Jurnal Enterpreneur

Pemindahbukuan Pajak: Pengertian, Cara, dan Syarat Pengajuan

Apa itu pengertian pemindahbukuan pajak (Pbk), bagaimana cara dan apa saja syarat yang adalah penting untuk Anda ketahui? Simak penjelasannya di Blog Jurnal by Mekari!

Pemindahbukuan pajak bukan perkara sepele dan tidak bisa Anda anggap remeh dalam dunia bisnis.

Pasalnya, hal ini meliputi banyak hal penting, seperti pembayaran utang pajak, denda administrasi, bunga, dan wajib pajak lainnya.

Nah, artikel ini akan membahas secara rinci tentang apa itu pemindahbukuan pajak (Pbk) dan cara untuk melakukan Pbk.

Yuk, langsung saja simak penjelasan tentang pengertian tentang pemindahbukuan pajak (Pbk) terlebih dahulu berikut ini.

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Pengertian Pemindahbukuan Pajak

Pemindahbukuan adalah sebuah proses dalam memindahbukukan penerimaan pajak.

Hal ini bertujuan untuk membukukan penerimaan pajak pada tempat penerimaan pajak yang benar.

Apa yang menyebabkan terjadinya pemindahbukuan pajak? Hal ini bisa disebabkan oleh adanya kesalahan pembayaran pajak.

Lantas, siapakah yang memiliki tugas untuk melakukan Pbk? Pihak yang berwenang yaitu Kepala Kantor Pelayanan Pajak.

Ketentuan tersebut sesuai dengan kode KPP yang ada di NPWP dan Surat Setoran Pajak (SSP).

Nah, Kepala Kantor Pelayanan Pajak akan mengeluarkan Bukti Pbk, apabila sudah dilakukan pemindahbukuan.

Kemudian, Kepala Kantor Pelayanan Pajak akan menandatangani dan mencap Bukti Pbk dan SSP tersebut.

Baca juga: Mengenal Tentang Laporan Pajak Tahunan di Indonesia

Bukti Pbk ini berfungsi sebagai bukti bahwa perusahaan sudah melakukan pemindahbukuan.

Perlu Anda ketahui bahwa pemindahbukuan ini tidak bisa sembarangan dilakukan dan hanya bisa ketika ada alasan tertentu sesuai aturan yang berlaku.

Pbk bisa Anda lakukan jika untuk 4 hal. Pertama, apabila untuk antar jenis pajak sama atau berbeda.

Kedua, Pbk bisa dilakukan apabila untuk masa pajak yang sama atau berbeda. Ketiga, untuk wajib pajak yang berbeda atau sama.

Keempat, pemindahbukuan pajak bisa dilakukan untuk satu KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang beda atau sama.

Nah, setelah Anda paham tentang pengertian Pbk dan ketentuan yang terkait, selanjutnya pahami juga tentang cara melakukan Pbk yang benar berikut ini.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola pajak perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Kapan Bisa Melakukan Pemindahbukuan Pajak?

Pebisnis harus tahu kondisi seperti apa yang bisa melakukan Pbk dan kondisi seperti apa yang tidak bisa melakukan Pbk.

1. Kondisi bisa melakukan Pbk

Ada beberapa faktor atau kondisi yang bisa untuk melakukan pemindahbukuan pajak. Pertama, apabila terdapat kejelasan dari SPP (Surat Setoran Pajak).

Kedua, Pbk bisa dilakukan jika ada pengisian SPP yang keliru, baik itu kekeliruan dalam penulisan WP sendiri ataupun WP lain.

Kesalahan yang dimaksud yaitu kesalahan dalam mengisi NOP, NPWP, kode akun pajak.kode jenis setoran, tahun pajak atau masa pajak, dan jumlah pembayaran atau nomor ketetapan.

Baca juga: Solusi Pengajuan Pembiayaan dengan Software Akuntansi Online yang Simple!

Kondisi selanjutnya yaitu apabila terdapat pemecahan setoran pajak dari satu SSP menjadi setoran dari beberapa WP atau setoran dalam sejumlah jenis pajak.

Pemindahbukuan pajak juga bisa dilakukan jika ada pelimpahan Pph Pasal 22 rangka impor atas dasar inden.

Pbk juga bisa dilakukan jika terdapat kesalahan di pengisian formulir SSPCP (Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak).

Kesalahan tersebut bisa berbentuk wajib pajak itu sendiri atau wajib pajak yang lain.

Contoh kesalahan dalam pengisian SSPCP yaitu ketika mengisi NPWP yang memiliki barang di daerah pabean, tahun pajak, masa pajak, dan jumlah pajak yang harus dibayar.

Kelola Pajak Secara Langsung Cukup dengan Sekali Klik, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pbk juga bisa dilakukan jika terjadi kesalahan ketika mengisi data untuk pembayaran pajak yang diisi menggunakan sistem pembayaran pajak elektronik.

Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tertera di Bukti Penerimaan Negara (BPN).

Contoh kesalahan dalam mengisi formulir tersebut yaitu seperti mengisi nomor NOP, NPWP, masa pajak, kode akun pajak, dan jumlah pajak yang dibayarkan.

Terdapat kesalahan ketika melakukan perekaman SSPCP dan SSP oleh Pos Persepsi, Bank Persepsi, dan Lembaga Persepsi lainnya juga bisa menjadi penyebab terjadinya pemindahbukuan pajak.

Baca juga: Jenis & Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk Bisnis Anda

Kesalahan perekaman ini biasanya terjadi apabila ada data berbeda di lembar asli SPP, dengan data pembayaran yang sudah Bank Persepsi atau lembaga persepsi lainnya sahkan.

Tidak hanya itu, Pbk juga bisa dilakukan apabila terdapat kesalahan pengisian Bukti Pbk atau perekaman oleh pegawai DJP.

Kesalahan tersebut pada umumnya disebabkan karena data yang tertulis di Bukti Pbk memiliki perbedaan dengan permohonan Pemindahbukuan wajib pajak.

Selanjutnya, jika ternyata jumlah pembayaran di BPN, Bukti Pbk dan SSP lebih besar dibandingkan dengan yang tertulis di surat ketetapan pajak, Surat Pemberitahuan, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang, Surat Tagihan Pajak, dan Surat Ketetapan Pajak PBB.

Baca juga: SPT Pajak : Panduan Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Selain sejumlah kondisi atau faktor yang sudah disebutkan di atas, pemindahbukuan pajak juga bisa dilakukan karena penyebab lainnya sesuai dengan ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Nah, berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa Pbk paling banyak terjadi karena disebabkan oleh kesalahan atau kekeliruan ketika mengisi data di formulir.

Oleh karena itu, orang yang wajib pajak bisa melakukan permohonan untuk melakukan Pbk kepada DJP melalui Kantor Pelayanan Pajak di tempat administrasi masing-masing.

Proses Akuntansi Otomatis Minim Risiko Human Error dengan Jurnal. Pelajari selengkapnya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

2. Kondisi yang tidak bisa  melakukan Pbk

Selain ada kondisi yang bisa melakukan Pbk, ada juga kondisi yang menyebabkan perusahaan tidak bisa melakukan Pbk.

Pertama, Anda tidak bisa melakukan Pbk untuk SPP apabila SPP tersebut dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak.

Selanjutnya, pemindahbukuan ke pembayaran PPN sebagai objek pajak menggunakan SSP yang dibuat sama kedudukannya dengan faktur pajak, maka tidak bisa dilakukan Pbk.

Pemindahbukuan untuk melunaskan Bea Materai juga tidak bisa dilakukan, jika Bea Meterai Lunas menggunakan mesin materai digital.

