Net Realizable Value: Pengertian, Cara Menentukan, Faktor yang Mempengaruhi, dan Contoh Kasusnya Highlights Net realizable value memastikan persediaan tidak dinilai terlalu tinggi dengan membandingkan biaya perolehan dan nilai realisasi bersih NRV dihitung dari estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan, lalu digunakan sebagai dasar penilaian persediaan Penurunan nilai persediaan (write-down) akan menurunkan aset di neraca dan laba pada laporan laba rugi Salah satu tantangan terbesar bagi tim keuangan dan pemilik usaha adalah memastikan bahwa nilai aset yang tercantum di neraca mencerminkan realitas ekonomi yang sebenarnya, bukan sekadar angka historis yang sudah tidak relevan.Di sinilah konsep net realizable value atau nilai realisasi bersih memegang peranan krusial sebagai instrumen kehati-hatian.Aset, terutama persediaan dan piutang, tidak boleh dinilai terlalu tinggi dalam laporan keuangan. Jika nilai barang di gudang Anda ternyata sudah turun karena rusak atau tren pasar yang berubah, melaporkannya dengan harga beli lama adalah tindakan yang menyesatkan.Berdasarkan standar akuntansi internasional IAS 2 dan PSAK di Indonesia, persediaan harus diuji apakah nilainya masih dapat dipulihkan sepenuhnya melalui penjualan.Untuk memahami lebih lanjut mengenai pengertian, cara menentukan, dan contoh kasus net realizable value, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. Apa Itu Net Realizable Value?Mengutip dari IFRS dan mengacu pada IAS 2 tentang Inventaris, mendefinisikan konsep net realizable value (NRV) adalah perkiraan harga jual dalam kegiatan bisnis normal dikurangi perkiraan biaya penyelesaian dan perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.Konsep ini berarti tidak memberikan nilai pasti dan hanya sebuah estimasi berdasarkan harga dalam kondisi normal.Kapan Net Realizable Value Digunakan?Bila mengacu dalam konteks bisnis di Indonesia, penerapan IAS 2 sesungguhnya telah diatur dan diadopsi melalui PSAK 14, yang menetapkan bahwa persediaan harus diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan NRV.Artinya, persediaan dicatat sebesar biaya perolehan selama nilainya masih di bawah NRV. Namun jika NRV lebih rendah, maka nilai persediaan harus diturunkan sesuai NRV.NRV paling sering dievaluasi pada akhir periode pelaporan sebagai bagian dari proses tutup buku, ketika tim keuangan melakukan review atas nilai aset lancar dan mempertimbangkan apakah ada penyesuaian yang diperlukan.Mengapa Net Realizable Value Penting?Ada dua hal penting mengapa bisnis harus menghitung net realizable value, pertama dari sisi akuntansi dan kedua dari sisi pengambilan keputusan.1. Dari Sudut Pandang AkuntansiNRV adalah aplikasi langsung dari prinsip kehati-hatian dalam kerangka konseptual IFRS terbaru dengan cara tidak melebih-lebihkan aset atau penghasilan.Itu artinya, ketika ada indikasi bahwa persediaan tidak bisa dijual seharga biaya perolehannya, lebih baik mengakui kerugian itu sekarang daripada menunggu kerugian tersebut terealisasi di masa depan.2. Dari Sudut Pandang BisnisKetika hasil evaluasi NRV menunjukkan bahwa sekelompok produk tidak lagi bisa dijual dengan harga yang menutup biayanya, manajamen harus mengambil tindakan cepat sebelum nilainya turun lebih jauh.Tindakan ini dapat dilakukan dengan tepat apabila mengevaluasi NRV terlebih dahulu dan mengelola stok dapat terlaksana secara optimal.Baca Juga: Fair Value: Pengertian, Cara Hitung, Contoh dan Fungsinya Bagi PerusahaanBagaimana Cara Menentukan Nilai dari NRV?Terdapat lima langkah sistematis yang dapat menentukan NRV