Pengertian Usaha Real Estate, Jenis, Contoh, Beserta Tips Melakukannya

Usaha real estate adalah sebuah usaha yang berkaitan dengan jual beli tanah dan bangunan yang ada di atasnya. Untuk memahami usaha real estate atau lahan yasan lebih lanjut, kita perlu mengetahui apa itu real estate terlebih dahulu.

Real estate sendiri berasal dari kata bahasa inggris “real” yang berarti nyata, dan estate yang berarti lahan atau tanah. Jadi, bisa disimpulkan bahwa real estate mempunyai arti harta yang tidak bergerak seperti lahan, tanah, serta bangunan diatasnya.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), real estate atau lahan yasan memiliki makna tanah dan semua bangunan fisik, termasuk semua benda yang melekat di tanah tersebut. Benda yang dimaksud contohnya adalah gedung, pagar, serta bangunan fisik lainnya yang berada di atas tanah tersebut.

Istilah lahan yasan juga mengacu pada hukum yang mempunyai kaitan dengan sebidang tanah beserta lingkungannya seperti bangunan dan proyek yang berada di tanah tersebut. real estate juga mencakup semua sumber daya yang ada di tanah tersebut seperti tanaman, air, batu-batuan, pagar, jalan, dan benda tidak bergerak lainnya.

Namun, di era sekarang, real estate lebih dipahami oleh kalangan masyarakat sebagai perumahan, komersial, dan industri. Karena tiga kategori tersebut, artinya real estate juga mencakup tanah yang belum dilakukan pengembangan, gedung perkantoran, ruko atau kios, pabrik, dan sejenis.

usaha real estate adalah

Jenis Real Estate

Pada umumnya, lahan yasan memiliki 3 jenis kategori berdasarkan penggunaannya. Jenis tersebut adalah:

  • Residential

Jenis pertama usaha real estate adalah residential, yakni bangunan atau gedung yang dijadikan sebagai tempat tinggal. Contohnya saja adalah perumahan, rumah susun, apartemen, villa, kondominium, dan sejenisnya. Biasanya terdapat bisnis-bisnis kecil yang ikut dalam residential ini, contohnya saja seperti toko, minimarket, dan sejenisnya.

  • Commercial

Commercial adalah jenis lahan yasan yang biasa digunakan dengan tujuan untuk keperluan komersial atau memperoleh profit dan keuntungan. Contoh dari lahan yasan  jenis ini adalah hotel, gedung kantor, dan segala jenis real estate yang mempunyai tujuan untuk mendatangkan profit.

  • Industrial

Terakhir, real estate industrial adalah jenis real estate yang merupakan bidang usaha. Contoh dari real estate jenis yang satu ini adalah pabrik, terminal, Gudang, R&D, dan bangunan yang mempunyai tipe serupa.

Perbedaan Usaha Real Estate dengan Usaha Properti

Karena real estate adalah tanah sekaligus benda tidak bergerak atau permanen yang melekat diatasnya, maka lahan yasan adalah usaha yang dilakukan menjual atau membeli suatu tanah beserta bangunan atau benda tidak bergerak lain yang ada diatasnya. Sementara itu, usaha properti adalah sebuah usaha yang dilakukan dengan menggunakan kepemilikan hak atas tanah atau bangunan.

Perbedaan paling mencolok dari bisnis properti dan usaha real estate adalah pada wujud fisik serta kepemilikannya. Usaha real estate cenderung lebih mencakup kearah bentuk fisik dari tanah dan bangunan diatasnya. Sedangkan usaha properti lebih condong kearah kepemilikan terhadap tanah dan bangunan tersebut.

Artinya, usaha real estate adalah salah satu bagian dari usaha properti. Karena sebuah usaha real estate sudah pasti masuk dalam usaha properti. Namun, usaha properti tidak serta merta hanya usaha real estate saja. Kesimpulannya, perbedaan dari real estate dan properti terletak pada fisik dan kepemilikan bentuk fisik tersebut.

Meskipun usaha lahan yasan dan usaha properti merupakan dua hal yang berbeda, di Indonesia sendiri istilah real estate sendiri mempunyai sedikit pergeseran arti di kalangan masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan kesalahpahaman kata real estate itu sendiri.

Jika mendengar kata real estate, maka yang akan dibayangkan oleh mayoritas masyarakat tanah air adalah kompleks perumahan dan sejenisnya. Padahal, hal tersebut termasuk dalam usaha properti, bukan real estate.

Contoh perbedaan dari usaha lahan yasan dan usaha properti adalah saat seorang individu yang mempunyai tanah kosong tanpa adanya bangunan diatasnya dan atau tanah beserta bangunan fisik diatasnya. Maka orang tersebut dikategorikan sebagai orang yang memiliki properti.

Namun, jika seseorang menyewa tanah dari orang lain dan membangun sebuah bangunan fisik diatasnya dengan status kepemilikan tanah adalah sewa, maka hal tersebut bisa dikategorikan sebagai real estate. Orang yang memiliki bangunan tersebut merupakan orang yang sedang mempunyai usaha lahan yasan dan bukan properti, hal tersebut karena seorang pemilik dari real estate tidak mempunyai kepemilikan atas tanah tempat bangunan yang dia bangun diatasnya.

Jika diamati lebih lanjut, maka usaha properti dan usaha real estate adalah sebuah usaha yang selain memiliki kepemilikan dari tanah dan bangunan tersebut, juga melakukan kegiatan usaha seperti penyewaan atau penjualan atas kepemilikan tanah dan bangunan tersebut.

Contoh Usaha Real Estate

  • Perumahan

Perumahan merupakan salah satu bentuk usaha lahan yasan yang paling umum dilakukan. Hal tersebut karena perumahan banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Karena faktor kebutuhan tempat tinggal tersebut, harga perumahan semakin melonjak per tahunnya. Tentunya hal tersebut juga menjadi peluang untuk usaha lahan yasan.

  • Kawasan Industri

Selain perumahan, kawasan industri juga bisa menjadi ladang usaha real estate yang cukup menjanjikan. Kawasan industri ini meliputi pabrik, R&B, gudang, serta tempat industri lainnya.

  • Area Komersial

Area komersial seperti toko kelontong, toko ritel, mal, minimarket, dan sejenisnya juga bisa menjadi salah satu opsi usaha lahan yasan. Hal tersebut dikarenakan area komersial juga dibutuhkan banyak orang dan mempunyai peran yang cukup penting untuk media jual beli dikalangan masyarakat.

  • Area Perkantoran

Terakhir, ada gedung perkantoran yang juga menjadi ladang usaha lahan yasan. Banyak sekali perusahaan yang mencoba melebarkan bisnisnya dan mencari gedung-gedung kantor baru. Hal tersebut juga dilandasi dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Karena alasan itulah, area perkantoran juga menjadi salah satu usaha real estate yang sangat menjanjikan.

Keuntungan Usaha Real Estate

Setiap instrumen investasi tentunya memberikan profit atau keuntungan yang besar, tidak terkecuali dengan usaha lahan yasan dan properti.

Namun, usaha real estate adalah jenis investasi jangka panjang yang membutuhkan pengamatan serta analisis yang tepat, yang profitnya akan kita rasakan di masa depan. Berikut ini adalah keuntungan dari usaha lahan yasan dan properti:

  • Harga yang Cenderung Akan Selalu Naik

Usaha real estate dan properti cenderung memiliki harga yang selalu naik atau stabil. Harga sebuah lahan biasanya tidak akan turun dan selalu naik setiap tahunnya, hal tersebut karena sebuah lahan semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Kecuali ada faktor tak terduga seperti krisis ekonomi atau bencana alam, harga dari real estate dan properti tidak akan turun.

  • Keuntungan yang Besar

Meskipun membutuhkan modal yang besar, usaha lahan yasan seperti penyewaan lahan tentunya juga mempunyai keuntungan yang besar karena bisa disewakan selama-lamanya atau dengan jangka waktu yang hampir tidak terbatas.

Namun, keuntungan tersebut adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa kita nikmati profitnya hanya dalam waktu satu atau dua bulan saja, tetapi butuh waktu bertahun-tahun sampai kita bisa menikmati keuntungan tersebut.

  • Tidak Terlalu Terpengaruh Oleh Inflasi Ekonomi

Inflasi atau merosotnya nilai suatu mata uang di suatu negara karena terlalu banyak uang yang dicetak dan diedarkan adalah salah satu resiko terbesar dari segala jenis instrumen investasi. Namun, sebuah usaha lahan yasan atau aset properti mempunyai kelebihan dimana inflasi tidak akan berpengaruh secara signifikan kepada usaha ini.

Meskipun harga barang-barang terus melonjak, sebuah usaha real estate akan selalu dibutuhkan dan tidak akan mengalami kerugian yang parah.

  • Bisa Menjadi Sumber Passive Income

Usaha real estate bisa menjadi salah satu sumber passive income atau penghasilan pasif kepada pemilik usaha tersebut. Instrumen investasi jenis ini mempunyai penghasilan pasif yang jauh lebih tinggi daripada jumlah bank dengan modal yang sama.

Semakin banyak usaha real estate yang anda bangun, maka akan semakin tinggi pula keuntungan yang bisa anda dapatkan. Tentu saja keuntungan perusahaan harus dapat Anda pantau dengan cara mengelolanya dengan aplikasi pengelola keuangan.

  • Keuntungan Bisa Dilihat dan Dirasakan Secara Langsung

Hal ini terkait dengan keuntungan sebelumnya tentang penghasilan pasif. Jika sebuah usaha lahan yssan terus diminati dan dicari banyak orang, maka akan ada banyak masyarakat yang mengantri untuk menyewa lahan tersebut. Hal ini menjadikan pendapatan dari usaha real estate terus mengalir dan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung oleh pemiliknya.

  • Bisa Digunakan Sebagai Jaminan Pinjaman

Karena anda adalah pemilik aset bangunan dari usaha real estate tersebut. Maka anda secara langsung juga merupakan pemilik dari aset properti tersebut. Hal ini bisa berguna jika sewaktu-waktu anda membutuhkan uang untuk keperluan tertentu, contohnya adalah membuat usaha lahan yasan baru.

Dengan adanya aset properti tersebut, maka bank atau pemilik modal tidak akan ragu untuk memberikan anda pinjaman dalam jumlah besar.

  • Resiko yang Cenderung Lebih Rendah

Karena faktor-faktor yang sudah disebutkan diatas seperti nilai atau harga yang selalu naik dan tidak terlalu terpengaruh dengan adanya suatu inflasi, maka usaha real estate adalah salah satu instrumen investasi yang mempunyai resiko yang cenderung lebih rendah.

Jumlah besarnya modal yang dikeluarkan akan sebanding dengan keuntungan yang akan anda dapatkan dalam jangka panjang.

  • Kondisi yang Lebih Stabil

Berbeda dengan instrumen investasi seperti saham yang selalu naik turun setiap harinya, usaha lahan yasan cenderung memiliki kondisi pasar yang stabil. Setelah anda mempunyai usaha lahan yasan, anda tidak perlu terlalu pusing menganalisis pasar layaknya saham, reksadana, dan sejenisnya.

Setiap jenis usaha real estate mempunyai peminat dalam jumlah yang banyak, contohnya saja perumahan atau kantor yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat atau perusahaan setiap harinya. Hal tersebut menjadikan kondisi pasar dari usaha real estate cenderung stabil.

  • Memiliki Kontrol Penuh Terhadap Usaha

Setiap orang yang memiliki usaha real estate dan properti memiliki kontrol penuh terhadap aset mereka. Anda bisa membuat keputusan untuk properti milik anda tersebut tanpa adanya campur tangan pihak lain layaknya pemegang saham. Hal tersebut menjadikan anda mempunyai kontrol penuh atas setiap keputusan yang anda pilih nantinya.

  • Bisa Dijadikan Investasi Jangka Panjang

Terakhir, keuntungan dari usaha real estate adalah bisa dijadikan investasi dan penghasilan pasif dalam jangka waktu yang sangat lama. Usaha real estate juga mempunyai nilai yang hampir selalu naik setiap tahunnya, yang menjadikan profit atau keuntungan yang anda dapatkan juga terus naik.

Resiko Dari Usaha Real Estate

Sebuah usaha tentunya memiliki resiko dan kerugian tersendiri, begitu pula dengan usaha real estate dan properti. Meskipun ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari usaha ini, anda juga perlu memahami resiko yang ada untuk bisa membuat keputusan yang lebih bijak sebelum terjun dalam usaha real estate dan properti. Resiko dan kerugian tersebut adalah:

  • Modal yang Besar

Tidak semua orang bisa memulai usaha real estate dan properti karena faktor modal yang terbilang sangat besar. Untuk membangun satu aset saja, dibutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi biaya pajak, sewa tanah, dan biaya lainnya. Karena itulah, kita perlu mengamati dan menganalisis dengan tepat sebuah lahan sebelum memulai usaha ini.

  • Adanya Biaya Perawatan

Aset seperti rumah, gedung, dan bangunan lainnya harus mendapatkan perawatan yang baik secara berkala. Hal tersebut tertunya menambah pengeluaran berkala dari usaha real estate.

  • Beresiko Hancur Jika Terjadi Bencana Alam

Bangunan permanen yang dibangun mempunyai resiko hancur jika terjadi gempa bumi, erupsi gunung berapi, atau faktor lainnya seperti kebakaran dan banjir. Hal tersebut bisa menghancurkan sebuah usaha real estate dalam jangka waktu yang sangat singkat. Untuk itulah, diperlukan asuransi properti terhadap properti tersebut jika sewaktu-waktu hal tidak terduga ini terjadi.

  • Tidak Mempunyai Fleksibilitas

Karena bentuk properti berupa tanah dan bangunan permanen yang tidak bergerak, maka sebuah usaha real estate hanya bisa dilakukan di satu tempat itu saja. Hal tersebut tentunya menjadikan usaha real estate menjadi tidak fleksibel.

Faktor ini bisa menjadi resiko jika nantinya tempat yang anda bangun sebuah properti tersebut tidak mempunyai peminat yang cukup banyak, karena bangunan tersebut tidak bisa anda pindahkan ke tempat lain.

Karena itulah, perlu sebuah pengamatan yang sangat hati-hati sebelum melakukan usaha real estate. Pengamatan dilakukan bukan hanya untuk kondisi saat ini, tetapi jauh di masa depan juga.

  • Tidak Mempunyai Likuiditas

Meskipun usaha real estate bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang menjanjikan, sayangnya properti bukan merupakan aset yang bersifat liquid. Maksudnya, sebuah properti dari real estate tidak bisa dikonversikan menjadi uang tunai dengan cepat layaknya aset yang mempunyai liquid seperti saham dan sejenisnya.

Hal tersebut dikarenakan properti bangunan seperti rumah dan gedung merupakan harta yang tidak bisa secara langsung kita tukarkan menjadi uang tunai. Maka, jika suatu saat anda membutuhkan uang tunai, maka aset dari usaha real estate tidak bisa menjadi jaminan untuk anda mendapatkan uang secara langsung disaat membutuhkan.

usaha real estate adalah

Tips Melakukan Usaha Real Estate

Sebelum anda memulai sebuah usaha real estate, anda perlu mengumpulkan tips dan menyusun strategi untuk mendapatkan keuntungan dari usaha ini. Beberapa tips sebelum melakukan usaha real estate adalah sebagai berikut:

  • Memilih Lokasi yang Tepat

Memilih lokasi dari usaha real estate adalah salah satu faktor paling penting dari keberhasilan usaha ini. Sebelum anda memilih lokasi, anda perlu memilih target market dari usaha real estate milik anda tersebut.

Misalnya saja, jika anda membangun sebuah kost atau kontrakan, cari lahan yang mempunyai lokasi dekat dengan universitas, mall, kantor, dll. Beberapa kriteria lokasi yang harus dipenuhi disetiap usaha real estate adalah sebagai berikut:

  • Memiliki akses yang baik dan mudah dijangkau
  • Dekat dengan infrastruktur utama yang memadai
  • Berada di area tempat umum yang menjadi tujuan manusia untuk demografi, contohnya seperti universitas, kantor dll.
  • Melihat Harga Pasar

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal, anda juga harus melihat harga pasar di area yang akan anda buka usaha real estate tersebut. Hal ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan anda nantinya dalam memilih sebuah tempat usaha real estate yang sesuai dengan modal yang anda miliki.

  • Menyusun Rencana

Sebelum memulai usaha real estate, anda perlu menyusun rencana terlebih dahulu untuk pendanaan pembangunan, biaya sewa, biaya marketing, dan lain-lain. Jika anda belum mahir dalam menyusun rencana usaha real estate, tidak ada salahnya meminta nasehat dan saran dari orang yang sudah mempunyai real estate sebelumnya.

  • Memulai dari Skala yang Kecil

Memulai usaha real estate dari skala yang kecil terlebih dahulu perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan dan jam terbang anda dalam usaha ini, mengingat usaha real estate adalah usaha yang mempunyai resiko cukup besar.

Jika anda belum yakin untuk memulai usaha real estate secara individu karena faktor modal atau pengalaman, tidak ada salahnya untuk memulai usaha real estate bersama-sama atau patungan.

Demikian pembahasan  mengenai usaha real estate. Usaha real estate adalah salah satu peluang Anda yang ingin mencoba berbisnis. Gunakan software akuntansi online yang dapat membantu bisnismu, terlebih lagi perlunya sebuah bisnis mengelola keuangannya dengan bantuan aplikasi keuangan perusahaan. Mekari Jurnal juga memberikan versi gratis selama 14 hari kepada para pengguna baru.

Apa itu program referral Mekari Jurnal? Anda bisa mendapatkan komisi sebesar 20% dan rekan bisnis yang Kamu ajak berlangganan Mekari Jurnal.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo