Days Sales in Inventory, Rumusan, Penggunaan Hingga Manfaatnya Days sales in inventory atau yang juga bisa disingkat DSI rupanya biasa pula disebut dengan istilah hari dalam persediaan. Jika didefinisikan maka istilah ini memiliki makna sebagai rasio keuangan yang umumnya menunjukkan adanya rata-rata waktu yang diperlukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk mengubah persediaan. Dalam hal ini yang termasuk ke dalam persediaan adalah barang yang sedang diproduksi dan akan dijual. Istilah ini juga dikenal dengan sebutan lainnya seperti misalnya Days Sales of Inventory ataupun Days Inventory Outstanding. DSI ini juga dipahami sebagai usia rata-rata tepatnya dari suatu persediaan. Jadi dari perhitungannya akan ditunjukkan adanya likuiditas dari suatu persediaan yang mewakili berapa lama stok persediaan di sebuah perusahaan saat ini dapat bertahan. Berikut penjelasan lengkap dari Mekari Jurnal. Rumus Days Sales in Inventory Days Sales in Inventory dapat dihitung dengan menggunakan rumus tertentu yaitu rata-rata persedian dikali 365 hari lalu hasilnya dibagi HPP atau Harga Pokok Penjualan. Yang dimaksud dengan persediaan dalam hal ini meliputi bahan baku atau sumber daya lainnya yang bisa dijadikan sebagai persediaan. Sedangkan mengenai biaya yang dibutuhkan tentunya meliputi biaya untuk melakukan aktivitas produksi termasuk pula biaya tenaga kerja serta biaya utilitas. Sedangkan HPP atau Harga Pokok Penjualan dimaknai sebagai biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan selama periode tertentu. Jadi perhitungan DSI ini didasarkan pada nilai rata-rata dari persediaan dan HPP khususnya pada periode tertentu. Oleh karena itu perhitungan menggunakan 365 hari atau 1 tahun dan dalam beberapa kasus perhitungannya bisa menggunakan 360 hari untuk satu tahun. Mengenai angka pembilang pada rumus yang digunakan untuk menghitung DSI mewakili penilaian persediaan dan angka sebutan dalam bilangan pecahan pada rumus untuk menghitung DSI mewakili rata-rata biaya per hari yang umumnya dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk. Penggunaan rumus Days Sales in Inventory pada dasarnya tergantung pula pada praktek akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan. Mungkin saja versi perhitungan DSI tiap perusahaan berbeda-beda. Namun tetap saja perhitungan tersebut dilakukan untuk melihat nilai persediaan dalam suatu perusahaan tentunya pada suatu masa atau periode tertentu. Bagaimana Penggunaan Days Sales in Inventory? Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa perhitungan DSI dilakukan untuk mengetahui persediaan perusahaan. Maka tak heran bila nilai DSI yang lebih kecil akan lebih disuka karena dipandang lebih menguntungkan. Jumlah atau nilai DSI yang lebih kecil umumnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut cenderung lebih efisien. Dikatakan efisien sebab perusahaan yang seperti ini cenderung lebih cepat melakukan penjualan atas persediaannya tersebut. Jika penjualan persediaan lebih cepat maka keuntungan yang diperoleh perusahaan akan menjadi lebih tinggi sebab penjualan tersebut bisa menghasilkan keuntungan atau profit bagi perusahaan terkait. Sebaliknya adanya jumlah atau nilai DSI yang besar pada perusahaan sebenarnya menunjukkan adanya masalah yang mungkin sedang dihadapi oleh perusahaan. Misalnya persediaan menjadi usang dan tidak laku atau mungkin masalah lainnya. Atau sebenarnya bisa saja nilai DSI yang tinggi terjadi karena perusahaan memang mempertahankan tingkat inventory agar selalu tinggi Jadi perusahaan bisa tetap menyediakan barang sekalipun mungkin terjadi penjualan bumper di musim mendatang. Jadi perhitungan nilai DSI juga dapat difungsikan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efektivitas manajemen inventory pada sebuah perusahaan. Oleh karena itu nilai DSI ini haruslah diketahui oleh tiap perusahaan untuk mengetahui kondisi persedian pada perusahaan. Bahkan menghitung DSI menjadi hal yang penting karena hal ini bisa dilakukan untuk mendukung operasional perusahaan agar bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. Jika ingin cara yang lebih mudah, maka umumnya aplikasi inventory bisa menjadi salah satu solusinya. Perputaran Persediaan Hal lain yang juga memiliki kaitan erat dengan Days Sales in Inventory adalah inventory turnover. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah perputaran persediaan. Bisa dikatakan bahawa inventory turnover ini menunjukkan pada seberapa banyak atau berapa kali perusahaan dapat melakukan proses penjualan atau penggunaan inventory atau persediaan perusahaan selama periode tertentu. Sedangkan inventory turnover adalah hitungan dari HPP dibagi rata-rata inventory. Jika memang telah diketahui inventory turnover perusahaan atau perputaran persediaannya maka barulah kemudian bisa dihitung nilai DSI dengan menggunakan rumus 1 dibagi inventory turnover lalu hasilnya dikali 365 hari. Pada dasarnya DSI sendiri merupakan kebalikan dari perputaran persediaan. Jika nilai DSI perusahaan semakin tinggi maka persediaan tentunya akan semakin rendah. Namun jika DSI rendah maka berarti perputarannya semakin tinggi. Jadi bisa disimpulkan pula bahwa nilai perputaran persediaan atau inventory turnover semakin tinggi maka hal ini akan semakin baik bagi perusahaan terkait. Pada beberapa hal atau kasus rupanya diketahui pula bahwa jika permintaan akan suatu produk sampai melebihi persediaan perusahaan yang ada maka perusahaan akan mengalami kerugian khususnya dalam hal penjualan. Kerugian ini bahkan disebut bisa terjadi sekalipun rasio turnover bernilai tinggi. Oleh karena itu sebaiknya seluruh nilai angka yang didapat tersebut bisa dikontekstualkan dan dibandingkan dengan industri atau perusahaan kompetitor lainnya. Pentingnya Days Sales in Inventory Penghitungan DSI atau Days Sales in Inventory pada dasarnya turut menjadi hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Sebab pada dasarnya pengelolaan inventory perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk turut mengukur keberhasilan bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Perhitungan DSI akan membantu perusahaan untuk bisa mengetahui lebih lagi mengenai persediaan yang ada pada perusahaan. Efektivitas perusahaan dalam hal ini juga bisa diketahui sehingga bisa dilakukan peningkatan kinerja pada perusahaan jika memang DSI perusahaan diketahui tinggi. Tidak hanya itu saja namun efisiensi perusahaan juga bisa dilihat melalui perhitungan DSI ini. Bahkan bukan hanya DSI saja yang perlu diketahui namun juga inventory turnover sebaiknya juga diketahui secara lebih lanjut sebab hal ini turut berpengaruh pada perhitungan Days Sales in Inventory. Dari perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan baik perhitungan DSI maupun perhitungan inventory turnover maka nantinya bisa didapatkan gambaran yang lebih pasti mengenai manajemen inventory perusahaan. Apakah pengelolaan inventory perusahaan selama ini telah berjalan dengan baik dan lancar ataukah justru ada banyak kendala yang dihadapi sehingga proses penjualan menjadi terhambat. Secara lebih jauh nantinya nilai DSI perusahaan akan menjadi sumber informasi bagi calon investor. Maka investor bisa memperkirakan berapa besar dana yang bisa diinvestasikan pada perusahaan terkait. Days Sales in Inventory tentunya perlu dihitung dengan tujuan seperti yang telah tercantum dan telah dibahas di atas. Dengan adanya perhitungan ini maka nantinya dapat diketahui likuiditas dari suatu persediaan yang mewakili berapa lama stok yang ada akan bertahan di perusahaan. Jika dilihat pada kenyataannya DSI yang cenderung sedikit ternyata lebih diminati. Sebab hal nilai DSI yang lebih sedikit menandakan bahwa hanya dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk menghapus persediaan. FAQ Seputar Days Sales in Inventory (DSI) / Hari Penjualan Persediaan 1. Apa itu Days Sales in Inventory (DSI)? DSI adalah metrik yang menunjukkan berapa hari rata-rata sebuah perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Metrik ini membantu menilai efisiensi manajemen inventaris. 