Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Tahapan Pencatatan Transaksi Keuangan Menjadi Buku Besar

Diperbarui

Pencatatan transaksi merupakan pondasi utama dalam proses akuntansi perusahaan. Tanpa catatan yang valid, Anda tidak akan bisa menyusun laporan keuangan yang akurat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para stakeholder.

Banyak pelaku usaha kecil yang menganggap proses ini rumit, padahal perusahaan yang sehat dinilai dari kerapian administrasinya. Pencatatan yang teratur membantu dalam penilaian kinerja, evaluasi bisnis, hingga mempermudah proses pengambilan keputusan strategis.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah sistematis dalam mencatat transaksi hingga melakukan posting ke buku besar.

Simak panduan lengkap dari Blog Mekari Jurnal berikut ini agar pembukuan bisnis Anda lebih profesional dan akurat.

Pentingnya Bukti Transaksi dalam Akuntansi

invoice

Sebelum masuk ke tahap pencatatan, hal pertama yang harus dipahami adalah pengumpulan bukti fisik. Bukti ini berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban hukum dan basis data utama bagi seorang akuntan atau pemilik bisnis.

1. Menyiapkan Bukti Transaksi secara Kronologis

Siapkan bukti transaksi seperti faktur (invoice), nota, kuitansi, hingga cek secara berurutan berdasarkan waktu kejadian. Menyusun bukti secara kronologis memudahkan pelacakan data dan memastikan tidak ada transaksi yang terlewat dalam sistem pencatatan.

2. Identifikasi Keaslian Bukti Keuangan

Hanya bukti asli yang boleh dicatat dalam pembukuan untuk menghindari risiko masalah saat audit. Lakukan pengecekan silang, verifikasi tanda tangan, dan stempel perusahaan untuk memastikan data tersebut bukan bukti palsu yang dibuat-buat.

Pencatatan transaksi keuangan dapat dilakukan lebih praktis dan akurat dengan menggunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal. Buktikan dengan coba gratis Jurnal sekarang!

Melakukan Pencatatan Transaksi Keuangan

Amendemen PSAK 25

Setelah melakukan analisis bukti-bukti transaksi yang ada, saatnya mencatat bukti-bukti tersebut ke dalam jurnal harian.

Jurnal merupakan catatan yang disusun secara sistematis dan didasarkan pada kronologis transaksi-transaksi yang dilakukan.

Fungsi dari adanya jurnal ini adalah:

  • Mencatat semua transaksi yang dilakukan berdasarkan pada bukti yang ada.
  • Mencatat transaksi yang ada berdasarkan waktu kejadiannya.
  • Semua transaksi yang dilakukan dan dicatat dalam jurnal merupakan hasil analisa dari bukti-bukti yang tersedia.
  • Dapat digunakan sebagai instruksi untuk melakukan posting debit atau kredit ke buku besar.
  • Memberikan informasi terkait dengan transaksi-transaksi yang sudah dilakukan.

Dalam pembagiannya, jurnal terdiri dari dua jenis.

Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat seluruh transaksi ke dalam sebuah kesatuan berdasarkan pada urutan waktu.

Kemudian ada buku jurnal khusus penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang dilakukan secara spesifik.

Melakukan Posting Transaksi ke Buku Besar

Setelah mencatat semua bukti transaksi ke dalam jurnal lalu apa?

Langkah setelah mencatat transaksi dalam jurnal yaitu adalah mem-posting ke dalam buku besar.

Berikut adalah langkah yang harus dilakukan untuk mem-postingnya.

  • Pindahkan tanggal transaksi dari jurnal ke lajur perkiraan yang berkaitan di dalam buku besar.
  • Pindahkan jumlah debit dan kredit yang ada di jurnal ke lajur debit atau kredit perkiraan yang ada di buku besar.
  • Catat nomor kode akun pada kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal yang sudah dipindahkan ke dalam buku besar.
  • Catat nomor halaman jurnal pada kolom referensi yang ada di dalam buku besar setiap pemindah bukuan.

Setelah mengetahui tentang tahapan mencatat transaksi keuangan hingga mempostingnya dalam buku besar yang cukup memerlukan usaha dan ketelitian.

Membuat Neraca Keuangan

Jika Anda sudah mencatat transaksi keuangan dengan rapi, cara selanjutnya Anda dapat membuat neraca.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah jumlah saldo sisi aktiva (debit) sama dengan saldo sisi pasiva (kredit).

Jika belum seimbang maka artinya ada transaksi yang belum dicatat atau ada kesalahan dalam menghitung.

Anda dapat membetulkannya sebelum membuat laporan keuangan.

Dengan demikian membuat neraca juga dapat mengurangi risiko Anda salah dalam membuat laporan keuangan.

Karena jika kesalahan diketahuinya pada saat sudah menjadi laporan keuangan, tentu saja pekerjaan Anda pun akan semakin banyak.

Maka ada baiknya, jika perusahaan mulai beralih menggunakan software akuntansi online atau aplikasi pencatatan keuangan yang memudahkan pencatatan dan pengecekan setiap saat.

Baca Juga : Contoh Laporan Neraca Perusahaan Dagang

pencatatan transaksi keuangan

Permudah Pencatatan Transaksi dengan Mekari Jurnal

Mencatat transaksi dengan rapi tidaklah sulit. Anda hanya perlu meluangkan waktu dan tenaga dalam prosesnya.

Namun, sekarang Anda tidak perlu khawatir kehilangan banyak waktu dan tenaga hanya untuk mencatat transaksi dengan rapi.

Karena mencatat transaksi keuangan kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan Jurnal sebagai sistem pemrosesan transaksi.

Mekari Jurnal dapat membantu Anda membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan nyaman.

Dengan Mekari Jurnal, Anda hanya perlu mencatat seluruh transaksi ke dalam sistem, dan Jurnal akan membantu Anda membuat contoh laporan keuangan bulanan excel dengan mudah.

Mekari Jurnal juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain yang mempermudah Anda dalam mengelola bisnis mulai dari membuat faktur secara profesional, software invoice, memonitor kondisi keuangan di mana saja, mengelola stok dan aset perusahaan, mengelola utang piutang, dan masih banyak fitur lainnya.

Dengan Mekari Jurnal, rasakan akselerasi bisnis yang lebih pesat lagi. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 7 hari.

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Mekari Jurnal juga memiliki penawaran harga yang kompetitif dan menarik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda.

Untuk informasi lebih lengkap tentang fitur Mekari Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Nah setelah membaca tulisan tentang tahapan pencatatan atau posting transaksi keuangan menjadi buku besar disini, sekarang tentu anda bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti :

  • Bagaimana cara mencatat transaksi keuangan bisnis dengan benar?
  • Langkah setelah mencatat transaksi dalam jurnal yaitu?
  • Fasilitas yang digunakan untuk memasukkan suatu transaksi kedalam buku besar adalah data?
  • Menyusun bukti transaksi secara kronologis artinya?
  • Fasilitas yang digunakan untuk memasukkan suatu transaksi kedalam jurnal umum adalah data?
  • Pencatatan di sisi debet akun buku besar dilakukan apabila terjadi?
  • Untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dan mempermudah dalam proses posting dari jurnal ke buku besar terlebih dahulu harus dibuat?
  • Langkah setelah mencatat transaksi dalam jurnal adalah?
  • Memasukkan data transaksi kedalam jurnal disebut apa?
  • Jelaskan langkah-langkah analisis yang harus dilakukan sebelum transaksi dicatat dalam buku kas?

Selain itu bagi Anda yang membutuhkan aplikasi pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan aplikasi pencatatan keuangan untuk usaha yang dapat memudahkan proses pencatatan keuangan usaha, kelola transaksi laporan serta pembukuan secara otimatis dan cepat.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda yang memerlukannya. Jangan lupa untuk dibagikan di sosial media ya.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami