Digital Business dari Jenis-jenis dan Keuntungannya

Di era modern seperti saat ini, digital business menjadi sangat penting dan wajib dipelajari oleh semua wira-usahawan. Sebab bisnis yang tidak mau bergerak ke dunia digital tidak akan bisa bertahan melawan arus teknologi dan persaingan dari usaha-usaha lain.

Tidak sedikit perusahaan besar yang harus tutup karena terlambat be-revolusi ke dunia yang baru. Untungnya, Entrepreneur baru tidak perlu mengalami ketakutan yang sama sebab rata-rata bisnis baru yang dimulai saat ini sudah pasti disertai dengan platform digital.

Jika Anda salah satu business manager sebuah perusahaan, saatnya cek sistem bisnis Anda.

Berubah nya hampir semua aspek kehidupan seperti pendidikan, layanan kedokteran, hingga musik juga sudah beralih dari konvensional ke digital menjadi salah satu bukti betapa pentingnya mempelajari bidang ini.

Oleh karena itu, mari kita bahas lebih lanjut tentang apa itu digital business dalam artikel berikut ini.

digital business adalah

Pengertian Digital Business

Sesuai namanya, digital business adalah bisnis yang memanfaatkan alat-alat digital atau dapat dikatakan sebagai bisnis yang telah digitalisasi. Dalam arti yang lebih luas, digital business adalah bisnis yang memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menciptakan sebuah produk maupun memasarkannya.

Biasanya penjualan produk untuk usaha digital dilakukan secara online dengan memanfaatkan media-media digital terutama internet.

Akan tetapi sebenarnya, bisnis ini tidak terbatas hanya menjual produk saja, tetapi juga bisa menjual jasa. Sepanjang memanfaatkan alat-alat teknologi, maka dapat disebut sebagai digital business.

Mengapa Membawa Bisnis ke Media Digital Sangat Penting?

Belakangan ini bisa kita rasakan sendiri, bisnis yang sudah beroperasi secara digital atau bisa berevolusi ke bisnis online dengan cepat bisa bertahan di tengah pandemi yang terjadi secara mendadak, sedangkan perusahaan-perusahaan raksasa yang tidak bisa beradaptasi langsung gugur bahkan hingga stop produksi.

Dikutip dari situs IT Pro, 8 dari 10 perusahaan di seluruh dunia beralih dengan cepat ke platform digital sejak tahun 2020. Rencana yang seharusnya direalisasikan dalam waktu 2 hingga 5 tahun ke depan, secara mendadak harus segera selesai dalam hitungan bulan jika bisnis ingin terus bertahan.

Hal tersebut menjadi tanda seberapa pentingnya membangun digital business untuk segala macam produk, termasuk produk konvensional.

Saat ini, persaingan dalam bisnis di dunia digital juga semakin ketat. Baik bisnis baru maupun perusahaan raksasa berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan mereka.

Bisnis-bisnis yang masih mempertahankan cara konvensional kebanyakan tidak ada yang bisa bertahan dalam waktu 1 tahun.

Dan sebagai entrepreneur muda yang kreatif, Anda harus jeli dalam melihat peluang ketika membuat pelayanan digital agar pelanggan lebih tertarik dengan pelayanan digital dari brand Anda dibandingkan di perusahaan lain.

Kasus seperti di tahun 2020 juga menjadi bukti bahwa membawa bisnis ke dunia digital bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi sebuah kewajiban.

Apa Saja Jenis-jenis Digital Business?

Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya tahu Digital Business sebagai bisnis yang beroperasi secara online saja. Padahal, ada banyak cara operasi sebuah brand, website, atau bisnis dalam dunia digital.

Dikutip dari situs More Than Digital, setidaknya ada 11 cara operasi sebuah bisnis di bidang digital. Tapi dalam artikel ini kita hanya akan mempelajari beberapa contohnya yang paling banyak ditemukan di Indonesia saja.

digital business adalah

Jenis Marketplace

Jenis pertama sekaligus yang paling banyak diketahui oleh masyarakat awam adalah Digital Business dalam bentuk Marketplace. Kita semua pasti sudah pernah mendengar perusahaan-perusahaan seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli.com, dan Shopee yang sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakat.

Marketplace sendiri adalah sebuah digital business dimana pemilik bisnis menyediakan wadah atau media untuk orang lain berjualan di platform tersebut. Artinya, produk yang dibuat dalam dalam bisnis jenis ini adalah sebuah platform online agar pembeli maupun penjual bisa belanja dengan aman dan nyaman.

Kebanyakan aplikasi marketplace punya lebih banyak fitur dibandingkan e-commerce. Sebab pemilik marketplace bisa fokus mengalokasikan modal yang ia miliki untuk mengembangkan platform terbaik tanpa harus memikirkan kualitas produk fisik.

Berbeda dengan e-commerce, dimana modalnya harus dibagi antara pengembangan produk fisik yang utama dan untuk mengembangkan media digital.

Tapi, apa bedanya e-commerce dan marketplace? Kita akan bahas dalam poin yang berikutnya.

  1. Jenis E-Commerce

Jika bisnis model marketplace hanya menyiapkan platform untuk mempertemukan penjual dan pembeli, Digital Business jenis e-commerce ini menyediakan produk maupun sekaligus media khusus untuk menjual produk yang mereka buat.

Contohnya, perusahaan sabun mandi membuat sebuah website agar pembeli bisa memesan sabun mereka secara online di website tersebut. Atau contoh lainnya adalah restoran cepat saji yang membuat aplikasi khusus agar pelanggan bisa memesan makanan dari menu mereka lewat aplikasi tersebut secara online.

Itulah mengapa, rata-rata media digital yang digunakan dalam bentuk e-commerce punya fitur yang lebih terbatas dibandingkan marketplace. Sebab perusahaan tidak bisa memfokuskan modal mereka ke pengembangan platform digital saja.

  1. Jenis Bisnis Subscription

Bisnis yang memanfaatkan media digital jenis ini juga sebenarnya banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebab ada banyak bisnis yang beroperasi dengan model subscription di dalam negeri seperti Netflix, Office, Amazon Prime, Disney+, Zoom, dan masih banyak lagi.

Model bisnis ini sangat mirip seperti jaman dulu, dimana kita berlangganan koran atau majalah untuk konten yang dikirim setiap minggu hingga setiap bulan.

Bedanya, kini konten tersebut bersifat digital dan bisa dinikmati secara online tanpa harus membawa produk fisiknya kemana-mana.

Meskipun begitu, masih ada juga beberapa bisnis dengan model subscription yang menawarkan produk fisik, misalnya bisnis langganan katering online atau makanan ringan.

  1. Bisnis Jenis Ad-supported

Pernahkah Anda berpikir darimana Facebook, Instagram, atau WhatsApp mendapatkan keuntungan? Padahal kita menggunakan layanan mereka setiap hari tanpa bayar.

Hal tersebut dikarenakan Facebook dan kebanyakan perusahaan social media lainnya adalah Digital Business yang beroperasi secara Ad based atau Ad-supported. Artinya, mereka mendapatkan keuntungan dari setiap iklan, promosi, atau sponsor yang masuk ke perusahaan mereka.

Di Indonesia, bisnis yang beroperasi dengan cara seperti ini biasanya seperti perusahaan pemilik aplikasi berita, aplikasi komik gratis, dan aplikasi tempat berbagi video singkat.

Manfaat Membangun Digital Business

Perkembangan digital business yang saat ini dirasa kian pesat bukanlah tanpa alasan. Bisnis tradisional yang bertransformasi menjadi usaha digital telah terbukti memberikan segudang manfaat bagi berbagai pihak, termasuk karyawan dan konsumen yang terlibat dalam aktivitas bisnis tersebut.

Namun, yang tak kalah penting adalah keuntungan bagi pendiri dan pengembangnya.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan ketika membangun bisnis dengan melibatkan teknologi digital.

  1. Menghadirkan pengalaman konsumen yang lebih baik

Kemajuan teknologi berdampak positif pada cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen maupun calon konsumennya.

