Sebuah ide bisnis bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Seseorang yang telah menemukan sebuah ide bisnis yang hebat, cenderung ingin segera mewujudkannya atau bahkan menundanya karena berfikir takut gagal.Untuk mengatasi rasa takut gagal, maka Anda harus memvalidasi ide tersebut untuk mengetahui apakah memang layak untuk dijalankan, ditunda, ataupun dibatalkan.

 

Validasi ide adalah proses pengujian sebelum meluncurkan nama bisnis, slogan, produk, layanan, atau situs web Anda. Ini seperti proses penelitian dan pengembangan yang digunakan perusahaan besar untuk menguji ide produk sebelum dirilis ke masyarakat umum. Penelitian dapat mencakup survei, wawancara, riset online, dan sebagainya untuk mendapatkan hasil terbaik. Berikut ini adalah beberapa langkah cerdas untuk memvalidasi sebuah ide bisnis, agar konsep bisnsi yang akan Anda jalankan menjadi sukses.

 

Langkah 1: Lakukan Riset Online

Internet adalah hal paling dekat dan paling familiar untuk didatangi begitu sebuah ide bisnis telah Anda miliki. Lakukan sebuah riset pasar secara online dan temukan jawaban dari beberapa pertanyaan berikut ini agar Anda mengetahui bahwa ide bisnis yang Anda miliki cukup masuk akal dan bisa diealisasikan.

a. Apakah produk atau perusahaan ini sudah ada di suatu tempat?

b. Seperti apa peta persaingan saat ini?

c. Apakah ada tren peningkatan dalam volume penelusuran dan pertumbuhan industri yang terkait dengan ide Anda?

d. Dapatkah Anda menemukan pemain sukses dengan ide bisnis yang sama di pasar untuk menunjukkan adanya kebutuhan terhadap barang atau jasa dari ide seperti yang Anda miliki?

Kemudian setelah beberapa pertanyaan di atas telah Anda jawab dan ternyata memiliki peluang positif dan jawaban yang memuaskan, maka lanjutkan dengan pertanyaan yang berhubungan dengan identifikasi calon konsumen yang sekiranya akan tertarik untuk membeli produk tersebut. Adapun pertanyaan yang bisa Anda  gunakan untuk mengukur identifikasi calon konsumen tersebut adalah:

a. Siapa pelanggan Anda? Ini termasuk usia, jenis kelamin, etnis, lokasi geografis, serta info lain seperti pendapatan rata-rata, tingkat pendidikan, dan gaya hidup mereka.

b. Masalah apa yang dimiliki pelanggan? Apakah ada kebutuhan produk atau layanan dapat menjadi solusinya? Bagaimana solusi tersebut dapat Anda pecahkan untuk mereka?

Dengan adanya beberapa pertanyaan di atas, Anda sudah mulai membawa ide bisnis dari arah abstrak ke arah yang lebih nyata dengan mengujinya untuk melihat apakah klien Anda benar-benar menemukan produk berharga melalui produk Anda, dan apakah mereka bersedia membayar untuk itu. Ingat, hanya karena produk atau layanan sesuai ide bisnis Anda sudah ada tidak berarti bahwa ide tersebut sudah basi. Tetaplah mewujudkannya, karena sedikit kompetisi bisnis yang sehat bukanlah hal yang buruk!

 

Langkah 2: Pilih Peluang yang Ingin Anda Nikmati

Sebuah studi dari forum bisnis Indonesia menunjukkan bahwa 25% dari pendiri startup gagal karena mereka tidak memiliki minat nyata terhadap apa yang mereka lakukan atau mereka kehilangan fokus dari tujuan mereka. Investasikan waktu Anda untuk menangkap peluang atau produk yang bertahan lama dan memiliki kemungkinan untuk memberi kesuksesan sesuai minat yang bisa Anda nikmati. Bagaimana cara melakukannya? Selama tahap awal validasi gagasan Anda, refleksikan pertanyaan-pertanyaan kunci ini:

a. Dapatkah Anda melihat diri Anda membangun bisnis di sekitar ide ini selama 5 atau bahkan 10 tahun ke depan?

b. Akankah produk tersebut membuat Anda cepat bosan?

c. Apakah gagasan itu cukup menggairahkan Anda sehingga Anda ingin mengerjakannya dalam jangka panjang?

Kemudian setelah pertanyaan tersebut mampu di  jawab dengan baik maka berkembanglah dengan pertanyaan berikutnya :   

a. Apa yang ingin saya capai, alami, dan sumbangkan untuk dunia selama masa hidup saya?

b. Apa yang saya suka lakukan, dan keahlian apa yang paling saya bisa?

c. Topik apa yang lebih saya pedulikan daripada yang lain?

d. Bagaimana saya bisa mengelola karir saya sehingga pekerjaan saya mendukung tujuan hidup saya?

Memvalidasi ide bisnis Anda lebih dari sekadar menemukan peluang  dan masalah yang dapat diselesaikan oleh bisnis tersebut. Investasikan waktu untuk menemukan peluang atau produk yang benar-benar Anda sukai dan lakukan dengan sepenuh hati agar ide bisnis tersebut bertahan.

 

Langkah 3: Bangun Brand Anda

Jika semua hipotesa, pengujian, dan refleksi Anda berjalan dengan baik dan merasa telah mendapatkan ide sebagai pemenang di kepala Anda, maka mulailah membangun brand Anda sekarang. Dalam landscape bisnis yang terus berubah dan berinovasi saat ini, ide yang divalidasi hari ini mungkin sudah usang esok hari, jadi jangan ragu. Buang rasa takut untuk mengekspos ide bisnis besar Anda, karena seseorang dapat mencurinya. Saat ini, lebih baik untuk pergi dengan asumsi bahwa “jika gagasan Anda tidak segera terwujud, maka bisa jadi ide itu akan diambil oleh orang lain yang berani melihat peluang pasar.”

Bagaimana cara melakukannya? Kita tahu, bahwa sebuah nama bisnis kadang memiliki kesamaan dengan bisnis yang lain. Untuk segera mengakuisisi brand Anda, mulai dengan memilih nama dan mengamankan nama domain situs web (URL) untuk membuat halaman arahan bisnis yang diinginkan. Selanjutnya, amankan juga nama bisnis tersebut pada setiap saluran social media yang ada. Dengan mengamankan dan mengakui nama brand Anda di dunia digital, maka brand tersebut akan terhindar dari kemungkinan untuk digunakan pihak lain dan mulailah memanfaatkan sumber daya ini untuk membangun basis penggemar.

 

Langkah 4: Rencana Akuisisi Pelanggan

Setelah Anda mengidentifikasi siapa yang akan menjadi sasaran produk Anda melalui riset dan mengajukan pertanyaan yang tepat, Anda mungkin ingin bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang paling penting, yaitu “bagaimana cara mendapatkan pelanggan pertama saya?” Cobalah untuk pertimbangkan strategi pemasaran paling bijaksana yang mungkin dapat Anda terapkan sesuai kondisi ide bisnis tersebut. Bersiaplah untuk menjelaskan rencana ini kepada calon investor, mitra, dan pemegang kepentingan. Karena tidak diragukan lagi bahwa hal ini akan menjadi pertanyaan pertama yang mereka tanyakan.

 

Langkah 5: Tentukan Harga Produk

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui sebelum memutuskan berapa harga yang harus diberikan pada sebuah produk. Ketahui berapa biaya produksi, biaya pemasaran, dan berapa biaya gaji pegawai yang harus ditutupi untuk menghasilkan sebuah produk. Dalam hal ini, Anda bisa membuat perkiraan terlebih dahulu sesuai biaya pasar.

Kemudian, jika Anda mulai merasa kesulitan untuk menentukan harga sebuah produk, maka gunakanlah bantuan software akuntansi online seperti Jurnal untuk membantu membuat kalkulasi biaya yang relevan agar bisa dijadikan patokan harga barang yang ingin Anda tawarkan. Dapatkan dukungan ide bisnis sekaligus solusi pengelola keuangan secara cerdas melalui Jurnal. Untuk informasi penting tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Author