Memiliki sebuah usaha pastinya merupakan sebuah tantangan. Banyak hal yang bisa menjadi penghalang saat Anda menjalankan bisnis. Salah satunya yaitu arus kas yang tersendat. Hal ini biasanya terjadi karena pelanggan butuh waktu untuk melunasi invoice sehingga pemasukan menjadi terhambat dan bisa memberikan dampak terhadap bisnis Anda. Salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh UKM yaitu Invoice Financing.

Dengan Invoice Financing, bisnis Anda bisa berjalan dengan lancar tanpa harus repot seperti mengajukan dana pinjaman ke bank, serta mengembangkan bisnis Anda lewat dana pinjaman yang diberikan. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Invoice Financing?

Seringkali pelanggan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melunasi tagihan invoice yang ditujukan kepada mereka. Padahal sebagai pemilik bisnis, Anda pasti membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis seperti biasa dan melakukan proyek-proyek lain. Jika Anda menunggu pelanggan untuk melunasi invoice, bisa jadi bisnis Anda terkena dampak negatif dan kondisi finansial akan terpengaruh karena tidak mempunyai dana yang cukup untuk menjalankan operasional.

Invoice Financing merupakan sebuah solusi pendanaan yang tepat bagi UKM. Dengan menggunakan invoice pelanggan yang belum terbayar sebagai jaminan, Anda sebagai peminjam bisa mendapatkan pinjaman dana untuk menjalankan operasional bisnis. Cara ini dapat memperlancar cash flow bisnis yang tersendat jika pelanggan belum membayar invoice, dan Anda membutuhkan dana.

Dana yang Anda terima dari Invoice Financing ini nantinya bisa Anda gunakan untuk biaya operasional, hingga menjalankan proyek lain selagi menunggu pelanggan melunasi invoice yang belum terbayar.

Cara Kerja Invoice Financing

Untuk melakukan Invoice Financing, Anda bisa memanfaatkan invoice yang belum terbayar sebagai jaminan untuk mendapatkan dana. Invoice pelanggan tersebut akan berguna sebagai jaminan Anda saat melakukan pengajuan pinjaman dana kepada pemberi pinjaman (Lender).

Pertama tama, Anda perlu mengirimkan berbagai dokumen perusahaan, contohnya seperti NPWP, SIUP, hingga akta perusahaan. Setelah itu, Lender akan meng-analisa data-data tersebut untuk menetapkan apakah bisnis Anda disetujui untuk invoice financing atau tidak.

Jika disetujui, lender biasanya akan menetapkan jumlah limit dan bunga pinjaman, setelah kedua belah pihak mencapai persetujuan, debitur bisa mulai mengajukan pinjaman invoice financing jika dibutuhkan.

Prosesnya, lender akan melakukan verifikasi invoice terhadap pelanggan, dan bila pelanggan membenarkan invoice tersebut, lender akan mencairkan 70%-80% dari total invoice kepada debitur.

Saat pelanggan dari si debitur sudah melunaskan invoice-nya, debitur bisa melunasi invoice financing kepada lender dengan bunga yang sudah disetujui di awal. Biasanya, bunga yang dipungut oleh lender berkisar 1-2% per bulan. Dengan invoice financing, bisnis Anda bisa berjalan seperti biasa tanpa harus terkena dampak negatif dari tersendatnya arus keuangan.

Kenapa Memilih Invoice Financing?

Selain mendapatkan dana untuk bisnis Anda, tentunya banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari Invoice Financing. Berikut adalah alasan mengapa Anda harus memilih invoice financing sebagai solusi keuangan bisnis Anda.

a. Proses Tidak Memakan Waktu Lama

Menunggu pelanggan untuk membayar invoice yang ditagih pasti akan memakan waktu dan membuat Anda menunggu-nunggu dana turun untuk dapat melanjutkan operasional bisnis. Hal tersebut padahal dapat membuat arus keuangan tersendat dan membuat Anda menjadi merugi.

Namun, dengan adanya Invoice Financing, Anda bisa segera mengajukan pinjaman, dan proses yang dibutuhkan juga tidak lama. Proses invoice financing jauh lebih cepat dibanding jenis pinjaman lainnya. Biasanya, proses hanya akan memakan waktu 2 hari, dan dana akan langsung cair. Dana tersebut bisa Anda gunakan sebagai biaya operasional bisnis selagi menunggu pelanggan melunasi invoice.

b. Memperlancar Arus Keuangan Bisnis Anda

Arus keuangan bisnis pasti bergantung dari pembayaran invoice dari pelanggan. Namun tak jarang pelanggan memakan waktu untuk bisa melunasi pembayaran. Hal inilah yang akan menyebabkan arus keuangan bisnis Anda tersendat. Padahal sebagai pemilik bisnis, Anda ingin arus keuangan berjalan lancar. Selain itu biaya operasional juga bisa tertahan karena invoice yang belum terbayarkan tersebut.

Dengan Invoice Financing, Anda tidak perlu pusing memikirkan dana yang dibutuhkan untuk menutup biaya operasional bisnis. Usaha Anda tetap bisa berjalan dengan baik, dan Anda juga bisa menjalankan proyek lain dengan dana yang dipinjam melalui Invoice Financing.

c. Lebih Mudah Dalam Mengajukan Pinjaman

Jika Anda mengajukan pinjaman dana ke Bank, tentu prosesnya akan sulit dan lama. Biasanya bank akan meminta agunan berupa fixed asset berupa tanah atau bangunan, yang tentunya tidak dimiliki oleh semua pemilik bisnis. Maka dari itu, Invoice Financing bisa dijadikan sebagai pilihan alternatif bagi UKM yang ingin meminjam uang. Kebanyakan UKM biasanya menerbitkan invoice untuk pelanggannya, sehingga hal ini mempermudah para UKM untuk mendapatkan pinjaman dana hanya dengan jaminan invoice.

Invoice Financing memang bisa menjadi pilihan yang menarik bagi UKM untuk mendapatkan pinjaman dana secara mudah. Bila Anda ingin melancarkan arus keuangan bisnis dengan cepat, Anda bisa mencoba invoice financing sebagai solusi pendanaan. Namun, sebagai seorang pemilik bisnis, Anda harus pintar-pintar dalam memilih penyedia invoice financing yang tepercaya. Pastikan penyedia invoice financing yang Anda pilih terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

KoinWorks, Solusi Invoice Financing Bagi UKM

Salah satu penyedia invoice financing yang terdaftar dan diawasi oleh OJK adalah Koinworks. Sebagai perusahaan fintech lending di Indonesia yang melayani invoice financing, Anda tidak perlu ragu untuk mengajukan pinjaman kepada Koinworks. Proses yang mudah dan bunga yang rendah membuat Koinworks menjadi pilihan yang tepat jika Anda mengajukan dana lewat invoice financing.

a. Keuntungan Mengajukan Invoice Financing KoinWorks

  • Total pinjaman 70-80% total invoice yang belum dibayarkan
  • Bunga mulai dari 1% per bulan
  • Pinjaman disetujui maksimal 2 hari kerja
  • Tidak ada biaya pinalti
  • Tenor pinjaman maksimal 3 bulan

b. Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

  • Akta perusahaan & perubahannya.
  • Dokumen Perusahaan seperti SIUP, TDP, NPWP.
  • KTP (Min. yg tercantum di Akta Perusahaan).
  • Rekening Bank 6 Bulan terakhir.
  • Laporan Keuangan 2 Tahun terakhir (opsional, jika ada).
  • Laporan Penjulan & Pembelian 2 Tahun terakhir.
  • Contoh MOU perusahaan dan klien.
  • Contoh PO, Invoice, and BAST/DO perusahaan dan klien.

Untuk dokumen laporan keuangan atau penjualan dan pembelian, serta laporan lainnya bisa Anda dapatkan dengan mudah melalui Jurnal. Hanya dengan mencatat seluruh transaksi bisnis Anda ke dalam software akuntansi online Jurnal, Anda bisa membuat laporan keuangan, invoice, pengelolaan stok barang, hingga manajemen aset lebih mudah, cepat, dan aman.

Jurnal juga tersedia versi mobile yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja, dan mempermudah Anda dalam mengawasi keuangan bisnis secara online dan real time. Selain itu, Jurnal juga memudahkan Anda dalam mengurus keuangan bisnis. Informasi lebih detail mengenai Jurnal dan fitur-fiturnya bisa anda akses di sini. Daftarkan perusahaan Anda sekarang juga untuk merasakan kemudahan menggunakan software akuntansi.