Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Marginal Revenue: Rumus, Contoh, dan Kegunaannya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Lutfi Pawening
Mekari Jurnal Insight
  • Rumus marginal revenue yang benar adalah ΔTR/ΔQ (perubahan pendapatan dibagi perubahan kuantitas), bukan perubahan biaya seperti yang sering keliru ditulis di beberapa sumber. 
  • Bisnis mencapai keuntungan maksimal saat marginal revenue sama dengan marginal cost (MR = MC). 
  • Dalam pasar persaingan tidak sempurna, marginal revenue selalu lebih kecil dari harga jual (MR < P), berbeda dari pasar persaingan sempurna. 

Salah satu tantangan dalam pengambilan keputusan bisnis adalah menentukan kapan perusahaan sebaiknya menambah atau mengurangi produksi. Keputusan tersebut tidak cukup hanya melihat total penjualan, tetapi juga harus mempertimbangkan marginal revenue, yaitu tambahan pendapatan dari setiap unit yang dijual.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari rumus marginal revenue, cara menghitungnya, contoh kasus, serta hubungannya dengan biaya marjinal untuk membantu perencanaan produksi yang optimal.

Apa Itu Marginal Revenue?

Marginal revenue adalah tambahan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan satu unit produk atau jasa tambahan.

Konsep ini penting untuk dipahami sejak awal sebagai alat analisis manajerial (bukan pos akuntansi keuangan/pelaporan) dipakai untuk pengambilan keputusan internal soal volume produksi dan strategi harga, bukan angka yang muncul di laporan keuangan resmi perusahaan.

Marginal revenue membantu bisnis menjawab pertanyaan praktis: “Kalau saya jual satu unit lagi, berapa tambahan pendapatan yang saya dapat?”

Jawaban atas pertanyaan ini yang nantinya dibandingkan dengan biaya tambahan untuk memproduksi unit tersebut (marginal cost), guna menentukan apakah menambah produksi masih menguntungkan.

Rumus Marginal Revenue yang Benar

Rumus marginal revenue yang benar adalah:

MR = ΔTR / ΔQ

Di mana ΔTR adalah perubahan total pendapatan (total revenue) dan ΔQ adalah perubahan kuantitas unit yang terjual.

Contoh sederhana: sebuah toko menjual 100 kemeja seharga Rp100.000 per unit pada hari Senin, menghasilkan total pendapatan Rp10.000.000. Pada hari Selasa, toko menjual 110 kemeja dengan harga yang sama, menghasilkan total pendapatan Rp11.000.000.

  • ΔTR = Rp11.000.000 − Rp10.000.000 = Rp1.000.000
  • ΔQ = 110 − 100 = 10 unit
  • MR = Rp1.000.000 / 10 = Rp100.000 per unit

Perhatikan: jangan sampai tertukar dengan marginal cost. Marginal cost dihitung dengan rumus yang mirip strukturnya tapi variabelnya sama sekali berbeda  ΔTC/ΔQ, yaitu perubahan total BIAYA (bukan pendapatan) dibagi perubahan kuantitas. 

Beberapa sumber keliru mencampur kedua rumus ini, menyebut hasil perhitungan pendapatan sebagai “biaya marjinal” atau sebaliknya. Kedua konsep ini terkait erat (akan dibahas di bagian berikutnya), tapi tidak boleh disamakan.

Marginal Revenue dalam Pasar Persaingan Sempurna vs Pasar Monopolistik

Perilaku marginal revenue berbeda tergantung struktur pasar tempat bisnis beroperasi.

Dalam pasar persaingan sempurna (banyak penjual, produk homogen, tidak ada satu pun penjual yang bisa memengaruhi harga pasar), marginal revenue bersifat konstan dan sama dengan harga jual (MR = P).

Ini karena perusahaan berperan sebagai price taker setiap unit tambahan yang terjual selalu menyumbang pendapatan tambahan sebesar harga pasar yang berlaku, tidak lebih tidak kurang.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna atau monopolistik, kondisi yang lebih mencerminkan mayoritas bisnis retail, F&B, dan jasa di Indonesia

kurva permintaan menurun seiring kuantitas naik. Artinya, untuk menjual unit tambahan, bisnis biasanya perlu menurunkan harga, dan penurunan harga ini berlaku untuk seluruh unit yang terjual, bukan cuma unit tambahan tersebut. Akibatnya, marginal revenue selalu lebih kecil dari harga jual (MR < P).

