Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang: Cara Membuat & Contoh Soal Lengkap

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Mekari Jurnal Highlights
  • Persediaan merupakan aset lancar perusahaan yang memengaruhi perhitungan HPP, sehingga adanya ketidaksesuaian data bisa menyebabkan distorsi laporan keuangan
  • Jurnal penyesuaian persediaan menjadi solusi untuk merekonsiliasi catatan pembukuan dengan kondisi fisik sebenarnya, memastikan nilai persediaan, HPP, dan laba tersaji secara objektif
  • Mekanisme jurnal penyesuaian menyesuaikan dengan metode pencatatan persediaan yang diterapkan perusahaan, apakah menggunakan sistem periodik atau perpetual
  • Untuk mempercepat proses pencatatan dan rekonsiliasi, mengadopsi software akuntansi terintegrasi supply chain seperti Mekari Jurnal menjadi solusi yang efektif bagi bisnis modern

Persediaan bukanlah hanya sebuah tumpukan barang yang tersimpan di gudang, namun pada dasarnya merupakan aset lancar yang paling likuid setelah kas.

Bagi sebagian besar industri, seperti sektor jasa, mungkin persediaan hanya sekadar pendukung operasional.

Namun, dalam beberapa industri lainnya, seperti manufaktur, farmasi, ataupun dagan, persediaan menjadi motor penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Di atas kertas, ketidakmampuan melakukan rekonsiliasi nilai persediaan antara catatan pembukuan dengan kondisi fisik di lapangan menjadi pemicu masalah terhadap berbagai masalah kesehatan finansial.

Menariknya, menurut studi kasus dari klien kami mengungkapkan bahwa memanfaatkan software akuntansi terintegrasi mendorong penyusunan laporan keuangan 14x lebih cepat!

Untuk menjawab masalah tersebut, maka jurnal penyesuaian persediaan barang dagang bisa menjadi solusi strategis untuk mengatasinya.

Apa Itu Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang?

Jurnal penyesuaian disusun untuk melaporkan aktivitas bisnis yang telah terjadi, namun belum terdokumentasi dalam sistem pencatatan harian.

Oleh karena itu, penyesuaian dilakukan untuk mencatat nilai aset di neraca dan beban pokok penjualan dalam laba-rugi tetap tersaji secara akurat.

Di satu sisi lainnya, persediaan barang memiliki karakteristik sebagai akun yang bersinggungan langsung dengan operasional (pada akun pembelian dan penjualan) serta posisi keuangan (pada akun aset lancar).

Dalam perusahaan dagang, beban terbesar biasanya terlihat pada Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sangat berkaitan dengan persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir.

Perhitungan bisa saja menjadi salah jika terjadi selisih yang diakibatkan oleh barang rusak, hilang, atau kadaluwarsa yang tidak disesuaikan.

Oleh karena itu, jurnal penyesuaian untuk akun persediaan barang dagang penting untuk mengoreksi nilai saldo akun persediaan di buku besar dengan nilai fisik gudang di akhir periode.

Notes: Proses penyusunan ini juga berkaitan dengan aktivitas stock opname secara berkala untuk mendapatkan data mengenai jumlah fisik, sementara jurnal penyesuaian berperan untuk mencatat datanya ke dalam laporan keuangan.

Fungsi Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Menerapkan jurnal penyesuaian persediaan yang sistematis mempengaruhi nilai operasional perusahaan dagang yang signifikan.

Beberapa manfaatnya, mulai dari:

  1. Memastikan bahwa setiap nilai persediaan yang tercantum di laporan keuangan bersifat objektif dan sesuai dengan kondisi sebenarnya
  2. Perusahaan bisa menentukan HPP yang lebih akurat untuk menentukan harga jual yang lebih kompetitif dan tetap menguntungkan
  3. Dapat terhindar dari kesalahan penyajian aset dalam neraca yang menyesatkan pemakai informasi akuntansi
  4. Bisnis dapat mengidentifikasi barang yang bersifat slow-moving dan barang yang berputar cepat untuk mengelola strategi promosi dan arus kas yang lebih efektif
  5. Dengan menyusun jurnal penyesuaian yang tepat, menciptakan jejak audit yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan

Baca Juga: 7 Tips Mudah Melakukan Audit Stok Barang

Sistem Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Sistem Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Sebelum masuk ke pencatatan jurnal penyesuaian, Anda harus menetukan metode pencatatan persediaan yang akan digunakan oleh perusahaan.

Pemilihan ini sangat mempengaruhi struktur dan frekuensi pemakaian jurnal penyesuaian yang harus dibuat.

Dalam perusahaan dagang sendiri, umumnya sistem pencatatan persediaan yang sering digunakan adalah sistem periodik dan perpetual.

1. Sistem Periodik

Sistem pencatatan persediaan periodik umum digunakan pada perusahaan dengan volume transaksi yang tinggi namun dengan nilai per unit yang relatif rendah.

Dalam sistem ini, mutasi persediaan tidak tercatat dalam akun persediaan selama periode berjalan.

Dampaknya jurnal penyesuaian pada sistem periodik akan tersusun sangat kompleks karena harus menghapus saldo awal, menutup akun pembelian dan akun terkait (retur, potongan, beban angkut), serta memunculkan saldo akhir.

Adapu kelemahan dari sistem periodik yaitu tidak dapat mengetahui posisi stok secara real-time.

Baca Juga: Optimalkan Manajemen Persediaan dengan Sistem Akuntansi: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Metode Penerapan

2. Sistem Perpetual

Metode pencatatan perpetual merupakan sistem yang lebih cocok dalam industri modern saat ini, di mana setiap transaksi pembelian terjadi akan langsung didebit pada akun persediaan barang dagang.

Kemudian saat terjadi penjualan, akun persediaan langsung dikredit bersamaan dengan akun pendebitan akun HPP.

Melalui sistem pencatatan yang terjadi secara terus-menerus, jurnal penyesuaian dibutuhkan untuk mengakomodasi selisih antara catatan sistem dan kondisi fisik sebenarnya yang ditemukan saat stock opname.

Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Untuk membuat jurnal penyesuaiann persediaan perusahaan dagang, terdapat beberapa langkah sistematis yang bisa dilakukan, mulai dari:

1. Pelaksanaan Stock Opname Terstruktur

Proses penyusunan dimulai dengan melakukan stock opname terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai fisik.

Setiap unit akan diukur dan ditimbang secara rinci kemudian diinput ke dalam kerja kerja.

Baca Juga: Contoh Laporan Stock Opname Barang Excel, Download Di Sini!

2. Analisis Selisih dan Investigasi

Setelah mendapatkan data fisik yang sebenarnya, akuntan bisa membandingkannya dengan nilai yang tercatat dalam saldo buku besar.

Jika menemukan selisih, langkah selanjutnya baru membuat jurnal sekaligus mengidentifikasi penyebab dari angka yang selisih tersebut.

3. Penentuan Syarat Penyerahan Barang

FOB merupakan singkatan dari Free on Board yang menjadi syarat dalam penyerahan barang.

Tahapan ini dilakukan sebab banyak kasus yang ditemukan selisih disebabkan karena barang yang masih dalam perjalanan.

Ada dua FOB yang sering digunakan:

  • FOB Shipping Point merupakan kepemilikan yang berpindah ke gudang penjual. Jika barang belum sampai hingga tanggal tutup buku, maka pembeli mengakuinya sebagai persediaan
  • FOB Destination merupakan kepemilikan yang berpindah ke gudang pembeli. Artinya, barang yang dalam perjalanan akan menjadi milik penjual dan tidak boleh dicatat sebagai persediaan oleh pembeli

4. Pemilihan Akun Debit dan Kredit

Dalam langkah ini, akuntan akan menentukan akun-akun yang akan disesuaikan.

Jika pendekatan melalui HPP, maka akun-akun seperti pembelian, retur pembelian, dan beban angkut pembelian harus ditutup ke akun HPP.

Sedangkan jika mengacu pada perpetual untuk mencatat barang rusak, maka akun beban barng rusak didebit dan persediaan dikredit.

5. Eksekusi Jurnal dalam Sistem

Langkah terakhir tentunya adalah menginput ayat jurnal ke dalam buku besar.

Biasanya pemindahan jurnal ke buku besar dilakukan secara manual melalui spreadsheet. Namun, seiring perkembangan era yang lebih modern, proses ini sering kali dilakukan secara otomatis melalui modul inventori yang terintegrasi langsung dengan sistem akuntansi digital.

Baca Juga: Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Berdasarkan penjelasan langkah-langkah dalam membuat jurnal penyesuaian di atas, bagian berikut ini akan memperdalam cara praktis yang disertai dengan contoh.

Untuk memudahkan penjelasan, penjelasan akan disertai dengan soal kasus beserta contoh penyelesaiannya.

1. Jurnal Penyesuaian Barang Dagang dengan Metode Ikhtisar Laba Rugi

Penyusunan jurnal ini berfokus dalam membersihkan saldo persediaan awal dan pencatatan persediaan akhir setelah stock opname.

Contoh soal kasus:

Sebuah toko grosir memiliki saldo persediaan awal di neraca saldo sebesar Rp20.000.000. Setelah dilakukan stock opname pada 31 Desember 2025, ditemukan fisik barang senilai Rp25.000.000.

Langkah penyelesaian:

  • Hapus persediaan awal dengan akun ikhtisar laba rugi didebit dan akun persediaan didebit untuk mengosongkan saldonya
  • Munculkan persediaan akhir dengan akun persediaan didebit sesuai nilai fisik yang ditemukan, dan ikhtisar laba rugi dikredit

Ayat jurnal penyesuaian akan terlihat sebagai berikut:

Tanggal Nama Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
31/12/2025 Ikhtisar Laba Rugi 20.000.000
Persediaan Barang Dagang (Awal) 20.000.000
31/12/2025 Persediaan Barang Dagang (Akhir) 25.000.000
Ikhtisar Laba Rugi 25.000.000

2. Jurnal Penyesuaian dengan Pendekatan Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dalam pendekatan HPP, catatan akan berjalan lebih komprehensif dengan menggabungkan seluruh elemen biaya perolehan barang ke akun HPP.

Untuk melihat caranya, simak data yang akan digunakan berikut ini:

  • Persediaan awal: Rp24.000.000
  • Pembelian bersih (setelah retur & diskon): Rp174.000.000
  • Stock opname akhir: Rp31.000.000

Selanjutnya, hitung nilai HPP menggunakan rumus berikut:

= Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

= 24.000.000 + 174.000.000 – 31.000.000 = Rp167.000.000

Jurnal penyesuaiannya akan dibagi ke dalam dua tahap.

Langkah pertama bertujuan untuk menutup pembelian ke akun persediaan agar saldo persediaan tersedia untuk perhitungan HPP.

Lalu, langkah kedua untuk mencatat beban HPP dan mengurangi persediaan agar sesuai dengan hasil stock opname.

1. Tutup akun pembelian ke persediaan

Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
31/12/2025 Persediaan Barang Dagang 174.000.000
31/12/2025 Pembelian 174.000.000

2. Masukkan akun HPP dan seesuaikan dengan persediaan dagang akhir

Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
31/12/2025 Harga Pokok Penjualan (HPP) 167.000.000
31/12/2025 Persediaan Barang Dagang 167.000.000

Baca Juga: 11 Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Sederhana

3. Stock Opname Selisih Kurang

Dalam konteks ini, perusahaan mengadopsi sistem persediaan perpetual sehingga harus disesuaikan jika ditemukan adanya selisih nilai.

Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan data sebagai berikut:

  • Saldo buku persediaan akhir sebelum penyesuaian: Rp5.000.000
  • Hasil stock opname persediaan fisik: Rp4.800.000

Nyatanya, terdapat selisih sebesar Rp200.000 daripada nilai fisik yang dicatat dalam gudang.

Untuk melakukan pengoreksian, akun HPP akan naik dan mengurangi persediaan agar catatan seimbang.

Jurnal penyesuaian akan sebagai berikut:

Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
31/12/2025 Harga Pokok Penjualan (HPP) 200.000
31/12/2025 Persediaan Barang Dagang 200.000

Tips Mengelola Persediaan Barang Dagang agar Minim Penyesuaian

Pengelolaan sistem pencatatan bisnis masih sering menemukan berbagai kesalahan walaupun telah dikelola oleh praktisi berpengalaman sekalipun.

Risiko ini umumnya berkaitan dengan human error, seperti kesalahan perhitungan, lupa menginput data, dan manipulasi angka.

Untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi lagi, Anda harus dapat menerapkan sistem akuntansi yang presisi dan menggabungkan kapabilitas akuntan yang tinggi dan teknologi akuntansi yang canggih.

Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan, seperti:

1. Sistem Pelacakan Barang Real-time

Sistem pelacakan barang telah berkembang semakin inovatif dengan adanya penerapan teknologi sensor Internet of Things (IoT) dan tagging RFID.

Melalui pelacakan berbasis barcode dan digital, pengguna bisa memantau barang secara langsung dari pintu gudang ke tangan pelanggan, mengurangi risiko human error sebesar 43.5%.

2. Analisis Prediktif AI

Operasional bisnis saat ini telah menigkatkan proses integrasi dengan dukungan AI sebagai asisten pekerjaan berbasis digital.

Baca Juga: 10 Cara Mudah Mengelola Persediaan Barang dalam Bisnis

Melalui analisis AI, perusahaan dapat memprediksi dan mengoptimalkan proses bisnis secara lebih efektif dan efisien.

3. Otomasi Melalui Cloud Accounting

Pemanfaatan software cloud accounting seperti Mekari Jurnal memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian stok dan penyusunan laporan keuangan secara otomatis.

Baik itu di kantor pusat maupun di gudang cabang, pekerjaan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja secara real-time, yang dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Kesimpulan

Persediaan merupakan aset lancar strategis perusahaan yang penting dalam menjaga stabilitas arus kas, khususnya dalam perusahaan dagang.

Adanya selisih data antara catatan pembukuan dan kondisi fisik di gudang dapat berakibat fatal dalam hasil pelaporan di laporan keuangan.

Sehingga, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang menjadi solusi akuntansi untuk mencerminkan data aktual untuk menyesuaikan data dari pembukuan dan stock opname.

Cara manual mungkin sering dilakukan dalam usaha mikro dan kecil, namun bagi perusahaan menengah dan besar yang memiliki volume tinggi akan kesulitan untuk menghadapinya.

Di sinilah Mekari Jurnal sebagai software akuntansi dan supply chain bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan dukungan pencatatan pembukuan dan manajemen inventaris secara real-time.

Perusahaan dapat meminimalisir terjadinya human error dan selisih stok, sekaligus mempercepat rekonsiliasi serta menjaga akurasi HPP tetap konsisten.

Real case di lapangan menurut klien kami juga mengungkapkan  bahwa fitur manajemen inventaris Mekari Jurnal dapat membuat rekapan stock opname 90% Lebih cepat.

Coba gratis sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Procurement Tactics, “Inventory Management Statistics – 30 Key Figures”.

Universal CPA Review, “Physical Inventory Adjusting Journal Entry”.

Lumen Learning, “Adjusting Entries for a Merchandising Company”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami