Marketing saat ini menjadi kebutuhan wajib dan dianggap sebagai ujung tombak berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan. Bagaimana tidak, marketing­-lah yang berjasa membuat jutaan manusia dengan latar belakang yang berbeda bisa mengenal dan memilih satu produk atau layanan untuk digunakan. Berkembangnya dunia digital dengan kecepatannya digadang-gadang sebagai pintu gerbang kemudahan untuk proses ini.

Namun, di sisi lain kecepatan ini pula yang menjadi bumerang. Kecepatan dimanfaatkan pelaku bisnis untuk menyebarkan berbagai iklan dan promosi sebanyak-banyak tanpa memandang latar belakang calon konsumen. Satu konten marketing yang sama disebarkan secara masif dengan harapan banyak di antara calon konsumen yang akan tertarik. Akan tetapi, marketing dengan cara ini justru menyebabkan rasa bosan dan jenuh sehingga sering diabaikan.

Menurut Will Fraser, dalam tulisannya “What Is Personalization Marketing?” menyatakan marketing adalah tentang memberikan informasi berharga di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Namun, dari pengertian marketing saja belum mengakomodasi bagaimana caranya untuk menyentuh orang yang tepat. Karena itulah konsep personalized marketing dibutuhkan. Dalam konsep personalized marketing, setiap orang dipandang sebagai pribadi yang unik sehingga pemilik bisnis harus memandang konsumen secara personal ketika mereka menyusun strategi marketing.

Survei dari Sasbuzz, platform analisis sosial media di Indonesia, selama tahun 2014 dan 2015 menyatakan bahwa 98% pengguna media sosial di Indonesia merespon secara positif konten marketing yang diberikan secara personal. Sebuah studi di University of Texas juga semakin menguatkan argumen mengapa personalized marketing menjadi strategi pemasaran yang efektif. Setidaknya ada dua alasan yang dikemukakan, yakni pertama, konsumen saat ini telah dibombardir oleh informasi berlebihan melalui iklan, termasuk iklan yang generik. Dan kedua, konsumen saat ini telah memiliki keinginan yang terkontrol. Oleh sebab itu, personalized marketing diperlukan karena konsumen lebih memiliki kendali dalam memilih informasi mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.

Namun untuk mencapai proses personalized marketing yang efektif tentunya mempunyai tantangan tersendiri. Personalisasi berarti mendapatkan informasi yang cukup, data yang akurat serta wawasan dengan cukup cepat. Pemilik bisnis juga dituntut untuk mendapatakan berbagai informasi mengenai konsumen, mulai dari demografi hingga perilaku. Sementara proses pengumpulan data, pemahaman terhadap keinginan konsumen, serta penciptaan pengalaman penawaran hebat bagi konsumen akan sulit dilakukan tanpa alat yang tepat. Akan tetapi bukan berarti personalized marketing tidak dapat diwujudkan. Jika pelaku bisnis cukup sabar untuk menggunakan data tepat dan diatur dengan cara yang benar maka menyusun preferensi konsumen akan tampak sederhana.

Manfaat Personalized Marketing

Konsep Personalized Marketing untuk Kemajuan Bisnis Anda Sebelum membahas bagaimana pengaplikasian personalized marketing dalam sebuah bisnis, ada baiknya untuk terlebih dahulu mengetahui manfaat yang dapat diperoleh. Beberapa manfaat tersebut antara lain.

1. Meningkatkan Penjualan

Seperti halnya marketing pada umumnya, manfaat pertama yang akan dituju adalah meningkatkan penjualan. Membuat konten yang bersifat personal dan bertujuan untuk menempatkan produk serta layanan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Pada akhirnya bertujuan akhir memunculkan keputusan pembelian dari konsumen.

2. Membangun Hubungan dengan Konsumen

Upaya dalam personalized marketing akan membuat sebuah merek lebih mengenal dan lebih dekat dengan konsumen. Dan ini menjadi langkah awal membangun hubungan dan meningkatkan rasa percaya.

3. Meraih Perhatian Konsumen

Pesan personal yang disampaikan kepada seseorang tentu saja ditujukan untuk meraih perhatian. Dan itu pula yang akan didapatkan ketika mengadopsi konsep ini. Dengan menyediakan konten yang benar-benar diminati oleh konsumen, sudah pasti lebih efektif untuk membuat mereka menyisihkan waktu dan memberikan perhatian lebih kepada sebuah merek.

4. Meningkatkan Pengalaman Konsumen

Pengalaman konsumen menjadi bagian penting dalam strategi marketing. Pada tahap ini konsumen tidak sekadar memperoleh informasi semata, tetapi ikut merasakan dan terlibat dengan produk maupun layanan yang disediakan. Sesuatu yang langsung dialami biasanya akan lebih menyentuh dan tertanam pada hati konsumen.  Dan interaksi dengan konsumen yang ditonjolkan dalam personalized marketing menjadi cara efektif untuk konsumen merasa dilibatkan.

5. Membuat Konsumen Kembali

Ini merupakan dampak berkelanjutan dari keberhasilan sebuah merek dalam meningkatkan pengalaman konsumen. Sesuatu yang menyentuh dan tertanam dalam hati seperti yang dijelaskan sebelumnya sudah barang tentu membuat konsumen akan kembali memilih produk dan layanan tersebut.

6. Meningkatkan Pengetahuan Tentang Konsumen

Tuntutan personalized marketing untuk mendapatkan data yang tepat dan akurat, pasti membuat pelaku bisnis lebih berusaha untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya. Dan semakin banyak mengumpulkan data, maka semakin mudah pula untuk mengetahui apapun mengenai konsumen.

 

Pengaplikasian Personalized Marketing

Konsep Personalized Marketing untuk Kemajuan Bisnis AndaSetelah mengetahui beberapa manfaat yang dapat diperoleh, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian konsep personalized marketing dalam sebuah bisnis.

1. Mengumpulkan Kontak Pelanggan

Kontak konsumen khususnya email sangat berguna untuk menentukan strategi dan fokus pemasaran dari sebuah bisnis. Karena dari kontak ini pemilik bisnis dapat mendeteksi apa saja yang paling sering dicari oleh konsumen di tiap “klik” yang mereka lakukan. Dengan begitu pemilik bisnis mampu mengetahui secara persis konten, insentif serta rekomendasi yang relevan untuk tiap konsumen. Semakin banyak kontak yang dikumpulkan maka semakin efektif juga personalisasi yang dilakukan. Hal ini bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan landing page, call to action dan formulir opt in dalam website.

2. Mengirim Email Secara Personal

Dibanding mengirim email menggunakan nama perusahaan, ada baiknya kirimkan email dengan menyantumkan nama salah satu anggota tim marketing. Selain itu, apabila email yang dikirimkan menggunakan template, berikan sedikit modifikasi agar kata-kata yang dicantumkan tidak terlihat berasal dari sebuah mesin.

3. Sapa Konsumen Secara Personal

Sebaiknya sebutkan nama dan salam yang tidak terlalu formal untuk setiap email yang Anda kirimkan kepada konsumen. Ini akan membuat mereka merasa dikenal dan akrab dengan si pengirim email. Perasaan akrab yang ditimbulkan bukan tidak mungkin menarik seseorang untuk membuka email walaupun itu berisikan iklan.

4. Modifikasi Teknologi

Pemilik bisnis harus memastikan platform teknologi yang digunakan mampu menangani data, segmentasi dan otomatisasi yang dibutuhkan dalam strategi marketing. Teknologi yang tepat akan sangat menghemat waktu dalam pemrosesan data konsumen yang cukup banyak.

5. Website atau Aplikasi Lebih Personal

Cara ini bisa dilakukan dengan membuat landing page menarik yang sesuai dengan kepribadian target konsumen. Lakukan modifikasi terhadap gambar, pesan dan desain yang disuguhkan dalam website.

6. Konten yang Dekat dengan Konsumen

Buatlah konten yang dekat dengan kehidupan dan permasalahan yang dialami oleh konsumen. Berikan sesuatu yang bermanfaat di dalamnya, lalu hubungkan dengan produk serta layanan yang ditawarkan.

7. Berinteraksi dengan Konsumen

Pastikan untuk selalu memantau aktivitas media sosial dan ada ketika konsumen membutuhkan bantuan. Atau bisa juga dengan membuat konten-konten yang bersifat interaksi, agar merek lebih mengenal konsumen dan lebih dekat dengan mereka.

8. Lakukan Follow Up

Follow up konsumen yang telah melakukan transaksi pada bisnis Anda. Bisa dengan memberikan informasi produk terbaru, libatkan dalam event, memberikan diskon dan promo atau sekadar menyelipkan catatan terima kasih. Ini akan membuat konsumen merasa dihargai.

Personalized marketing akan membuka celah yang cukup luas bagi pemilik bisnis untuk mengembangkan usahanya. Mereka yang berhasil menerapkan konsep ini dengan baik dan mampu  memanfaatkan semua teknologi yang relevan akan mencapai keunggulan. Namun ketika mencapai posisi puncak, jangan lupa untuk memastikan pengelolaan bisnis yang baik agar mampu bertahan.

Terkhusus di bidang keuangan, pengelolaan yang mudah dan akurat serahkan pada Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online nomor 1 di Indonesia yang memberikan manfaat lengkap untuk kesehatan keuangan bisnis. Pemakaian yang mudah, harga terjangkau serta keamanan data yang terjamin membuat tidak ada pilihan lain selain Jurnal. Tunggu apalagi? Segera daftarkan bisnis Anda dan dapatkan kemudahan dalam mengelola keuangan bisnis.

 

Author