Pemahaman ini penting secara praktis: bisnis yang beroperasi di pasar kompetitif seperti retail atau F&B perlu sadar bahwa strategi menurunkan harga untuk menggenjot volume punya titik jenuh pada suatu titik, tambahan pendapatan dari unit tambahan justru semakin mengecil.

Contoh Perhitungan Marginal Revenue dengan Tabel Skedul

Agar polanya lebih terlihat, berikut skedul marginal revenue untuk sebuah produk dengan kurva permintaan menurun (pasar persaingan tidak sempurna):

Kuantitas (Q) Harga per Unit Total Revenue (TR) Marginal Revenue (MR)
10 Rp100.000 Rp1.000.000
20 Rp95.000 Rp1.900.000 Rp90.000
30 Rp90.000 Rp2.700.000 Rp80.000
40 Rp85.000 Rp3.400.000 Rp70.000
50 Rp80.000 Rp4.000.000 Rp60.000

Polanya terlihat jelas: setiap kenaikan 10 unit, harga per unit turun Rp5.000, dan marginal revenue-nya terus mengecil (Rp90.000 – Rp60.000) meski total revenue keseluruhan masih naik. Inilah yang dimaksud hukum hasil yang semakin berkurang (law of diminishing returns) pada marginal revenue, total pendapatan terus bertambah, tapi kecepatan pertambahannya melambat.

Kaitan Marginal Revenue dan Marginal Cost: Titik Produksi Optimal (MR = MC)

Ini kegunaan paling penting dari marginal revenue dalam pengambilan keputusan bisnis, dan jarang dijelaskan tuntas: bisnis mencapai keuntungan maksimal saat marginal revenue sama dengan marginal cost (MR = MC).

Logikanya sederhana:

  • Selama MR > MC, setiap unit tambahan yang diproduksi dan dijual masih menambah keuntungan total, sehingga menambah produksi masih menguntungkan.
  • Begitu MR < MC, unit tambahan justru menghasilkan pendapatan tambahan yang lebih kecil dari biaya tambahan untuk memproduksinya, menambah produksi lebih lanjut justru mengurangi laba total.
  • Titik MR = MC adalah tingkat produksi yang mengoptimalkan keuntungan.

Perluasan tabel sebelumnya dengan kolom marginal cost akan memperjelas titik ini:

Kuantitas (Q) Marginal Revenue (MR) Marginal Cost (MC) Profit Marjinal (MR − MC)
20 Rp90.000 Rp50.000 +Rp40.000
30 Rp80.000 Rp65.000 +Rp15.000
40 Rp70.000 Rp70.000 Rp0 (titik optimal)
50 Rp60.000 Rp80.000 −Rp20.000

Dari tabel ini terlihat jelas, pada kuantitas 40 unit, MR sama dengan MC, inilah titik produksi optimal. Menambah produksi ke 50 unit justru membuat profit marjinal negatif, artinya biaya tambahan sudah melebihi pendapatan tambahan yang dihasilkan.

Marginal Revenue vs Sales Revenue

Marginal revenue dan sales revenue adalah dua hal yang berbeda kategori, meski sama-sama mengandung kata “revenue”.

Marginal revenue adalah alat analisis manajerial/ekonomi untuk pengambilan keputusan internal soal harga dan volume produksi. Angka ini tidak pernah muncul sebagai baris tersendiri di laporan keuangan resmi perusahaan.

Sales revenue, sebaliknya, adalah pendapatan aktual dari penjualan yang benar-benar dicatat dan dilaporkan di laporan laba rugi, diakui sesuai prinsip akuntansi resmi seperti PSAK 72. Sales revenue mencerminkan total pendapatan yang sudah terjadi, sementara marginal revenue adalah proyeksi tambahan pendapatan dari satu unit hipotetis berikutnya.

Dengan kata lain, tim finance perlu marginal revenue untuk merencanakan strategi harga dan produksi ke depan, sementara sales revenue adalah angka yang dilaporkan setelah transaksi benar-benar terjadi.

Cara Memanfaatkan Analisis Marginal Revenue untuk Keputusan Bisnis Anda

Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:

  • Gunakan data penjualan historis per rentang harga untuk menghitung marginal revenue riil, bukan sekadar asumsi.
  • Bandingkan marginal revenue dengan estimasi marginal cost sebelum memutuskan menambah kapasitas produksi atau membuka lini produk baru.
  • Waspadai tren penurunan marginal revenue sebagai sinyal pasar mulai jenuh terhadap produk atau harga tertentu.
  • Manfaatkan analisis ini untuk mengevaluasi keputusan diskon, bundling, atau promosi volume, apakah tambahan penjualan yang dihasilkan sepadan dengan penurunan harga per unit.

Menghitung marginal revenue secara akurat membutuhkan data penjualan yang rapi per periode dan per produk. Mekari Jurnal menyediakan data penjualan dan tren pendapatan secara real-time, sehingga tim finance atau manajemen bisa menyusun analisis marginal revenue berdasarkan data aktual, bukan estimasi kasar.

Manfaatkan Data Penjualan Akurat untuk Analisis Marginal Revenue dengan Mekari Jurnal

Marginal revenue adalah alat analisis penting untuk menentukan titik produksi optimal, bukan sekadar rumus hafalan  dan memahaminya dengan benar (termasuk tidak mencampurnya dengan marginal cost) adalah langkah pertama sebelum menerapkannya dalam pengambilan keputusan bisnis.

Menghitung marginal revenue secara akurat membutuhkan data penjualan yang rapi per periode dan per produk. Mekari Jurnal menyediakan data penjualan dan tren pendapatan secara real-time, sehingga tim finance atau manajemen bisa menyusun analisis marginal revenue berdasarkan data aktual, bukan estimasi kasar.

  • Laporan laba rugi dan arus kas untuk memantau pendapatan jasa serta profitabilitas bisnis secara real-time.
  • Neraca dan buku besar yang mencatat piutang, pendapatan diterima di muka, dan akun terkait secara akurat.
  • Jurnal umum dan jurnal transaksi yang mengotomatiskan pencatatan service revenue sesuai transaksi yang terjadi.
  • Laporan laba atau rugi mata uang untuk bisnis jasa yang melayani transaksi dalam berbagai mata uang.
  • Rekonsiliasi bank dan rekening koran agar pencocokan pembayaran pelanggan lebih cepat dan minim kesalahan.
  • 55+ laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang membantu memantau kinerja bisnis dan mendukung pengambilan keputusan.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.

 

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

Apa itu marginal revenue?

Apa itu marginal revenue?

Marginal revenue adalah tambahan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan satu unit produk atau jasa tambahan. Nilainya dihitung dengan membagi perubahan total pendapatan (total revenue) dengan perubahan jumlah unit yang terjual.

Apa rumus marginal revenue yang benar?

Apa rumus marginal revenue yang benar?

Rumus marginal revenue adalah: MR = ΔTR / ΔQ Artinya, perubahan total pendapatan (total revenue) dibagi dengan perubahan kuantitas yang terjual. Rumus ini berbeda dengan marginal cost yang menghitung perubahan biaya.

Apa beda marginal revenue dan marginal cost?

Apa beda marginal revenue dan marginal cost?

Marginal revenue mengukur tambahan pendapatan yang diperoleh dari penjualan satu unit tambahan, sedangkan marginal cost mengukur tambahan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit tambahan. Keduanya digunakan bersama untuk menentukan tingkat produksi yang paling menguntungkan.

Kenapa marginal revenue konstan dalam pasar persaingan sempurna?

Kenapa marginal revenue konstan dalam pasar persaingan sempurna?

Dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan bertindak sebagai price taker, sehingga setiap unit produk dijual dengan harga pasar yang sama. Akibatnya, setiap unit tambahan yang terjual menghasilkan tambahan pendapatan (marginal revenue) yang besarnya sama dengan harga jual.

Apa beda marginal revenue dan sales revenue?

Apa beda marginal revenue dan sales revenue?

Marginal revenue merupakan alat analisis manajerial yang digunakan untuk menentukan harga dan volume produksi yang optimal. Sebaliknya, sales revenue adalah pendapatan aktual dari penjualan barang atau jasa yang disajikan dalam laporan laba rugi sesuai standar akuntansi, seperti PSAK 72.

Bagaimana marginal revenue membantu menentukan harga jual yang optimal?

Bagaimana marginal revenue membantu menentukan harga jual yang optimal?

Dengan membandingkan marginal revenue dengan marginal cost pada berbagai tingkat produksi, perusahaan dapat menemukan titik MR = MC, yaitu kondisi ketika tambahan pendapatan sama dengan tambahan biaya. Titik ini umumnya dianggap sebagai tingkat produksi yang mampu menghasilkan keuntungan maksimum.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami