Menghitung gaji karyawan sebuah perusahaan membutuhkan banyak waktu jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu sistem payroll hadir untuk memudahkan pekerjaan HRD dalam menghitung gaji. Selain memudahkan, payroll juga mempercepat pekerjaan dan menghemat biaya gaji HRD sehingga tidak memerlukan karyawan yang banyak. Menghitung gaji karyawan tidaklah sama karena terdapat karyawan tetap dan tidak tetap. Selain itu juga perlu memperhatikan masa kerja, jabatan, serta unsur lain yang dapat memengaruhi besarnya gaji.

 

Karyawan tetap adalah pegawai yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur dan terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan secara langsung. Sedangkan karyawan tidak tetap adalah pegawai yang menerima penghasilan hanya apabila bekerja berdasarkan jumlah hari kerja, jumlah unit hasil pekerjaan, atau penyelesaian suatu pekerjaan yang sifatnya sementara. Karyawan tidak tetap bisa digaji secara harian, mingguan, ataupun bulanan.

 

Untuk menghitung gaji karyawan tetap dan tidak hampir sama, hal yang membedakannya adalah ada atau tidaknya pemotongan biaya jabatan. Di bawah ini adalah cara yang bisa Anda ikuti dalam menghitung payroll gaji karyawan tidak tetap.

 

Karyawan Tidak Tetap dengan Gaji Per Bulan

Cara menghitung payroll gaji karyawan tidak tetap setiap bulan adalah dengan menghitung gaji tetap karyawan tersebut kemudian mengurangi dengan PPh pasal 21 setiap bulan. Menghitungnya pun tidak mudah, karena perhitungan gaji dihitung selama satu tahun terlebih dahulu, diambil penghasilan yang tidak kena pajak. Penghasilan kena pajak dikurangi dengan pajak PPh 21, baru perusahaan bisa mengetahui seberapa besar gaji yang harus dibayarkan. Untuk lebih jelasnya, cermati contoh di bawah ini:

 

Edo adalah seorang pemuda yang belum menikah dan bekerja tidak tetap pada sebuah perusahaan. Setiap kerja penuh satu bulan, ia mendapat gaji bulanan sebesar Rp6.000.000. Berikut cara penghitungannya.

 

Gaji per bulan

 

Rp6.000.000

Gaji selama satu tahun

12 x Rp6.000.000

Rp72.000.000

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) Pribadi per tahun

 

Rp54.000.000 (-)

PKP (Penghasilan Kena Pajak

 

Rp18.000.000

PPh 21 per Tahun

5% x PKP

Rp900.000

PPh 21 per Bulan

Rp900.000 / 12

Rp75.000

Gaji yang harus dibayar perusahaan

Gaji per bulan – Pajak

Rp5.925.000

 

Karyawan Tidak Tetap dengan Gaji per Hari

Penghitungan payroll gaji karyawan jenis ini sama dengan sebelumnya, yakni gaji dikurangi pajak, tetapi tidak semua demikian. Ada 4 kategori penghitungan Pph yang dapat dicermati dalam tabel berikut.

 

Penghasilan Sehari

Penghasilan Kumulatif Sebulan

PPh Terutang

<Rp450.000

<Rp4.500.000

Tidak ada pemotongan PPh 21

>Rp450.000

<Rp4.500.000

5% x (Upah-Rp 450.000)

>Rp450.000

<Rp450.000

>Rp4.500.000

5% x (Upah-PTKP/360)

>Rp450.000

<Rp450.000

>Rp10.200.000

Tarif Pasal 17 x PKP disetahunkan

 

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa seseorang dengan penghasilan sehari kurang dari Rp450.000 dan jika diakumulasikan per bulan tidak sampai Rp4.500.000, ia tidak akan mendapatkan potongan pajak. Jika seorang pekerja menghasilkan lebih dari Rp450.000 sehari dan akumulasinya kurang dari Rp4.500.000 sebulan, ia akan mendapatkan gaji dengan potongan pajak 5% kali total upah yang telah dikurangi Rp450.000.

 

Berbeda dengan seseorang yang akumulasi penghasilan sebulan lebih dari Rp4.500.000, maka akan mendapatkan gaji yang telah dikurangi pajak 5% dari PKP-nya. Nah, jika penghasilan kumulatif sebulan lebih dari Rp10.200.000, gaji akan dikurangi pajak pasal 17 x PKP disetahunkan.

 

Sebagai contoh, Jika Dino adalah seorang pekerja yang digaji Rp5.000.000 untuk 20 hari kerja, maka perhitungan gaji hariannya adalah sebagai berikut.

 

Hari ke-1 hingga ke-18

Perhitungan yang berlaku adalah kondisi pertama, sehingga upah Dino tidak dipotong pajak karena penghasilan kumulatifnya tidak lebih dari Rp4.500.000

Penghasilan per hari

Rp5.000.000/20

Rp250.000

PTKP

 

(-) Rp450.000

PKP

 

PPh 21 Terutang

 

Upah yang Diterima per Hari

 

Rp250.000

 

Hari ke-19

Perhitungan gaji yang berlaku adalah kondisi ketiga dengan pemotongan PTKP yang sebenarnya sebanyak jumlah hari kerja karena penghasilan kumulatif telah melebihi batas Rp4.500.000. Jadi gaji yang diterima tidak sama dengan 18 hari sebelumnya.

Penghasilan per hari

Rp5.000.000/20

Rp250.000

Penghasilan Kumulatif

Rp250.000 x 19

Rp4.750.000

PTKP yang Sebenarnya

Rp54.000.000/360 x 19

(-) Rp2.850.000

PKP Hingga Hari ke-19

 

Rp1.900.000

PPh 21

5% x Rp 1.900.000

Rp95.000

Upah yang Diterima

Rp 250.000-95.000

Rp155.000

 

Hari ke-20

Sama halnya dengan hari ke-19, heri ke-20 juga berlaku kondisi ketiga, tetapi karena pajak sudah dipotongkan sebagian pada hari ke 19, maka hanya dipotong kekurangannya. Perhitungannya adalah sebagai berikut.

Penghasilan per hari

Rp5.000.000/20

Rp250.000

Penghasilan Kumulatif

Rp250.000 x 20

Rp5.000.000

PTKP yang Sebenarnya

Rp54.000.000/360 x 20

(-) Rp3.000.000

PKP Hingga Hari ke-20

 

Rp2.000.000

PPh 21 Terutang

5% x Rp2.000.000

Rp100.000

PPh 21 yang Telah Dibayar Hingga Hari ke-19

 

(-) Rp95.000

PPh 21

 

Rp5.000

Upah yang Diterima

Rp250.000-5.000

Rp245.000

 

Penghitungan gaji karyawan tidak tetap secara harian memang cukup merepotkan karena kondisinya akan berubah dari hari ke hari. Anda harus ekstra sabar dan teliti dalam perhitungan ini. Selain ketelitian dalam menghitung gaji, Anda juga harus teliti dalam mengelola keuangan perusahaan karena pengelolaan keuangan perusahaan dibutuhkan untuk mengetahui kemamapuan perusahaan dalam membayar gaji.

Pengelolaan keuangan perusahaan bisa dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan Jurnal software akuntansi online. Jurnal mampu memberikan laporan keuangan secara detail dan akurat sesuai kebutuhan perusahaan. Kini dengan varian harga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, Jurnal akan memberi manfaat lebih maksimal dalam pengelolaannya. Dapatkan semua informasi berharga tentang Jurnal di sini.

Author