rangka pencegahan Corona. Pemerintah China dilaporkan memerintahkan bank untuk mensterilisasi uang kertas untuk mencegah penyebaran corona. Di Iran, pemerintah menghimbau agar masyarakat menghindari penggunaan uang kertas, serta melakukan transaksi nontunai. Sementara itu, Bank of Korea (BOK) mengkarantina uang kertas selama dua minggu untuk meminimalisasi kemungkinan penyebaran virus corona.

Apakah Uang dapat Menjadi Sarana Penularan Corona?

Mendukung Pencegahan Penularan Corona dengan QR Code

Menanggapi hal tersebut banyak ahli mengatakan pro-kontra. Stephanie Brickman menyatakan bahwa WHO tidak tahu secara pasti berapa lama virus COVID-19 dapat bertahan pada uang. Sementara, ada hasil studi lain meneliti virus corona jenis SARS, yang mengemukakan bahwa virus corona lain tersebut (SARS) dapat hidup hingga 72 jam pada kertas. Berdasarkan kesamaan struktural yang ada pada berbagai jenis virus corona, bisa jadi hal ini berlaku juga pada virus Corona COVID-19.

Pendapat lain, dari Amesh Adalja (Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins University USA) menyatakan bahwa secara umum, uang kertas memang bisa menjadi sumber penularan penyakit. Satu penelitian di tahun 2010 menyimpulkan bahwa uang kertas di Amerika Serikat terkontaminasi 10 mikroba bakteri per cm persegi. Penelitian lain di New York pada 2017 memublikasikan uang di Amerika Serikat terkontaminasi DNA hewan peliharaan, jejak narkoba jenis kokain, serta ratusan jenis bakteri berbeda.

Walaupun penularan penyakit oleh uang jarang terjadi dan tidak pernah ada wabah penyakit yang dimulai dari uang, tetap masuk akal, jika setelah Anda menyentuh uang yang terkontaminasi, lalu langsung menyentuh hidung, mulut atau mengucek mata, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka dapat membiarkan virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, Anda terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh berbagai bakteri atau virus tersebut, termasuk virus corona COVID-19.

Apabila Anda tidak mau mengambil risiko penularan virus melalui uang, Jennifer Horney Epidemiolog dari University of Delaware menyarankan agar melakukan transaksi secara non tunai.

Baca Juga: Contoh Pemanfaatan Teknologi pada UKM saat Pandemi Corona

Pembayaran Secara Cashless dan Cardless menggunakan QR Code

Mendukung Pencegahan Penularan Corona dengan QR Code

 

Alternatif pembayaran cashless adalah menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Namun sebenarnya, ada pilihan yang lebih baik karena dapat menghindari transmisi sama sekali, yaitu dengan menggunakan QR Code.

QR Code adalah semacam barcode yang digunakan untuk menscan data transaksi keuangan. Dimana kemudian data tersebut dapat terhubung dengan dompet digital pada gawai Anda, untuk melakukan pembayaran. Uniknya, saat ini Bank Indonesia telah merilis QR code yang tersandar bernama QRIS (Quick Response Indonesian Standar) yang membuat penjual hanya memerlukan satu device saja untuk mengeluarkan output QR Code yang dapat dipindai oleh berbagai dompet digital.

Dengan demikian pengguna bermacam-macam dompet digital dapat melakukan transaksi pada merchant Anda dengan praktis secara cashless dan cardless. Hal ini dapat meminimalisasi transmisi karena saat proses pembayaran, hanya diperlukan tap gawai pembeli pada device penjual, sehingga tidak ada kontak/ sentuhan antara pembeli dan kasir. Praktis dan aman bukan.

Baca Juga: Cara Mengukur Arus Kas

Bagi penjual, selain aman, hal ini pun akan semakin mempermudah Anda dalam mengadministrasikan data keuangan karena sifat data dari QRIS yang digital. Anda tinggal mensinergikan dengan menggunakan aplikasi digital laporan keuangan Jurnal, dan Anda akan memperoleh hasil yang sangat bermanfaat. Karena data keuangan Anda akan tersimpan pada cloud yang aman, serta diolah menjadi laporan keuangan yang dapat langsung diakses melalui gawai Anda. Jadi Anda dapat memantau kondisi keuangan bisnis Anda dimanapun Anda berada.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Salam Sehat Produktif Selalu!


PUBLISHED06 May 2020
Emanuella Christianti
Emanuella Christianti

SHARE THIS ARTICLE: