Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Slow Moving Stock: 7 Cara Mengelola dengan 3 Rumus Analisa

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Barang lambat laku sering tersembunyi di balik rasio perputaran gabungan yang terlihat sehat.
  • Analisis per SKU dengan inventory turnover, days sales of inventory, dan laporan aging membantu menemukannya lebih awal.
  • Mekari Jurnal melalui fitur manajemen inventory menyajikan laporan perputaran stok dan aging secara otomatis dari transaksi harian.

Slow moving stock adalah persediaan yang perputarannya rendah sehingga mengendap di gudang lebih lama dari barang lain. Dalam bahasa sehari-hari, ini disebut barang lambat laku.

Masalahnya bukan sekadar rak yang penuh. Riset IHL Group mencatat kelebihan stok merugikan peritel global sekitar USD572 miliar pada 2025. Modal tertahan, biaya simpan berjalan, dan nilai barang terus turun.

Artikel ini membahas rumus analisis, langkah pengelolaannya, cara mencegah dan perlakuan pada stok yang lambat terjual.

Apa Itu Slow Moving Stock?

Slow moving stock adalah kelompok persediaan dengan tingkat penjualan atau pemakaian yang rendah dalam periode tertentu. Barangnya masih terjual, tetapi jauh lebih lambat dari rata-rata.

Istilah ini juga dikenal sebagai slow moving inventory. Dalam metode FSN (fast, slow, non-moving), barang ini menempati kategori S.

Tidak ada batas baku yang berlaku untuk semua bisnis, karena perputaran stok bergantung pada penggunaan di setiap industri. Contohnya pada toko bahan makanan bisa menganggap 30 hari sudah lambat. Namun distributor suku cadang mungkin baru menganggap lambat setelah 180 hari.

Setiap perusahaan perlu menetapkan ambangnya sendiri dan memakainya secara konsisten.

Penyebab dan Dampak Barang Lambat Laku

Barang lambat laku biasanya muncul dari keputusan pembelian, bukan dari gudang. Penyebab yang paling sering terjadi biasanya:

  • Perkiraan permintaan meleset: pembelian mengikuti target, bukan data penjualan aktual.
  • Pembelian berlebih: kuantitas dinaikkan demi diskon dari pemasok.
  • Perubahan tren atau model: produk seri lama kalah oleh seri baru.
  • Harga tidak kompetitif: barang sama tersedia lebih murah di tempat lain.
  • Permintaan musiman: barang hanya dicari pada bulan tertentu.

Jika slow moving stock tidak segera diatas, dampaknya akan terasa di tiga sisi keuangan bisnis:

  • Arus kas: uang yang sudah dibayarkan ke pemasok belum kembali menjadi kas.
  • Biaya: sewa gudang, asuransi, dan tenaga kerja tetap berjalan.
  • Laporan keuangan: nilai persediaan harus diturunkan jika harga jualnya jatuh di bawah biaya perolehan.

Rumus Analisa Slow Moving

Sebelum menghitung, kenali dulu tanda-tandanya. Barang lambat laku biasanya terlihat dari beberapa sinyal berikut:

  • Umur stok melewati batas: barang tersimpan lebih lama dari ambang yang ditetapkan, misalnya 90 atau 180 hari.
  • Stok menumpuk: jumlah persediaan naik padahal pola pembelian tidak berubah.
  • Pemesanan ulang makin jarang: jarak antarpesanan ke pemasok memanjang karena stok tidak kunjung habis.
  • Penjualan di bawah perkiraan: realisasi terus meleset dari forecast ke arah yang sama.
  • Biaya simpan naik: biaya gudang membesar tanpa kenaikan penjualan.

Sinyal ini baru berupa dugaan. Rumus di bawah mengubahnya menjadi angka yang bisa dibandingkan dan ditindaklanjuti.

Penting

Rumus ini digunakan dalam level per SKU, bukan per gudang. Sebab rasio di tingkat gudang adalah rata-rata, sehingga barang yang laris menutupi barang yang diam dan masalahnya tidak terlihat. 

Selain itu, tindakan seperti diskon, retur, atau penghentian pembelian selalu diputuskan per barang, bukan per gudang.

1. Inventory Turnover Ratio (ITR)

ITR menjadi dasar klasifikasi fast, slow, atau non-moving. SKU dengan ITR rendah masuk daftar pantau dan pembelian ulangnya ditahan. Bandingkan juga dengan periode sebelumnya.

ITR yang terus turun menandakan barang sedang bergeser menuju slow moving.

ITR = Harga Pokok Penjualan ÷ Rata-rata Persediaan

Rata-rata persediaan dihitung dari (persediaan awal + persediaan akhir) ÷ 2. Untuk stop kontak seri lama: Rp54.000.000 ÷ Rp36.000.000 = 1,5 kali.

2. Days Sales of Inventory (DSI)

DSI menentukan seberapa mendesak tindakannya. Bandingkan dengan umur simpan atau siklus model produk. Jika seri baru keluar tiap enam bulan, DSI 243 hari berarti stok akan usang sebelum terjual.

Angka ini juga menjadi dasar besaran diskon dan batas waktu likuidasi.

DSI = 365 ÷ ITR

Untuk stop kontak seri lama: 365 ÷ 1,5 = 243 hari. Artinya stok yang ada baru habis dalam sekitar delapan bulan.

3. Persentase Slow Moving

Rasio ini menunjukkan besar modal yang tertahan dan cocok dijadikan indikator bulanan. Gunakan juga untuk menghitung beban simpan.

Dengan asumsi biaya simpan 20% per tahun, stok tersebut menghabiskan Rp61.000.000 × 20% = Rp12.200.000 setahun. Tangani lebih dulu SKU dengan nilai tertahan paling besar.

Persentase Slow Moving = Nilai Persediaan Slow Moving ÷ Total Nilai Persediaan × 100%

Nilai SKU slow moving PT Sinar Elektrindo Jaya adalah Rp61.000.000 dari total persediaan Rp301.000.000. Persentasenya Rp61.000.000 ÷ Rp301.000.000 = 20,3%.

Contoh Ambang Klasifikasi FSN

Klasifikasi FSN adalah metode pengelompokan persediaan berdasarkan kecepatan pergerakannya, yaitu fast moving (F), slow moving (S), dan non-moving (N).

Setiap SKU dimasukkan ke salah satu kelompok dengan membandingkan ITR-nya terhadap ambang yang ditetapkan perusahaan, seperti contoh berikut:

KategoriITR per tahunArti
Fast movingDi atas 3 kaliStok berputar cepat
Slow moving1 sampai 3 kaliStok lambat laku
Non-movingDi bawah 1 kaliStok hampir tidak bergerak

Ambang di atas adalah contoh kebijakan internal. Sesuaikan dengan karakter industri dan umur simpan produk Anda.

Contoh Barang yang Rawan Menjadi Slow Moving

Beberapa jenis barang lebih mudah melambat dibanding yang lain. Kenali kelompoknya agar pembelian dan pemantauannya lebih ketat.

Kelompok barangContoh SKUMengapa rawan
Barang musimanParsel Lebaran, perlengkapan sekolah, jas hujanPermintaan hanya muncul pada periode tertentu
Produk dengan pergantian model cepatCasing ponsel tipe lama, aksesori gawai, elektronik seri lamaSeri baru langsung menggeser minat pembeli
Fashion dengan ukuran atau warna tertentuUkuran XS dan XXXL, warna tren sesaatPembelinya sedikit, sisa stok tertinggal di akhir musim
Suku cadang model lamaSuku cadang motor atau mesin yang sudah tidak diproduksiJumlah pengguna terus berkurang
Barang bernilai tinggiFurnitur, peralatan dapur besar, alat beratFrekuensi beli rendah dan keputusan beli lama
Varian baru atau edisi terbatasRasa baru, kemasan ukuran besar, kolaborasi merekPermintaan belum teruji saat pembelian pertama
Barang dengan minimum order besarBarang impor per kontainer, kemasan cetak khususJumlah beli melebihi kebutuhan nyata
Produk dengan masa kedaluwarsaKosmetik, suplemen, obat untuk kebutuhan khususWaktu jual terbatas sehingga cepat kehilangan nilai
Barang promosiMerchandise acara, hadiah pembelianTidak relevan lagi setelah kampanye selesai

Tidak semua barang di daftar ini bermasalah. Jas hujan yang diam pada musim kemarau adalah hal wajar. Suku cadang penting juga sering sengaja disimpan lama agar layanan purnajual tetap berjalan.

Barang baru perlu ditangani ketika lambatnya tidak direncanakan atau terjadi pada anomali pada musim yang tidak semestinya.

Apa yang Harus Dilakukan pada Slow Moving Inventory?

Setelah barang lambat laku teridentifikasi, pilih tindakan yang sesuai dengan penyebabnya.

Tidak semua barang tidak laku akan laris jika diberi diskon, karena bisa jadi masalahnya ada pada visibilitas produk.

  • Turunkan harga: lakukan saat harga kalah dari pesaing atau produk hampir usang. Gunakan diskon sementara jika penurunan penjualan diperkirakan singkat. Pangkas harga secara permanen jika barang harus habis sebelum usang.
  • Perbaiki tampilan produk: lakukan saat barang sulit ditemukan atau kurang menarik. Pindahkan ke rak yang lebih terlihat, perbarui foto dan deskripsi di toko online, atau ganti kemasan.
  • Jalankan promosi: lakukan saat perlambatan bersifat sementara. Tawarkan beli satu gratis satu, hadiah pembelian, atau bundling dengan barang laris. Pastikan margin masih menutup biayanya.
  • Tambah kanal penjualan: lakukan saat pemasaran belum menjangkau pembeli yang tepat. Jual lewat marketplace, reseller, atau mitra yang punya basis pelanggan berbeda.
  • Buat konten edukasi: lakukan saat pembeli belum paham kegunaan produk. Tulis panduan atau video yang menjawab masalah calon pembeli produk tersebut.
  • Donasikan: lakukan saat barang masih layak pakai tetapi sulit terjual. Salurkan ke lembaga sosial agar ruang gudang kembali lega. Konsultasikan perlakuan pajaknya dengan konsultan Anda.
  • Tunggu: lakukan saat lambatnya direncanakan atau bersifat musiman. Jika biaya tindakan lebih besar dari biaya simpan, menahan stok dan menunda pesanan berikutnya bisa menjadi pilihan terbaik.

Cara Mengelola Slow Moving Inventory

Bagian sebelumnya membahas pilihan tindakan untuk barang yang sudah melambat. Pengelolaan adalah proses rutinnya, agar barang lambat laku selalu terpantau dan ditangani tepat waktu.

Di bawah ini adalah tahapan cara pengelolaan slow moving inventory yang dapat dipraktekan:

  1. Klasifikasikan stok secara rutin: jalankan analisis FSN dan laporan aging setiap bulan, bukan hanya saat tutup buku.
  2. Cari penyebab per SKU: bedakan masalah harga, tren, musim, dan kesalahan pembelian karena solusinya berbeda.
  3. Tetapkan tindakan dan targetnya: pilih opsi pada bagian sebelumnya, lalu tentukan target jumlah terjual dan tenggatnya.
  4. Koreksi pembelian ulang: turunkan titik pemesanan ulang dan kuantitas pesanan untuk SKU lambat laku.
  5. Negosiasikan dengan pemasok: ajukan retur, tukar barang, atau skema konsinyasi untuk pembelian berikutnya.
  6. Pindahkan stok antargudang: barang lambat di satu cabang bisa laku di cabang lain.
  7. Tetapkan batas waktu: tentukan kapan barang harus dilikuidasi agar tidak menjadi dead stock.

Cara Mencegah Slow Moving Stock

Langkah pengelolaan di atas menangani barang yang sudah telanjur lambat laku. Pencegahan bekerja lebih awal, yaitu sebelum pesanan pembelian dibuat. 

Berikut adalah beberapa cara preventif penumpukan slow moving stock:

  • Beli berdasarkan data penjualan aktual: gunakan riwayat penjualan per SKU sebagai dasar jumlah pesanan, bukan target penjualan atau perkiraan tim.
  • Tetapkan stok maksimum per SKU: batas atas mencegah pembelian melebihi kebutuhan, sama pentingnya dengan stok minimum.
  • Seleksi SKU baru sebelum masuk katalog: setiap varian tambahan memecah permintaan dan menambah titik stok yang harus dijaga.
  • Uji produk baru dalam jumlah kecil: pesan kuantitas percobaan dulu, lalu tambah setelah pola permintaannya terlihat.
  • Hitung ulang diskon kuantitas: bandingkan potongan harga dengan biaya simpan stok tambahannya.
  • Pesan lebih sering dalam jumlah lebih kecil: pilih pemasok dengan waktu tunggu pendek agar stok mengikuti permintaan.
  • Rencanakan barang musiman dengan tanggal habis: tentukan jumlah beli dan batas akhir penjualan sebelum musim dimulai.
  • Samakan informasi penjualan dan pembelian: rencana promo, penghentian produk, dan pergantian seri harus diketahui tim pembelian sebelum memesan.

Kelola dan Analisa Slow Moving Stock Lebih Cepat dengan Mekari Jurnal

Analisis per SKU sulit dilakukan rutin jika datanya tersebar di spreadsheet. Barang lambat laku baru ketahuan saat stock opname, ketika pilihan tindakannya sudah sempit.

Aplikasi manajemen inventory Mekari Jurnal mencatat pergerakan stok dari transaksi pembelian dan penjualan, lalu mengolahnya menjadi laporan siap pakai.

  • 40+ laporan inventaris: mencakup auto-restock, produk terlaris, stock opname, hingga bundling.
  • Analisis perputaran stok dan aging: temukan SKU lambat laku tanpa menghitung ITR manual.
  • Insight berbasis AI: dapatkan rekomendasi stok dan perencanaan inventaris yang lebih presisi.
  • Bundling dan promo tersinkron ke stok: jalankan paket penjualan untuk barang lambat laku di semua channel.
  • Stok multigudang real-time: lihat posisi barang di setiap lokasi dan lakukan transfer antargudang.
  • HPP otomatis: nilai persediaan dan laporan keuangan diperbarui mengikuti setiap transaksi.

Dengan data yang selalu terbaru, Anda bisa bertindak saat barang baru mulai melambat, bukan setelah menjadi dead stock. Gunakan Mekari Jurnal untuk bantu analisis lebih awal potensi slow moving stock melalui fitur manajemen inventory!

Referensi

  • IFRS Foundation. IAS 2 Inventories.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 202 Persediaan, Standar Akuntansi Keuangan.
  • IHL Group (2025). Retail Inventory Crisis Persists Despite $172 Billion in Improvements.

FAQ

1. Apa itu slow moving stock?

1. Apa itu slow moving stock?

Slow moving stock adalah persediaan dengan perputaran rendah yang tersimpan lebih lama dari barang lain. Istilah lainnya adalah barang lambat laku atau slow moving inventory.

2. Apa bedanya slow moving stock dan dead stock?

2. Apa bedanya slow moving stock dan dead stock?

Slow moving stock masih terjual walau lambat. Dead stock sudah tidak terjual dalam waktu lama dan kecil peluangnya untuk laku.

3. Bagaimana cara analisa slow moving?

3. Bagaimana cara analisa slow moving?

Hitung inventory turnover ratio dan days sales of inventory per SKU. Bandingkan hasilnya dengan ambang yang ditetapkan, lalu periksa laporan aging untuk melihat umur stok.

4. Bagaimana cara mengelola slow moving inventory?

4. Bagaimana cara mengelola slow moving inventory?

Klasifikasikan stok secara rutin, cari penyebab per SKU, jalankan bundling atau diskon bertahap, kurangi pembelian ulang, dan tetapkan batas waktu likuidasi.

5. Apakah slow moving stock memengaruhi laporan keuangan?

5. Apakah slow moving stock memengaruhi laporan keuangan?

Ya. Jika nilai realisasi neto lebih rendah dari biaya perolehan, selisihnya diakui sebagai beban pada periode berjalan sesuai PSAK 202.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami