Tips Sederhana Mengelola Kas untuk Kelancaran Bisnis

Banyak pengusaha yang  terjebak pada laba, tapi kurang memerhatikan kas. Apa perbedaan laba dan kas sebenarnya? Dalam ilmu manajemen finansial, ada perbedaan antara mendapatkan keuntungan dan memiliki keuangan dalam kas yang cukup. Laba adalah angka yang muncul di akun Anda pada akhir tahun. Sedangkan kas adalah uang yang Anda miliki di bank. Uang kas ini menentukan apakah Anda bisa membayar beban usaha termasuk gaji, tagihan maupun membayar supplier.

 

Beberapa perusahaan yang memiliki laba yang bagus, bisa terpaksa menghentikan operasional bisnis mereka karena kehabisan uang kas. Bagaimana pun tanpa uang kas di bank, manajemen tidak akan bisa membayar semua kewajiban usaha dan bisa dipastikan apabila operasional berhenti maka kinerja perusahaan akan terganggu dan mengalami penurunan.

Uang kas merupakan kasus yang tergolong sepele tapi bisa menjadi efek domino di dalam sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki uang kas, efek masalah finansial yang diakibatkan bisa panjang. Mulai dari tidak bisa menggaji karyawan, tidak bisa memproduksi produk, bahkan hal lain seperti tidak bisa membayar sewa tempat, dll.

 

Masalah-masalah manajemen finansial yang berkaitan dengan arus kas terjadi karena arus kas keluar lebih cepat atau lebih banyak dibanding uang masuk. Hal seperti ini biasa terjadi karena berbagai hal. Salah satunya kemungkinan terjadi karena perusahaan terlambat dalam melakukan penagihan kepada pelanggan sehingga mengalami penundaan antara waktu untuk membayar bahan-bahan, biaya produksi maupun membayar tagihan supplier.

Tagihan tidak bisa menunggu lama, pembayaran yang terlambat akan mengganggu ketersediaan uang kas dalam perusahaan. Perusahaan harus mewaspadai hal ini dan melakukan pengelolaan yang baik pada keuangan perusahaan. Memperhatikan laba rugi dari proses penjualan memang penting, tapi memiliki uang kas yang sehat, jauh lebih penting sebagai salah satu usaha manajemen finansial penyeimbang untuk terus menjalankan bisnis Anda. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kas tetap baik:

 

1. Atur batas pembayaran  yang harus diberikan oleh konsumen agar sesuai dengan kewajiban kita membayar kepada pemasok/kreditur. Dengan begini, keterlambatan pembayaran akan kecil kemungkinan terjadi.

2. Selalu sediakan cadangan uang kas di rekening bank. Jangan mengalokasikan semua uang untuk bisnis secara langsung. Anda harus memiliki persediaan di rekening bank.

3. Lakukan tagihan secara teratur dan secepatnya kepada pelanggan. Untuk mengurangi keterlambatan pembayaran.

4. Kirimkan email pengingat, jika ada tagihan rekening yang akan atau sudah melewati jatuh tempo.

5. Berikan reward atau diskon kepada pelanggan yang bisa membayar lebih cepat.

6. Menegosiasikan sebuah investasi agar bisa terlaksana di waktu yang tepat tanpa menguras ketersediaan uang kas.

 

Anda mesti memiliki pengendalian yang jitu dalam mengelola kas. Kas adalah akun yang paling liquid. Semakin banyak nilai uang kas bukan berarti posisi keuangan Anda baik, melainkan bisa jadi perputaran uang perusahaan kurang efektif karena uang kas banyak yang menganggur. Untuk itu seimbangkan kas dengan peristiwa keuangan seperti pengeluaran dan penerimaan agar manajemen finansial perusahaan berada pada zona aman.

Ketika terdapat keadaan darurat, uang kas bisa digunakan untuk menutup kerugian atau melakukan riset pasar terbaru. Uang kas dalam perusahaan sangat penting agar tidak terjadi kerugian dan kegagalan sebuah bisnis.

Dalam sistem  akuntansi, Anda bisa memantau masuk dan keluarnya kas dari buku besar atau yang lebih spesifik pada laporan arus kas dari aktivitas operasi, pendanaan, dan keuangan. Untuk mempermudah memperoleh laporan tersebut, ada baiknya sebuah perusahaan sudah memiliki sistem software akuntansi online yang mampu menyediakan laporan terintegrasi dan membantu perusahaan untuk memperoleh ketersediaan uang kas melalui sistem pengingat tagihan piutang seperti Jurnal.

Dengan menggunakan Jurnal, software akuntansi  online, semua transaksi pembayaran akan langsung ter-update secara instan. Jurnal juga memiliki fitur laporan yang akan memberikan laporan neraca saldo secara otomatis, mengukur arus kas yang digunakan perusahaan dan menunjukkan bagaimana kas tersebut berpindah dalam jangka waktu tertentu, juga menangani faktur klien yang belum dibayarkan dan membuat laporan retur penjualan sehingga perusahaan dapat mengetahui seluruh jumlah piutang dan ketersediaan uang kas dalam perusahaan. Untuk info lebih lengkap tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Artikel telah diedit dan mendapat revisi.


PUBLISHED29 May 2019
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami


Kategori : Keuangan