Teknologi yang dilibatkan tak hanya memudahkan proses interaksi tersebut, tetapi juga dapat meningkatkan layanan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Hasilnya, konsumen akan merasa lebih puas sehingga memberikan tambahan nilai mutu bagi perusahaan.

  1. Meningkatkan keterampilan pegawai

Pegawai atau karyawan perusahaan juga menjadi pihak yang diuntungkan jika bisnis Anda memanfaatkan teknologi digital.

Ketika perusahaan mulai merangkul konsep digital dan menerapkannya dalam setiap proses operasional, pegawai pun akan ikut mengembangkan keterampilannya agar dapat memberikan hasil kerja sesuai harapan. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang bisa meningkatkan kualitas kerja perusahaan secara keseluruhan.

  1. Memudahkan pengumpulan dan analisis data

Kemudahan sudah menjadi hal yang identik dengan penggunaan teknologi digital. Ini tidak hanya berlaku bagi konsumen, tetapi juga bagi pihak perusahaan. Bisnis yang sudah melakukan transformasi digital terbukti lebih mudah dalam melakukan pengumpulan dan analisis data yang diperlukan untuk pengembangan usaha.

Strategi bisnis umumnya akan disesuaikan dengan kebiasaan online konsumen saat mencari dan menjelajahi hal-hal yang diperlukannya.

  1. Membuka peluang digitalisasi produk dan layanan

Begitu mendapatkan data pasar dan menganalisisnya berdasarkan tolok ukur prinsip transformasi digital, perusahaan akan mampu melakukan digitalisasi pada setiap produk dan layanan yang dihadirkan.

Saat digital business berkembang, konsumen ingin selalu mendapatkan apa yang dibutuhkannya secara instan dan bebas dari kerumitan. Mereka pun akan mencari perusahaan yang bisa melakukan hal tersebut. Di sinilah digitalisasi produk dan layanan memunculkan peran pentingnya.

  1. Meningkatkan keuntungan perusahaan

Dalam banyak kasus, transformasi digital yang diterapkan pada suatu bisnis terbukti dapat meningkatkan keuntungan bisnis tersebut. Digitalisasi membuka lebih banyak akses untuk kesempatan penjualan serta pengembangan pasar.

Hal ini berlaku bagi bisnis baru yang mulai dirintis maupun bisnis lama yang mulai menerapkan konsep digital pada setiap aspeknya.

Namun, peningkatan keuntungan perusahaan tidak akan bisa terjadi begitu saja tanpa strategi yang tepat. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui sejumlah tips jitu yang akan membuat Digital Business yang dikembangkan memperoleh keuntungan fantastis sesuai harapan.

digital business adalah

Tips Jitu Membangun Digital Business Menguntungkan

Setelah memahami konsep, prinsip, dan manfaat digital business, Anda mungkin akan bertanya-tanya: Lalu, bagaimana seharusnya cara membangun dan mengembangkan digital business yang ideal? Apa yang bisa menjamin bisnis tersebut dapat memberikan keuntungan menjanjikan?

Jawabannya ada pada penerapan strategi jangka pendek dan panjang. Strategi ini diterapkan mulai dari langkah paling awal, saat Anda mulai mencetuskan ide berbisnis, hingga langkah lanjutan, ketika usaha yang dijalankan mulai berkembang.

Sebagian besar karakteristik digital business bersinggungan dengan transformasi digital. Namun, Anda perlu memahami dulu perbedaan di antara keduanya.

Digital business memiliki sebuah tujuan, yakni target yang ingin diraih ketika Anda menjalankan sebuah jenis usaha. Sementara itu, transformasi digital merupakan proses yang harus dilakukan untuk dapat mencapai target tersebut.

Keduanya bukan suatu hal yang dapat direalisasikan dalam waktu singkat. Ada sejumlah langkah yang harus dilakukan secara bertahap dalam penerapan digital transformation untuk bisa menciptakan bisnis berbasis teknologi digital.

Berikut adalah beberapa tips dan langkah efektif yang bisa Anda jadikan panduan untuk membangun digital business yang mengundang banyak keuntungan.

  1. Kembangkan Mindset Digital Business

Salah satu hal penting yang dibutuhkan saat akan merintis digital business adalah mindset atau pola pikir Anda sebagai pelaku usaha. Anda perlu menanamkan pemahaman jika digital business bukan sekadar jenis usaha yang menerapkan penggunaan teknologi.

Lebih dari itu, pemimpin atau pelaku usaha di bidang ini harus memiliki pola pikir mengenai teknologi dan perkembangannya yang mungkin akan terus berubah seiring zaman.

Ketika pola pikir seperti itu sudah ditanamkan, Anda akan lebih mudah untuk melanjutkan strategi ke tahapan selanjutnya. Singkatnya, pengembangan digital business memerlukan digital mindset yang harus ditanamkan bahkan sebelum bisnis tersebut dimulai.

  1. Bentuk Tim Solid dengan Visi dan Misi yang Sama

Ada sebuah pepatah dalam bahasa Inggris yang berbunyi: “If you want to go fast, go alone. But if you want to go far, you must go together.” Pepatah ini menguatkan prinsip bisnis yang harus dilakukan secara bersama-sama, tak terkecuali dengan pengembangan digital business.

Agar dapat mencapai hasil yang optimal, bisnis ini perlu dijalankan bersama tim solid yang memiliki pola pikir serta visi dan misi yang sama.

Namun, membentuk tim solid saja belum cukup untuk dapat menjalankan strategi digital dalam bisnis yang Anda jalankan. Untuk menyempurnakan proses yang akan dihadapi selanjutnya.

Anda perlu memilih pemimpin andal yang mampu mengisi kekosongan posisi dari organisasi bisnis tradisional. Pemimpin tersebut dapat berupa seorang digital strategist, digital marketing leader, dan digital business unit leader.

Kombinasi dari tim solid dan pemimpin yang mengisi tiga posisi penting di atas akan membantu usaha digital Anda berjalan dan berkembang lebih mudah serta terarah.

  1. Pilih Model Bisnis yang Tepat Sasaran

Ada banyak ide dan inovasi bisnis berbasis digital yang bertebaran di luar sana. Tugas Anda adalah mengevaluasi beragam pilihan tersebut agar dapat menentukan satu gagasan tertentu yang menjadi fokus utama untuk dikembangkan secara lebih luas. Langkah ini menjadi satu hal yang krusial ketika Anda berperan sebagai pelaku usaha baru dalam dunia digital business.

Bersama tim solid dan pemimpin andal, pemilihan model bisnis berbasis digital sebenarnya dapat dilakukan secara lebih mudah. Untuk memastikan model bisnis yang dipilih benar-benar tepat sasaran, Anda dapat menerapkan empat dimensi pemilihan model bisnis.

Dimensi ini diterapkan dengan menjawab empat pertanyaan utama:

  • WHO: Siapa target konsumen termasuk karakteristik dan kebutuhannya?
  • WHAT: Apa produk atau layanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen di atas?
  • HOW: Bagaimana cara produk dan layanan diberikan kepada sasaran pasar?
  • WHY: Mengapa model bisnis tersebut dianggap menguntungkan untuk diterapkan?

Saat menjawab dan melakukan analisis pada keempat pertanyaan di atas, Anda harus selalu menerapkan pola pikir digital business dalam setiap jawaban yang dikembangkan. Penerapan mindset ini akan membantu mengarahkan Anda untuk memilih model bisnis paling sesuai dengan konteks yang tengah dibicarakan.

  1. Terapkan Pendekatan Bisnis yang Sesuai

Begitu model bisnis tertentu sudah berada dalam pilihan Anda, langkah selanjutnya adalah menerapkan pendekatan bisnis yang sesuai. Dalam hal ini, kesesuaian pendekatan bisnis tentu mengacu pada prinsip-prinsip usaha digital yang sudah dibahas sebelumnya.

Karena Digital Business memusatkan layanannya pada pengalaman konsumen, salah satu pendekatan bisnis yang bisa Anda terapkan adalah consumer assumption-based approach. Langkah awal pendekatan ini melibatkan analisis masalah dan solusi serta produk/jasa dan pasar. Keduanya sama-sama menjadikan konsumen sebagai fokus utama.