dengan baik dan bisa diterapkan secara praktis.1. Menentukan Estimasi Harga Jual NormalGunakan harga jual yang realistis dalam kondisi normal, bukan harga diskon, promosi, atau transaksi yang tidak representatif.Beberapa nilai yang bisa dijadikan referensi, seperti data penjualan historis terkini, daftar harga yang berlaku, atau harga pasar yang bisa diverifikasi.2. Menghitung Biaya PenyelesaianJika persediaan yang dievaluasi adalah barang dalam proses (work-in-progress) yang belum siap dijual, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikannya.Biaya penyelesaian ini perlu dikurangi dari harga jual estimasian untuk mendapatkan gambaran yang realistis tentang berapa yang benar-benar akan diterima setelah semua biaya produksi yang tersisa tertutupi.3. Mengestimasi Biaya PenjualanIni mencakup semua biaya yang perlu dikeluarkan secara langsung agar penjualan bisa terjadi, yaitu: Komisi penjualan Biaya pengiriman yang ditanggung penjual Biaya pengemasan khusus, biaya pemasaran langsung Biaya sejenis lainnya Biaya yang tidak termasuk adalah biaya overhead karena tidak bisa diatribusikan langsung ke penjualan produk tersebut.4. Membandingkan NRV dengan Biaya PerolehanSelanjutnya, bandingkan NRV dengan biaya perolehan persediaan yang sudah ada di pembukuan.Biaya perolehan mencakup harga beli ditambah biaya yang diperlukan untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini.5. Menentukan Nilai Persediaan yang DigunakanTerakhir, apabila NRV lebih tinggi dari biaya perolehan, persediaan tetap dicatat pada biaya perolehan dan tidak perlu melakukan penyesuaian.Jika NRV lebih rendah dari biaya perolehan, persediaan harus diturunkan nilainya ke NRV, dan selisihnya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan.Faktor yang Mempengaruhi Net Realizable ValueNilai NRV tidaklah tetap, namun berubah-ubah dari satu periode ke periode berikutnya.Ini bisa terjadi dikarenakan terdapat beberapa kondisi dan faktor yang memengaruhi komponen-komponen pembentuknya.Beberapa faktor utamanya-pun terbagi menjadi berikut:1. Kondisi Fisik BarangKerusakan yang terjadi pada barang akibat penyimpanan yang kurang tepat atau kontaminasi akan menurunkan nilai yang bisa diperoleh dari penjualan, atau bahkan bisa membuat produk tidak bisa dijual sama sekali.Baca Juga: Manajemen Persediaan: Ketahui Cara Mengelola dengan Tepat2. Tingkat KeusanganTingkat keusangan (obsolescence) merupakan faktor yang sangat relevan, khususnya dalam industri yang relevan dengan produk teknologi, mode/fashion, atau produk dengan siklus hidup yang pendek.Produk dengan siklus tren yang cepat atau produk tua yang sudah tidak diproduksi menjadi contoh persediaan dengan NRV-nya turun dengan cepat karena tidak lagi relevan dengan permintaan pasar.3. Perubahan Permintaan PasarPerubahan permintaan pasar secara keseluruhan, termasuk pergeseran tren konsumen, kondisi ekonomi makro, atau perubahan regulasi yang mempengaruhi permintaan produk, semuanya bisa mengubah estimasi harga jual dan pada akhirnya NRV.4. Estimasi Harga JualEstimasi harga jual menjadi faktor yang paling terasa dampaknya secara signifikan.Penurunan harga pasar untuk suatu produk akibat kondisi yang tidak bisa dicegah akan langsung menurunkan NRV.Sebaliknya, kenaikan harga pasar akan meningkatkan NRV, dan dalam beberapa kasus bisa menghasilkan reversal atas write-down yang pernah dilakukan sebelumnya.5. Biaya PenyelesaianJika bahan baku atau tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan produk menjadi lebih mahal, dan harga jual tidak bisa dinaikkan untuk mengkompensasinya, maka NRV akan turun.6. Biaya PenjualanAdanya biaya penjualan yang berubah akibat beberapa hal, seperti kenaikan tarif pengiriman atau perubahan komisi juga langsung mempengaruhi NRV.Namun, perlu dicatat bahwa dalam IAS 2 menitikberatkan estimasi NRV harus berdasarkan pada bukti paling andal yang tersedia pada saat estimasi dibuat dan bukan sekadar spekulasi yang tidak didukung data yang aktual.Rumus Net Realizable ValueUntuk menghitung NRV sendiri telah diatur dalam standar global, di mana rumus net realizable value adalah:NRV = Estimasi Harga Jual – Estimasi Biaya Penyelesaian – Estimasi Biaya PenjualanUntuk barang yang sudah jadi dan siap dijual (tidak memerlukan penyelesaian lebih lanjut), rumusnya menyederhanakan diri menjadi:NRV = Estimasi Harga Jual − Estimasi Biaya PenjualanSetelah NRV dihitung, nilainya akan dibandingkan dengan biaya perolehan. Nilai yang digunakan dalam laporan keuangan adalah yang lebih rendah dari keduanya:Nilai Persediaan = min (Biaya Perolehan, NRV)Baca Juga: Jurnal Persediaan Barang Jadi: Pengertian, Cara Buat dan Contoh Jurnal LengkapContoh Kasus Menggunakan Net Realizable ValueUntuk memahami bagaimana cara menghitung NRV dalam konteks bisnis yang sebenarnya, simak bagaimana penerapan rumusnya dalam praktik penilaian persediaan berikut ini.Kasus 1: Produk dengan NRV di Bawah Biaya PerolehanPT Maju Elektronik memiliki stok charger universal model lama sebanyak 200 unit yang dibeli dengan biaya perolehan Rp100.000 per unit. Karena ada model baru yang lebih populer di pasaran, harga jual yang bisa dicapai untuk model lama ini sekarang hanya Rp110.000 per unit.Namun untuk menjualnya, perusahaan perlu mengeluarkan biaya promosi Rp5.000 per unit dan biaya pengiriman Rp10.000 per unit.Perhitungan NRV:NRV = Rp110.000 − Rp5.000 − Rp10.000NRV = Rp95.000Perbandingan dengan biaya perolehan: Item Nilai Biaya perolehan per unit Rp100.000 NRV per unit Rp95.000 Nilai yang digunakan (lebih rendah) Rp95.000 Karena NRV (Rp95.000) lebih rendah dari biaya perolehan (Rp100.000), persediaan harus diturunkan nilainya ke NRV.Selisihnya Rp5.000 per unit, atau Rp1.000.000 untuk 200 unit, harus diakui sebagai beban penurunan nilai persediaan di laporan laba rugi.Kasus 2: Produk dengan NRV Masih di Atas Biaya PerolehanDi periode yang sama, PT Maju Elektronik juga memiliki stok kabel data model terbaru dengan biaya perolehan Rp50.000 per unit.Harga jual saat ini Rp80.000, biaya penjualan Rp8.000, dan tidak ada biaya penyelesaian karena produk sudah siap jual.Perhitungan NRV:NRV = Rp80.000 − Rp8.000NRV = Rp72.000Perbandingan dengan biaya perolehan: Item Nilai Biaya perolehan per unit Rp50.000 NRV per unit Rp72.000 Nilai yang digunakan (lebih rendah) Rp50.000 Untuk kabel data, NRV (Rp72.000) masih jauh di atas biaya perolehan (Rp50.000).Tidak ada write-down yang diperlukan sehingga persediaan tetap dicatat pada biaya perolehan Rp50.000.Baca Juga: Mengenal Write Off Akuntansi, Jangan Sampai Salah!Dampak Net Realizable Value pada Laporan KeuanganNRV biasanya memengaruhi laporan keuangan melalui write-down, atau penyesuaian penurunan sebagian nilai aset karena nilainya turun di pasar atau rusak sebagian.1. NeracaPada neraca, nilai persediaan di aset lancar turun sebesar write-down sehingga lebih mencerminkan nilai yang dapat direalisasikan dibanding nilai historis.2. Laporan Laba RugiPada laporan laba rugi, write-down diakui sebagai beban pada periode terjadinya dan biasanya dimasukkan ke HPP atau disajikan terpisah, sehingga berdampak menurunkan laba kotor dan laba bersih.3. Laporan Arus KasPada laporan arus kas, write-down