Terakhir, Pbk tidak bisa dilakukan jika Anda ingin memindahbukukan dalam mata uang USD.

Cara Melakukan Pemindahbukuan Pajak

pengertian pemindahbukuan pajak, cara, syarat, mengajukan adalah

Jika Anda ingin melakukan pemindahbukuan pajak, maka harus mengajukan permohonan sesuai dengan prosedur.

Pertama, Anda perlu menggunakan surat permohonan pemindahbukuan. Surat ini harus Anda tujukan kepada Direktorat Jenderal Perpajakan.

Kemudian, antar surat tersebut ke KPP setempat atau melalui pos dan jasa pengiriman yang memiliki bukti pengiriman.

Baca juga: Jenis Faktur Pajak, Pahami Agar Tidak Salah Buat!

1. Siapa yang bisa mengajukan surat permohonan?

Lantas, siapa yang berhak untuk mengajukan untuk melakukan permohonan pemindahbukuan?

Hal ini berbeda-beda karena tergantung dari penyebab Pbk. Jika penyebabnya karena kesalahan penyetoran atau pembayaran, maka yang mengajukan adalah WP penyetor.

Jika penyebabnya adalah kesalahan perekaman bukti Pbk, maka yang mengajukan adalah pejabat terkait yang melakukan pemindahbukuan.

Apabila BPN, SSPCP, SSP, serta bukti Pbk yang ada nomor NPWP dari WP cabang yang sudah terhapus, maka yang mengajukan permohonan adalah WP pusat.

Apabila Ketika SSPCP, SSP, BPN, dan bukti Pbk yang ada nomor NPWP dari wajib pajak yang melakukan merger perusahaan, maka yang mengajukan adalah entitas terbaru hasil merger atau surviving company.

Baca juga: Cara Mendapatkan e-FIN Pajak dengan Mudah

2. Dokumen apa yang harus dilampirkan?

Untuk mengajukan pemindahbukuan, ada sejumlah dokumen yang harus Anda lampirkan:

  • Pemindahbukuan pajak dari pembayaran pajak SSPCP
  • SSP
  • Bukti Pbk
  • BPN, bisa diajukan untuk pemindahbukuan jika pembayaran pajak tersebut belum terhitung di pajak SPT,
  • Surat Pemberitahuan Pajak Terutang
  • Surat Tagihan Pajak PBB
  • Surat Tagihan Pajak
  • Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
  • Dokumen cukai atau surat tagihan.

Kelola Pajak Perusahaan dengan Menggunakan Aplikasi Integrasi dari Jurnal by Mekari

laporan pajak tahunan

Sekarang, Anda tidak perlu repot lagi harus menghitung pajak secara manual di setiap aktivitas penjualan atau transaksi.

Aplikasi Jurnal by Mekari dapat membantu Anda melakukan perhitungan pajak secara otomatis  sesuai dengan aturan pemerintah di Indonesia sehingga prosesnya pun lebih cepat, aman dan, menguntungkan.

Melalui fitur aplikasi pajak Jurnal yang terintegrasi dengan mitra resmi DJP yaitu Klikpajak. Segala proses pelaporan dari PPN, Pajak Karyawan (PPh 21) dan PPh Final agar berjalan lebih mudah.

Adapun beberapa fitur yang bisa Anda nikmati adalah:

  • Laporan pajak pemotongan. Lihat kembali ringkasan perhitungan pajak dengan tipe pemotongan dari semua aktivitas keuangan bisnis secara online.
  • Laporan Pajak Penjualan. Memantau perhitungan pajak dengan tipe penambahan berdasarkan aktivitas penjualan di bisnis Anda.
  • E-Faktur. Satu klik untuk lapor pajak PPN dan langsung dapatkan bukti lapor sah dari DJP. Proses otomatis dan lebih praktis.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Nah, di atas adalah ulasan tentang pengertian pemindahbukuan pajak, cara dan syarat pengajuan yang perlu pebisnis ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo