Pembukuan merupakan salah satu tugas dalam sebuah bisnis. Setiap bisnis baik skala besar atau pun kecil perlu membuat pembukuan keuangan meskipun hanya pembukuan sederhana. Karena melalui pembukuan Anda dapat melihat keuangan bisnis, keuntungan dan kerugian, dan lain sebagainya. Namun, sayangnya masih banyak pelaku usaha yang mengabaikan pembukuan terutama oleh pengusaha kecil atau pelaku usaha yang baru.

Bagi perusahaan besar membuat pembukuan bukanlah masalah karena memiliki akuntan yang sudah berpengalaman yang dapat mereka gaji untuk mengerjakan pembukuan. Sementara berkebalikan dengan itu, pengusaha kecil beranggapan bahwa untuk membuat pembukuan sulit dan rumit. Jadi meskipun beberapa dari mereka mengetahui pentingnya pembukuan, mereka tetap tidak mau membuat pembukuan. Alasan lainnya yakni karena mereka lebih fokus terhadap produk, dan penjualan atas produk atau jasanya. Lalu bagaimana dengan Anda, apakah masih belum membuat pembukuan?

Fokus terhadap penjualan dan kualitas produk merupakan hal yang baik karena Anda masih dalam proses penetrasi pasar. Di mana penetrasi pasar akan membuat produk Anda dikenal masyarakat dan Anda dapat memperoleh pendapatan yang besar. Namun, ketika usaha Anda terus berkembang dan maju maka akan semakin banyak pula transaksi yang harus dihitung bukan? Jika tidak memiliki pembukuan, mungkin Anda berpikir omzet Anda sudah besar, padahal bisa jadi Anda tidak memiliki profit margin atau dana kas.

Untuk itulah sebaiknya pembukuan dibuat mulai dari awal, sehingga Anda dapat mengetahui dengan akurat kondisi keuangan bisnis. Jika Anda masih bingung dalam membuat pembukuan, artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai pembukuan sederhana beserta contohnya. Sehingga Anda tidak perlu bingung lagi untuk membuat pembukuan.

Pengertian  Pembukuan

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pembukuan didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada periode tersebut.

Contoh Pembukuan Sederhana

Untuk melakukan pembukuan, Anda dapat memulainya dengan membuat pembukuan sederhana dahulu sehingga Anda tidak dibuat pusing dan bingung. Berikut beberapa contoh pembukuan sederhana yang dapat Anda buat:

  1. Pembukuan Catatan Kas

Pembukuan catatan kas atau dikenal dengan buku kas merupakan gabungan catatan antara transaksi pengeluaran dan pemasukan. Untuk membuat pembukuan ini, Anda hanya perlu menuliskan semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi. Pengeluaran merupakan hal penting yang harus Anda ketahui dalam operasional bisnis Anda. Dengan mengetahui jumlah pengeluaran, Anda dapat mengetahui modal usaha yang telah Anda keluarkan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk merencanakan pengembalian modal usaha, target, penjualan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, buatlah pembukuan catatan pengeluaran. Catat semua yang terjadi, mulai dari belanja pembelian bahan baku, kegiatan operasional, administrasi, gaji karyawan dan lainnya.

Selain pengeluaran, pemasukan juga harus Anda catat.  Misalnya Anda mendapat pemasukan dari penjualan maka segeralah lakukan pencatatan transaksi pemasukan tersebut. Melakukan  pencatatan dengan teratur setiap hari akan mempermudah Anda melakukan pembukuan. Sehingga Anda dapat mengetahui berapa jumlah keuntungan yang diperoleh selama satu hari. Manfaat lain yang dapat Anda peroleh dari pembukuan kas yakni Anda dapat membuat perencanaan strategi perusahaan jika suatu hari ada kejadian tidak terduga.

  1. Pembukuan Persediaan

Selain kas, persediaan juga perlu Anda perhatikan pencatatannya. Persediaan memiliki hubungan langsung dengan penjualan. Pada saat terjadi penjualan, Anda harus dapat memastikan bahwa persediaan produk ada dan pada akhir periode pastikan persediaan Anda tidak menimbun banyak. Hal ini karena dapat menimbulkan kerugian. Pembukuan atau pencatatan persediaan juga dapat Anda gunakan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan karyawan dan supplier Anda. Apalagi jika jumlah persediaan dan transaksi penjualan bisnis Anda banyak, maka dari itu jangan lupa untuk membuat buku persediaan.

  1. Pembukuan Inventaris Barang

Pembukuan inventaris barang merupakan pembukuan yang berisi catatan aset yang Anda miliki. Untuk membuatnya, catatlah setiap barang atau pun aset yang dibeli. Namun, ingat sewaktu mencatat aset baru lakukan juga pencatatan pengeluaran kasa atas pembelian barang tersebut. Pembukuan inventaris barang ini akan membantu Anda untuk menjaga dan mengendalikan aset perusahaan. Manfaat lain dari pembukuan inventaris barang seperti:

  • Mempermudah pengawasan aset.
  • Menjaga atau mencegah barang agar tidak mudah hilang.
  • Mempermudah untuk melakukan pengecekan barang.
  • Mempermudah kegiatan mutasi atau penghapusan barang.
  • Bentuk pertanggungjawaban dengan memiliki bukti tertulis terhadap pengelolaan barang.

Selain 3 contoh pembukuan di atas, Anda juga dapat membuat pembukuan-pembukuan lain seperti pembukuan khusus penjualan, pembukuan khusus pembelian ataupun pembukuan lainnya.

Tahapan Pembuatan Pembukuan

Agar lebih mudah dalam membuat pembukuan bisnis, Anda dapat menggunakan software akuntansi dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat pembukuan karena Jurnal memiliki banyak fitur mulai dari pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis. Terlebih Jurnal juga berbasis teknologi cloud sehingga Anda dapat mengaksesnya kapan pun dan di mana pun secara realtime.

Sebagai contoh, berikut akan disajikan cara dan tahapan membuat pembukuan penjualan. Pembukuan penjualan atau laporan daftar penjualan menampilkan daftar kronologis dari semua faktur, pemesanan, penawaran, retur dan pembayaran penjualan Anda untuk rentang tanggal yang dipilih dan bisa disesuaikan dengan tipe transaksi tertentu.

Cara Membuat Pembukuan atau Laporan Penjualan

Untuk melihat laporan penjualan dengan software akuntansi Jurnal, Anda dapat mengikuti langkah atau tahapan berikut:

  1. Klik menu Laporan dan klik tab Penjualan.
  2. Kemudian, klik Daftar Penjualan.

penjualan13. Di sini, Anda bisa melakukan filter tanggal atau periode. Anda juga dapat melakukan filter lebih detil dengan klik tombol “Filter Lebih Lanjut”.

penjualan2

  1. Maka akan muncul menu pop up di sebelah kiri. Anda bisa melakukan filter sesuai kebutuhan.

penjualan 3

  • Filter Sesuai Periode: Pada field ini, Anda dapat memfilter laporan sesuai periode tanggal, hari, minggu, bulan, tahun dan lainnya. Jika Anda sudah memilihnya, maka field Tanggal Mulai dan Tanggal Selesai akan otomatis terisi. Namun jika Anda ingin menampilkan tanggal tertentu saja, Anda dapat memilih nya pada field Tanggal Mulai dan Tanggal Selesai.
  • Tanggal Mulai & Selesai: Pilih mulai dari sampai tanggal berapa laporan akan ditampilkan.
  • Pilih Jenis/Tipe Transaksi: Pilih tipe transaksi (faktur, pemesananan, atau penawaran) yang akan ditampilkan pada laporan daftar penjualan.
  • Filter Sesuai Pelanggan: Ketikkan kata kunci pelanggan yang Anda cari atau pilih dari daftar yang sudah ada.
  • Filter Sesuai Status: Pilih status transaksi penjualan yang akan Anda tampilkan (semua, open, partial, paid, overdue, closed).
  • Grup dengan Tag : Field ini hanya tersedia pada paket Pro dan Enterprise. Tag di sini berfungsi untuk menampilkan laporanhutang supplier Anda per proyek.

Di bawah field ini terdapat 2 pilihan yaitu Mencakup Semua dan Salah Satu.

Jika Anda memilih Mencakup Semua, maka Anda dapat memfilter lebih dari 1 tag transaksi, sebagai contoh: Project A, Project B. Maka, laporan yang ditampilkan adalah hasil filter untuk tag Project A dan Project B.

Sedangkan jika Anda memilih Salah Satu, maka laporan yang ditampilkan adalah berdasarkan hasil filter 1 tag saja, antara Project A atau Project B.

  • Perlihatkan Lebih Detail: Field ini berfungsi untuk menampilkan laporan dengan lebih detail yang mencakup jumlah bruto, pajak, dan penjualan telah dibayar yang jatuh tempo.
  1. Kembali ke halaman sebelumnya, Anda juga bisa membuat template baru dan mengatur kolom-kolom apa saja yang akan ditampilkan pada laporan ini.
  2. Secara default, Jurnal menyediakan 2 jenis Klik simbol Settings dan pilih +Tambah Template seperti gambar berikut.

penjualan 4

  1. Isikan nama template. Misalkan “Sales Invoice for Management”.

penjualan 5

  1. Pilih Tipe Template. Anda bisa mengatur template untuk beberapa jenis transaksi seperti faktur penjualan, pemesanan penjualan, penawaran penjualan, pembayaran pesanan penjualan, penerimaan pembayaran, dan retur penjualan.

penjualan 6

  1. Pilih dan centang daftar kolom di kiri, misalkan “Pembayaran”. Kemudian klik tanda >.

penjualan 7

*untuk kolom di kiri, jika Anda tidak mencentang Nama Produk dan memindahkannya ke sebelah kanan, maka kolom-kolom yang berhubungan dengan informasi produk seperti kode, deskripsi, kuantitas produk dan lainnya tidak akan ditampilkan pada laporan penjualan Anda.

  1. Maka daftar kolom di sebelah kanan akan terisi sesuai dengan yang telah dipilih.

penjualan 8

  1. Anda juga dapat mengatur urutan kolom yang akan ditampilkan dengan mencentang kolom di sebelah kanan, misalkan “Pembayaran” dan meng-klik tanda panah atas dan bawah seperti gambar berikut.

penjualan 9

Maka letak kolom “Pembayaran” adalah setelah kolom “Tipe Transaksi”

  1. Anda dapat centang “Selalu Gunakan Template Ini” jika ini adalah template default yang akan digunakan pada laporan penjualan Anda;
  2. Setelah selesai, klik “Simpan”. Anda akan melihat template baru telah ditambahkan seperti gambar berikut;

penjualan 10

*jika ingin mengubah template yang sudah dibuat, Anda bisa klik simbol pensil

  1. Karena ada penambahan kolom “Pembayaran”, maka pada template laporan akan muncul kolom tersebut seperti gambar berikut.

penjualan 11

  1. Setelah Anda selesai melakukan filter, pastikan untuk meng-klik tombol “Filter”;
  2. Kemudian, Anda bisa langsung mengexpor filenya ke PDF, Excel atau CSV.

penjualan 12

Mudah bukan untuk membuat laporan pembukuan dengan menggunakan software akuntansi Jurnal? Selain penjualan, Jurnal juga memiliki fitur-fitur lain yang memudahkan Anda untuk mengelola usaha. Misalnya, membuat invoice, membuat laporan keuangan lengkap, mengelola stok barang, dan masih banyak lagi. Segera daftarkan badan usaha Anda di Jurnal, dengan klik di sini. Sementara jika Anda ingin melihat pedoman cara penggunaannya fitur Jurnal, Anda dapat melihatnya pada link berikut.