2. Kenapa DSI penting bagi bisnis? DSI penting karena memberi gambaran seberapa cepat persediaan terjual. Nilai DSI yang rendah sering menunjukkan inventaris bergerak cepat, sedangkan nilai tinggi bisa menandakan persediaan menumpuk atau penjualan lambat. 3. Bagaimana rumus dasar menghitung DSI? Rumus DSI yang umum digunakan adalah: DSI = (Rata-rata persediaan ÷ Harga Pokok Penjualan (HPP)) × Jumlah hari dalam periode (biasanya 365 hari). 4. Apa itu rata-rata persediaan dalam perhitungan DSI? Rata-rata persediaan dihitung dengan: (Persediaan awal + Persediaan akhir) ÷ 2. Ini memberikan nilai persediaan yang lebih stabil sepanjang periode. 5. Bisakah DSI dihitung dengan rumus lain? Ya, selain rumus di atas, DSI juga dapat dihitung dengan membalik rasio inventory turnover menggunakan: DSI = Jumlah hari ÷ Inventory turnover (mis. 365 ÷ rasio), yang memberikan hasil sama. 6. Apa hubungan antara DSI dan inventory turnover ratio? DSI dan inventory turnover saling berkaitan: inventory turnover menunjukkan berapa kali persediaan terjual selama periode, sedangkan DSI menunjukkan jumlah hari rata-rata yang diperlukan untuk menjual persediaan itu. 7. Contoh sederhana perhitungan DSI: Jika rata-rata persediaan adalah Rp120 juta dan HPP tahunan Rp600 juta → DSI = (120 ÷ 600) × 365 ≈ 73 hari → artinya persediaan rata-rata habis terjual dalam 73 hari. 8. Apa arti DSI yang tinggi bagi sebuah perusahaan? DSI tinggi menandakan perusahaan membutuhkan waktu lebih lama menjual persediaan, yang bisa berarti stok berlebih, penjualan lambat, atau masalah permintaan pasar. 9. Apa arti DSI yang rendah? DSI rendah menunjukkan inventaris cepat terjual, yang biasanya baik karena stok cepat bergerak, modal tidak terkunci lama, dan peluang rugi akibat barang usang lebih kecil. 10. Apakah DSI dipengaruhi oleh jenis industri? Ya. Industri yang bergerak dengan produk cepat terjual (mis. retail fesyen) cenderung memiliki DSI lebih rendah dibanding industri produk berat atau barang tahan lama yang biasanya bergerak lebih lambat. 11. Apa hubungan DSI dengan Cash Conversion Cycle (CCC)? DSI adalah komponen dari Cash Conversion Cycle (CCC) yang menunjukkan seberapa cepat perusahaan mengubah investasinya dalam stok menjadi kas dari penjualan. CCC mencakup DSI, Days Sales Outstanding (DSO) dan Days Payable Outstanding (DPO). 12. Bagaimana DSI membantu dalam manajemen persediaan? DSI membantu perusahaan memutuskan kapan harus memesan ulang persediaan, mengidentifikasi produk lambat terjual, dan mengoptimalkan pengelolaan stok agar modal tidak terikat terlalu lama. 13. Data apa yang dibutuhkan untuk menghitung DSI? Perhitungan DSI memerlukan data persediaan awal, persediaan akhir, dan Harga Pokok Penjualan (HPP) selama periode tertentu. 14. DSI berlaku untuk semua jenis inventaris? Ya. DSI dapat mencakup semua jenis persediaan seperti barang jadi, barang dalam proses, atau bahan baku – tergantung konteks bisnisnya. 15. Bagaimana perusahaan menggunakan hasil DSI dalam strategi harga atau pemasaran? Jika DSI tinggi, perusahaan bisa mempertimbangkan diskon, promosi, atau revisi strategi harga dan pemasaran untuk mempercepat perputaran stok. Sebaliknya, DSI rendah dapat berarti produk cepat laku sehingga strategi harga bisa dipertahankan atau disesuaikan untuk margin yang lebih baik. Kategori : Supply Chain Management Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Days Sales in Inventory, Rumusan, Penggunaan Hingga Manfaatnya Days sales in inventory atau yang juga bisa disingkat DSI rupanya biasa pula disebut dengan istilah hari dalam persediaan. Jika didefinisikan maka istilah ini memiliki makna sebagai rasio keuangan yang umumnya menunjukkan adanya rata-rata waktu yang diperlukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk mengubah persediaan. Dalam hal ini yang termasuk ke dalam persediaan adalah barang yang sedang diproduksi dan akan dijual. Istilah ini juga dikenal dengan sebutan lainnya seperti misalnya Days Sales of Inventory ataupun Days Inventory Outstanding. DSI ini juga dipahami sebagai usia rata-rata tepatnya dari suatu persediaan. Jadi dari perhitungannya akan ditunjukkan adanya likuiditas dari suatu persediaan yang mewakili berapa lama stok persediaan di sebuah perusahaan saat ini dapat bertahan. Berikut penjelasan lengkap dari Mekari Jurnal. Rumus Days Sales in Inventory Days Sales in Inventory dapat dihitung dengan menggunakan rumus tertentu yaitu rata-rata persedian dikali 365 hari lalu hasilnya dibagi HPP atau Harga Pokok Penjualan. Yang dimaksud dengan persediaan dalam hal ini meliputi bahan baku atau sumber daya lainnya yang bisa dijadikan sebagai persediaan. Sedangkan mengenai biaya yang dibutuhkan tentunya meliputi biaya untuk melakukan aktivitas produksi termasuk pula biaya tenaga kerja serta biaya utilitas. Sedangkan HPP atau Harga Pokok Penjualan dimaknai sebagai biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan selama periode tertentu. Jadi perhitungan DSI ini didasarkan pada nilai rata-rata dari persediaan dan HPP khususnya pada periode tertentu. Oleh karena itu perhitungan menggunakan 365 hari atau 1 tahun dan dalam beberapa kasus perhitungannya bisa menggunakan 360 hari untuk satu tahun. Mengenai angka pembilang pada rumus yang digunakan untuk menghitung DSI mewakili penilaian persediaan dan angka sebutan dalam bilangan pecahan pada rumus untuk menghitung DSI mewakili rata-rata biaya per hari yang umumnya dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk. Penggunaan rumus Days Sales in Inventory pada dasarnya tergantung pula pada praktek akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan. Mungkin saja versi perhitungan DSI tiap perusahaan berbeda-beda. Namun tetap saja perhitungan tersebut dilakukan untuk melihat nilai persediaan dalam suatu perusahaan tentunya pada suatu masa atau periode tertentu. Bagaimana Penggunaan Days Sales in Inventory? Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa perhitungan DSI dilakukan untuk mengetahui persediaan perusahaan. Maka tak heran bila nilai DSI yang lebih kecil akan lebih disuka karena dipandang lebih menguntungkan. Jumlah atau nilai DSI yang lebih kecil umumnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut cenderung lebih efisien. Dikatakan efisien sebab perusahaan yang seperti ini cenderung lebih cepat melakukan penjualan atas persediaannya tersebut. Jika penjualan persediaan lebih cepat maka keuntungan yang diperoleh perusahaan akan menjadi lebih tinggi sebab penjualan tersebut bisa menghasilkan keuntungan atau profit bagi perusahaan terkait. Sebaliknya adanya jumlah atau nilai DSI yang besar pada perusahaan sebenarnya menunjukkan adanya masalah yang mungkin sedang dihadapi oleh perusahaan. Misalnya persediaan menjadi usang dan tidak laku atau mungkin masalah lainnya. Atau sebenarnya bisa saja nilai DSI yang tinggi terjadi karena perusahaan memang mempertahankan tingkat inventory agar selalu tinggi Jadi perusahaan bisa tetap menyediakan barang sekalipun mungkin terjadi penjualan bumper di musim mendatang. Jadi perhitungan nilai DSI juga dapat difungsikan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efektivitas manajemen inventory pada sebuah perusahaan. Oleh karena itu nilai DSI ini haruslah diketahui oleh tiap perusahaan untuk mengetahui kondisi persedian pada perusahaan. Bahkan menghitung DSI menjadi hal yang penting karena hal ini bisa dilakukan untuk mendukung operasional perusahaan agar bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. Jika ingin cara yang lebih mudah, maka umumnya aplikasi inventory bisa menjadi salah satu solusinya. Perputaran Persediaan Hal lain yang juga memiliki kaitan erat dengan Days Sales in Inventory adalah inventory turnover. Beberapa orang menyebutnya dengan istilah perputaran persediaan. Bisa dikatakan bahawa inventory turnover ini menunjukkan pada seberapa banyak atau berapa kali perusahaan dapat melakukan proses penjualan atau penggunaan inventory atau persediaan perusahaan selama periode tertentu. Sedangkan inventory turnover adalah hitungan dari HPP dibagi rata-rata inventory. Jika memang telah diketahui inventory turnover perusahaan atau perputaran persediaannya maka barulah kemudian bisa dihitung nilai DSI dengan menggunakan rumus 1 dibagi inventory turnover lalu hasilnya dikali 365 hari. Pada dasarnya DSI sendiri merupakan kebalikan dari perputaran persediaan. Jika nilai DSI perusahaan semakin tinggi maka persediaan tentunya akan semakin rendah. Namun jika DSI rendah maka berarti perputarannya semakin tinggi. Jadi bisa disimpulkan pula bahwa nilai perputaran persediaan atau inventory turnover semakin tinggi maka hal ini akan semakin baik bagi perusahaan terkait. Pada beberapa hal atau kasus rupanya diketahui pula bahwa jika permintaan akan suatu produk sampai melebihi persediaan perusahaan yang ada maka perusahaan akan mengalami kerugian khususnya dalam hal penjualan. Kerugian ini bahkan disebut bisa terjadi sekalipun rasio turnover bernilai tinggi. Oleh karena itu sebaiknya seluruh nilai angka yang didapat tersebut bisa dikontekstualkan dan dibandingkan dengan industri atau perusahaan kompetitor lainnya. Pentingnya Days Sales in Inventory Penghitungan DSI atau Days Sales in Inventory pada dasarnya turut menjadi hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Sebab pada dasarnya pengelolaan inventory perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk turut mengukur keberhasilan bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Perhitungan DSI akan membantu perusahaan untuk bisa mengetahui lebih lagi mengenai persediaan yang ada pada perusahaan. Efektivitas perusahaan dalam hal ini juga bisa diketahui sehingga bisa dilakukan peningkatan kinerja pada perusahaan jika memang DSI perusahaan diketahui tinggi. Tidak hanya itu saja namun efisiensi perusahaan juga bisa dilihat melalui perhitungan DSI ini. Bahkan bukan hanya DSI saja yang perlu diketahui namun juga inventory turnover sebaiknya juga diketahui secara lebih lanjut sebab hal ini turut berpengaruh pada perhitungan Days Sales in Inventory. Dari perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan baik perhitungan DSI maupun perhitungan inventory turnover maka nantinya bisa didapatkan gambaran yang lebih pasti mengenai manajemen inventory perusahaan. Apakah pengelolaan inventory perusahaan selama ini telah berjalan dengan baik dan lancar ataukah justru ada banyak kendala yang dihadapi sehingga proses penjualan menjadi terhambat. Secara lebih jauh nantinya nilai DSI perusahaan akan menjadi sumber informasi bagi calon investor. Maka investor bisa memperkirakan berapa besar dana yang bisa diinvestasikan pada perusahaan terkait. Days Sales in Inventory tentunya perlu dihitung dengan tujuan seperti yang telah tercantum dan telah dibahas di atas. Dengan adanya perhitungan ini maka nantinya dapat diketahui likuiditas dari suatu persediaan yang mewakili berapa lama stok yang ada akan bertahan di perusahaan. Jika dilihat pada kenyataannya DSI yang cenderung sedikit ternyata lebih diminati. Sebab hal nilai DSI yang lebih sedikit menandakan bahwa hanya dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk menghapus persediaan. FAQ Seputar Days Sales in Inventory (DSI) / Hari Penjualan Persediaan 1. Apa itu Days Sales in Inventory (DSI)? DSI adalah metrik yang menunjukkan berapa hari rata-rata sebuah perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah persediaan menjadi penjualan. Metrik ini membantu menilai efisiensi manajemen inventaris. 2. Kenapa DSI penting bagi bisnis? DSI penting karena memberi gambaran seberapa cepat persediaan terjual. Nilai DSI yang rendah sering menunjukkan inventaris bergerak cepat, sedangkan nilai tinggi bisa menandakan persediaan menumpuk atau penjualan lambat. 3. Bagaimana rumus dasar menghitung DSI? Rumus DSI yang umum digunakan adalah: DSI = (Rata-rata persediaan ÷ Harga Pokok Penjualan (HPP)) × Jumlah hari dalam periode (biasanya 365 hari). 4. Apa itu rata-rata persediaan dalam perhitungan DSI? Rata-rata persediaan dihitung dengan: (Persediaan awal + Persediaan akhir) ÷ 2. Ini memberikan nilai persediaan yang lebih stabil sepanjang periode. 5. Bisakah DSI dihitung dengan rumus lain? Ya, selain rumus di atas, DSI juga dapat dihitung dengan membalik rasio inventory turnover menggunakan: DSI = Jumlah hari ÷ Inventory turnover (mis. 365 ÷ rasio), yang memberikan hasil sama. 6. Apa hubungan antara DSI dan inventory turnover ratio? DSI dan inventory turnover saling berkaitan: inventory turnover menunjukkan berapa kali persediaan terjual selama periode, sedangkan DSI menunjukkan jumlah hari rata-rata yang diperlukan untuk menjual persediaan itu. 7. Contoh sederhana perhitungan DSI: Jika rata-rata persediaan adalah Rp120 juta dan HPP tahunan Rp600 juta → DSI = (120 ÷ 600) × 365 ≈ 73 hari → artinya persediaan rata-rata habis terjual dalam 73 hari. 8. Apa arti DSI yang tinggi bagi sebuah perusahaan? DSI tinggi menandakan perusahaan membutuhkan waktu lebih lama menjual persediaan, yang bisa berarti stok berlebih, penjualan lambat, atau masalah permintaan pasar. 9. Apa arti DSI yang rendah? DSI rendah menunjukkan inventaris cepat terjual, yang biasanya baik karena stok cepat bergerak, modal tidak terkunci lama, dan peluang rugi akibat barang usang lebih kecil. 10. Apakah DSI dipengaruhi oleh jenis industri? Ya. Industri yang bergerak dengan produk cepat terjual (mis. retail fesyen) cenderung memiliki DSI lebih rendah dibanding industri produk berat atau barang tahan lama yang biasanya bergerak lebih lambat. 11. Apa hubungan DSI dengan Cash Conversion Cycle (CCC)? DSI adalah komponen dari Cash Conversion Cycle (CCC) yang menunjukkan seberapa cepat perusahaan mengubah investasinya dalam stok menjadi kas dari penjualan. CCC mencakup DSI, Days Sales Outstanding (DSO) dan Days Payable Outstanding (DPO). 12. Bagaimana DSI membantu dalam manajemen persediaan? DSI membantu perusahaan memutuskan kapan harus memesan ulang persediaan, mengidentifikasi produk lambat terjual, dan mengoptimalkan pengelolaan stok agar modal tidak terikat terlalu lama. 13. Data apa yang dibutuhkan untuk menghitung DSI? Perhitungan DSI memerlukan data persediaan awal, persediaan akhir, dan Harga Pokok Penjualan (HPP) selama periode tertentu. 14. DSI berlaku untuk semua jenis inventaris? Ya. DSI dapat mencakup semua jenis persediaan seperti barang jadi, barang dalam proses, atau bahan baku – tergantung konteks bisnisnya. 15. Bagaimana perusahaan menggunakan hasil DSI dalam strategi harga atau pemasaran? Jika DSI tinggi, perusahaan bisa mempertimbangkan diskon, promosi, atau revisi strategi harga dan pemasaran untuk mempercepat perputaran stok. Sebaliknya, DSI rendah dapat berarti produk cepat laku sehingga strategi harga bisa dipertahankan atau disesuaikan untuk margin yang lebih baik.