Memahami Akuntansi Obligasi dari Pencatatan, Contoh Jurnal, dan Amortisasi Diskonto Mekari Jurnal Insight Obligasi yang dijual di bawah nilai nominal menimbulkan diskonto. Selisih ini diamortisasi sebagai tambahan beban bunga selama umur obligasi. PSAK 109 mensyaratkan metode suku bunga efektif, sehingga beban bunga mengikuti nilai tercatat utang, bukan sekadar kupon. Mekari Jurnal membantu tim finance mencatat jurnal penerbitan, bunga, dan amortisasi obligasi langsung ke buku besar. Akuntansi obligasi adalah proses pengakuan, pengukuran, dan pencatatan utang obligasi sejak penerbitan, pembayaran bunga, amortisasi diskonto atau premium, hingga pelunasan. OJK mencatat penghimpunan dana korporasi di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga 31 Juli 2026, dan Rp98,27 triliun di antaranya berasal dari efek bersifat utang dan sukuk. Tim finance perlu memahami pencatatannya agar beban bunga dan nilai liabilitas tersaji akurat. Apa Itu Akuntansi Obligasi?Obligasi adalah surat utang jangka panjang. Penerbit berjanji membayar bunga (kupon) secara berkala dan melunasi pokok pada tanggal jatuh tempo.Akuntansi obligasi mengatur cara perusahaan mencatat instrumen ini di pembukuan. Dalam konteks bisnis, ada dua sudut pandang: Perusahaan penerbit: mencatat obligasi sebagai liabilitas keuangan (utang obligasi) dan mengakui beban bunga setiap periode. Perusahaan investor: mencatat obligasi sebagai aset keuangan (investasi obligasi) dan mengakui pendapatan bunga. Di Indonesia, perlakuannya mengacu pada PSAK 109 Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71). Utang obligasi pada umumnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi. IAI menjelaskan bahwa metode suku bunga efektif adalah teknik untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dan mengalokasikan bunga ke periode yang relevan.Ruang lingkup pencatatan obligasi mencakup: Penerbitan obligasi Pembayaran dan akrual bunga Amortisasi diskonto atau premium Penyajian di laporan keuangan Pelunasan saat jatuh tempo atau lebih awal Penerbitan Obligasi: Nominal, Diskonto, dan PremiumHarga jual obligasi jarang sama persis dengan nilai nominalnya. Penyebabnya adalah selisih antara kupon dan suku bunga pasar pada tanggal penerbitan.KondisiHarga penerbitanDampak bagi penerbitKupon = bunga pasarSama dengan nominal (at par)Beban bunga sama dengan kuponKupon < bunga pasarDi bawah nominal (diskonto)Beban bunga lebih besar dari kuponKupon > bunga pasarDi atas nominal (premium)Beban bunga lebih kecil dari kuponRumus harga penerbitan obligasiHarga obligasi = Nilai kini pokok + Nilai kini seluruh kuponKeduanya didiskontokan dengan suku bunga pasar, bukan kupon. Nilai kini pokok = Nominal ÷ (1 + i)^n Nilai kini kupon = Kupon per periode × [1 − (1 + i)^−n] ÷ i Keterangan: i adalah suku bunga pasar per periode dan n adalah jumlah periode.Biaya emisi obligasiPenerbitan obligasi melibatkan biaya penjamin emisi, wali amanat, pemeringkat, dan konsultan hukum. Menurut PSAK 109, biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung tidak dibebankan sekaligus. Biaya ini mengurangi nilai tercatat awal utang obligasi, lalu ikut diamortisasi melalui suku bunga efektif.Cara Pencatatan Obligasi dari Penerbitan sampai PelunasanBerikut alur dan cara pencatatan obligasi di sisi perusahaan penerbit: Catat penerbitan: debit Kas sebesar dana yang diterima, kredit Utang Obligasi sebesar nominal. Selisihnya masuk ke akun Diskonto Utang Obligasi (debit) atau Premium Utang Obligasi (kredit). Catat bunga dan amortisasi: pada setiap tanggal kupon, debit Beban Bunga, kredit Kas sebesar kupon, lalu amortisasi diskonto atau premium untuk selisihnya. Akrual di akhir periode: jika tanggal laporan jatuh di antara dua tanggal kupon, akui bunga yang sudah terjadi sebagai Utang Bunga. Sajikan di laporan keuangan: utang obligasi tampil sebesar nilai tercatat (nominal dikurangi diskonto yang belum diamortisasi). Bagian yang jatuh tempo dalam 12 bulan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Catat pelunasan: saat jatuh tempo, debit Utang Obligasi dan kredit Kas sebesar nominal. Jika dilunasi lebih awal, selisih antara harga pelunasan dan nilai tercatat diakui sebagai laba atau rugi. Amortisasi Diskonto Obligasi: Perbedaan Suku Bunga Efektif vs Garis LurusDiskonto pada dasarnya adalah bunga tambahan yang dibayar penerbit di akhir, karena perusahaan menerima dana lebih kecil dari yang harus dilunasi. Amortisasi diskonto obligasi mengalokasikan bunga tambahan ini ke setiap periode.Amortisasi ini berbeda dari amortisasi aset tak berwujud, karena yang diamortisasi di sini adalah selisih nilai utang, bukan nilai aset.Metode suku bunga efektif Beban bunga = Nilai tercatat awal periode × Suku bunga efektif Bunga dibayar = Nominal × Kupon Amortisasi diskonto = Beban bunga − Bunga dibayar Nilai tercatat akhir = Nilai tercatat awal + Amortisasi diskonto Untuk premium, amortisasinya mengurangi nilai tercatat.Metode garis lurusAmortisasi per periode = Total diskonto ÷ Jumlah periodeMetode ini lebih sederhana, tetapi tidak mencerminkan beban bunga riil atas saldo utang.AspekSuku bunga efektifGaris lurusBeban bunga per periodeBerubah mengikuti nilai tercatatSama setiap periodeTingkat bunga atas saldo utangKonstanBerubah-ubahKesesuaian dengan PSAK 109Metode yang disyaratkanHanya pendekatan praktis jika selisihnya tidak materialKerumitanButuh tabel amortisasiSangat sederhana Baca juga: Jurnal Amortisasi: Pengertian, Cara Mencatat, dan Contoh Kasus Lengkap Contoh Pencatatan Obligasi beserta Tahapan Laporan KeuanganPT Baja Nusantara Logistik, perusahaan distribusi baja, menerbitkan obligasi pada 1 Januari 2026 untuk membiayai gudang baru.Data obligasiNilaiNilai nominalRp10.000.000.000Kupon8% per tahun, dibayar setiap 31 DesemberJangka waktu3 tahun (jatuh tempo 31 Desember 2028)Suku bunga pasar10% per tahunBiaya emisiDiasumsikan nol agar perhitungan sederhana1. Menghitung harga penerbitan Nilai kini pokok = Rp10.000.000.000 ÷ (1,10)^3 = Rp7.513.148.009 Nilai kini kupon = Rp800.000.000 × 2,48685 = Rp1.989.481.593 Harga penerbitan = Rp9.502.629.602 Diskonto = Rp10.000.000.000 − Rp9.502.629.602 = Rp497.370.398 Kupon lebih rendah dari bunga pasar, sehingga obligasi terjual dengan diskonto.2. Jurnal penerbitan obligasi (1 Januari 2026)AkunDebitKreditKasRp9.502.629.602Diskonto Utang ObligasiRp497.370.398Utang ObligasiRp10.000.000.0003. Tabel amortisasi diskonto obligasi (suku bunga efektif 10%)TanggalBunga dibayar (8%)Beban bunga (10%)Amortisasi diskontoNilai tercatat1 Jan 2026Rp9.502.629.60231 Des 2026Rp800.000.000Rp950.262.960Rp150.262.960Rp9.652.892.56231 Des 2027Rp800.000.000Rp965.289.256Rp165.289.256Rp9.818.181.81831 Des 2028Rp800.000.000Rp981.818.182Rp181.818.182Rp10.000.000.000TotalRp2.400.000.000Rp2.897.370.398Rp497.370.398Total beban bunga selama tiga tahun sama dengan total kupon ditambah diskonto.4. Jurnal pembayaran bunga dan amortisasi (31 Desember 2026)AkunDebitKreditBeban BungaRp950.262.960Diskonto Utang ObligasiRp150.262.960KasRp800.000.000Jurnal tahun 2027 dan 2028 mengikuti angka pada tabel amortisasi. Baca juga: Beban Bunga: Definisi, Cara Menghitung, dan Contoh Jurnal Penyesuaian 5. Penyajian di neraca per 31 Desember 2026Liabilitas jangka panjangNilaiUtang ObligasiRp10.000.000.000Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi(Rp347.107.438)Nilai tercatat utang obligasiRp9.652.892.562Di laporan arus kas, dana hasil penerbitan Rp9.502.629.602 masuk ke aktivitas pendanaan.6. Jurnal pelunasan saat jatuh tempo (31 Desember 2028)Setelah jurnal bunga terakhir, diskonto sudah habis diamortisasi.AkunDebitKreditUtang ObligasiRp10.000.000.000KasRp10.000.000.0007. Jika obligasi dilunasi lebih awalMisalkan perusahaan menarik seluruh obligasi pada 1 Januari 2028 dengan harga 101. Nilai tercatat saat itu Rp9.818.181.818, sedangkan kas yang dibayar Rp10.100.000.000.AkunDebitKreditUtang ObligasiRp10.000.000.000Rugi Pelunasan ObligasiRp281.818.182Diskonto Utang ObligasiRp181.818.182KasRp10.100.000.000Rugi pelunasan diakui di laporan laba rugi periode berjalan.8. Perbandingan dengan metode garis lurusDengan garis lurus, amortisasi per tahun sekitar Rp165.790.133 (Rp497.370.398 ÷ 3).TahunBeban bunga, suku bunga efektifBeban bunga, garis lurusSelisih2026Rp950.262.960Rp965.790.133Rp15.527.1732027Rp965.289.256Rp965.790.133Rp500.8772028Rp981.818.182Rp965.790.132(Rp16.028.050)Total beban bunga sama, yang berbeda adalah alokasi per tahun, sehingga laba tiap periode ikut berbeda.Kelola Pencatatan Obligasi Lebih Rapi dengan Mekari JurnalAkuntansi obligasi menuntut konsistensi selama bertahun-tahun. Satu jurnal amortisasi yang terlewat akan membuat nilai tercatat utang dan beban bunga keliru hingga jatuh tempo. Pembukuan yang terstruktur membantu tim finance menjaga setiap jurnal tetap sesuai tabel amortisasi. Fitur pembukuan di aplikasi akuntansi Mekari Jurnal mendukung proses ini melalui: CoA (daftar akun): susun akun Utang Obligasi, Diskonto Utang Obligasi, dan Beban Bunga secara terstruktur dan terkategorisasi. Pencatatan jurnal: catat jurnal penerbitan, bunga, dan amortisasi dengan kategori transaksi yang fleksibel sesuai kebutuhan bisnis. General ledger (buku besar): setiap transaksi tercatat detail, sehingga mutasi nilai tercatat obligasi mudah ditelusuri. Neraca saldo: ringkasan saldo tersaji real-time untuk mempermudah pencocokan dengan tabel amortisasi. Lampiran transaksi digital: simpan prospektus, perjanjian perwaliamanatan, dan tabel amortisasi sebagai bukti pendukung saat audit. Patuh regulasi lokal: fitur disusun mengikuti Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Mulai kelola pembukuan jurnal obligasi lebih rapi, siap audit, dan akurat dengan fitur pembukuan Mekari Jurnal!Referensi Ikatan Akuntan Indonesia. Buletin Implementasi PSAK 201 dan PSAK 109. Ikatan Akuntan Indonesia. Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan. PwC Indonesia. A Practical Guide to the New and Revised Indonesian Financial Standards for 2026. Otoritas Jasa Keuangan, dikutip dalam RRI, 4 Agustus 2026. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan akuntansi obligasi? 