tidak berdampak langsung karena tidak melibatkan kas, namun pada metode tidak langsung akan ditambahkan kembali sebagai penyesuaian laba bersih untuk menghitung arus kas operasi.Baca Juga: Revaluasi Aset dalam Akuntansi: Pengertian dan ContohnyaKesimpulanNet realizable value adalah mekanisme penilaian yang memastikan persediaan tidak dilaporkan melebihi jumlah yang realistis dapat diperoleh dari penjualannya.Nilai ini digunakan sebagai estimasi harga jual normal, dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan, lalu dibandingkan dengan biaya perolehan untuk menentukan nilai persediaan.Bagi bisnis dagang dan manufaktur di Indonesia, penerapan NRV secara rutin tidak hanya memenuhi standar akuntansi, tetapi juga membantu mendeteksi masalah persediaan dan mendukung keputusan pengelolaan stok yang lebih tepat.Penilaian persediaan dan aset lancar yang akurat membantu bisnis menjaga laporan keuangan tetap realistis.Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, tim finance dapat memantau persediaan, piutang, dan penyesuaian nilai aset dengan lebih rapi dan efisien.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IFRS, “IAS 2 Inventories”.The Total CFO, “Calculating Net Realisable Value: Formula, Steps and Examples”.CFI, “What is Net Realizable Value (NRV)?”.Investopedia, “Net Realizable Value (NRV): Definition, Calculation, and Uses”. FAQ Tentang Net Realizable Value Apa itu net realizable value (NRV) dalam akuntansi? Apa itu net realizable value (NRV) dalam akuntansi? Net realizable value (NRV) adalah estimasi harga jual aset dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan untuk menentukan nilai yang realistis dapat diperoleh. Mengapa NRV penting dalam penilaian persediaan? Mengapa NRV penting dalam penilaian persediaan? NRV memastikan persediaan tidak dinilai terlalu tinggi sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Kapan NRV digunakan dalam akuntansi? Kapan NRV digunakan dalam akuntansi? NRV digunakan pada akhir periode pelaporan untuk mengevaluasi apakah nilai persediaan masih dapat dipulihkan melalui penjualan. Apa perbedaan NRV dan biaya perolehan? Apa perbedaan NRV dan biaya perolehan? Biaya perolehan adalah harga awal aset, sedangkan NRV adalah nilai estimasi yang bisa direalisasikan saat dijual. Apa itu write-down dalam akuntansi? Apa itu write-down dalam akuntansi? Write-down adalah penurunan nilai aset yang dilakukan ketika nilai tercatat (misalnya persediaan) lebih tinggi dari nilai yang dapat direalisasikan, seperti NRV. Apakah write-down memengaruhi arus kas? Apakah write-down memengaruhi arus kas? Tidak secara langsung, karena write-down adalah penyesuaian non-kas, tetapi akan memengaruhi analisis profitabilitas. Bagaimana dampak NRV pada laporan keuangan? Bagaimana dampak NRV pada laporan keuangan? NRV dapat menurunkan nilai aset di neraca dan mengurangi laba melalui beban penurunan nilai. Bagaimana cara memastikan perhitungan NRV akurat? Bagaimana cara memastikan perhitungan NRV akurat? Gunakan data pasar terbaru, estimasi biaya yang relevan, dan lakukan evaluasi secara berkala untuk menjaga akurasi. Apakah NRV bisa meningkat kembali setelah turun? Apakah NRV bisa meningkat kembali setelah turun? Ya, jika kondisi pasar membaik, nilai persediaan bisa disesuaikan kembali (reversal) sesuai standar yang berlaku. Apa kesalahan umum dalam menghitung NRV? Apa kesalahan umum dalam menghitung NRV? Kesalahan umum termasuk menggunakan harga jual tidak realistis, mengabaikan biaya penjualan, dan tidak memperbarui estimasi secara berkala. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Net Realizable Value: Pengertian, Cara Menentukan, Faktor yang Mempengaruhi, dan Contoh Kasusnya Highlights Net realizable value memastikan persediaan tidak dinilai terlalu tinggi dengan membandingkan biaya perolehan dan nilai realisasi bersih NRV dihitung dari estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan, lalu digunakan sebagai dasar penilaian persediaan Penurunan nilai persediaan (write-down) akan menurunkan aset di neraca dan laba pada laporan laba rugi Salah satu tantangan terbesar bagi tim keuangan dan pemilik usaha adalah memastikan bahwa nilai aset yang tercantum di neraca mencerminkan realitas ekonomi yang sebenarnya, bukan sekadar angka historis yang sudah tidak relevan.Di sinilah konsep net realizable value atau nilai realisasi bersih memegang peranan krusial sebagai instrumen kehati-hatian.Aset, terutama persediaan dan piutang, tidak boleh dinilai terlalu tinggi dalam laporan keuangan. Jika nilai barang di gudang Anda ternyata sudah turun karena rusak atau tren pasar yang berubah, melaporkannya dengan harga beli lama adalah tindakan yang menyesatkan.Berdasarkan standar akuntansi internasional IAS 2 dan PSAK di Indonesia, persediaan harus diuji apakah nilainya masih dapat dipulihkan sepenuhnya melalui penjualan.Untuk memahami lebih lanjut mengenai pengertian, cara menentukan, dan contoh kasus net realizable value, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. Apa Itu Net Realizable Value?Mengutip dari IFRS dan mengacu pada IAS 2 tentang Inventaris, mendefinisikan konsep net realizable value (NRV) adalah perkiraan harga jual dalam kegiatan bisnis normal dikurangi perkiraan biaya penyelesaian dan perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.Konsep ini berarti tidak memberikan nilai pasti dan hanya sebuah estimasi berdasarkan harga dalam kondisi normal.Kapan Net Realizable Value Digunakan?Bila mengacu dalam konteks bisnis di Indonesia, penerapan IAS 2 sesungguhnya telah diatur dan diadopsi melalui PSAK 14, yang menetapkan bahwa persediaan harus diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan NRV.Artinya, persediaan dicatat sebesar biaya perolehan selama nilainya masih di bawah NRV. Namun jika NRV lebih rendah, maka nilai persediaan harus diturunkan sesuai NRV.NRV paling sering dievaluasi pada akhir periode pelaporan sebagai bagian dari proses tutup buku, ketika tim keuangan melakukan review atas nilai aset lancar dan mempertimbangkan apakah ada penyesuaian yang diperlukan.Mengapa Net Realizable Value Penting?Ada dua hal penting mengapa bisnis harus menghitung net realizable value, pertama dari sisi akuntansi dan kedua dari sisi pengambilan keputusan.1. Dari Sudut Pandang AkuntansiNRV adalah aplikasi langsung dari prinsip kehati-hatian dalam kerangka konseptual IFRS terbaru dengan cara tidak melebih-lebihkan aset atau penghasilan.Itu artinya, ketika ada indikasi bahwa persediaan tidak bisa dijual seharga biaya perolehannya, lebih baik mengakui kerugian itu sekarang daripada menunggu kerugian tersebut terealisasi di masa depan.2. Dari Sudut Pandang BisnisKetika hasil evaluasi NRV menunjukkan bahwa sekelompok produk tidak lagi bisa dijual dengan harga yang menutup biayanya, manajamen harus mengambil tindakan cepat sebelum nilainya turun lebih jauh.Tindakan ini dapat dilakukan dengan tepat apabila mengevaluasi NRV terlebih dahulu dan mengelola stok dapat terlaksana secara optimal.Baca Juga: Fair Value: Pengertian, Cara Hitung, Contoh dan Fungsinya Bagi PerusahaanBagaimana Cara Menentukan Nilai dari NRV?Terdapat lima langkah sistematis yang dapat menentukan NRV dengan baik dan bisa diterapkan secara praktis.1. Menentukan Estimasi Harga Jual NormalGunakan harga jual yang realistis dalam kondisi normal, bukan harga diskon, promosi, atau transaksi yang tidak representatif.Beberapa nilai yang bisa dijadikan referensi, seperti data penjualan historis terkini, daftar harga yang berlaku, atau harga pasar yang bisa diverifikasi.2. Menghitung Biaya PenyelesaianJika persediaan yang dievaluasi adalah barang dalam proses (work-in-progress) yang belum siap dijual, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikannya.Biaya penyelesaian ini perlu dikurangi dari harga jual estimasian untuk mendapatkan gambaran yang realistis tentang berapa yang benar-benar akan diterima setelah semua biaya produksi yang tersisa tertutupi.3. Mengestimasi Biaya PenjualanIni mencakup semua biaya yang perlu dikeluarkan secara langsung agar penjualan bisa terjadi, yaitu: Komisi penjualan Biaya pengiriman yang ditanggung penjual Biaya pengemasan khusus, biaya pemasaran langsung Biaya sejenis lainnya Biaya yang tidak termasuk adalah biaya overhead karena tidak bisa diatribusikan langsung ke penjualan produk tersebut.4. Membandingkan NRV dengan Biaya PerolehanSelanjutnya, bandingkan NRV dengan biaya perolehan persediaan yang sudah ada di pembukuan.Biaya perolehan mencakup harga beli ditambah biaya yang diperlukan untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini.5. Menentukan Nilai Persediaan yang DigunakanTerakhir, apabila NRV lebih tinggi dari biaya perolehan, persediaan tetap dicatat pada biaya perolehan dan tidak perlu melakukan penyesuaian.Jika NRV lebih rendah dari biaya perolehan, persediaan harus diturunkan nilainya ke NRV, dan selisihnya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi periode berjalan.Faktor yang Mempengaruhi Net Realizable ValueNilai NRV tidaklah tetap, namun berubah-ubah dari satu periode ke periode berikutnya.Ini bisa terjadi dikarenakan terdapat beberapa kondisi dan faktor yang memengaruhi komponen-komponen pembentuknya.Beberapa faktor utamanya-pun terbagi menjadi berikut:1. Kondisi Fisik BarangKerusakan yang terjadi pada barang akibat penyimpanan yang kurang tepat atau kontaminasi akan menurunkan nilai yang bisa diperoleh dari penjualan, atau bahkan bisa membuat produk tidak bisa dijual sama sekali.Baca Juga: Manajemen Persediaan: Ketahui Cara Mengelola dengan Tepat2. Tingkat KeusanganTingkat keusangan (obsolescence) merupakan faktor yang sangat relevan, khususnya dalam industri yang relevan dengan produk teknologi, mode/fashion, atau produk dengan siklus hidup yang pendek.Produk dengan siklus tren yang cepat atau produk tua yang sudah tidak diproduksi menjadi contoh persediaan dengan NRV-nya turun dengan cepat karena tidak lagi relevan dengan permintaan pasar.3. Perubahan Permintaan PasarPerubahan permintaan pasar secara keseluruhan, termasuk pergeseran tren konsumen, kondisi ekonomi makro, atau perubahan regulasi yang mempengaruhi permintaan produk, semuanya bisa mengubah estimasi harga jual dan pada akhirnya NRV.4. Estimasi Harga JualEstimasi harga jual menjadi faktor yang paling terasa dampaknya secara signifikan.Penurunan harga pasar untuk suatu produk akibat kondisi yang tidak bisa dicegah akan langsung menurunkan NRV.Sebaliknya, kenaikan harga pasar akan meningkatkan NRV, dan dalam beberapa kasus bisa menghasilkan reversal atas write-down yang pernah dilakukan sebelumnya.5. Biaya PenyelesaianJika bahan baku atau tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan produk menjadi lebih mahal, dan harga jual tidak bisa dinaikkan untuk mengkompensasinya, maka NRV akan turun.6. Biaya PenjualanAdanya biaya penjualan yang berubah akibat beberapa hal, seperti kenaikan tarif pengiriman atau perubahan komisi juga langsung mempengaruhi NRV.Namun, perlu dicatat bahwa dalam IAS 2 menitikberatkan estimasi NRV harus berdasarkan pada bukti paling andal yang tersedia pada saat estimasi dibuat dan bukan sekadar spekulasi yang tidak didukung data yang aktual.Rumus Net Realizable ValueUntuk menghitung NRV sendiri telah diatur dalam standar global, di mana rumus net realizable value adalah:NRV = Estimasi Harga Jual – Estimasi Biaya Penyelesaian – Estimasi Biaya PenjualanUntuk barang yang sudah jadi dan siap dijual (tidak memerlukan penyelesaian lebih lanjut), rumusnya menyederhanakan diri menjadi:NRV = Estimasi Harga Jual − Estimasi Biaya PenjualanSetelah NRV dihitung, nilainya akan dibandingkan dengan biaya perolehan. Nilai yang digunakan dalam laporan keuangan adalah yang lebih rendah dari keduanya:Nilai Persediaan = min (Biaya Perolehan, NRV)Baca Juga: Jurnal Persediaan Barang Jadi: Pengertian, Cara Buat dan Contoh Jurnal LengkapContoh Kasus Menggunakan Net Realizable ValueUntuk memahami bagaimana cara menghitung NRV dalam konteks bisnis yang sebenarnya, simak bagaimana penerapan rumusnya dalam praktik penilaian persediaan berikut ini.Kasus 1: Produk dengan NRV di Bawah Biaya PerolehanPT Maju Elektronik memiliki stok charger universal model lama sebanyak 200 unit yang dibeli dengan biaya perolehan Rp100.000 per unit. Karena ada model baru yang lebih populer di pasaran, harga jual yang bisa dicapai untuk model lama ini sekarang hanya Rp110.000 per unit.Namun untuk menjualnya, perusahaan perlu mengeluarkan biaya promosi Rp5.000 per unit dan biaya pengiriman Rp10.000 per unit.Perhitungan NRV:NRV = Rp110.000 − Rp5.000 − Rp10.000NRV = Rp95.000Perbandingan dengan biaya perolehan: Item Nilai Biaya perolehan per unit Rp100.000 NRV per unit Rp95.000 Nilai yang digunakan (lebih rendah) Rp95.000 Karena NRV (Rp95.000) lebih rendah dari biaya perolehan (Rp100.000), persediaan harus diturunkan nilainya ke NRV.Selisihnya Rp5.000 per unit, atau Rp1.000.000 untuk 200 unit, harus diakui sebagai beban penurunan nilai persediaan di laporan laba rugi.Kasus 2: Produk dengan NRV Masih di Atas Biaya PerolehanDi periode yang sama, PT Maju Elektronik juga memiliki stok kabel data model terbaru dengan biaya perolehan Rp50.000 per unit.Harga jual saat ini Rp80.000, biaya penjualan Rp8.000, dan tidak ada biaya penyelesaian karena produk sudah siap jual.Perhitungan NRV:NRV = Rp80.000 − Rp8.000NRV = Rp72.000Perbandingan dengan biaya perolehan: Item Nilai Biaya perolehan per unit Rp50.000 NRV per unit Rp72.000 Nilai yang digunakan (lebih rendah) Rp50.000 Untuk kabel data, NRV (Rp72.000) masih jauh di atas biaya perolehan (Rp50.000).Tidak ada write-down yang diperlukan sehingga persediaan tetap dicatat pada biaya perolehan Rp50.000.Baca Juga: Mengenal Write Off Akuntansi, Jangan Sampai Salah!Dampak Net Realizable Value pada Laporan KeuanganNRV biasanya memengaruhi laporan keuangan melalui write-down, atau penyesuaian penurunan sebagian nilai aset karena nilainya turun di pasar atau rusak sebagian.1. NeracaPada neraca, nilai persediaan di aset lancar turun sebesar write-down sehingga lebih mencerminkan nilai yang dapat direalisasikan dibanding nilai historis.2. Laporan Laba RugiPada laporan laba rugi, write-down diakui sebagai beban pada periode terjadinya dan biasanya dimasukkan ke HPP atau disajikan terpisah, sehingga berdampak menurunkan laba kotor dan laba bersih.3. Laporan Arus KasPada laporan arus kas, write-down tidak berdampak langsung karena tidak melibatkan kas, namun pada metode tidak langsung akan ditambahkan kembali sebagai penyesuaian laba bersih untuk menghitung arus kas operasi.Baca Juga: Revaluasi Aset dalam Akuntansi: Pengertian dan ContohnyaKesimpulanNet realizable value adalah mekanisme penilaian yang memastikan persediaan tidak dilaporkan melebihi jumlah yang realistis dapat diperoleh dari penjualannya.Nilai ini digunakan sebagai estimasi harga jual normal, dikurangi biaya penyelesaian dan penjualan, lalu dibandingkan dengan biaya perolehan untuk menentukan nilai persediaan.Bagi bisnis dagang dan manufaktur di Indonesia, penerapan NRV secara rutin tidak hanya memenuhi standar akuntansi, tetapi juga membantu mendeteksi masalah persediaan dan mendukung keputusan pengelolaan stok yang lebih tepat.Penilaian persediaan dan aset lancar yang akurat membantu bisnis menjaga laporan keuangan tetap realistis.Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, tim finance dapat memantau persediaan, piutang, dan penyesuaian nilai aset dengan lebih rapi dan efisien.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IFRS, “IAS 2 Inventories”.The Total CFO, “Calculating Net Realisable Value: Formula, Steps and Examples”.CFI, “What is Net Realizable Value (NRV)?”.Investopedia, “Net Realizable Value (NRV): Definition, Calculation, and Uses”. FAQ Tentang Net Realizable Value Apa itu net realizable value (NRV) dalam akuntansi? Apa itu net realizable value (NRV) dalam akuntansi? Net realizable value (NRV) adalah estimasi harga jual aset dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan untuk menentukan nilai yang realistis dapat diperoleh. Mengapa NRV penting dalam penilaian persediaan? Mengapa NRV penting dalam penilaian persediaan? NRV memastikan persediaan tidak dinilai terlalu tinggi sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Kapan NRV digunakan dalam akuntansi? Kapan NRV digunakan dalam akuntansi? NRV digunakan pada akhir periode pelaporan untuk mengevaluasi apakah nilai persediaan masih dapat dipulihkan melalui penjualan. Apa perbedaan NRV dan biaya perolehan? Apa perbedaan NRV dan biaya perolehan? Biaya perolehan adalah harga awal aset, sedangkan NRV adalah nilai estimasi yang bisa direalisasikan saat dijual. Apa itu write-down dalam akuntansi? Apa itu write-down dalam akuntansi? Write-down adalah penurunan nilai aset yang dilakukan ketika nilai tercatat (misalnya persediaan) lebih tinggi dari nilai yang dapat direalisasikan, seperti NRV. Apakah write-down memengaruhi arus kas? Apakah write-down memengaruhi arus kas? Tidak secara langsung, karena write-down adalah penyesuaian non-kas, tetapi akan memengaruhi analisis profitabilitas. Bagaimana dampak NRV pada laporan keuangan? Bagaimana dampak NRV pada laporan keuangan? NRV dapat menurunkan nilai aset di neraca dan mengurangi laba melalui beban penurunan nilai. Bagaimana cara memastikan perhitungan NRV akurat? Bagaimana cara memastikan perhitungan NRV akurat? Gunakan data pasar terbaru, estimasi biaya yang relevan, dan lakukan evaluasi secara berkala untuk menjaga akurasi. Apakah NRV bisa meningkat kembali setelah turun? Apakah NRV bisa meningkat kembali setelah turun? Ya, jika kondisi pasar membaik, nilai persediaan bisa disesuaikan kembali (reversal) sesuai standar yang berlaku. Apa kesalahan umum dalam menghitung NRV? Apa kesalahan umum dalam menghitung NRV? Kesalahan umum termasuk menggunakan harga jual tidak realistis, mengabaikan biaya penjualan, dan tidak memperbarui estimasi secara berkala.