Faktor Penyebab Konflik dalam Usaha dan Cara Mencegahnya

Terjadinya sebuah konflik dalam suatu bisnis atau usaha memang bisa dikatakan sangat rawan untuk terjadi, apalagi melihat bagaimana persaingan antar pengusaha sangat ketat sehingga hal seperti ini pun rasanya sangat sulit untuk Anda hindari. Perlu manajemen dan strategi yang tepat untuk masalah ini.

Ada banyak sekali konflik yang bisa terjadi dalam bisnis. Akan tetapi, sebenarnya terjadinya konflik dalam usaha itu sendiri bisa Anda atasi dengan baik kalau di dalam perusahaan atau usaha yang Anda jalani memiliki sebuah manajemen yang mengatur atau dalam dunia bisnis biasanya sering dikenal dengan sebutan manajemen konflik.

berikut ini faktor penyebab terjadinya konflik dalam usaha kecuali

Manajemen sendiri merupakan sesuatu yang akan mengelola maupun mengatur suatu organisasi maupun sekelompok orang agara tujuan dari organisasi yang mereka jalani mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Berikut ini faktor penyebab terjadinya konflik dalam usaha kecuali asosiasi karena asosiasi sendiri merupakan sekumpulan orang di mana kumpulan orang tersebut memiliki kepentingan yang sama untuk mencapai suatu tujuan sehingga dibutuhkan sebuah hubungan atau pertalian yang erat.

Sementara konflik sendiri bisa diartikan sebagai suatu masalah di mana masalah yang terjadi di dalam konflik bisa disebabkan karena berbagai hal.

Salah satu dari faktor penyebab konflik yang bisa terjadi adalah konflik bisnis di mana dalam sebuah perusahaan ketika konflik seperti ini terjadi sebaiknya perusahaan tersebut harus memikirkan kira kira bagaimana solusi yang tepat untuk menangani hal seperti itu jika terjadi.

Pada dasarnya, setiap konflik yang muncul pasti memiliki sebuah solusi atau jalan keluar agar konflik yang sedang terjadi dapat selesai dengan baik. Tentunya, solusi yang dipilih pun harus lah solusi yang tepat serta memiliki sifat yang positif dan tentunya adil untuk semua pihak sehingga tidak ada satupun pihak yang akhirnya harus merasa rugi akan hal tersebut.

Bagaimana pun suatu konflik harus diselesaikan dengan baik dan menghasilkan sebuah solusi yang baik bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kira kira apa yang menyebabkan dan bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut.

Akan tetapi, kalau konflik yang terjadi adalah konflik bisnis maka penting dalam suatu usaha adanya manajemen konflik di mana manajemen ini akan mengelola atau mengatur suatu organisasi maupun sebuah kelompok agar tujuan dari organisasi itu bisa tercapai.

Bisa dikatakan kalau manajemen konflik itu sendiri merupakan sebuah pendekatan yang memang dilakukan ataupun sengaja untuk diarahkan untuk memiliki komunikasi dengan pelaku konflik tersebut di mana pelaku dari konflik itu lah yang bisa memberi pengaruh pada sebuah kepentingan bersama maupun organisasi.

Sedangkan menurut Howard Ross mengenai manajemen konflik adalah suatu langkah yang memang diambil oleh pihak ketiga dengan sebuah tujuan untuk mengarahkan konflik kepada hasil tertentu yang mungkin atau tidak menghasilkan sebuah hasil akhir di mana hasil akhir tersebut adalah penyelesaian konflik atau mungkin bisa menghasilkan sebuah ketenangan yang menghasilkan mufakat.

Tipe Manajemen Konflik

Accommodating

Dalam manajemen konflik sendiri accommodating merupakan suatu usaha yang bisa dilakukan oleh manajemen konflik untuk mengumpulkan berbagai pendapat pihak yang memang terlibat konflik.

Nantinya, mendapatkan dari orang orang yang terlibat konflik ini akan digunakan untuk musyawarah sehingga konflik yang terjadi pun dapat diselesaikan tanpa merugikan siapapun sehingga tetap adil.

Avoiding

Seperti namanya, manajemen konflik satu ini adalah suatu upaya untuk menghindari konflik yang sedang terjadi agar tidak terlibat dalam konflik tersebut. Hal ini bisa menjadi salah satu cara yang baik sehingga dapat menciptakan sebuah lingkungan bisa terhindar dari terjadinya suatu konflik.

berikut ini faktor penyebab terjadinya konflik dalam usaha kecuali

Compromising

Bisa dikatakan untuk cara yang satu ini sangat berbeda dengan manajemen konflik accommodating. Hal ini karena manajemen compromising lebih memperhatikan kepentingan bersama anggotanya.

Misalnya seperti mendengarkan pendapat dari semua pihak dan mencari jalan keluar terbaik tetapi tetap dengan mementingkan kepentingan bersama dan adil bagi semua pihak yang terlibat. Pada dasarnya ada 3 bentuk kompromi yaitu atrasi, menyogok, hingga mengambil keputusan secara kebetulan

Cara Mencegah Agar Konflik Dalam Usaha Tidak Sampai Terjadi

  • Mengetahui Tentang Apa Masalah Yang Sedang Terjadi

Pada dasarnya cara agar konflik tersebut tidak sampai terjadi adalah dengan mengetahui kira-kira apa yang menyebabkan hingga konflik tersebut bisa sampai terjadi dalam bisnis yang dijalankan.

Bagaimana pun sebuah masalah atau konflik bisa terjadi bisa disebabkan karena sebuah faktor yang mungkin tanpa disadari bisa menjadi pemicu. Oleh karena itu, faktor faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab terjadinya konflik sebaiknya diketahui dan dicari tahu setelah itu Anda bisa mempelajari pemicu dari konflik tersebut sebelum akhirnya Anda mengambil sebuah keputusan yang tepat.

Jangan sampai keputusan yang nantinya akan Anda ambil tidak dapat menyelesaikan konflik masalah yang terjadi dan keputusan yang Anda ambil tersebut malah menjadi pemicu tambahan sehingga konflik bisa semakin besar dan membuat konflik yang terjadi tidak dapat diselesaikan dengan baik sesuai seperti apa yang diharapkan oleh perusahaan.

Terkadang, disinilah peran kerjasama dan etika baik pemimpin dan karyawan di uji.

Untuk meminimalisir terjadinya masalah tambahan dalam suatu organisasi bisnis maka sebaiknya sebuah organisasi bisnis memiliki SOP yang baik dan jelas.

  • Memiliki Sikap Yang Objektif

Berikutnya cara agar bisa mencegah terjadinya konflik dalam suatu organisasi bisnis ini Anda bisa mengantisipasinya dengan memiliki sikap yang objektif ketika sedang menghadapi masalah yang terjadi dalam bisnis yang sedang dijalankan.

Maksud dari memiliki sikap objektif ini adalah tidak memiliki sikap berburuk sangka pada siapapun jika terjadi sebuah masalah pada perusahaan. Ketika Anda merupakan pemimpin atau pemilik bisnis maka sebaiknya Anda harus menghindari berpihak pada individu tertentu ketika terjadi suatu konflik dalam bisnis yang Anda jalankan.

Kalau Anda sampai tidak memiliki sikap yang objektif tentu hal ini bisa menjadi masalah untuk Anda dan membuat karyawan merasa tidak nyaman dengan suasana kerja dan tentu hal tersebut akan memberi dampak pada perusahaan atau bisnis yang Anda jalankan seperti perusahaan menjadi kekurangan karyawan.

Tidak hanya itu, perusahaan juga bisa mengalami kerugian yang tentu tidak diharapkan sebelumnya. Maka dari itu, seorang pemimpin tidak boleh memiliki sikap yang objektif dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

  • Memiliki Sikap Yang Adil Dan Tegas

Selanjutnya, tidak hanya memiliki sikap yang memihak pada individu tertentu tetapi sebagai seorang pemimpin sebaiknya Anda memiliki sikap yang adil dan tegas ketika mengambil sebuah keputusan. Tentunya, ketika Anda mengambil keputusan ini Anda harus memikirkan solusi tersebut dengan matang dan tepat.

Hal ini sebaiknya Anda lakukan agar solusi yang Anda berikan tidak merugikan salah satu pihak serta perusahaan sehingga keputusan yang Anda buat bisa menyelesaikan konflik yang terjadi dan memberi kepuasan bagi semua pihak yang terlibat di dalam konflik.

