Jurnal Amortisasi Sewa: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Pencatatan Akuntansi Highlights Sejak diberlakukannya PSAK 73 sewa, perusahaan wajib mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa di neraca, sehingga jurnal amortisasi sewa menjadi bagian penting dalam proses akuntansi sewa modern Dalam praktik akuntansi sewa, amortisasi sewa lease dihitung secara sistematis sepanjang masa kontrak agar beban di laporan laba-rugi sesuai dengan periode manfaat aset Dengan memahami contoh jurnal amortisasi sewa yang benar, akuntan dapat menjaga akurasi neraca dan laporan laba-rugi Akuntansi sewa menjadi standar penting sejak pengakuan aset hak guna telah diatur dalam PSAK 73.Dalam aturan ini, neraca perusahaan mengalami perubahan di mana saset yang sebelumnya tersembunyi dalam catatan kaki akan ditampilkan sebagai aset hak guna dan liabilitas sewa.Studi dari klien kami mengungkapkan bahwa memanfaatkan software akuntansi mampu 95% mempercepat proses pembuatan laporan dibandingkan cara manual. Perlakuan ini juga mengubah cara menyajikan biaya sewa, melalui jurnal amortisasi sewa sebagai mekanisme untuk mengurangi nilai aset hak guna ke dalam beban sepanjang masa sewa. Apa Itu Jurnal Amortisasi Sewa?Jurnal amortisasi sewa merupakan entri penyesuaian yang dibuat secara periodik untuk mengakui beban penyusutan atas aset hak guna pada laporan laba-rugi.JIka melihat dari konteks sewa pembiayaan atau sewa yang dikapitalisasi, aset hak guna akan tercatat pada awal masa sewa, lalu aset tersebut diamortisasi selama masa manfaat atau masa sewa.Perbedaan pencatatan antara praktik lama dan terbaru terletak pada pengaruhnya terhadap struktur laporan keuangan, di mana: Pendekatan lama: beban sewa diakui secara langsung sebagai biaya periode saat terutang Pendekatan baru: ada pengakuan aset hak guna dan kewajiban sewa, lalu amortisasi aset hak guna dilaporkan terpisah dari komponen bunga atas kewajiban sewa Fungsi Jurnal Amortisasi SewaMenerapkan mekanisme jurnal amortisasi sewa tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban aturan akuntansi, namun membantu meningkatkan akurasi dalam pelaporan dan manajerial.Adapun fungsi-fungsi utama tersebut, antara lain: Fungsi Keterangan Alokasi Biaya Sistematis Memastikan biaya perolehan hak guna didistribusikan dengan adil sepanjang masa sewa Pengakuan Beban Akurat Menjaga prinsip matching principle Pengurangan Nilai Aset Agar konsisten dalam mengurangi nilai aset hak guna di neraca Akurasi Neraca Memastikan pencatatan kewajiban sewa dan sisa nilai aset hak guna tetap akurat Transparansi Fiskal Membantu dalam proses rekonsiliasi fiskal karena ada perbedaan pengakuan antara akuntansi dan aturan pajak Baca Juga: Memahami Akuntansi Sewa Guna Usaha: Pengertian, Manfaat, dan Contoh PenerapanKomponen Akun yang Terlibat dalam Jurnal AmortisasiMemasuki penyusunan jurnal amortisasi sewa, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja komponen akun yang terikat di dalamnya.Mengetahui komponen yang terlibat dalam jurnal dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam neraca.1. Beban Amortisasi SewaAkun beban amortisasi sewa merupakan akun beban yang muncul di laporan laba-rugi, berada di sisi debit.Setiap akhir periode (akhir bulan atau akhir tahun), akuntan perlu mendebit akun ini untuk mencatat porsi nilai aset hak guna yang telah dimanfaatkan selama periode tersebut.2. Hak Guna AsetHak guna aset mencerminkan aset non-lancar di neraca. Dalam proses amortisasi, akun ini akan dikredit untuk mengurangi nilai buku aset.3. Akumulasi Amortisasi SewaPada beberapa kasus, seringkali perusahaan tidak mengkredit langsug akun hak guna aset, namun akun kontra-asetnya yaitu akumulasi amortisasi sewa.Mekanisme ini terjadi agar nilai perolehan awal aset tetap terlihat di neraca, sementara total penyusutan yang telah berjalan tersaji sebagai pengurangnya.Baca Juga: Panduan Lengkap tentang Amortisasi: Definisi, Formula, dan Jadwal4. Liabilitas SewaAkun liabilitas sewa merupakan cerminan utang perusahaan kepada penyewa yang perlu dilunasi melalui pembayaran berkala.Perlu Anda ketahui bahwa pengurangan saldo liabilitas sewa terjadi melalui pembayaran kas, bukan melalui jurnal amortisasi aset.Cara Membuat Jurnal Amortisasi SewaSetelah Anda sudah memahami apa manfaat dan komponen pembentuk jurnal amortisasi sewa, maka selanjutnya adalah melihat cara membuatnya yang praktis dan optimal.1. Identifikasi Nilai Awal Aset dan LiabilitasPertama-tama Anda bisa menghitung nilai kini seluruh pembayaran sewa dalam kontrak dan menentukan tingkat bunga, baik bung implisit dalam sewa jika bisa ditentukan, atau tingkat bunga pinjaman inkremental penyewa.NIlai ini kemudian akan menjadi saldo awal bagi aset hak guna dan liabilitas sewa.2. Tentukan Periode AmortisasiSelanjutnya menentukan periode amortisasi yang biasanya mengikuti durasi kontrak sewa yang sudah disepakati.Namun, periode amortisasi juga bisa didasarkan pada umur ekonomis aset apabila kontrak telah mencakup opsi pembelian aset pada akhir masa sewa.Penentuan durasi ini menjadi cukup penting karena menjadi penyebut dalam rumus perhitungan amortisasi per periode.3. Hitung Porsi Amortisasi Menggunakan Metode Garis LurusMenghitung amortisasi umumnya menggunakan metode garis lurus, rumus yang bisa digunakan yaitu:Amortisasi Per Periode = Total Nilai Aset Hak Guna ÷ Total Masa Sewa (Bulan/ Tahun)Hasil dari perhitungan ini akan digunakan sebagai nilai yang dijurnal setiap periodenya hingga masa sewa berakhir.4. Eksekusi Pencatatan JurnalTerakhir, buat jurnal di buku besar atau sistem akuntansi Anda. Format dasar untuk entri jurnal pengakuan amortisasi bulanan, yaitu: (Debit) Beban Amortisasi Sewa (Kredit) Akumulasi Amortisasi – Hak Guna Aset Contoh Jurnal Amortisasi SewaUntuk lebih mudah memahami cara membuat jurnal amortisasi sewa, simak dua contoh kasus berikut beserta tabel jurnalnya.1. Amortisasi Sewa Dibayar di MukaKondisi: PT Maju Jaya membayar sewa kantor sebesar Rp120.000.000 pada tanggal 1 Januari 2026 untuk masa sewa 1 tahun (12 bulan).Berdasarkan kasus tersebut, buat: Jurnal saat pembayaran sewa Jurnal penyesuaian amortisasi per bulan Tabel jurnalnya Langkah-langkah:Pertama-tama, hitung amortisasi per bulan, Rp120.000.000 ÷ 12 bulan = Rp10.000.000 per bulanJurnal saat pembayaran (per 1 Januari 2026) akan terlihat sebagai berikut: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) 1 Jan 2026 Sewa Dibayar di Muka 120.000.000 Kas 120.000.000 Lalu, jurnal penyesuaian amortisasi yang akan dibuat pada 31 Januari 2026 akan terlihat sebagai berikut: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) 31 Jan 2026 Beban Sewa 10.000.000 Sewa Dibayar di Muka 10.000.000 Selanjutnya, tabel amortisasi untuk tiga bulan pertama akan terlihat sebagai berikut: Bulan Beban Sewa (Rp) Sisa Sewa Dibayar di Muka (Rp) Januari 10.000.000 110.000.000 Februari 10.000.000 100.000.000 Maret 10.000.000 90.000.000 2. Amortisasi Bulanan dengan BungaKondisi: Perusahaan menyewa kendaraan. Nilai kini kewajiban sewa = Rp 150.000.000; masa sewa = 3 tahun (36 bulan); tingkat bunga efektif 6% per tahun; amortisasi hak guna menggunakan garis lurus; pembayaran sewa bulanan termasuk bunga dan pokok.Langkah-langkah:1. Hitung amortisasi bulanan dengan menggunakan metode garis lurus.Komponen perhitungan: Nilai awal hak guna = 150.000.000 Periode = 36 bulan Amortisasi per bulan = 150.000.000 ÷ 36= 150.000.000 ÷ 36 = 4.166.666,666 pembulatan ke Rp 4.166.667 per bulanVerifikasi: 4.166.667 × 36 = 150.000.012 (selisih pembulatan ditutup pada periode terakhir)2. Pisahkan komponen bunga tiap bulanKebijakan sewa awal adalah 150.000.000, bunga bulan pertama (imbas 6% p.a. → 0,06/12 per bulan = 0,005) = 150.000.000 × 0,005 = 750.000.Jika pembayaran sewa bulanan disepakati Rp 5.000.000, maka porsi pokok pelunasan = 5.000.000 − 750.000 = 4.250.000.Pengurangan kewajiban sewa = 4.250.000.Jurnal bulan pertama (pada 31 Januari 2026 akan terlihat sebagai berikut: Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) Beban Bunga 750.000 – Beban Amortisasi Sewa 4.166.667 – Kas/ Utang Pembayaran Sewa – 5.000.000 Kewajiban Sewa (pelunasan) 4.250.000 – (dikredit pada jurnal lain) Baca Juga: 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Pencatatan JurnalTips Praktis dalam Pencatatan Jurnal Amortisasi SewaBeberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan ketika mencatat jurnal amortisasi sewa, di antaranya: Siapkan tabel amortisasi sebelum membuat jurnal untuk membantu memeriksa konsistensi angka Terapkan kebijakan pembulatan yang konsisten dan catat pengaruhnya pada periode terakhir Pisahkan komponen bunga dan amortisasi pada jurnal untuk transparansi EBITDA dan penghitungan beban keuangan Gunakan akun akumulasi amortisasi agar neraca menunjukkan nilai bruto aset dan akumulasi amortisasinya Perbarui jadwal jika ada perubahan kontrak, misalnya perubahan syarat sewa, opsi perpanjangan, atau modifikasi sewa Simpan dokumentasi kontrak sewa, perhitungan nilai kini, asumsi tingkat diskonto, serta tabel amortisasi untuk kebutuhan audit dan review manajemen Gunakan fitur amortisasi otomatis pada software akuntansi untuk mengurangi tugas manual dan kesalahan penginputan Baca Juga: 15 Rekomendasi Software Akuntansi Online Terbaik di IndonesiaKesimpulanDengan memahami praktik pencatatan jurnal amortisasi sewa yang benar dan mengadopsi PSAK 73 yang tepat membantu menaikkan standar transparansi laporan keuangan.Selain itu, amortisasi merupakan kunci penting untuk memastikan aset hak guna perusahaan dicatat pada nilai yang wajar.Namun, di tengah volume transaksi yang semakin tinggi dan aturan standar yang semakin kompleks, cara manual mungkin sulit untuk untuk menjaga efisiensi dan akurasi.Dengan Mekari Jurnal, semua amortisasi sewa dapat dicatat otomatis, dihitung dengan presisi menurut standar PSAK 73, dan terintegrasi ke laporan keuangan secara real-time.Hilangkan risiko human error dan berikan tim waktu lebih untuk fokus pada analisis strategis daripada sekadar menghitung angka.Coba GRATIS sekarang dan rasakan kemudahan transformasi digital untuk kesehatan finansial perusahaan Anda!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IAI, “PSAK 73: Sewa”.Scribd, “Jurnal Amortisasi Sewa dan Akuntansi”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Jurnal Amortisasi Sewa: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Pencatatan Akuntansi Highlights Sejak diberlakukannya PSAK 73 sewa, perusahaan wajib mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa di neraca, sehingga jurnal amortisasi sewa menjadi bagian penting dalam proses akuntansi sewa modern Dalam praktik akuntansi sewa, amortisasi sewa lease dihitung secara sistematis sepanjang masa kontrak agar beban di laporan laba-rugi sesuai dengan periode manfaat aset Dengan memahami contoh jurnal amortisasi sewa yang benar, akuntan dapat menjaga akurasi neraca dan laporan laba-rugi Akuntansi sewa menjadi standar penting sejak pengakuan aset hak guna telah diatur dalam PSAK 73.Dalam aturan ini, neraca perusahaan mengalami perubahan di mana saset yang sebelumnya tersembunyi dalam catatan kaki akan ditampilkan sebagai aset hak guna dan liabilitas sewa.Studi dari klien kami mengungkapkan bahwa memanfaatkan software akuntansi mampu 95% mempercepat proses pembuatan laporan dibandingkan cara manual. Perlakuan ini juga mengubah cara menyajikan biaya sewa, melalui jurnal amortisasi sewa sebagai mekanisme untuk mengurangi nilai aset hak guna ke dalam beban sepanjang masa sewa. Apa Itu Jurnal Amortisasi Sewa?Jurnal amortisasi sewa merupakan entri penyesuaian yang dibuat secara periodik untuk mengakui beban penyusutan atas aset hak guna pada laporan laba-rugi.JIka melihat dari konteks sewa pembiayaan atau sewa yang dikapitalisasi, aset hak guna akan tercatat pada awal masa sewa, lalu aset tersebut diamortisasi selama masa manfaat atau masa sewa.Perbedaan pencatatan antara praktik lama dan terbaru terletak pada pengaruhnya terhadap struktur laporan keuangan, di mana: Pendekatan lama: beban sewa diakui secara langsung sebagai biaya periode saat terutang Pendekatan baru: ada pengakuan aset hak guna dan kewajiban sewa, lalu amortisasi aset hak guna dilaporkan terpisah dari komponen bunga atas kewajiban sewa Fungsi Jurnal Amortisasi SewaMenerapkan mekanisme jurnal amortisasi sewa tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban aturan akuntansi, namun membantu meningkatkan akurasi dalam pelaporan dan manajerial.Adapun fungsi-fungsi utama tersebut, antara lain: Fungsi Keterangan Alokasi Biaya Sistematis Memastikan biaya perolehan hak guna didistribusikan dengan adil sepanjang masa sewa Pengakuan Beban Akurat Menjaga prinsip matching principle Pengurangan Nilai Aset Agar konsisten dalam mengurangi nilai aset hak guna di neraca Akurasi Neraca Memastikan pencatatan kewajiban sewa dan sisa nilai aset hak guna tetap akurat Transparansi Fiskal Membantu dalam proses rekonsiliasi fiskal karena ada perbedaan pengakuan antara akuntansi dan aturan pajak Baca Juga: Memahami Akuntansi Sewa Guna Usaha: Pengertian, Manfaat, dan Contoh PenerapanKomponen Akun yang Terlibat dalam Jurnal AmortisasiMemasuki penyusunan jurnal amortisasi sewa, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja komponen akun yang terikat di dalamnya.Mengetahui komponen yang terlibat dalam jurnal dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam neraca.1. Beban Amortisasi SewaAkun beban amortisasi sewa merupakan akun beban yang muncul di laporan laba-rugi, berada di sisi debit.Setiap akhir periode (akhir bulan atau akhir tahun), akuntan perlu mendebit akun ini untuk mencatat porsi nilai aset hak guna yang telah dimanfaatkan selama periode