Akuntansi Perusahaan Jasa: Pengertian, Contoh Perusahaan Jasa, Tahapan Siklus Akuntansi dan Jenis Transaksinya Highlights Seluruh proses akuntansi berfokus pada pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan pendapatan serta biaya yang timbul dari aktivitas layanan dan jasa Perusahaan jasa memiliki karakteristik keuangan yang khas, seperti tidak adanya inventaris barang yang lebih menekankan pada pengakuan pendapatan, pengendalian biaya, dan pengelolaan aset operasional Siklus akuntansi perusahaan jasa yang berjalan-pun terlaksana secara sistematis dan berulang, mulai dari pencatatan jurnal, posting ke buku besar penyusunan neraca saldo, hingga penyusunan laporan keuangan Akuntansi perusahaan jasa merupakan siklus sistematis dalam mengelola keuangan yang berkaitan dengan seluruh trasansaksi keuangan perusahaan dalam sektor layanan dan jasa.Siklus akuntansi perusahaan jasa terdiri dari beberapa langkah, mulai dari merekam, mengklasifikasi, menganalisis, dan melaporkan aktivitas keuangan yang terkait dengan pemberian layanan.Lalu, tidak seperti sektor dagang dan manufaktur, perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang sehingga tidak perlu mengelola inventaris fisik.Perusahaan harus dapat memastikan pencatatan yang akurat dan transparan atas pendapatan dari layanan yang diberikan serta biaya operasional yang dikeluarkan.Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya dalam Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Perusahaan Jasa?Perusahaan jasa merupakan entitas bisnis yang bergerak dalam sektor layanan sebagai output dan bukan menjual produk fisik.Umumnya, perusahaan jenis ini memiliki karakteristik yang meliputi: Tidak menghasilkan barang fisik dan hanya secara spesifik memberi jasa layanan. MisAkalnya, perusahaan konsultan, sekolah, rumah sakit, atau firma hukum menjual jasa profesional, bukan barang dagangan Tidak memiliki inventaris persediaan seperti pada perusahaan dagang atau manufaktur sehingga biaya pokok penjualan (HPP) yang terkait barang tidak tercantum dalam laporan keuangan Pengukuran yang bersifat kualitatif karena hasil layanan dapat berbeda antara satu klien dengan klien lain tergantung kualitas layanan dan menjadikan karyawan dan keahlian mereka sebagai aset utama perusahaan Penyesuaian harga yang seringkali fleksibel dengan menyesuaikan kebutuhan dan waktu, karena tidak ada standar harga tunggal yang berlaku untuk semua pelanggan Baca Juga: Perbedaan Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur, Lengkap!Contoh Perusahaan JasaBeberapa contoh perusahaan sektor jasa yang bergerak di pasar Indonesia, antara lain: Sektor Contoh Layanan Keuangan BRI, BCA, Mandiri, serta perusahaan asuransi dan sekuritas Telekomunikasi Penyedia layanan seluler dan internet seperti Telkomsel (PT Telkom Indonesia) atau Indosat Ooredoo Transportasi dan Logistik Gojek, Grab, JNE, TIKI, serta perusahaan ride-hailing dan logistik lainnya Kesehatan Rumah sakit, klinik, dan penyedia jasa kesehatan (misalnya RS Siloam, RS Pondok Indah) serta platform telemedis Pendidikan dan Pelatihan Lembaga kursus dan bimbingan belajar, seperti Ruangguru dan Zenius serta institusi pendidikan formal, sekolah dan universitas Konsultasi dan Profesional Firma hukum, akuntansi, konsultan bisnis, agensi iklan, dan konsultan teknologi Perhotelan dan Pariwisata Hotel, agen travel, biro perjalanan wisata, serta layanan perhotelan dan restoran berbasis reservasi Layanan Lainnya Sewa kendaraan, industri hiburan (bioskop, event organizer), dan jasa personal (salon, spa, fitness center) Konsep Utama Akuntansi Perusahaan JasaDalam akuntansi perusahaan jasa, setiap pendapatan jasa dan biaya operasional akan tercatat dan terpantau dengan baik.Beberapa proses yang penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, mulai dari mencatat transaksi layanan (misalnya penagihan klien), pengelompokan biaya (seperti beban gaji, sewa, listrik), serta penyusunan laporan keuangan periodik.Fokus utamanya terletak pada penilaian, analisis, dan pelaporan aktivitas keuangan yang memberikan gambaran keuangan yang akurat mengenai banyaknya pendapatan yang diperoleh dari layanan serta biaya yang keluar untuk mendukung layanan tersebut.Karena tidak adanya barang fisik yang tersimpan, perusahaan hanya perlu memantau aset yang berupa peralatan kantor, perlengkapan, dan kas. Kemudian, seluruh pemasukan yang berasal dari jasa harus diakui, baik secara tunai maupun kredit.Berbagai biaya operasional yang mencakup gaji pegawai, biaya listrik dan telekomunikasi, biaya administrasi, marketing, dan biaya overhead lainnya akan tercatat secara berkala.Akuntansi perusahaan jasa akan berorientasi pada laporan yang mencerminkan keberhasilan penyediaan layanan, ini mencakup: Laporan laba rugi menunjukkan total pendapatan jasa dikurangi biaya operasional, serta Neraca menunjukkan posisi kas, piutang jasa, dan aset lain yang dimiliki tanpa ada persediaan fisik Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan JasaRangkaian siklus akuntansi perusahaan saja terdiri dari tahapan pencatatan keuangan transaksi, penyusunan laporan, hingga penutupan buku yang berulang.Tahapan siklus secara berurutan dimulai dari:1. Identifikasi dan Analisis TransaksiTahap awal siklus akuntansi dimulai dengan mengidentifikasi seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan jasa.Transaksi ini dapat berupa penerimaan pendapatan jasa, pembayaran biaya operasional, pembelian peralatan, atau penerimaan kas dari klien.Akuntan dalam tahapan ini akan melakukan analisis untuk menentukan: Apakah suatu kejadian merupakan transaksi keuangan Akun apa saja yang terlibat Dampak transaksi terhadap posisi keuangan perusahaan Analisis yang tepat akan memastikan setiap transaksi dicatat pada akun yang sesuai dan tidak menimbulkan kesalahan sejak awal proses akuntansi.Baca Juga: Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Jenis, Contoh2. Pencatatan ke Jurnal UmumSetelah transaksi dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal umum.Jurnal umum berfungsi sebagai catatan kronologis seluruh transaksi keuangan perusahaan jasa dan menjadi dasar utama bagi seluruh proses akuntansi berikutnya.Pencatatan dilakukan dengan prinsip debit dan kredit, di mana: Setiap transaksi harus memiliki jumlah debit dan kredit yang seimbang Tanggal, akun, dan nominal dicatat secara jelas Keterangan transaksi disertakan untuk memudahkan penelusuran 3. Posting ke Buku BesarTahap posting dilakukan dengan memindahkan data dari jurnal umum ke buku besar. Buku besar berisi kumpulan akun yang menunjukkan pergerakan dan saldo masing-masing akun secara terperinci.Melalui proses posting, perusahaan jasa dapat: Melihat saldo kas, piutang, pendapatan jasa, dan beban secara terpisah Memantau perubahan setiap akun sepanjang periode berjalan Menyediakan data yang siap digunakan untuk penyusunan neraca saldo Akurasi pada tahap ini sangat penting karena buku besar menjadi referensi utama laporan keuangan.Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi Dengan Studi Kasus4. Penyusunan Neraca SaldoSetelah seluruh transaksi diposting, perusahaan menyusun neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar seluruh akun beserta saldo debit dan kreditnya pada suatu periode tertentu.Tujuan penyusunan neraca saldo antara lain: Memastikan keseimbangan antara total debit dan total kredit Mengidentifikasi kesalahan pencatatan secara dini Menjadi dasar untuk proses penyesuaian Apabila total debit dan kredit seimbang, proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.5. Penyesuaian dan Jurnal PenyesuaianPada akhir periode, perusahaan jasa perlu melakukan penyesuaian agar pendapatan dan beban diakui secara tepat sesuai prinsip akrual.Jurnal penyesuaian biasanya mencakup: Pendapatan jasa yang masih harus diterima Beban yang masih harus dibayar Penyusutan aset tetap Pemakaian perlengkapan Tahap ini memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya pada akhir periode pelaporan.6. Penyusunan Neraca Lajur dan Laporan KeuanganSetelah jurnal penyesuaian dicatat, perusahaan menyusun neraca lajur (worksheet) sebagai alat bantu untuk mengelompokkan data sebelum laporan keuangan dibuat.Berdasarkan neraca lajur, perusahaan jasa menyusun laporan keuangan utama, yaitu laporan laba-rugi, perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas.Laporan keuangan ini menjadi sumber informasi utama bagi manajemen, pemilik, dan pihak eksternal dalam menilai kinerja perusahaan jasa.7. Penutupan Akun dan Neraca Saldo AkhirTahap penutupan dilakukan dengan menutup akun-akun sementara, seperti pendapatan jasa dan beban operasional, ke akun modal pemilik.Tujuannya adalah untuk mengosongkan saldo akun nominal, menyiapkan akun untuk periode selanjutnya, serta menentukan laba atau rugi bersih pada periode yang berjalan.Setelah seluruh proses selesai, siklus akuntansi siap dimulai kembali untuk periode selanjutnya dengan neraca saldo akhir periode sebelumnya menjadi neraca saldo awal periode baru.Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo Lengkap dengan Contoh, Mudah!Contoh Jurnal Akuntansi Perusahaan JasaUntuk memudahkan Anda dalam memahami jurnal akuntansi perusahaan jasa, simak ilustrasi beberapa contoh ayat jurnal sederhana berikut ini:1. Penerimaan Pendapatan Jasa TunaiTransaksi: Perusahaan jasa laundry menerima pembayaran tunai atas jasa yang diberikan sebesar Rp5.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 5.000.000 Pendapatan Jasa 5.000.000 Berdasarkan ayat jurnal ini, dampaknya laporan laba rugi akan menambah pendapatan dan kas dalam neraca juga bertambah.2. Pengakuan Pendapatan Jasa KreditTransaksi: Perusahaan konsultan menerbitkan invoice kepada klien sebesar Rp10.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Piutang Usaha 10.000.000 Pendapatan Jasa 10.000.000 3. Pembelian Peralatan Kantor TunaiTransaksi: Perusahaan membeli komputer kantor secara tunai senilai Rp8.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Peralatan 8.000.000 Kas 8.000.000 4. Penerimaan Kas dari Pelunasan PiutangTransaksi: Perusahaan menerima pembayaran piutang dari pelanggan sebesar Rp7.500.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 7.500.000 Piutang Usaha 7.500.000 5. Setoran Modal PemilikTransaksi: Pemilik menyetor tambahan modal tunai sebesar Rp10.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 10.000.000 Modal Pemilik 10.000.000 Terdapat beberapa catatan yang perlu Anda ketahui mengenai ilustrasi contoh ayat jurnal di atas, yakni: Penyusunan dibuat berdasarkan basis akrual Data keuangan yang digunakan merupakan data yang siap diposting ke buku besar Dalam kasus nyata, seluruh informasi yang digunakan harus wajib didukung bukti transaksi yang sah Beberapa contoh lainnya, adalah sebagai berikut:Contoh Laporan Pencatatan Pendapatan JasaContoh pendatapan jasa yang tercantum di dalam laporan keuangan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung:Sumber: rsmatacicendo.go.idKesimpulanItulah penjelasan lengkap mengenai akuntansi perusahaan jasa yang berfokus dalam mengelola catatan perusahaan yang menyediakan layanan sebagai pemasukan utama.Jenis perusahaan ini tidak memiliki persediaan barang fisik, sehingga pengelolaan akuntansi difokuskan pada pencatatan pendapatan jasa dan biaya operasional.Dengan mengikuti siklus akuntansi perusahaan jasa yang terstruktur dan sistematis, memastikan laporan keuangan dibuat dengan cermat, akurat, dan relevan.Proses ini akan semakin efektif dan mudah dengan dibantu software akuntansi terintegrasi, seperti Mekari Jurnal.Coba gratis sekarang dan optimalkan proses keuangan bisnis Anda sekarang juga!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Rsmatacicendo, “Laporan Keuangan Tanggal 31 Desember 2020”.Mekari, “Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, Paling Lengkap!”.Uma.ac.id, “Cara Membuat Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Akuntansi Perusahaan Jasa: Pengertian, Contoh Perusahaan Jasa, Tahapan Siklus Akuntansi dan Jenis Transaksinya Highlights Seluruh proses akuntansi berfokus pada pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan pendapatan serta biaya yang timbul dari aktivitas layanan dan jasa Perusahaan jasa memiliki karakteristik keuangan yang khas, seperti tidak adanya inventaris barang yang lebih menekankan pada pengakuan pendapatan, pengendalian biaya, dan pengelolaan aset operasional Siklus akuntansi perusahaan jasa yang berjalan-pun terlaksana secara sistematis dan berulang, mulai dari pencatatan jurnal, posting ke buku besar penyusunan neraca saldo, hingga penyusunan laporan keuangan Akuntansi perusahaan jasa merupakan siklus sistematis dalam mengelola keuangan yang berkaitan dengan seluruh trasansaksi keuangan perusahaan dalam sektor layanan dan jasa.Siklus akuntansi perusahaan jasa terdiri dari beberapa langkah, mulai dari merekam, mengklasifikasi, menganalisis, dan melaporkan aktivitas keuangan yang terkait dengan pemberian layanan.Lalu, tidak seperti sektor dagang dan manufaktur, perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang sehingga tidak perlu mengelola inventaris fisik.Perusahaan harus dapat memastikan pencatatan yang akurat dan transparan atas pendapatan dari layanan yang diberikan serta biaya operasional yang dikeluarkan.Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya dalam Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Perusahaan Jasa?Perusahaan jasa merupakan entitas bisnis yang bergerak dalam sektor layanan sebagai output dan bukan menjual produk fisik.Umumnya, perusahaan jenis ini memiliki karakteristik yang meliputi: Tidak menghasilkan barang fisik dan hanya secara spesifik memberi jasa layanan. MisAkalnya, perusahaan konsultan, sekolah, rumah sakit, atau firma hukum menjual jasa profesional, bukan barang dagangan Tidak memiliki inventaris persediaan seperti pada perusahaan dagang atau manufaktur sehingga biaya pokok penjualan (HPP) yang terkait barang tidak tercantum dalam laporan keuangan Pengukuran yang bersifat kualitatif karena hasil layanan dapat berbeda antara satu klien dengan klien lain tergantung kualitas layanan dan menjadikan karyawan dan keahlian mereka sebagai aset utama perusahaan Penyesuaian harga yang seringkali fleksibel dengan menyesuaikan kebutuhan dan waktu, karena tidak ada standar harga tunggal yang berlaku untuk semua pelanggan Baca Juga: Perbedaan Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur, Lengkap!Contoh Perusahaan JasaBeberapa contoh perusahaan sektor jasa yang bergerak di pasar Indonesia, antara lain: Sektor Contoh Layanan Keuangan BRI, BCA, Mandiri, serta perusahaan asuransi dan sekuritas Telekomunikasi Penyedia layanan seluler dan internet seperti Telkomsel (PT Telkom Indonesia) atau Indosat Ooredoo Transportasi dan Logistik Gojek, Grab, JNE, TIKI, serta perusahaan ride-hailing dan logistik lainnya Kesehatan Rumah sakit, klinik, dan penyedia jasa kesehatan (misalnya RS Siloam, RS Pondok Indah) serta platform telemedis Pendidikan dan Pelatihan Lembaga kursus dan bimbingan belajar, seperti Ruangguru dan Zenius serta institusi pendidikan formal, sekolah dan universitas Konsultasi dan Profesional Firma hukum, akuntansi, konsultan bisnis, agensi iklan, dan konsultan teknologi Perhotelan dan Pariwisata Hotel, agen travel, biro perjalanan wisata, serta layanan perhotelan dan restoran berbasis reservasi Layanan Lainnya Sewa kendaraan, industri hiburan (bioskop, event organizer), dan jasa personal (salon, spa, fitness center) Konsep Utama Akuntansi Perusahaan JasaDalam akuntansi perusahaan jasa, setiap pendapatan jasa dan biaya operasional akan tercatat dan terpantau dengan baik.Beberapa proses yang penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, mulai dari mencatat transaksi layanan (misalnya penagihan klien), pengelompokan biaya (seperti beban gaji, sewa, listrik), serta penyusunan laporan keuangan periodik.Fokus utamanya terletak pada penilaian, analisis, dan pelaporan aktivitas keuangan yang memberikan gambaran keuangan yang akurat mengenai banyaknya pendapatan yang diperoleh dari layanan serta biaya yang keluar untuk mendukung layanan tersebut.Karena tidak adanya barang fisik yang tersimpan, perusahaan hanya perlu memantau aset yang berupa peralatan kantor, perlengkapan, dan kas. Kemudian, seluruh pemasukan yang berasal dari jasa harus diakui, baik secara tunai maupun kredit.Berbagai biaya operasional yang mencakup gaji pegawai, biaya listrik dan telekomunikasi, biaya administrasi, marketing, dan biaya overhead lainnya akan tercatat secara berkala.Akuntansi perusahaan jasa akan berorientasi pada laporan yang mencerminkan keberhasilan penyediaan layanan, ini mencakup: Laporan laba rugi menunjukkan total pendapatan jasa dikurangi biaya operasional, serta Neraca menunjukkan posisi kas, piutang jasa, dan aset lain yang dimiliki tanpa ada persediaan fisik Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan JasaRangkaian siklus akuntansi perusahaan saja terdiri dari tahapan pencatatan keuangan transaksi, penyusunan laporan, hingga penutupan buku yang berulang.Tahapan siklus secara berurutan dimulai dari:1. Identifikasi dan Analisis TransaksiTahap awal siklus akuntansi dimulai dengan mengidentifikasi seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan jasa.Transaksi ini dapat berupa penerimaan pendapatan jasa, pembayaran biaya operasional, pembelian peralatan, atau penerimaan kas dari klien.Akuntan dalam tahapan ini akan melakukan analisis untuk menentukan: Apakah suatu kejadian merupakan transaksi keuangan Akun apa saja yang terlibat Dampak transaksi terhadap posisi keuangan perusahaan Analisis yang tepat akan memastikan setiap transaksi dicatat pada akun yang sesuai dan tidak menimbulkan kesalahan sejak awal proses akuntansi.Baca Juga: Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Jenis, Contoh2. Pencatatan ke Jurnal UmumSetelah transaksi dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal umum.Jurnal umum berfungsi sebagai catatan kronologis seluruh transaksi keuangan perusahaan jasa dan menjadi dasar utama bagi seluruh proses akuntansi berikutnya.Pencatatan dilakukan dengan prinsip debit dan kredit, di mana: Setiap transaksi harus memiliki jumlah debit dan kredit yang seimbang Tanggal, akun, dan nominal dicatat secara jelas Keterangan transaksi disertakan untuk memudahkan penelusuran 3. Posting ke Buku BesarTahap posting dilakukan dengan memindahkan data dari jurnal umum ke buku besar. Buku besar berisi kumpulan akun yang menunjukkan pergerakan dan saldo masing-masing akun secara terperinci.Melalui proses posting, perusahaan jasa dapat: Melihat saldo kas, piutang, pendapatan jasa, dan beban secara terpisah Memantau perubahan setiap akun sepanjang periode berjalan Menyediakan data yang siap digunakan untuk penyusunan neraca saldo Akurasi pada tahap ini sangat penting karena buku besar menjadi referensi utama laporan keuangan.Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi Dengan Studi Kasus4. Penyusunan Neraca SaldoSetelah seluruh transaksi diposting, perusahaan menyusun neraca saldo. Neraca saldo adalah daftar seluruh akun beserta saldo debit dan kreditnya pada suatu periode tertentu.Tujuan penyusunan neraca saldo antara lain: Memastikan keseimbangan antara total debit dan total kredit Mengidentifikasi kesalahan pencatatan secara dini Menjadi dasar untuk proses penyesuaian Apabila total debit dan kredit seimbang, proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.5. Penyesuaian dan Jurnal PenyesuaianPada akhir periode, perusahaan jasa perlu melakukan penyesuaian agar pendapatan dan beban diakui secara tepat sesuai prinsip akrual.Jurnal penyesuaian biasanya mencakup: Pendapatan jasa yang masih harus diterima Beban yang masih harus dibayar Penyusutan aset tetap Pemakaian perlengkapan Tahap ini memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya pada akhir periode pelaporan.6. Penyusunan Neraca Lajur dan Laporan KeuanganSetelah jurnal penyesuaian dicatat, perusahaan menyusun neraca lajur (worksheet) sebagai alat bantu untuk mengelompokkan data sebelum laporan keuangan dibuat.Berdasarkan neraca lajur, perusahaan jasa menyusun laporan keuangan utama, yaitu laporan laba-rugi, perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas.Laporan keuangan ini menjadi sumber informasi utama bagi manajemen, pemilik, dan pihak eksternal dalam menilai kinerja perusahaan jasa.7. Penutupan Akun dan Neraca Saldo AkhirTahap penutupan dilakukan dengan menutup akun-akun sementara, seperti pendapatan jasa dan beban operasional, ke akun modal pemilik.Tujuannya adalah untuk mengosongkan saldo akun nominal, menyiapkan akun untuk periode selanjutnya, serta menentukan laba atau rugi bersih pada periode yang berjalan.Setelah seluruh proses selesai, siklus akuntansi siap dimulai kembali untuk periode selanjutnya dengan neraca saldo akhir periode sebelumnya menjadi neraca saldo awal periode baru.Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo Lengkap dengan Contoh, Mudah!Contoh Jurnal Akuntansi Perusahaan JasaUntuk memudahkan Anda dalam memahami jurnal akuntansi perusahaan jasa, simak ilustrasi beberapa contoh ayat jurnal sederhana berikut ini:1. Penerimaan Pendapatan Jasa TunaiTransaksi: Perusahaan jasa laundry menerima pembayaran tunai atas jasa yang diberikan sebesar Rp5.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 5.000.000 Pendapatan Jasa 5.000.000 Berdasarkan ayat jurnal ini, dampaknya laporan laba rugi akan menambah pendapatan dan kas dalam neraca juga bertambah.2. Pengakuan Pendapatan Jasa KreditTransaksi: Perusahaan konsultan menerbitkan invoice kepada klien sebesar Rp10.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Piutang Usaha 10.000.000 Pendapatan Jasa 10.000.000 3. Pembelian Peralatan Kantor TunaiTransaksi: Perusahaan membeli komputer kantor secara tunai senilai Rp8.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Peralatan 8.000.000 Kas 8.000.000 4. Penerimaan Kas dari Pelunasan PiutangTransaksi: Perusahaan menerima pembayaran piutang dari pelanggan sebesar Rp7.500.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 7.500.000 Piutang Usaha 7.500.000 5. Setoran Modal PemilikTransaksi: Pemilik menyetor tambahan modal tunai sebesar Rp10.000.000.Ayat Jurnal: Tanggal Akun Debit (Rp) Kredit (Rp) xx/xx Kas 10.000.000 Modal Pemilik 10.000.000 Terdapat beberapa catatan yang perlu Anda ketahui mengenai ilustrasi contoh ayat jurnal di atas, yakni: Penyusunan dibuat berdasarkan basis akrual Data keuangan yang digunakan merupakan data yang siap diposting ke buku besar Dalam kasus nyata, seluruh informasi yang digunakan harus wajib didukung bukti transaksi yang sah Beberapa contoh lainnya, adalah sebagai berikut:Contoh Laporan Pencatatan Pendapatan JasaContoh pendatapan jasa yang tercantum di dalam laporan keuangan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung:Sumber: rsmatacicendo.go.idKesimpulanItulah penjelasan lengkap mengenai akuntansi perusahaan jasa yang berfokus dalam mengelola catatan perusahaan yang menyediakan layanan sebagai pemasukan utama.Jenis perusahaan ini tidak memiliki persediaan barang fisik, sehingga pengelolaan akuntansi difokuskan pada pencatatan pendapatan jasa dan biaya operasional.Dengan mengikuti siklus akuntansi perusahaan jasa yang terstruktur dan sistematis, memastikan laporan keuangan dibuat dengan cermat, akurat, dan relevan.Proses ini akan semakin efektif dan mudah dengan dibantu software akuntansi terintegrasi, seperti Mekari Jurnal.Coba gratis sekarang dan optimalkan proses keuangan bisnis Anda sekarang juga!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Rsmatacicendo, “Laporan Keuangan Tanggal 31 Desember 2020”.Mekari, “Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, Paling Lengkap!”.Uma.ac.id, “Cara Membuat Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Jasa”.