Dalam tahapan pendekatan masalah-dan-solusi, yang perlu dianalisis pertama kali adalah masalah apa yang dihadapi target konsumen dan bagaimana Anda bisa menyediakan solusi bagi masalah tersebut. Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan pemilihan produk atau jasa yang sesuai dengan hasil analisis pasar pada tahapan sebelumnya.

Perlu dipahami jika pendekatan ini hanya berupa anjuran yang diambil dari sejumlah contoh kasus populer. Dalam praktik yang sebenarnya, Anda bebas memilih dan menentukan pendekatan bisnis yang paling sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

  1. Jalankan Strategi Bisnis Berbasis Digital

Salah satu tahap terpenting dalam menjalankan digital business adalah penerapan strategi yang juga dipilih berdasarkan konsep teknologi digital. Strategi ini dapat dicirikan dengan dua karakteristik inti, yakni adaptabilitas dan skalabilitas yang tinggi.

Sebenarnya, kedua karakteristik tersebut memberikan kebebasan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan sesuai target yang ingin dicapai. Meski demikian, Anda tetap harus memastikan jika hasil penerapan strategi digital yang dipilih dapat divisualisasikan secara jelas dan dapat diuji kembali secara cepat.

Beberapa strategi digital yang bisa Anda terapkan meliputi:

  • Peningkatan brand or company awareness di dunia maya. Hal ini dapat dilakukan dengan membuktikan eksistensi digital perusahaan Anda melalui pengembangan situs web. Situs yang dikembangkan tentu harus bisa merefleksikan esensi bisnis yang Anda jalankan sekaligus menghadirkan konten-konten bernilai yang menarik perhatian.
  • Optimalisasi Mesin Pencari (Search Engine Optimization atau SEO). Strategi ini melibatkan spesialis pemasaran dalam meningkatkan trafik di situs web resmi milik perusahaan Anda. Prosesnya mungkin membutuhkan hitungan minggu atau bulan hingga hasil optimalisasi di mesin pencari populer seperti Google bisa terlihat.
  • Penerapan pemasaran digital dengan penghitungan Return on Investment (ROI). Strategi ini dapat dihubungkan dengan penerapan SEO karena keduanya sama-sama melibatkan penghitungan trafik di mesin pencari. Dalam menjalankan strateginya, salah satu langkah efektif yang bisa Anda lakukan adalah mengandalkan fitur-fitur Google Analytics. Fiturnya akan menampilkan berapa banyak situs web Anda dikunjungi dalam periode tertentu. Dengan menggunakan fitur tersebut, Anda juga bisa menghitung ROI, jumlah penjualan, dan pendapatan rata-rata secara lebih mudah.
  1. Manfaatkan Teknologi Digital dalam Setiap Prosesnya

Setelah menerapkan berbagai strategi bisnis berbasis digital, langkah yang satu ini jangan Anda lewatkan. Setiap proses pengembangan usaha Anda harus selalu melibatkan pemanfaatan teknologi digital.

Saat ini, pemanfaatan tersebut dapat direalisasikan melalui penerapan Internet of Things (IoT). Artinya seluruh proses—mulai dari pengembangan, promosi, pemasaran, distribusi, hingga penghitungan revenue dan evaluasi—melibatkan internet sebagai elemen utamanya.

Agar realisasinya sukses dan dapat memberikan hasil yang sesuai harapan, penerapan IOT dan pemanfaatan teknologi digital juga harus diimbangi oleh kompetensi pelaku usaha dan seluruh bagian yang terkait dalam setiap proses bisnis.

  1. Siapkan Ruang untuk Terus Berkembang

There’s always room for improvement. Nampaknya, prinsip itu tepat jika disandingkan dengan pengembangan Digital Business yang Anda jalankan. Jangan lantas khawatir dan menyerah ketika usaha berbasis digital milik Anda tidak berjalan sesuai keinginan pada awalnya.

Ini berarti Anda memiliki kesempatan untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan setiap segi usaha yang membutuhkan perhatian, perbaikan, atau pembaruan.

Umpan balik dan perbaikan secara berkelanjutan menjadi kunci penting dalam hal ini. Sektor digital business adalah sesuatu yang bersifat fleksibel dan diprediksi akan terus berubah seiring perkembangan zaman.

Oleh karena itu, Anda sebagai pelaku usaha juga harus menyiapkan ruang untuk mengikuti setiap perkembangannya. Dengan begitu, bisnis yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang terus-menerus melalui pemanfaatan teknologi yang terus diperbarui.

Menengok Contoh Bisnis Inspiratif Berbasis Digital

Sampai di sini, apakah Anda sudah dapat membayangkan jenis usaha digital yang ingin dijalankan? Lalu, apakah Anda sudah mendapatkan inspirasi untuk menerapkan strategi bisnis yang sesuai dan tepat sasaran? Agar mendapatkan gambaran yang lebih gamblang, Anda juga bisa berkaca dari sejumlah Digital Business inspiratif yang sudah mampu beroperasi di dunia internasional.

Salah satunya adalah perusahaan transportasi panggilan yang memperkenalkan penggunaan aplikasi ponsel pintar untuk menggunakan layanannya. Versi digital dari bisnis perhubungan ini memungkinkan calon penumpang untuk menjadwalkan perjalanan secara online.

Pelanggan juga merasakan pengalaman berkendara yang lebih nyaman karena titik jemput dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Perusahaan lain yang bisa dijadikan inspirasi adalah streaming platform services yang menghadirkan pilihan tontonan digital. Saat ini, sudah semakin banyak masyarakat yang beralih dari tontonan konvensional di televisi pada tontonan digital berbasis internet.

Model bisnis tontonan dan hiburan semacam itu dianggap lebih mudah diakses dan lebih menghibur dibandingkan acara-acara yang kini tayang di televisi.

Ada beberapa kesamaan dari dua contoh digital business yang dipaparkan di atas.

•    Pertama, dua-duanya menerapkan pemanfaatan konsep Internet of Things untuk menghadirkan layanan bagi pelanggan. Layanan tersebut tersedia di situs resmi maupun aplikasi ponsel pintar yang dapat diakses secara cepat dan mudah oleh siapa saja.

•    Kedua, bisnis transportasi online dan streaming platform services merupakan contoh nyata penerapan transformasi digital yang paling dekat dengan kehidupan kita saat ini. Bisnis transportasi dan hiburan sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, bentuk bisnisnya dikembangkan kembali dan ditransformasi menjadi bentuk usaha yang lebih efektif. Layanannya pun disesuaikan dengan perkembangan teknologi di masa sekarang.

•    Ketiga, dua jenis bisnis tersebut sama-sama memusatkan layanannya pada kebutuhan dan kepentingan pelanggan. Tujuan keduanya adalah memberi kemudahan kepada pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan jenis layanan tersebut dalam bentuk tradisional.

Dari apa yang telah dicontohkan, dapat disimpulkan jika kedua bisnis di atas sudah menerapkan berbagai konsep dan prinsip digital business yang diperlukan dalam pengembangan usaha. Anda pun bisa menjadikan keduanya sebagai acuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha digital sendiri.

Kesimpulan

Digital Business didefinisikan sebagai suatu jenis usaha yang melibatkan teknologi terbaru dalam praktik dan pengembangannya. Penerapan konsep digital dalam pengembangan bisnis dapat menciptakan model usaha, pengalaman, dan kaidah operasional baru yang nantinya ikut memengaruhi budaya konsumerisme untuk produk maupun layanan yang ditawarkan.

Ada beberapa langkah efektif yang dapat Anda lakukan untuk merintis dan mengembangkan digital business. Langkahnya dapat dimulai dengan menerapkan pola pikir teknologi digital, membentuk tim solid yang dipimpin leader andal, serta menentukan model bisnis yang sesuai analisis pasar.

Sementara itu, langkah lanjutan dalam proses pengembangan adalah menerapkan strategi berbasis digital sekaligus melibatkan teknologi internet dan media digital lain dalam setiap prosesnya.

Digital business masa kini akan terasa mudah jika menggunakan aplikasi keuangan perusahaan yang dilenglapi banyak fitur, salah satunya fitur aplikasi nota yang telah dhadirkan Mekari Jurnal. Coba sekarang gratis!

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo