Aset Lancar: Definisi, Jenis, Cara Kerja, Rumus dan Contoh untuk Akuntansi Bisnis Highlights Aset lancar berperan sebagai sumber likuiditas jangka pendek yang memastikan perusahaan mampu menjalankan aktivitas operasional harian dan memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu Cara perusahaan mengelola kas, piutang, persediaan, dan investasi jangka pendek secara langsung menentukan kualitas arus kas, modal kerja bersih, serta fleksibilitas perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis Komponen seperti kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, investasi jangka pendek, dan beban dibayar di muka menjadi elemen penting dalam neraca untuk menghitung indikator likuiditas seperti current ratio Aset lancar menempati posisi strategis dalam neraca, dengan menjadi sumber likuiditas jangka pendek perusahaan dan menjadi instrumen utama dalam menjaga kelangsungan operasi sehari-hari. Aspek-aspek seperti rasio likuiditas memanfaatkan aset lancar untuk memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Berbagai keputusan operasional dan keuangan juga berkaitan erat dengan pengelolaan aset lancar, mulai dari kapan menagih piutang, seberapa besar persediaan yang disimpan, hingga kapan melakukan investasi pasar uang jangka pendek. Untuk lebih dalam memahami pentingnya mengelola aset lancar, simak selengkapnya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Aset Lancar? Aset lancar, aktiva lancar, atau current assets mengacu pada defisini yang sama dalam konteks akuntansi, yaitu harga perusahaan yang mudah untuk dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasional normal. Komponen utama dalam aset lancar, seperti: Kas dan setara kas Piutang usaha Persediaan Surat berharga jangka pendek (marketable securities) Beban dibayar di muka (prepaid expenses) Aset lancar juga sering digunakan untuk menilai likuiditas jangka pendek serta menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menutup kewajiban jangka pendeknya. Cara Kerja Aset Lancar dalam Operasional Perusahaan Dalam praktik bisnis sehari-hari, aset lancar berfungsi sebagai penopang utama kelancaran aktivitas operasional. Seluruh transaksi jangka pendek dalam perusahaan sangat bergantung pada kualitas dan ketersediaan aset lancar. Oleh karena itu, cara kerja aset lancar dalam operasional perusahaan dapat terbagi sesuai lokasi terjadinya transaksi, di mana terbagi menjadi empat: 1. Pembayaran Kewajiban Jangka Pendek Kas dan setara kas memungkinkan perusahaan membayar utang usaha tepat waktu, menutup biaya operasional rutin, serta merespons kebutuhan mendesak tanpa mengganggu stabilitas keuangan. Adapun, piutang mencerminkan hasil penjualan kredit yang akan menjadi sumber arus kas masa depan, sehingga kecepatan konversinya menjadi kas sangat menentukan kesehatan arus kas. 2. Pembelian Bahan Baku dan Persediaan Produksi Persediaan menjadi salah satu aset penting karena berperan strategis dalam menjaga kontinuitas bisnis, khususnys dalam industri dagang dan manufaktur. Persediaan yang stabil memastikan permintaan pelanggan dapat terpenuhi dengan ideal, dan ketika tidak terkelola dengan baik berpotensi mengikat modal kerja dan menekan likuiditas. Baca Juga: Jenis Aktiva dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui 3. Fleksibilitas Taktis Fleksibilitas dapat ditunjukkan melalui kepemilikan surat berharga atau investasi jangka pendek lainnya. Aset ini memungkinkan perusahaan menempatkan dana berlebih secara produktif sambil tetap mempertahankan akses cepat terhadap kas. 4. Modal Kerja Bersih Terakhir, modal kerja bersih juga bisa menjadi indikator penting untuk mengelola operasional dengan optimal secara berkelanjutan. Rasio perhitungan ini dapat dilakukan dengan melihat selisih antara total aset lancar dan liabilitas jangka pendek (current liabilities) yang nantinya membentuk modal kerja bersih. Baca Juga: Pahami Jenis-jenis Pasiva dalam Akuntansi untuk Pengambilan Keputusan yang Cerdas! Jenis-Jenis Aset Lancar Komponen aset lancar biasanya akan terlihat di dalam laporan neraca milik perusahaan. Jenis-jenis aset lancar yang keluar ini adalah sebagai berikut: 1. Kas dan Setara Kas Uang tunai di kas dan saldo rekening giro, serta investasi yang likuid dan mudah untuk dicairkan, beberapa contohnya seperti deposito on-call atau pasar uang berdurasi sangat pendek. 2. Piutang Usaha Piutang usaha mencakup klaim kepada pelanggan perusahaan pada barang atau jasa yang sudah diserahkan, tetapi belum dibayar. Selanjutnya, proses berlanjut ke aktivitas penagihan dan kebijakan kredit yang dapat menjadi sumber arus kas masa depan. 3. Persediaan Persediaan menjadi aset penting dalam perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. 4. Surat Berharga atau Investasi Jangka Pendek Lainnya Ini mengacu pada berbagai instrumen investasi yang cukup mudah dijual cepat dalam pasar publik. Fungsinya adalah untuk menempatkan kelebihan kas sementara tanpa mengorbankan likuiditas. 5. Beban Dibayar di Muka Pembayaran di muka mengacu pada biaya yang diakui sebagai beban dalam periode yang sedang berjalan. Hal ini akan terhitung menjadi aset hingga pemakaian atau pemanfaatan akan habis. 6. Aset Lancar Lainnya Terdapat beberapa aset lancar lainnya, seperti tagihan pajak yang dapat diklaim, biaya dibayar dimuka yang belum habis, dan aset lancar lainnya sesuai kebijakan akuntansi perusahaan. Baca Juga: 16 Istilah Keuangan Bisnis Umum yang Wajib Anda Ketahui Rumus dan Cara Menghitung Aset Lancar Ketika ingin menghitung aset lancar dalam informasi akuntansi, Anda dapat menggunakan rumus berikut: Total Aset Lancar = Kas + Setara Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Beban Dibayar di Muka + Aset Lancar Lainnya Untuk contoh praktis menghitung aset lancar, berikut adalah langkah-langkahnya. Komponen perhitungan yang akan digunakan di bawah ini: Kas: 50.000.000 Setara kas: 10.000.000 Piutang usaha: 75.000.000 Persediaan: 120.000.000 Investasi jangka pendek: 20.000.000 Beban dibayar di muka: 5.000.000 Selanjutnya menggunakan rumus menghitung aset lancar. Total Aset Lancar = Kas + Setara Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Beban Dibayar di Muka + Aset Lancar Lainnya Kas + Setara kas = 50.000.000 + 10.000.000 = 60.000.000 Piutang = 60.000.000 + 75.000.000 = 135.000.000 Persediaan = 135.000.000 + 120.000.000 = 255.000.000 Investasi = 255.000.000 + 20.000.000 = 275.000.000 Beban dibayar di muka = 275.000.000 + 5.000.000 = 280.000.000 Total aset lancar = 280.000.000 Jika liabilitas jangka pendek perusahaan adalah 200.000.000, maka current ratio = Total Aset Lancar = 280.000.000 / 200.000.000 = 1,4. Rasio ini memberi indikasi kapasitas menutup kewajiban jangka pendek, biasanya nilai di atas 1 menunjukkan likuiditas positif, namun standar ideal bergantung industri. Contoh Aset Lancar dalam Laporan Neraca Pada neraca, aset ditulis menurut urutan likuiditas, di mana aset lancar muncul paling atas dalam bagian aset. Sebagai contoh, melalui halaman dari Investing.com, pada halaman milik perusahaan Telkom Indonesia (Persero) akan menampilkan neraca perusahaan secara keseluruhan. Di dalam neraca ini terdapat komponen, aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham selama 10 periode terakhir. Adapun aset lancar dalam laporan neraca akan terlihat sebagai berikut: Sumber: Investing.com Klasifikasi, estimasi cadangan piutang tak tertagih (allowance for doubtful accounts), dan metode penilaian persediaan harus didokumentasikan secara konsisten agar neraca tetap andal dan dapat dibandingkan. Anda dapat mengelolanya lebih mudah dengan memanfaatkan software akuntansi terintegrasi yang menyediakan fitur peta akun, rekonsiliasi otomatis, dan pelaporan neraca yang memudahkan presentasi komponen ini. Tanyakan lebih lanjut mengenai paket fitur yang cocok bisnis Anda gunakan melalui tim kami berikut ini: Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Tips Mengelola Aset Lancar untuk UKM Sebagai pemilik bisnis UKM juga penting untuk mengelola aset lancar yang baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya, dan memperkuat basis pertumbuhan. Beberapa tips praktis berikut bisa Anda coba untuk membantu pengelolaannya: Optimalkan siklus penerimaan dengan menetapkan syarat pembayaran yang jelas dan lakukan aging analysis berkala untuk mengidentifikasi piutang yang lambat Kelola persediaan berdasarkan permintaan melalui metode reorder point dan safety stock untuk menghindari kelebihan stok yang mengikat modal Kelola kas dengan proyeksi arus kas jangka pendek (30-90 hari) agar kebutuhan kas dapat diantisipasi Tetapkan kebijakan kredit pelanggan dengan melakukan evaluasi kredit dan sesuaikan syarat for customer tiers untuk menyeimbangkan pertumbuhan penjualan dan risiko piutang Manfaatkan alat otomatisi akuntansi melalui software akuntansi untuk menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan manual Baca Juga: Contoh Cara Membuat Proyeksi Arus Kas untuk Bisnis dengan Mudah Kesimpulan Aset lancar menjadi salah satu kunci vital dalam membangun operasional bisnis yang lancar. dengan pendekatan sistematis dan membuka ruang untuk pengambilan keputusan strategis. Bagi tim keuangan maupun pemilik bisnis yang ingin melakukan pencatatan yang akurat, memantau piutang dan persediaan secara real-time, dan memproyeksikan arus kas dengan mudah, maka tidak ada salahnya untuk berinvestasi pada software akuntansi terintegrasi. Mekari Jurnal hadir dengan menawarkan fitur rekonsiliasi bank otomatis, pengelolaan piutang, pencatatan persediaan, dan pelaporan neraca yang cocok untuk meningkatkan kecepatan pelaporan dan kualitas data. Kelola aset lancar dan laporan neraca secara otomatis dengan Mekari Jurnal. Coba gratis sekarang dan buat laporan keuangan bisnis lebih cepat! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Investopedia, “Current Assets: What It Means and How to Calculate It, With Examples”. Shopify, “Current Assets: Formula & Examples for 2026”. Mypos, “What Are Current Assets: Meaning, Examples, and Calculation”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Aset Lancar: Definisi, Jenis, Cara Kerja, Rumus dan Contoh untuk Akuntansi Bisnis Highlights Aset lancar berperan sebagai sumber likuiditas jangka pendek yang memastikan perusahaan mampu menjalankan aktivitas operasional harian dan memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu Cara perusahaan mengelola kas, piutang, persediaan, dan investasi jangka pendek secara langsung menentukan kualitas arus kas, modal kerja bersih, serta fleksibilitas perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis Komponen seperti kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, investasi jangka pendek, dan beban dibayar di muka menjadi elemen penting dalam neraca untuk menghitung indikator likuiditas seperti current ratio Aset lancar menempati posisi strategis dalam neraca, dengan menjadi sumber likuiditas jangka pendek perusahaan dan menjadi instrumen utama dalam menjaga kelangsungan operasi sehari-hari. Aspek-aspek seperti rasio likuiditas memanfaatkan aset lancar untuk memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Berbagai keputusan operasional dan keuangan juga berkaitan erat dengan pengelolaan aset lancar, mulai dari kapan menagih piutang, seberapa besar persediaan yang disimpan, hingga kapan melakukan investasi pasar uang jangka pendek. Untuk lebih dalam memahami pentingnya mengelola aset lancar, simak selengkapnya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Aset Lancar? Aset lancar, aktiva lancar, atau current assets mengacu pada defisini yang sama dalam konteks akuntansi, yaitu harga perusahaan yang mudah untuk dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasional normal. Komponen utama dalam aset lancar, seperti: Kas dan setara kas Piutang usaha Persediaan Surat berharga jangka pendek (marketable securities) Beban dibayar di muka (prepaid expenses) Aset lancar juga sering digunakan untuk menilai likuiditas jangka pendek serta menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menutup kewajiban jangka pendeknya. Cara Kerja Aset Lancar dalam Operasional Perusahaan Dalam praktik bisnis sehari-hari, aset lancar berfungsi sebagai penopang utama kelancaran aktivitas operasional. Seluruh transaksi jangka pendek dalam perusahaan sangat bergantung pada kualitas dan ketersediaan aset lancar. Oleh karena itu, cara kerja aset lancar dalam operasional perusahaan dapat terbagi sesuai lokasi terjadinya transaksi, di mana terbagi menjadi empat: 1. Pembayaran Kewajiban Jangka Pendek Kas dan setara kas memungkinkan perusahaan membayar utang usaha tepat waktu, menutup biaya operasional rutin, serta merespons kebutuhan mendesak tanpa mengganggu stabilitas keuangan. Adapun, piutang mencerminkan hasil penjualan kredit yang akan menjadi sumber arus kas masa depan, sehingga kecepatan konversinya menjadi kas sangat menentukan kesehatan arus kas. 2. Pembelian Bahan Baku dan Persediaan Produksi Persediaan menjadi salah satu aset penting karena berperan strategis dalam menjaga kontinuitas bisnis, khususnys dalam industri dagang dan manufaktur. Persediaan yang stabil memastikan permintaan pelanggan dapat terpenuhi dengan ideal, dan ketika tidak terkelola dengan baik berpotensi mengikat modal kerja dan menekan likuiditas. Baca Juga: Jenis Aktiva dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui 3. Fleksibilitas Taktis Fleksibilitas dapat ditunjukkan melalui kepemilikan surat berharga atau investasi jangka pendek lainnya. Aset ini memungkinkan perusahaan menempatkan dana berlebih secara produktif sambil tetap mempertahankan akses cepat terhadap kas. 4. Modal Kerja Bersih Terakhir, modal kerja bersih juga bisa menjadi indikator penting untuk mengelola operasional dengan optimal secara berkelanjutan. Rasio perhitungan ini dapat dilakukan dengan melihat selisih antara total aset lancar dan liabilitas jangka pendek (current liabilities) yang nantinya membentuk modal kerja bersih. Baca Juga: Pahami Jenis-jenis Pasiva dalam Akuntansi untuk Pengambilan Keputusan yang Cerdas! Jenis-Jenis Aset Lancar Komponen aset lancar biasanya akan terlihat di dalam laporan neraca milik perusahaan. Jenis-jenis aset lancar yang keluar ini adalah sebagai berikut: 1. Kas dan Setara Kas Uang tunai di kas dan saldo rekening giro, serta investasi yang likuid dan mudah untuk dicairkan, beberapa contohnya seperti deposito on-call atau pasar uang berdurasi sangat pendek. 2. Piutang Usaha Piutang usaha mencakup klaim kepada pelanggan perusahaan pada barang atau jasa yang sudah diserahkan, tetapi belum dibayar. Selanjutnya, proses berlanjut ke aktivitas penagihan dan kebijakan kredit yang dapat menjadi sumber arus kas masa depan. 3. Persediaan Persediaan menjadi aset penting dalam perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. 4. Surat Berharga atau Investasi Jangka Pendek Lainnya Ini mengacu pada berbagai instrumen investasi yang cukup mudah dijual cepat dalam pasar publik. Fungsinya adalah untuk menempatkan kelebihan kas sementara tanpa mengorbankan likuiditas. 5. Beban Dibayar di Muka Pembayaran di muka mengacu pada biaya yang diakui sebagai beban dalam periode yang sedang berjalan. Hal ini akan terhitung menjadi aset hingga pemakaian atau pemanfaatan akan habis. 6. Aset Lancar Lainnya Terdapat beberapa aset lancar lainnya, seperti tagihan pajak yang dapat diklaim, biaya dibayar dimuka yang belum habis, dan aset lancar lainnya sesuai kebijakan akuntansi perusahaan. Baca Juga: 16 Istilah Keuangan Bisnis Umum yang Wajib Anda Ketahui Rumus dan Cara Menghitung Aset Lancar Ketika ingin menghitung aset lancar dalam informasi akuntansi, Anda dapat menggunakan rumus berikut: Total Aset Lancar = Kas + Setara Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Beban Dibayar di Muka + Aset Lancar Lainnya Untuk contoh praktis menghitung aset lancar, berikut adalah langkah-langkahnya. Komponen perhitungan yang akan digunakan di bawah ini: Kas: 50.000.000 Setara kas: 10.000.000 Piutang usaha: 75.000.000 Persediaan: 120.000.000 Investasi jangka pendek: 20.000.000 Beban dibayar di muka: 5.000.000 Selanjutnya menggunakan rumus menghitung aset lancar. Total Aset Lancar = Kas + Setara Kas + Piutang + Persediaan + Investasi Jangka Pendek + Beban Dibayar di Muka + Aset Lancar Lainnya Kas + Setara kas = 50.000.000 + 10.000.000 = 60.000.000 Piutang = 60.000.000 + 75.000.000 = 135.000.000 Persediaan = 135.000.000 + 120.000.000 = 255.000.000 Investasi = 255.000.000 + 20.000.000 = 275.000.000 Beban dibayar di muka = 275.000.000 + 5.000.000 = 280.000.000 Total aset lancar = 280.000.000 Jika liabilitas jangka pendek perusahaan adalah 200.000.000, maka current ratio = Total Aset Lancar = 280.000.000 / 200.000.000 = 1,4. Rasio ini memberi indikasi kapasitas menutup kewajiban jangka pendek, biasanya nilai di atas 1 menunjukkan likuiditas positif, namun standar ideal bergantung industri. Contoh Aset Lancar dalam Laporan Neraca Pada neraca, aset ditulis menurut urutan likuiditas, di mana aset lancar muncul paling atas dalam bagian aset. Sebagai contoh, melalui halaman dari Investing.com, pada halaman milik perusahaan Telkom Indonesia (Persero) akan menampilkan neraca perusahaan secara keseluruhan. Di dalam neraca ini terdapat komponen, aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham selama 10 periode terakhir. Adapun aset lancar dalam laporan neraca akan terlihat sebagai berikut: Sumber: Investing.com Klasifikasi, estimasi cadangan piutang tak tertagih (allowance for doubtful accounts), dan metode penilaian persediaan harus didokumentasikan secara konsisten agar neraca tetap andal dan dapat dibandingkan. Anda dapat mengelolanya lebih mudah dengan memanfaatkan software akuntansi terintegrasi yang menyediakan fitur peta akun, rekonsiliasi otomatis, dan pelaporan neraca yang memudahkan presentasi komponen ini. Tanyakan lebih lanjut mengenai paket fitur yang cocok bisnis Anda gunakan melalui tim kami berikut ini: Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Tips Mengelola Aset Lancar untuk UKM Sebagai pemilik bisnis UKM juga penting untuk mengelola aset lancar yang baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya, dan memperkuat basis pertumbuhan. Beberapa tips praktis berikut bisa Anda coba untuk membantu pengelolaannya: Optimalkan siklus penerimaan dengan menetapkan syarat pembayaran yang jelas dan lakukan aging analysis berkala untuk mengidentifikasi piutang yang lambat Kelola persediaan berdasarkan permintaan melalui metode reorder point dan safety stock untuk menghindari kelebihan stok yang mengikat modal Kelola kas dengan proyeksi arus kas jangka pendek (30-90 hari) agar kebutuhan kas dapat diantisipasi Tetapkan kebijakan kredit pelanggan dengan melakukan evaluasi kredit dan sesuaikan syarat for customer tiers untuk menyeimbangkan pertumbuhan penjualan dan risiko piutang Manfaatkan alat otomatisi akuntansi melalui software akuntansi untuk menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan manual Baca Juga: Contoh Cara Membuat Proyeksi Arus Kas untuk Bisnis dengan Mudah Kesimpulan Aset lancar menjadi salah satu kunci vital dalam membangun operasional bisnis yang lancar. dengan pendekatan sistematis dan membuka ruang untuk pengambilan keputusan strategis. Bagi tim keuangan maupun pemilik bisnis yang ingin melakukan pencatatan yang akurat, memantau piutang dan persediaan secara real-time, dan memproyeksikan arus kas dengan mudah, maka tidak ada salahnya untuk berinvestasi pada software akuntansi terintegrasi. Mekari Jurnal hadir dengan menawarkan fitur rekonsiliasi bank otomatis, pengelolaan piutang, pencatatan persediaan, dan pelaporan neraca yang cocok untuk meningkatkan kecepatan pelaporan dan kualitas data. Kelola aset lancar dan laporan neraca secara otomatis dengan Mekari Jurnal. Coba gratis sekarang dan buat laporan keuangan bisnis lebih cepat! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Investopedia, “Current Assets: What It Means and How to Calculate It, With Examples”. Shopify, “Current Assets: Formula & Examples for 2026”. Mypos, “What Are Current Assets: Meaning, Examples, and Calculation”.