Biaya Operasional: Definisi, Jenis-Jenis, Komponen dan Cara Menghitungnya dalam Laporan Keuangan Highlights Biaya operasional mencerminkan seluruh pengeluaran rutin untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, mulai dari gaji, sewa, hingga biaya pemasaran Pengelolaan biaya operasional yang tidak tepat dapat menggerus laba bersih dan menurunkan kredibilitas laporan keuangan Pemahaman klasifikasi biaya membantu perusahaan melakukan pengendalian anggaran, analisis break-even, serta mengelola risiko operating leverage secara lebih strategis Pemanfaatan software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal mampu mempercepat pembuatan laporan dan meningkatkan akurasi laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya Dalam menjalankan sebuah usaha, terdapat biaya yang rutin dikeluarkan agar bisnis tetap berjalan aktivitas hariannya secara optimal.Biaya ini dikenal sebagai biaya operasional, atau istilah lainnya yakni operating expenses (OPEX) dalam pencatatan akuntansi.Komponen ini penting untuk dicatat secara detail dalam laporan keuangan, karena adanya kesalahan dalam pengelolaannya dapat berdampak fatal kepada kredibilitas dan akurasi laporan.Sebuah riset dari klien kami menunjukkan hasil dari memanfaatkan software akuntansi terintegrasi yang mempercepat proses pembuatan laporan hingga 95%.Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan lebih dalam definisi dan mekanisme perhitungan biaya operasional secara komprehensif. Apa Itu Biaya Operasional?Biaya operasional atau OPEX merupakan pengeluaran yang terjadi dari aktivitas perusahaan ketika menjalankan bisnisnya sehari-hari.Cakupan biaya ini mulai dari gaji tenaga ahli hingga biaya yang mendukung infrastruktur digital.Manajemen biaya operasional menjadi aspek penting dalam menghadapi disrupsi pasar yang bisa Anda identifikasi dalam laporan laba rugi dan berpengaruh besar terhadap laba bersih yang dihasilkan.Selain berpengaruh terhadap laba bersih, biaya operasional juga bisa menjadi indikator dalam menilai efisiensi, apabila perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang stabil dengan biaya operasional yang terkendali.Biaya Operasional dalam Struktur Laporan KeuanganKomponen biaya operasional umumnya dapat ditemukan dalam laporan laba rugi untuk memberikan gambaran pengeluaran yang mendukung aktivitas utama bisnis.Biaya ini tidak berkaitan langsung dengan produksi barang seperti halnya Harga Pokok Penjualan (HPP), namun memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari beban penjualan, beban umum dan administrasi.Biaya operasional memiliki kaitan yang erat dengan pendapatan operasional, di mana merupakan laba yang didapat langsung dari kegiatan suatu bisnis.Untuk mendapatkan nilai dari pendapatan operasional, Anda bisa menghitung dengan mengurangi biaya operasional dari laba kotor. Sederhananya adalah sebagai berikut:Pendapatan Operasional = Laba Kotor + Biaya OperasionalAdanya pendapatan operasional akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan inti bisnis dalam menghasilkan keuntungan.Bagi investor, komponen ini juga menjadi gambaran kinerja manajemen mengenai seberapa efektif bisnis menjalankan operasional harian.Baca Juga: Ketahui Beda Harga Pokok Penjualan VS Harga JualJenis-Jenis dan Komponen Biaya OperasionalUntuk dapat memahami struktur dalam biaya operasional yang lebih dalam, terdapat beberapa jenis dan komponen biaya yang harus Anda ketahui.Dengan memahami klasifikasi ini, pengelola dapat melakukan pengendalian biaya yang lebih efektif, baik dari sisi penyusunan anggaran maupun analisis break-even.1. Biaya TetapBiaya tetap atau fixed costs adalah pengeluaran operasional yang tidak akan berubah walaupun volume produk atau tingkat aktivitas meningkat atau menurun.Biaya ini memiliki karakter tetap karena perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar biaya ini, menciptakan sebuah risiko yang dikenal dengan operating leverage.Beberapa komponen biaya tetap yang sering ditemukan adalah biaya sewa bangunan dan gaji karyawan tetap.Biaya tetap yang terlalu tinggi akan menjadi beban arus kas, sehingga perusahaan biasanya beralih ke metode outsourcing agar sebagian biaya tetap menjadi biaya variabel.2. Biaya VariabelSelanjutnya terdapat biaya variabel yang berbanding terbalik dengan biaya tetap, di mana mempunyai nilai yang berfluktuasi sesuai volume aktivitas dan penjualan bisnis.Adanya fleksibilitas ini mendorong komponen biaya variabel lebih mudah untuk dikelola di saat pasar yang tidak menentu.Komponen-komponen dalam variabel mencakup komisi penjualan, biaya logistik, dan biaya bahan baku pembantu.Baca Juga: Mengenal Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost dalam Bisnis3. Biaya Semi-VariabelSelain biaya tetap dan biaya variabel, dalam operasional sehari-hari juga ditemukan biaya yang memiliki elemen dasar tetap, namun juga dapat meningkat seiring kenaikan volume.Salah satu contoh yang paling sering ditemukan adalah biaya utilitas, di mana perusahaan wajib membayar biaya berlangganannya, namun tagihan akhir dapat bervariasi sesuai tingkat pemakaian.Selain utilitas, biaya tenaga kerja juga dapat bersifat semi-variabel apabila perusahaan menerapkan skema gaji pokok ditambah upah lembur atau bonus kinerja.4. Biaya Penyusutan dan AmortisasiBiaya penyusutan dan amortisasi merupakan pengakuan dari nilai penurunan sistematis setelah pemanfaatan suatu aset.Walaupun bersifat non-kas, pencatatan kedua biaya ini penting untuk menunjukkan konsumsi modal perusahaan, khususnya amortisasi untuk aset tidak berwujud seperti lisensi perangkat lunak yang semakin dominan ditemukan dalam struktur biaya operasional perusahaan.Baca Juga: Perbedaan Antara Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian, Metode, dan TujuanApa Perbedaan Biaya Operasional dan Non-Operasional?Selain biaya operasional, di dalam laporan keuangan juga terdapat komponen biaya non-operasional.Biaya non-operasional muncul dari aktivitas yang terjadi di luar kendali operasi utama dan tidak berkontribusi langsung pada aktivitas harian, namun tetap wajib ditanggung oleh perusahaan.Contoh dari biaya non-operasional yang sering ditemui adalah: Beban bunga pinjaman bank Pajak usaha Biaya administrasi bank Kerugian akibat pelepasan aset tetap Sumbangan atau donasi sosial Contoh konkretnya adalah sebagai berikut, sebuah perusahaan retail hendak menjual satu truk pengirimannya di bawah nilai buku dan sudah tidak efektif digunakan.Selisih dari nilai beli dan nilai jual ini akan tercatat sebagai biaya non-operasional.Cara Menghitung Biaya OperasionalTotal biaya operasional bisa dihitung dengan menggabungkan seluruh beban operasional dalam suatu periode yang ditentukan.Rumus dasar dalam menghitung biaya operasional, yaitu:Total Biaya Operasional = Seluruh Biaya Tetap + Seluruh Biaya Variabel + Seluruh Biaya Semi-VariabelUntuk langkah sistematis yang tepat untuk menghitungnya bisa dimulai dari: Identifikasi semua data pengeluaran yang bukan bagian dari HPP, ini mencakup gaji, sewa, asuransi, utilitas, dan biaya pemasaran Klasifikasi dengan memisahkan komponen antara biaya tetap, variabel, dan semi-variabel Lakukan rekonsiliasi data agar memastikan semua biaya dan bukti dokumentasi telah tercantum dengan benar di buku besar Terapkan formula di atas untuk mendapatkan hasil yang akurat Selain total biaya operasional, perusahaan umumnya juga menghitung rasio biaya operasional atau BOPO.Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase ini adalah:Rasio Biaya Operasional = Biaya Operasional ÷ Pendapatan × 100%Dalam laporan laba rugi, angka ini biasanya ditampilkan dalam rincian beban operasional sebelum dikurangi dari laba kotor.Contoh Perhitungan dan Ilustrasi PraktisBerikut adalah contoh komponen biaya operasional untuk menjalankan aktivitas sehari-hari yang biasanya muncul dalam laporan laba-rugi.Periode: 1 Januari – 31 Desember 2026(dalam Rupiah) No. Komponen Biaya Operasional Jumlah 1 Gaji dan Tunjangan Karyawan 420.000.000 2 Biaya Sewa Kantor/ Ruko 120.000.000 3 Biaya Listrik, Air, dan Internet 48.000.000 4 Biaya ATK dan Perlengkapan Kantor 15.000.000 5 Biaya Transportasi dan Operasional 36.000.000 6 Biaya Penyusutan Aset Tetap 30.000.000 7 Biaya Perawatan dan Pemeliharaan 18.000.000 8 Biaya Pemasaran dan Iklan 75.000.000 9 Biaya Jasa Profesional (Akuntan, dll) 22.000.000 10 Biaya Administrasi Bank 6.000.000 Total Biaya Operasional 790.000.000 Jika Anda juga ingin mengetahui persentasi biaya operasional atau BOPO, maka gunakan formulanya.Apabila pendapatan yang dihasilkan perusahaan mencapai Rp3.000.000.000, maka nilai BOPO:Rasio Biaya Operasional = Biaya Operasional ÷ Pendapatan × 100%= 790.000.000 ÷ 3.000.000.000 × 100% = 26,33%Kesimpulan: Mengapa Penting Mengelola Biaya Operasional?Mengelola biaya operasional dengan tepat menunjukkan bahwa perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya secara cerdas dan efektif.Melalui proses efisiensi yang meningkat, perusahaan juga mendapatkan rasio pendapatan yang lebih besar, yang bisa digunakan sebagai investasi untuk pengembangan produk, ekspansi pasar, atau penguatan cadangan kas.Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami pengeluaran aktivitas harian secara spesifik, baik itu biaya tetap, variabel, maupun semi-variabel untuk memaksimalkan pengendalian biaya.Selain meningkatkan pemahaman dalam mengendalikan biaya, Anda juga bisa mengadopsi teknologi yang mengautomasikan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, seperti software akuntansi.Mekari Jurnal merupakan software akuntansi dan operasional bisnis bagian dari software terintegrasi Mekari yang menyediakan dukungan otomatisasi tugas-tugas administratif yang sebelumnya memakan banyak waktu dan biaya.Dengan Mekari Jurnal, setiap biaya operasional tercatat rapi dan saling terhubung dengan laporan laba rugi serta laporan keuangan lain secara real-time.Coba GRATIS sekarang dan kelola finansial bisnis Anda lebih efisien!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Investopedia, “Operating Costs: Definition, Formula, Types, and Examples”.ScienceDirect, “Operating Cost”.CFI, “Operating Expenses”.IJAFIBS, “Operating costs and profitability to company value”. Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Biaya Operasional: Definisi, Jenis-Jenis, Komponen dan Cara Menghitungnya dalam Laporan Keuangan Highlights Biaya operasional mencerminkan seluruh pengeluaran rutin untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, mulai dari gaji, sewa, hingga biaya pemasaran Pengelolaan biaya operasional yang tidak tepat dapat menggerus laba bersih dan menurunkan kredibilitas laporan keuangan Pemahaman klasifikasi biaya membantu perusahaan melakukan pengendalian anggaran, analisis break-even, serta mengelola risiko operating leverage secara lebih strategis Pemanfaatan software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal mampu mempercepat pembuatan laporan dan meningkatkan akurasi laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya Dalam menjalankan sebuah usaha, terdapat biaya yang rutin dikeluarkan agar bisnis tetap berjalan aktivitas hariannya secara optimal.Biaya ini dikenal sebagai biaya operasional, atau istilah lainnya yakni operating expenses (OPEX) dalam pencatatan akuntansi.Komponen ini penting untuk dicatat secara detail dalam laporan keuangan, karena adanya kesalahan dalam pengelolaannya dapat berdampak fatal kepada kredibilitas dan akurasi laporan.Sebuah riset dari klien kami menunjukkan hasil dari memanfaatkan software akuntansi terintegrasi yang mempercepat proses pembuatan laporan hingga 95%.Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan lebih dalam definisi dan mekanisme perhitungan biaya operasional secara komprehensif. Apa Itu Biaya Operasional?Biaya operasional atau OPEX merupakan pengeluaran yang terjadi dari aktivitas perusahaan ketika menjalankan bisnisnya sehari-hari.Cakupan biaya ini mulai dari gaji tenaga ahli hingga biaya yang mendukung infrastruktur digital.Manajemen biaya operasional menjadi aspek penting dalam menghadapi disrupsi pasar yang bisa Anda identifikasi dalam laporan laba rugi dan berpengaruh besar terhadap laba bersih yang dihasilkan.Selain berpengaruh terhadap laba bersih, biaya operasional juga bisa menjadi indikator dalam menilai efisiensi, apabila perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang stabil dengan biaya operasional yang terkendali.Biaya Operasional dalam Struktur Laporan KeuanganKomponen biaya operasional umumnya dapat ditemukan dalam laporan laba rugi untuk memberikan gambaran pengeluaran yang mendukung aktivitas utama bisnis.Biaya ini tidak berkaitan langsung dengan produksi barang seperti halnya Harga Pokok Penjualan (HPP), namun memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari beban penjualan, beban umum dan administrasi.Biaya operasional memiliki kaitan yang erat dengan pendapatan operasional, di mana merupakan laba yang didapat langsung dari kegiatan suatu bisnis.Untuk mendapatkan nilai dari pendapatan operasional, Anda bisa menghitung dengan mengurangi biaya operasional dari laba kotor. Sederhananya adalah sebagai berikut:Pendapatan Operasional = Laba Kotor + Biaya OperasionalAdanya pendapatan operasional akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan inti bisnis dalam menghasilkan keuntungan.Bagi investor, komponen ini juga menjadi gambaran kinerja manajemen mengenai seberapa efektif bisnis menjalankan operasional harian.Baca Juga: Ketahui Beda Harga Pokok Penjualan VS Harga JualJenis-Jenis dan Komponen Biaya OperasionalUntuk dapat memahami struktur dalam biaya operasional yang lebih dalam, terdapat beberapa jenis dan komponen biaya yang harus Anda ketahui.Dengan memahami klasifikasi ini, pengelola dapat melakukan pengendalian biaya yang lebih efektif, baik dari sisi penyusunan anggaran maupun analisis break-even.1. Biaya TetapBiaya tetap atau fixed costs adalah pengeluaran operasional yang tidak akan berubah walaupun volume produk atau tingkat aktivitas meningkat atau menurun.Biaya ini memiliki karakter tetap karena perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar biaya ini, menciptakan sebuah risiko yang dikenal dengan operating leverage.Beberapa komponen biaya tetap yang sering ditemukan adalah biaya sewa bangunan dan gaji karyawan tetap.Biaya tetap yang terlalu tinggi akan menjadi beban arus kas, sehingga perusahaan biasanya beralih ke metode outsourcing agar sebagian biaya tetap menjadi biaya variabel.2. Biaya VariabelSelanjutnya terdapat biaya variabel yang berbanding terbalik dengan biaya tetap, di mana mempunyai nilai yang berfluktuasi sesuai volume aktivitas dan penjualan bisnis.Adanya fleksibilitas ini mendorong komponen biaya variabel lebih mudah untuk dikelola di saat pasar yang tidak menentu.Komponen-komponen dalam variabel mencakup komisi penjualan, biaya logistik, dan biaya bahan baku pembantu.Baca Juga: Mengenal Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost dalam Bisnis3. Biaya Semi-VariabelSelain biaya tetap dan biaya variabel, dalam operasional sehari-hari juga ditemukan biaya yang memiliki elemen dasar tetap, namun juga dapat meningkat seiring kenaikan volume.Salah satu contoh yang paling sering ditemukan adalah biaya utilitas, di mana perusahaan wajib membayar biaya berlangganannya, namun tagihan akhir dapat bervariasi sesuai tingkat pemakaian.Selain utilitas, biaya tenaga kerja juga dapat bersifat semi-variabel apabila perusahaan menerapkan skema gaji pokok ditambah upah lembur atau bonus kinerja.4. Biaya Penyusutan dan AmortisasiBiaya penyusutan dan amortisasi merupakan pengakuan dari nilai penurunan sistematis setelah pemanfaatan suatu aset.Walaupun bersifat non-kas, pencatatan kedua biaya ini penting untuk menunjukkan konsumsi modal perusahaan, khususnya amortisasi untuk aset tidak berwujud seperti lisensi perangkat lunak yang semakin dominan ditemukan dalam struktur biaya operasional perusahaan.Baca Juga: Perbedaan Antara Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian, Metode, dan TujuanApa Perbedaan Biaya Operasional dan Non-Operasional?Selain biaya operasional, di dalam laporan keuangan juga terdapat komponen biaya non-operasional.Biaya non-operasional muncul dari aktivitas yang terjadi di luar kendali operasi utama dan tidak berkontribusi langsung pada aktivitas harian, namun tetap wajib ditanggung oleh perusahaan.Contoh dari biaya non-operasional yang sering ditemui adalah: Beban bunga pinjaman bank Pajak usaha Biaya administrasi bank Kerugian akibat pelepasan aset tetap Sumbangan atau donasi sosial Contoh konkretnya adalah sebagai berikut, sebuah perusahaan retail hendak menjual satu truk pengirimannya di bawah nilai buku dan sudah tidak efektif digunakan.Selisih dari nilai beli dan nilai jual ini akan tercatat sebagai biaya non-operasional.Cara Menghitung Biaya OperasionalTotal biaya operasional bisa dihitung dengan menggabungkan seluruh beban operasional dalam suatu periode yang ditentukan.Rumus dasar dalam menghitung biaya operasional, yaitu:Total Biaya Operasional = Seluruh Biaya Tetap + Seluruh Biaya Variabel + Seluruh Biaya Semi-VariabelUntuk langkah sistematis yang tepat untuk menghitungnya bisa dimulai dari: Identifikasi semua data pengeluaran yang bukan bagian dari HPP, ini mencakup gaji, sewa, asuransi, utilitas, dan biaya pemasaran Klasifikasi dengan memisahkan komponen antara biaya tetap, variabel, dan semi-variabel Lakukan rekonsiliasi data agar memastikan semua biaya dan bukti dokumentasi telah tercantum dengan benar di buku besar Terapkan formula di atas untuk mendapatkan hasil yang akurat Selain total biaya operasional, perusahaan umumnya juga menghitung rasio biaya operasional atau BOPO.Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase ini adalah:Rasio Biaya Operasional = Biaya Operasional ÷ Pendapatan × 100%Dalam laporan laba rugi, angka ini biasanya ditampilkan dalam rincian beban operasional sebelum dikurangi dari laba kotor.Contoh Perhitungan dan Ilustrasi PraktisBerikut adalah contoh komponen biaya operasional untuk menjalankan aktivitas sehari-hari yang biasanya muncul dalam laporan laba-rugi.Periode: 1 Januari – 31 Desember 2026(dalam Rupiah) No. Komponen Biaya Operasional Jumlah 1 Gaji dan Tunjangan Karyawan 420.000.000 2 Biaya Sewa Kantor/ Ruko 120.000.000 3 Biaya Listrik, Air, dan Internet 48.000.000 4 Biaya ATK dan Perlengkapan Kantor 15.000.000 5 Biaya Transportasi dan Operasional 36.000.000 6 Biaya Penyusutan Aset Tetap 30.000.000 7 Biaya Perawatan dan Pemeliharaan 18.000.000 8 Biaya Pemasaran dan Iklan 75.000.000 9 Biaya Jasa Profesional (Akuntan, dll) 22.000.000 10 Biaya Administrasi Bank 6.000.000 Total Biaya Operasional 790.000.000 Jika Anda juga ingin mengetahui persentasi biaya operasional atau BOPO, maka gunakan formulanya.Apabila pendapatan yang dihasilkan perusahaan mencapai Rp3.000.000.000, maka nilai BOPO:Rasio Biaya Operasional = Biaya Operasional ÷ Pendapatan × 100%= 790.000.000 ÷ 3.000.000.000 × 100% = 26,33%Kesimpulan: Mengapa Penting Mengelola Biaya Operasional?Mengelola biaya operasional dengan tepat menunjukkan bahwa perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya secara cerdas dan efektif.Melalui proses efisiensi yang meningkat, perusahaan juga mendapatkan rasio pendapatan yang lebih besar, yang bisa digunakan sebagai investasi untuk pengembangan produk, ekspansi pasar, atau penguatan cadangan kas.Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami pengeluaran aktivitas harian secara spesifik, baik itu biaya tetap, variabel, maupun semi-variabel untuk memaksimalkan pengendalian biaya.Selain meningkatkan pemahaman dalam mengendalikan biaya, Anda juga bisa mengadopsi teknologi yang mengautomasikan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, seperti software akuntansi.Mekari Jurnal merupakan software akuntansi dan operasional bisnis bagian dari software terintegrasi Mekari yang menyediakan dukungan otomatisasi tugas-tugas administratif yang sebelumnya memakan banyak waktu dan biaya.Dengan Mekari Jurnal, setiap biaya operasional tercatat rapi dan saling terhubung dengan laporan laba rugi serta laporan keuangan lain secara real-time.Coba GRATIS sekarang dan kelola finansial bisnis Anda lebih efisien!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Investopedia, “Operating Costs: Definition, Formula, Types, and Examples”.ScienceDirect, “Operating Cost”.CFI, “Operating Expenses”.IJAFIBS, “Operating costs and profitability to company value”.