1. Apa yang dimaksud dengan akuntansi obligasi? Akuntansi obligasi adalah proses mencatat obligasi sejak penerbitan, pembayaran bunga, amortisasi diskonto atau premium, hingga pelunasan. Penerbit mencatatnya sebagai liabilitas, sedangkan investor mencatatnya sebagai aset keuangan. 2. Bagaimana jurnal penerbitan obligasi dengan diskonto? 2. Bagaimana jurnal penerbitan obligasi dengan diskonto? Debit Kas sebesar dana yang diterima, debit Diskonto Utang Obligasi sebesar selisihnya, dan kredit Utang Obligasi sebesar nilai nominal. 3. Mengapa diskonto obligasi harus diamortisasi? 3. Mengapa diskonto obligasi harus diamortisasi? Diskonto adalah bunga tambahan yang ditanggung penerbit. Amortisasi mengalokasikannya ke setiap periode, sehingga beban bunga mencerminkan biaya pendanaan yang sebenarnya dan nilai tercatat utang naik bertahap menuju nominal. 4. Apa perbedaan metode suku bunga efektif dan garis lurus? 4. Apa perbedaan metode suku bunga efektif dan garis lurus? Metode suku bunga efektif menghitung beban bunga dari nilai tercatat awal periode, sehingga nominalnya berubah tiap periode. Garis lurus membagi diskonto sama rata. PSAK 109 mensyaratkan metode suku bunga efektif. 5. Di mana utang obligasi disajikan dalam laporan keuangan? 5. Di mana utang obligasi disajikan dalam laporan keuangan? Utang obligasi disajikan sebagai liabilitas jangka panjang sebesar nilai tercatatnya. Bagian yang jatuh tempo dalam 12 bulan dipindahkan ke liabilitas jangka pendek. 6. Apakah biaya emisi obligasi langsung dibebankan? 6. Apakah biaya emisi obligasi langsung dibebankan? Tidak. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung mengurangi nilai tercatat awal utang obligasi, lalu diamortisasi melalui suku bunga efektif selama umur obligasi. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Memahami Akuntansi Obligasi dari Pencatatan, Contoh Jurnal, dan Amortisasi Diskonto Mekari Jurnal Insight Obligasi yang dijual di bawah nilai nominal menimbulkan diskonto. Selisih ini diamortisasi sebagai tambahan beban bunga selama umur obligasi. PSAK 109 mensyaratkan metode suku bunga efektif, sehingga beban bunga mengikuti nilai tercatat utang, bukan sekadar kupon. Mekari Jurnal membantu tim finance mencatat jurnal penerbitan, bunga, dan amortisasi obligasi langsung ke buku besar. Akuntansi obligasi adalah proses pengakuan, pengukuran, dan pencatatan utang obligasi sejak penerbitan, pembayaran bunga, amortisasi diskonto atau premium, hingga pelunasan. OJK mencatat penghimpunan dana korporasi di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga 31 Juli 2026, dan Rp98,27 triliun di antaranya berasal dari efek bersifat utang dan sukuk. Tim finance perlu memahami pencatatannya agar beban bunga dan nilai liabilitas tersaji akurat. Apa Itu Akuntansi Obligasi?Obligasi adalah surat utang jangka panjang. Penerbit berjanji membayar bunga (kupon) secara berkala dan melunasi pokok pada tanggal jatuh tempo.Akuntansi obligasi mengatur cara perusahaan mencatat instrumen ini di pembukuan. Dalam konteks bisnis, ada dua sudut pandang: Perusahaan penerbit: mencatat obligasi sebagai liabilitas keuangan (utang obligasi) dan mengakui beban bunga setiap periode. Perusahaan investor: mencatat obligasi sebagai aset keuangan (investasi obligasi) dan mengakui pendapatan bunga. Di Indonesia, perlakuannya mengacu pada PSAK 109 Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71). Utang obligasi pada umumnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi. IAI menjelaskan bahwa metode suku bunga efektif adalah teknik untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dan mengalokasikan bunga ke periode yang relevan.Ruang lingkup pencatatan obligasi mencakup: Penerbitan obligasi Pembayaran dan akrual bunga Amortisasi diskonto atau premium Penyajian di laporan keuangan Pelunasan saat jatuh tempo atau lebih awal Penerbitan Obligasi: Nominal, Diskonto, dan PremiumHarga jual obligasi jarang sama persis dengan nilai nominalnya. Penyebabnya adalah selisih antara kupon dan suku bunga pasar pada tanggal penerbitan.KondisiHarga penerbitanDampak bagi penerbitKupon = bunga pasarSama dengan nominal (at par)Beban bunga sama dengan kuponKupon < bunga pasarDi bawah nominal (diskonto)Beban bunga lebih besar dari kuponKupon > bunga pasarDi atas nominal (premium)Beban bunga lebih kecil dari kuponRumus harga penerbitan obligasiHarga obligasi = Nilai kini pokok + Nilai kini seluruh kuponKeduanya didiskontokan dengan suku bunga pasar, bukan kupon. Nilai kini pokok = Nominal ÷ (1 + i)^n Nilai kini kupon = Kupon per periode × [1 − (1 + i)^−n] ÷ i Keterangan: i adalah suku bunga pasar per periode dan n adalah jumlah periode.Biaya emisi obligasiPenerbitan obligasi melibatkan biaya penjamin emisi, wali amanat, pemeringkat, dan konsultan hukum. Menurut PSAK 109, biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung tidak dibebankan sekaligus. Biaya ini mengurangi nilai tercatat awal utang obligasi, lalu ikut diamortisasi melalui suku bunga efektif.Cara Pencatatan Obligasi dari Penerbitan sampai PelunasanBerikut alur dan cara pencatatan obligasi di sisi perusahaan penerbit: Catat penerbitan: debit Kas sebesar dana yang diterima, kredit Utang Obligasi sebesar nominal. Selisihnya masuk ke akun Diskonto Utang Obligasi (debit) atau Premium Utang Obligasi (kredit). Catat bunga dan amortisasi: pada setiap tanggal kupon, debit Beban Bunga, kredit Kas sebesar kupon, lalu amortisasi diskonto atau premium untuk selisihnya. Akrual di akhir periode: jika tanggal laporan jatuh di antara dua tanggal kupon, akui bunga yang sudah terjadi sebagai Utang Bunga. Sajikan di laporan keuangan: utang obligasi tampil sebesar nilai tercatat (nominal dikurangi diskonto yang belum diamortisasi). Bagian yang jatuh tempo dalam 12 bulan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Catat pelunasan: saat jatuh tempo, debit Utang Obligasi dan kredit Kas sebesar nominal. Jika dilunasi lebih awal, selisih antara harga pelunasan dan nilai tercatat diakui sebagai laba atau rugi. Amortisasi Diskonto Obligasi: Perbedaan Suku Bunga Efektif vs Garis LurusDiskonto pada dasarnya adalah bunga tambahan yang dibayar penerbit di akhir, karena perusahaan menerima dana lebih kecil dari yang harus dilunasi. Amortisasi diskonto obligasi mengalokasikan bunga tambahan ini ke setiap periode.Amortisasi ini berbeda dari amortisasi aset tak berwujud, karena yang diamortisasi di sini adalah selisih nilai utang, bukan nilai aset.Metode suku bunga efektif Beban bunga = Nilai tercatat awal periode × Suku bunga efektif Bunga dibayar = Nominal × Kupon Amortisasi diskonto = Beban bunga − Bunga dibayar Nilai tercatat akhir = Nilai tercatat awal + Amortisasi diskonto Untuk premium, amortisasinya mengurangi nilai tercatat.Metode garis lurusAmortisasi per periode = Total diskonto ÷ Jumlah periodeMetode ini lebih sederhana, tetapi tidak mencerminkan beban bunga riil atas saldo utang.AspekSuku bunga efektifGaris lurusBeban bunga per periodeBerubah mengikuti nilai tercatatSama setiap periodeTingkat bunga atas saldo utangKonstanBerubah-ubahKesesuaian dengan PSAK 109Metode yang disyaratkanHanya pendekatan praktis jika selisihnya tidak materialKerumitanButuh tabel amortisasiSangat sederhana Baca juga: Jurnal Amortisasi: Pengertian, Cara Mencatat, dan Contoh Kasus Lengkap Contoh Pencatatan Obligasi beserta Tahapan Laporan KeuanganPT Baja Nusantara Logistik, perusahaan distribusi baja, menerbitkan obligasi pada 1 Januari 2026 untuk membiayai gudang baru.Data obligasiNilaiNilai nominalRp10.000.000.000Kupon8% per tahun, dibayar setiap 31 DesemberJangka waktu3 tahun (jatuh tempo 31 Desember 2028)Suku bunga pasar10% per tahunBiaya emisiDiasumsikan nol agar perhitungan sederhana1. Menghitung harga penerbitan Nilai kini pokok = Rp10.000.000.000 ÷ (1,10)^3 = Rp7.513.148.009 Nilai kini kupon = Rp800.000.000 × 2,48685 = Rp1.989.481.593 Harga penerbitan = Rp9.502.629.602 Diskonto = Rp10.000.000.000 − Rp9.502.629.602 = Rp497.370.398 Kupon lebih rendah dari bunga pasar, sehingga obligasi terjual dengan diskonto.2. Jurnal penerbitan obligasi (1 Januari 2026)AkunDebitKreditKasRp9.502.629.602Diskonto Utang ObligasiRp497.370.398Utang ObligasiRp10.000.000.0003. Tabel amortisasi diskonto obligasi (suku bunga efektif 10%)TanggalBunga dibayar (8%)Beban bunga (10%)Amortisasi diskontoNilai tercatat1 Jan 2026Rp9.502.629.60231 Des 2026Rp800.000.000Rp950.262.960Rp150.262.960Rp9.652.892.56231 Des 2027Rp800.000.000Rp965.289.256Rp165.289.256Rp9.818.181.81831 Des 2028Rp800.000.000Rp981.818.182Rp181.818.182Rp10.000.000.000TotalRp2.400.000.000Rp2.897.370.398Rp497.370.398Total beban bunga selama tiga tahun sama dengan total kupon ditambah diskonto.4. Jurnal pembayaran bunga dan amortisasi (31 Desember 2026)AkunDebitKreditBeban BungaRp950.262.960Diskonto Utang ObligasiRp150.262.960KasRp800.000.000Jurnal tahun 2027 dan 2028 mengikuti angka pada tabel amortisasi. Baca juga: Beban Bunga: Definisi, Cara Menghitung, dan Contoh Jurnal Penyesuaian 5. Penyajian di neraca per 31 Desember 2026Liabilitas jangka panjangNilaiUtang ObligasiRp10.000.000.000Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi(Rp347.107.438)Nilai tercatat utang obligasiRp9.652.892.562Di laporan arus kas, dana hasil penerbitan Rp9.502.629.602 masuk ke aktivitas pendanaan.6. Jurnal pelunasan saat jatuh tempo (31 Desember 2028)Setelah jurnal bunga terakhir, diskonto sudah habis diamortisasi.AkunDebitKreditUtang ObligasiRp10.000.000.000KasRp10.000.000.0007. Jika obligasi dilunasi lebih awalMisalkan perusahaan menarik seluruh obligasi pada 1 Januari 2028 dengan harga 101. Nilai tercatat saat itu Rp9.818.181.818, sedangkan kas yang dibayar Rp10.100.000.000.AkunDebitKreditUtang ObligasiRp10.000.000.000Rugi Pelunasan ObligasiRp281.818.182Diskonto Utang ObligasiRp181.818.182KasRp10.100.000.000Rugi pelunasan diakui di laporan laba rugi periode berjalan.8. Perbandingan dengan metode garis lurusDengan garis lurus, amortisasi per tahun sekitar Rp165.790.133 (Rp497.370.398 ÷ 3).TahunBeban bunga, suku bunga efektifBeban bunga, garis lurusSelisih2026Rp950.262.960Rp965.790.133Rp15.527.1732027Rp965.289.256Rp965.790.133Rp500.8772028Rp981.818.182Rp965.790.132(Rp16.028.050)Total beban bunga sama, yang berbeda adalah alokasi per tahun, sehingga laba tiap periode ikut berbeda.Kelola Pencatatan Obligasi Lebih Rapi dengan Mekari JurnalAkuntansi obligasi menuntut konsistensi selama bertahun-tahun. Satu jurnal amortisasi yang terlewat akan membuat nilai tercatat utang dan beban bunga keliru hingga jatuh tempo. Pembukuan yang terstruktur membantu tim finance menjaga setiap jurnal tetap sesuai tabel amortisasi. Fitur pembukuan di aplikasi akuntansi Mekari Jurnal mendukung proses ini melalui: CoA (daftar akun): susun akun Utang Obligasi, Diskonto Utang Obligasi, dan Beban Bunga secara terstruktur dan terkategorisasi. Pencatatan jurnal: catat jurnal penerbitan, bunga, dan amortisasi dengan kategori transaksi yang fleksibel sesuai kebutuhan bisnis. General ledger (buku besar): setiap transaksi tercatat detail, sehingga mutasi nilai tercatat obligasi mudah ditelusuri. Neraca saldo: ringkasan saldo tersaji real-time untuk mempermudah pencocokan dengan tabel amortisasi. Lampiran transaksi digital: simpan prospektus, perjanjian perwaliamanatan, dan tabel amortisasi sebagai bukti pendukung saat audit. Patuh regulasi lokal: fitur disusun mengikuti Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Mulai kelola pembukuan jurnal obligasi lebih rapi, siap audit, dan akurat dengan fitur pembukuan Mekari Jurnal!Referensi Ikatan Akuntan Indonesia. Buletin Implementasi PSAK 201 dan PSAK 109. Ikatan Akuntan Indonesia. Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan. PwC Indonesia. A Practical Guide to the New and Revised Indonesian Financial Standards for 2026. Otoritas Jasa Keuangan, dikutip dalam RRI, 4 Agustus 2026. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan akuntansi obligasi? 1. Apa yang dimaksud dengan akuntansi obligasi? Akuntansi obligasi adalah proses mencatat obligasi sejak penerbitan, pembayaran bunga, amortisasi diskonto atau premium, hingga pelunasan. Penerbit mencatatnya sebagai liabilitas, sedangkan investor mencatatnya sebagai aset keuangan. 2. Bagaimana jurnal penerbitan obligasi dengan diskonto? 2. Bagaimana jurnal penerbitan obligasi dengan diskonto? Debit Kas sebesar dana yang diterima, debit Diskonto Utang Obligasi sebesar selisihnya, dan kredit Utang Obligasi sebesar nilai nominal. 3. Mengapa diskonto obligasi harus diamortisasi? 3. Mengapa diskonto obligasi harus diamortisasi? Diskonto adalah bunga tambahan yang ditanggung penerbit. Amortisasi mengalokasikannya ke setiap periode, sehingga beban bunga mencerminkan biaya pendanaan yang sebenarnya dan nilai tercatat utang naik bertahap menuju nominal. 4. Apa perbedaan metode suku bunga efektif dan garis lurus? 4. Apa perbedaan metode suku bunga efektif dan garis lurus? Metode suku bunga efektif menghitung beban bunga dari nilai tercatat awal periode, sehingga nominalnya berubah tiap periode. Garis lurus membagi diskonto sama rata. PSAK 109 mensyaratkan metode suku bunga efektif. 5. Di mana utang obligasi disajikan dalam laporan keuangan? 5. Di mana utang obligasi disajikan dalam laporan keuangan? Utang obligasi disajikan sebagai liabilitas jangka panjang sebesar nilai tercatatnya. Bagian yang jatuh tempo dalam 12 bulan dipindahkan ke liabilitas jangka pendek. 6. Apakah biaya emisi obligasi langsung dibebankan? 6. Apakah biaya emisi obligasi langsung dibebankan? Tidak. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung mengurangi nilai tercatat awal utang obligasi, lalu diamortisasi melalui suku bunga efektif selama umur obligasi. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.