tersebut.2. Hak Guna AsetHak guna aset mencerminkan aset non-lancar di neraca. Dalam proses amortisasi, akun ini akan dikredit untuk mengurangi nilai buku aset.3. Akumulasi Amortisasi SewaPada beberapa kasus, seringkali perusahaan tidak mengkredit langsug akun hak guna aset, namun akun kontra-asetnya yaitu akumulasi amortisasi sewa.Mekanisme ini terjadi agar nilai perolehan awal aset tetap terlihat di neraca, sementara total penyusutan yang telah berjalan tersaji sebagai pengurangnya.Baca Juga: Panduan Lengkap tentang Amortisasi: Definisi, Formula, dan Jadwal4. Liabilitas SewaAkun liabilitas sewa merupakan cerminan utang perusahaan kepada penyewa yang perlu dilunasi melalui pembayaran berkala.Perlu Anda ketahui bahwa pengurangan saldo liabilitas sewa terjadi melalui pembayaran kas, bukan melalui jurnal amortisasi aset.Cara Membuat Jurnal Amortisasi SewaSetelah Anda sudah memahami apa manfaat dan komponen pembentuk jurnal amortisasi sewa, maka selanjutnya adalah melihat cara membuatnya yang praktis dan optimal.1. Identifikasi Nilai Awal Aset dan LiabilitasPertama-tama Anda bisa menghitung nilai kini seluruh pembayaran sewa dalam kontrak dan menentukan tingkat bunga, baik bung implisit dalam sewa jika bisa ditentukan, atau tingkat bunga pinjaman inkremental penyewa.NIlai ini kemudian akan menjadi saldo awal bagi aset hak guna dan liabilitas sewa.2. Tentukan Periode AmortisasiSelanjutnya menentukan periode amortisasi yang biasanya mengikuti durasi kontrak sewa yang sudah disepakati.Namun, periode amortisasi juga bisa didasarkan pada umur ekonomis aset apabila kontrak telah mencakup opsi pembelian aset pada akhir masa sewa.Penentuan durasi ini menjadi cukup penting karena menjadi penyebut dalam rumus perhitungan amortisasi per periode.3. Hitung Porsi Amortisasi Menggunakan Metode Garis LurusMenghitung amortisasi umumnya menggunakan metode garis lurus, rumus yang bisa digunakan yaitu:Amortisasi Per Periode = Total Nilai Aset Hak Guna ÷ Total Masa Sewa (Bulan/ Tahun)Hasil dari perhitungan ini akan digunakan sebagai nilai yang dijurnal setiap periodenya hingga masa sewa berakhir.4. Eksekusi Pencatatan JurnalTerakhir, buat jurnal di buku besar atau sistem akuntansi Anda. Format dasar untuk entri jurnal pengakuan amortisasi bulanan, yaitu: (Debit) Beban Amortisasi Sewa (Kredit) Akumulasi Amortisasi – Hak Guna Aset Contoh Jurnal Amortisasi SewaUntuk lebih mudah memahami cara membuat jurnal amortisasi sewa, simak dua contoh kasus berikut beserta tabel jurnalnya.1. Amortisasi Sewa Dibayar di MukaKondisi: PT Maju Jaya membayar sewa kantor sebesar Rp120.000.000 pada tanggal 1 Januari 2026 untuk masa sewa 1 tahun (12 bulan).Berdasarkan kasus tersebut, buat: Jurnal saat pembayaran sewa Jurnal penyesuaian amortisasi per bulan Tabel jurnalnya Langkah-langkah:Pertama-tama, hitung amortisasi per bulan, Rp120.000.000 ÷ 12 bulan = Rp10.000.000 per bulanJurnal saat pembayaran (per 1 Januari 2026) akan terlihat sebagai berikut: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) 1 Jan 2026 Sewa Dibayar di Muka 120.000.000 Kas 120.000.000 Lalu, jurnal penyesuaian amortisasi yang akan dibuat pada 31 Januari 2026 akan terlihat sebagai berikut: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) 31 Jan 2026 Beban Sewa 10.000.000 Sewa Dibayar di Muka 10.000.000 Selanjutnya, tabel amortisasi untuk tiga bulan pertama akan terlihat sebagai berikut: Bulan Beban Sewa (Rp) Sisa Sewa Dibayar di Muka (Rp) Januari 10.000.000 110.000.000 Februari 10.000.000 100.000.000 Maret 10.000.000 90.000.000 2. Amortisasi Bulanan dengan BungaKondisi: Perusahaan menyewa kendaraan. Nilai kini kewajiban sewa = Rp 150.000.000; masa sewa = 3 tahun (36 bulan); tingkat bunga efektif 6% per tahun; amortisasi hak guna menggunakan garis lurus; pembayaran sewa bulanan termasuk bunga dan pokok.Langkah-langkah:1. Hitung amortisasi bulanan dengan menggunakan metode garis lurus.Komponen perhitungan: Nilai awal hak guna = 150.000.000 Periode = 36 bulan Amortisasi per bulan = 150.000.000 ÷ 36= 150.000.000 ÷ 36 = 4.166.666,666 pembulatan ke Rp 4.166.667 per bulanVerifikasi: 4.166.667 × 36 = 150.000.012 (selisih pembulatan ditutup pada periode terakhir)2. Pisahkan komponen bunga tiap bulanKebijakan sewa awal adalah 150.000.000, bunga bulan pertama (imbas 6% p.a. → 0,06/12 per bulan = 0,005) = 150.000.000 × 0,005 = 750.000.Jika pembayaran sewa bulanan disepakati Rp 5.000.000, maka porsi pokok pelunasan = 5.000.000 − 750.000 = 4.250.000.Pengurangan kewajiban sewa = 4.250.000.Jurnal bulan pertama (pada 31 Januari 2026 akan terlihat sebagai berikut: Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) Beban Bunga 750.000 – Beban Amortisasi Sewa 4.166.667 – Kas/ Utang Pembayaran Sewa – 5.000.000 Kewajiban Sewa (pelunasan) 4.250.000 – (dikredit pada jurnal lain) Baca Juga: 5 Metode Penyusutan Aktiva Tetap dan Pencatatan JurnalTips Praktis dalam Pencatatan Jurnal Amortisasi SewaBeberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan ketika mencatat jurnal amortisasi sewa, di antaranya: Siapkan tabel amortisasi sebelum membuat jurnal untuk membantu memeriksa konsistensi angka Terapkan kebijakan pembulatan yang konsisten dan catat pengaruhnya pada periode terakhir Pisahkan komponen bunga dan amortisasi pada jurnal untuk transparansi EBITDA dan penghitungan beban keuangan Gunakan akun akumulasi amortisasi agar neraca menunjukkan nilai bruto aset dan akumulasi amortisasinya Perbarui jadwal jika ada perubahan kontrak, misalnya perubahan syarat sewa, opsi perpanjangan, atau modifikasi sewa Simpan dokumentasi kontrak sewa, perhitungan nilai kini, asumsi tingkat diskonto, serta tabel amortisasi untuk kebutuhan audit dan review manajemen Gunakan fitur amortisasi otomatis pada software akuntansi untuk mengurangi tugas manual dan kesalahan penginputan Baca Juga: 15 Rekomendasi Software Akuntansi Online Terbaik di IndonesiaKesimpulanDengan memahami praktik pencatatan jurnal amortisasi sewa yang benar dan mengadopsi PSAK 73 yang tepat membantu menaikkan standar transparansi laporan keuangan.Selain itu, amortisasi merupakan kunci penting untuk memastikan aset hak guna perusahaan dicatat pada nilai yang wajar.Namun, di tengah volume transaksi yang semakin tinggi dan aturan standar yang semakin kompleks, cara manual mungkin sulit untuk untuk menjaga efisiensi dan akurasi.Dengan Mekari Jurnal, semua amortisasi sewa dapat dicatat otomatis, dihitung dengan presisi menurut standar PSAK 73, dan terintegrasi ke laporan keuangan secara real-time.Hilangkan risiko human error dan berikan tim waktu lebih untuk fokus pada analisis strategis daripada sekadar menghitung angka.Coba GRATIS sekarang dan rasakan kemudahan transformasi digital untuk kesehatan finansial perusahaan Anda!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:IAI, “PSAK 73: Sewa”.Scribd, “Jurnal Amortisasi Sewa dan Akuntansi”.