Setelah Anda mengambil keputusan untuk menyelesaikan konflik yang terjadinya, nantinya Anda bisa melakukan sebuah evaluasi.

Evaluasi yang dilakukan ini tentu memiliki sebuah tujuan agar menghindari Anda atau organisasi tersebut dari konflik yang mungkin saja bisa terulang kembali. Bagaimana pun terjadinya konflik yang berulang bisa menjadi salah satu faktor penghambat perusahaan untuk mendapat keuntungan.

berikut ini faktor penyebab terjadinya konflik dalam usaha kecuali

Fungsi Menerapkan Manajemen Konflik Dalam Perusahaan

  • Meningkatkan Kinerja Serta Keaktifan Karyawan

Suatu manajemen konflik ini memiliki fungsi yaitu dapat meningkatkan kinerja maupun kearifan seorang karyawan hal ini karena membuat para karyawan bisa lebih leluasa dalam mengungkapkan pendapat mereka karena adanya sarana seperti manajemen konflik.

Karyawan maupun atasan bisa berdiskusi langsung ketika memikirkan kira kira solusi tepat seperti apa untuk menyelesaikan konflik yang ada. Oleh karena itu, atasan bisa lebih melihat apa yang terjadi serta meningkatkan kinerja serta keaktifan yang para karyawan mereka.

  • Dapat Mengembangkan Kemampuan Karyawan

Adanya manajemen konflik ini tentu secara tidak langsung akan membuat kemampuan para karyawan terasah dengan baik karena mereka bisa berpikir dengan logis, kreatif, serta rasional.

Nantinya karyawan bisa ikut memikirkan kira kira bagaimana cara menyelesaikan konflik yang sedang terjadi saat itu dan membuat kemampuan berpikir karyawan menjadi berkembang serta meningkat karena terus diasah dengan baik untuk memberikan solusi yang tepat.

Tidak hanya itu, para karyawan juga bisa lebih kreatif dalam berpikir dan tentunya dapat meningkatkan skill yang dimiliki oleh seorang karyawan.

  • Melatih Kemampuan Dalam Menyelesaikan Konflik

Jika sebuah perusahaan pernah mengalami sebuah konflik tentu hal tersebut biasanya akan lebih berkembang dan maju karena dengan terjadinya konflik yang terjadi akan membuat perusahaan menjadi terbiasa dalam menyelesaikan konflik tersebut dan perusahaan juga mampu bertahan karena sudah sering mengalami terjadinya konflik.

  • Dapat Meningkatkan Rasa Untuk Saling Menghormati

Tentunya dengan adanya manajemen konflik dalam perusahaan membuat berbagai pendapat yang akan muncul pun semakin beragam. Dengan adanya pendapat yang berbeda beda ini tentu dapat menimbulkan adanya perpecahan.

Akan tetapi, dengan pendapat yang berbeda beda tersebut justru akan menjadi sebuah tantangan tersendiri tentang bagaimana menghormati perbedaan pendapat dan tidak menjatuhkan pendapat yang berbeda dengan kita. Ini berarti adanya manajemen konflik memiliki fungsi dapat meningkatkan toleransi atau rasa saling menghormati untuk semua pihak.

Demikianlah penjelasan kami mengenai kira kira seperti apa konflik yang biasanya terjadi dalam suatu usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.

Pada dasarnya, dalam dunia bisnis pastinya adanya pertentangan maupun perbedaan pendapat sangat mungkin terjadi yang disebabkan oleh berbagai faktor, bahkan tidak jarang konflik yang terjadi ini bisa disebabkan karena atasannya yang bermasalah.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi konflik yang bisa terjadi dibutuhkan adanya manajemen konflik di mana adanya manajemen konflik ini akan berguna untuk mengatasi konflik yang ada atau sedang terjadi.

Tak hanya itu, sebuah perusahaan juga perlu manajemen keuangan perusahaan yang baik sehingga perlu adanya aplikasi seperti aplikasi komputer akuntansi, aplikasi kas dan lainnya. Aplikasi tersebut dihadirkan oleh Mekari Jurnal, coba gratis sekarang!

 

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo