Dalam menjalankan sebuah bisnis, mengelola atau mengetahui potensi sebuah risiko sangat diperlukan agar para pengusaha dapat menghindari kemungkinan terjadinya risiko di masa depan. Manajemen risiko adalah proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, penghindaran, minimalisasi, atau penghapusan risiko yang tidak dapat diterima. Manajemen risiko biasanya dilakukan oleh investor atau manajer keuangan saat melakukan analisis untuk mengukur potensi kerugian dalam investasi.

 

Dalam manajemen risiko dikenal dengan adanya istilah Hazard dan Peril. Kedua istilah tersebut memang memiliki kaitan yang erat, namun memiliki pengertian yang berbeda. Peril disebut juga bencana atau musibah, dan didefinisikan sebagai penyebab terjadinya kerugian. Di mana ketika terjadi peril, maka akan mengalami kerusakan. Jenis musibah yang sering ditemui adalah kebakaran, kecelakaan, ketidakjujuran, atau kecerobohan. Sedangkan hazard didefinisikan sebagai keadaan yang dapat meningkatkan terjadinya kerugian dari suatu musibah (peril). Jalan raya yang rusak, mesin yang tidak terawat, atau pekerjaan yang berbahaya. Di bawah ini akan kita bahas bagaimana cara mengenalikan peril dan hazard melalui manajemen risiko.

 

Perencanaan

Proses perencanaan ini dimulai dengan mendaftar risiko yang mungkin terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko mana yang mungkin menimbulkan faktor hazard dan peril, serta bagaimana tingkat keberhasilan mengatasi risiko tersebut. Terakhir menentukan rencana tindakan yang akan diambil.

 

Tujuan perencanaan ini adalah mengidentifikasi risiko utama, memprioritaskan risiko tersebut berdasarkan kecenderungan dan dampak, serta menilai seberapa efektif kendali saat ini pada risiko yang dihadapi.

 

Penanganan

Untuk penangan risiko peril dan hazard, Anda bisa menggunakan empat cara yaitu menghindar, mengurangi, memindahkan, dan menerima.

Menangani risiko dengan menghindar bisa sangat efektif bila keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan risiko yang akan diterima. Cara yang kedua adalah dengan mengurangi risiko yang diterima. Cara ini bisa dibilang paling umum dan cocok pada rentang risiko yang luas. Kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa namun dengan bahaya yang berkurang.

 

Memindahkan risiko ini sering kita gunakan, seperti memindahkan risiko melalui asuransi. Properti, kendaraan, rumah yang memiliki risiko seperti hilang, rusak atau terbakar bisa kita pindahkan risikonya ke perusahaan asuransi dengan asuransi yang kita pilih sehingga menjadi lebih aman.

Dalam kasus risiko yang ringan, langkah terbaik yang bisa kita pilih adalah menerimanya. Untuk risiko yang mendapatkan nilai dampak dan kecenderungan yang rendah, solusi sederhana dan murah akan lebih menguntungkan jika kita menerimanya dan melanjutkan bisnis seperti biasa.

 

Monitoring

Langkah terakhir yang dilakukan adalah monitoring atau mengontrol sistem yang sudah dibuat. Kontrol ini dilakukan mulai dari proses awal, apakah perlu ada modifikasi pada perencanaan atau yang lainnya. Begitu juga pada penanganan agar tetap berjalan dengan baik.

 

Dengan ketiga langkah ini jalannya manajemen risiko akan lebih efektif. Semua tindakan yang diambil dapat lebih menguntungkan dan minim risiko. Perusahaan pun dapat berkembang dan lebih maju lagi dengan tingkat kerugian yang berkurang.

 

Untuk menyukseskan manajemen risiko dan terhindar dari risiko terjadinya hazard dan peril, perusahaan perlu memiliki manajemen keuangan yang baik melalui pengaturan anggaran atau penyediaan alokasi dana untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Bantuan software akuntansi keuangan semacam Jurnal bisa membantu pengaturan keuangan usaha untuk keperluan asuransi maupun investasi, akan sangat diperlukan.

Jurnal, software akuntansi online akan memastikan usaha Anda memperoleh penghitungan yang tepat dan akurat untuk keperluan asuransi, maupun investasi tambahan, agar faktor keamanan dan proses produksi berjalan sesuai dengan perencanaan bisnis yang Anda harapkan. Dapatkan semua informasi lengkap tentang Jurnal, di sini.

Author