Apa Itu Service Revenue? Pengertian, Cara Pengakuan, dan Contoh Jurnal Mekari Jurnal Insight PSAK 72 membagi pengakuan pendapatan jasa jadi dua jalur: sepanjang waktu (over time) dan pada satu titik waktu (point in time), bukan satu rumus generik untuk semua jenis jasa. Pembayaran di muka untuk jasa yang belum dikerjakan bukan service revenue, melainkan liabilitas (pendapatan diterima di muka). Jasa yang sudah dikerjakan tapi belum ditagih tetap harus diakui sebagai service revenue lewat akun piutang pendapatan (accrued revenue). Salah menentukan waktu pengakuan service revenue dapat menyebabkan pendapatan dan laba perusahaan terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Hal ini sering terjadi pada bisnis jasa yang menggunakan pembayaran di muka, kontrak jangka panjang, atau penagihan setelah pekerjaan selesai.Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian service revenue, aturan pengakuannya berdasarkan PSAK 72, serta contoh jurnal agar pencatatan pendapatan jasa dilakukan secara tepat. Apa Itu Service Revenue?Service revenue adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan jasa kepada pelanggan, diakui sesuai prinsip transfer of control atas jasa tersebut menurut PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Sumbernya bisa beragam, biaya per sesi (konsultan, klinik), biaya berlangganan (SaaS, layanan bulanan), atau nilai kontrak proyek (konstruksi, pengembangan sistem).Yang membedakan service revenue dari sekadar “pendapatan jasa” dalam pengertian sehari-hari adalah momen pengakuannya. Berbeda dari penjualan barang yang biasanya diakui begitu barang berpindah tangan, jasa sering dikerjakan atau dikonsumsi secara bertahap dan di sinilah letak kompleksitas yang jarang dibahas tuntas.Bedanya Service Revenue dari Sales Revenue: Kapan Diakui?Sales revenue umumnya diakui pada satu titik waktu tertentu (point in time), yaitu saat kendali atas barang berpindah dari penjual ke pembeli, momennya jelas dan biasanya instan.Service revenue jauh lebih sering diakui secara bertahap sepanjang waktu (over time), karena sifat jasa itu sendiri: dikonsumsi atau dikerjakan secara berkelanjutan selama periode kontrak berlangsung. Jasa kebersihan rutin, langganan software, atau proyek konsultasi multi-bulan semuanya memiliki pola konsumsi manfaat yang berbeda dari sekadar “barang berpindah tangan”.Perbedaan ini bukan sekadar teknis administratif ini menentukan kapan dan berapa banyak service revenue yang boleh dicatat pada suatu periode akuntansi, dan salah menerapkannya bisa membuat laporan laba rugi menyesatkan.Kapan Service Revenue Diakui Sepanjang Waktu (Over Time), Kapan Sekaligus (Point in Time)PSAK 72 menetapkan kriteria spesifik untuk menentukan apakah service revenue harus diakui secara bertahap (over time) atau sekaligus (point in time). Pengakuan sepanjang waktu berlaku jika salah satu dari tiga kondisi berikut terpenuhi: Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat jasa saat entitas melaksanakan pekerjaannya. contohnya jasa kebersihan rutin atau layanan keamanan bulanan. Kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan selama proses pengerjaan . contohnya jasa konstruksi bangunan di atas tanah milik klien. Aset yang dihasilkan tidak memiliki kegunaan alternatif bagi entitas, dan entitas punya hak tertagih atas pekerjaan yang telah diselesaikan. contohnya proyek pengembangan software custom yang dirancang khusus untuk satu klien. Jika tidak satu pun kriteria ini terpenuhi, service revenue diakui sekaligus (point in time) saat jasa selesai diserahkan sepenuhnya kepada pelanggan.Untuk mengukur seberapa besar service revenue yang boleh diakui pada pengakuan over time, entitas bisa menggunakan: Metode output: mengukur berdasarkan milestone atau unit hasil kerja yang sudah diserahkan ke pelanggan. Metode input: mengukur berdasarkan persentase penyelesaian (percentage of completion), biasanya dihitung dari proporsi biaya atau usaha yang sudah dikeluarkan terhadap estimasi total biaya proyek. Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue) dalam Bisnis JasaSalah satu kesalahan yang sering terjadi di bisnis jasa seperti, mencatat seluruh uang yang diterima dari klien sebagai service revenue, padahal jasanya belum dikerjakan.Ketika klien membayar di muka untuk jasa yang belum diserahkan, misalnya langganan software setahun yang dibayar lunas, atau retainer konsultasi bulanan yang dibayar di awal uang tersebut bukan service revenue, melainkan liabilitas yang disebut pendapatan diterima di muka (unearned revenue atau deferred revenue). Kewajiban ini baru berpindah menjadi service revenue secara bertahap seiring jasa benar-benar dikerjakan.Contoh jurnal saat menerima pembayaran di muka Rp12.000.000 untuk langganan software setahun: Akun Debit Kredit Kas Rp12.000.000 Pendapatan Diterima di Muka Rp12.000.000 Setiap bulan, seiring layanan diberikan, sebagian dari saldo tersebut (Rp1.000.000) dipindahkan menjadi service revenue: Akun Debit Kredit Pendapatan Diterima di Muka Rp1.000.000 Service Revenue Rp1.000.000 Piutang Pendapatan (Accrued Revenue): Jasa Selesai, Belum DitagihKebalikan dari unearned revenue adalah accrued revenue. Ini terjadi saat jasa sudah dikerjakan sebagian atau seluruhnya, tetapi belum ditagih ke klien, misalnya pekerjaan konsultasi bulan berjalan yang baru akan difaktur bulan depan.Sesuai prinsip akrual, perusahaan tidak boleh menunggu faktur terbit untuk mengakui service revenue. Jasa yang sudah dikerjakan tetap harus diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya, dicatat lewat akun piutang pendapatan (accrued revenue) sebagai aset, meski uangnya belum diterima dan fakturnya belum dikirim.Contoh jurnal saat mengakui jasa konsultasi Rp5.000.000 yang sudah dikerjakan di akhir bulan tapi belum difaktur: Akun Debit Kredit Piutang Pendapatan Rp5.000.000 Service Revenue Rp5.000.000 Saat faktur akhirnya diterbitkan dan dibayar, piutang pendapatan ini dipindahkan ke piutang usaha biasa, tanpa mencatat ulang service revenue-nya (karena sudah diakui sebelumnya).Cara Menghitung dan Mencatat Service Revenue (Rumus dan Contoh Jurnal)Untuk jasa yang selesai sekaligus dan tidak berlangsung lama, rumus dasarnya sederhana:Service Revenue = Jumlah Layanan × Tarif per LayananNamun untuk kontrak jasa bertahap, perhitungannya perlu mengikuti persentase penyelesaian. Berikut simulasinya: Agensi Konsultasi Maju mengerjakan proyek transformasi bisnis senilai Rp120.000.000 yang diperkirakan selesai dalam 4 bulan. Pada akhir bulan pertama, tim internal menilai pekerjaan baru mencapai 25% penyelesaian berdasarkan proporsi biaya dan usaha yang sudah dikeluarkan.Service revenue yang boleh diakui di bulan pertama:Rp120.000.000 × 25% = Rp30.000.000Jurnal pengakuan service revenue di akhir bulan pertama (meski belum ditagih penuh): Akun Debit Kredit Piutang Pendapatan Rp30.000.000 Service Revenue Rp30.000.000 Pola ini berulang setiap bulan mengikuti persentase penyelesaian terbaru, sehingga total service revenue yang diakui sepanjang 4 bulan proyek akan sama dengan nilai total kontrak Rp120.000.000, tapi diakui secara proporsional sesuai progres, bukan sekaligus di akhir proyek atau sekaligus di awal saat kontrak ditandatangani.Cara Mengelola Pencatatan Service Revenue yang Akurat untuk Bisnis AndaBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Tentukan sejak awal kontrak apakah jasa yang diberikan memenuhi kriteria pengakuan over time atau point in time, berdasarkan tiga kriteria PSAK 72. Pisahkan pencatatan pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dari service revenue yang benar-benar sudah diakui, agar laporan laba rugi tidak menggelembung akibat uang muka yang belum jadi hak perusahaan. Catat piutang pendapatan (accrued revenue) untuk jasa yang sudah dikerjakan tapi belum difaktur, sesuai prinsip akrual. Rekonsiliasi progres pekerjaan proyek dengan pengakuan pendapatan secara berkala, terutama untuk kontrak jasa jangka panjang. Melacak persentase penyelesaian proyek dan memisahkan unearned/accrued revenue secara manual cukup rumit, apalagi jika bisnis Anda menangani banyak klien dan kontrak jasa sekaligus. Mekari Jurnal membantu mencatat service revenue secara otomatis, termasuk pemisahan pendapatan diterima di muka dan piutang pendapatan, langsung terhubung ke laporan laba rugi sehingga Anda tidak perlu menghitung ulang secara manual setiap bulan.Catat Service Revenue Sesuai Standar dengan Mekari JurnalService revenue bukan sekadar jumlah sesi atau jam kerja dikali tarif, melainkan pendapatan yang harus diakui sesuai momen dan pola pemenuhan kewajiban jasa, baik secara bertahap (over time) maupun pada satu titik waktu (point in time) sesuai PSAK 72.Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan, Anda dapat menggunakan Mekari Jurnal yang membantu mengotomatiskan pengakuan pendapatan jasa sekaligus menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, terstruktur, dan siap audit melalui fitur: Laporan laba rugi dan arus kas untuk memantau pendapatan jasa serta profitabilitas bisnis secara real-time. Neraca dan buku besar yang mencatat piutang, pendapatan diterima di muka, dan akun terkait secara akurat. Jurnal umum dan jurnal transaksi yang mengotomatiskan pencatatan service revenue sesuai transaksi yang terjadi. Laporan laba atau rugi mata uang untuk bisnis jasa yang melayani transaksi dalam berbagai mata uang. Rekonsiliasi bank dan rekening koran agar pencocokan pembayaran pelanggan lebih cepat dan minim kesalahan. 55+ laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang membantu memantau kinerja bisnis dan mendukung pengambilan keputusan. Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Apa itu service revenue dalam akuntansi? Apa itu service revenue dalam akuntansi? Service revenue adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan jasa kepada pelanggan, diakui sesuai prinsip transfer of control atas jasa tersebut menurut PSAK 72, baik secara bertahap (over time) maupun sekaligus (point in time). Apa beda service revenue dan sales revenue? Apa beda service revenue dan sales revenue? Sales revenue berasal dari penjualan barang dan umumnya diakui pada satu titik waktu ketika kendali barang berpindah ke pelanggan. Sementara itu, service revenue berasal dari penyediaan jasa dan lebih sering diakui secara bertahap karena jasa dikonsumsi atau diselesaikan selama periode kontrak. Kapan service revenue diakui sepanjang waktu (over time)? Kapan service revenue diakui sepanjang waktu (over time)? Service revenue diakui sepanjang waktu apabila pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat jasa secara simultan, kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan, atau jasa yang diberikan tidak memiliki kegunaan alternatif dan entitas memiliki hak atas pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Apa itu pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dalam bisnis jasa? Apa itu pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dalam bisnis jasa? Unearned revenue adalah pembayaran yang diterima perusahaan sebelum jasa benar-benar diberikan kepada pelanggan. Transaksi ini dicatat sebagai liabilitas dan baru diakui sebagai service revenue secara bertahap seiring kewajiban jasa dipenuhi. Apa itu piutang pendapatan (accrued revenue)? Apa itu piutang pendapatan (accrued revenue)? Accrued revenue adalah pendapatan jasa yang sudah diakui karena pekerjaan telah diselesaikan, tetapi belum ditagihkan kepada pelanggan. Nilainya dicatat sebagai aset berupa piutang hingga proses penagihan dilakukan. Bagaimana rumus menghitung service revenue? Bagaimana rumus menghitung service revenue? Untuk jasa sederhana, rumusnya adalah: Service Revenue = Jumlah Layanan × Tarif per Layanan Sedangkan untuk kontrak jasa yang diakui secara bertahap, service revenue dihitung berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan × nilai total kontrak, sesuai metode pengakuan yang diterapkan berdasarkan PSAK 72. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Apa Itu Service Revenue? Pengertian, Cara Pengakuan, dan Contoh Jurnal Mekari Jurnal Insight PSAK 72 membagi pengakuan pendapatan jasa jadi dua jalur: sepanjang waktu (over time) dan pada satu titik waktu (point in time), bukan satu rumus generik untuk semua jenis jasa. Pembayaran di muka untuk jasa yang belum dikerjakan bukan service revenue, melainkan liabilitas (pendapatan diterima di muka). Jasa yang sudah dikerjakan tapi belum ditagih tetap harus diakui sebagai service revenue lewat akun piutang pendapatan (accrued revenue). Salah menentukan waktu pengakuan service revenue dapat menyebabkan pendapatan dan laba perusahaan terlihat lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Hal ini sering terjadi pada bisnis jasa yang menggunakan pembayaran di muka, kontrak jangka panjang, atau penagihan setelah pekerjaan selesai.Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian service revenue, aturan pengakuannya berdasarkan PSAK 72, serta contoh jurnal agar pencatatan pendapatan jasa dilakukan secara tepat. Apa Itu Service Revenue?Service revenue adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan jasa kepada pelanggan, diakui sesuai prinsip transfer of control atas jasa tersebut menurut PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Sumbernya bisa beragam, biaya per sesi (konsultan, klinik), biaya berlangganan (SaaS, layanan bulanan), atau nilai kontrak proyek (konstruksi, pengembangan sistem).Yang membedakan service revenue dari sekadar “pendapatan jasa” dalam pengertian sehari-hari adalah momen pengakuannya. Berbeda dari penjualan barang yang biasanya diakui begitu barang berpindah tangan, jasa sering dikerjakan atau dikonsumsi secara bertahap dan di sinilah letak kompleksitas yang jarang dibahas tuntas.Bedanya Service Revenue dari Sales Revenue: Kapan Diakui?Sales revenue umumnya diakui pada satu titik waktu tertentu (point in time), yaitu saat kendali atas barang berpindah dari penjual ke pembeli, momennya jelas dan biasanya instan.Service revenue jauh lebih sering diakui secara bertahap sepanjang waktu (over time), karena sifat jasa itu sendiri: dikonsumsi atau dikerjakan secara berkelanjutan selama periode kontrak berlangsung. Jasa kebersihan rutin, langganan software, atau proyek konsultasi multi-bulan semuanya memiliki pola konsumsi manfaat yang berbeda dari sekadar “barang berpindah tangan”.Perbedaan ini bukan sekadar teknis administratif ini menentukan kapan dan berapa banyak service revenue yang boleh dicatat pada suatu periode akuntansi, dan salah menerapkannya bisa membuat laporan laba rugi menyesatkan.Kapan Service Revenue Diakui Sepanjang Waktu (Over Time), Kapan Sekaligus (Point in Time)PSAK 72 menetapkan kriteria spesifik untuk menentukan apakah service revenue harus diakui secara bertahap (over time) atau sekaligus (point in time). Pengakuan sepanjang waktu berlaku jika salah satu dari tiga kondisi berikut terpenuhi: Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat jasa saat entitas melaksanakan pekerjaannya. contohnya jasa kebersihan rutin atau layanan keamanan bulanan. Kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan selama proses pengerjaan . contohnya jasa konstruksi bangunan di atas tanah milik klien. Aset yang dihasilkan tidak memiliki kegunaan alternatif bagi entitas, dan entitas punya hak tertagih atas pekerjaan yang telah diselesaikan. contohnya proyek pengembangan software custom yang dirancang khusus untuk satu klien. Jika tidak satu pun kriteria ini terpenuhi, service revenue diakui sekaligus (point in time) saat jasa selesai diserahkan sepenuhnya kepada pelanggan.Untuk mengukur seberapa besar service revenue yang boleh diakui pada pengakuan over time, entitas bisa menggunakan: Metode output: mengukur berdasarkan milestone atau unit hasil kerja yang sudah diserahkan ke pelanggan. Metode input: mengukur berdasarkan persentase penyelesaian (percentage of completion), biasanya dihitung dari proporsi biaya atau usaha yang sudah dikeluarkan terhadap estimasi total biaya proyek. Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue) dalam Bisnis JasaSalah satu kesalahan yang sering terjadi di bisnis jasa seperti, mencatat seluruh uang yang diterima dari klien sebagai service revenue, padahal jasanya belum dikerjakan.Ketika klien membayar di muka untuk jasa yang belum diserahkan, misalnya langganan software setahun yang dibayar lunas, atau retainer konsultasi bulanan yang dibayar di awal uang tersebut bukan service revenue, melainkan liabilitas yang disebut pendapatan diterima di muka (unearned revenue atau deferred revenue). Kewajiban ini baru berpindah menjadi service revenue secara bertahap seiring jasa benar-benar dikerjakan.Contoh jurnal saat menerima pembayaran di muka Rp12.000.000 untuk langganan software setahun: Akun Debit Kredit Kas Rp12.000.000 Pendapatan Diterima di Muka Rp12.000.000 Setiap bulan, seiring layanan diberikan, sebagian dari saldo tersebut (Rp1.000.000) dipindahkan menjadi service revenue: Akun Debit Kredit Pendapatan Diterima di Muka Rp1.000.000 Service Revenue Rp1.000.000 Piutang Pendapatan (Accrued Revenue): Jasa Selesai, Belum DitagihKebalikan dari unearned revenue adalah accrued revenue. Ini terjadi saat jasa sudah dikerjakan sebagian atau seluruhnya, tetapi belum ditagih ke klien, misalnya pekerjaan konsultasi bulan berjalan yang baru akan difaktur bulan depan.Sesuai prinsip akrual, perusahaan tidak boleh menunggu faktur terbit untuk mengakui service revenue. Jasa yang sudah dikerjakan tetap harus diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya, dicatat lewat akun piutang pendapatan (accrued revenue) sebagai aset, meski uangnya belum diterima dan fakturnya belum dikirim.Contoh jurnal saat mengakui jasa konsultasi Rp5.000.000 yang sudah dikerjakan di akhir bulan tapi belum difaktur: Akun Debit Kredit Piutang Pendapatan Rp5.000.000 Service Revenue Rp5.000.000 Saat faktur akhirnya diterbitkan dan dibayar, piutang pendapatan ini dipindahkan ke piutang usaha biasa, tanpa mencatat ulang service revenue-nya (karena sudah diakui sebelumnya).Cara Menghitung dan Mencatat Service Revenue (Rumus dan Contoh Jurnal)Untuk jasa yang selesai sekaligus dan tidak berlangsung lama, rumus dasarnya sederhana:Service Revenue = Jumlah Layanan × Tarif per LayananNamun untuk kontrak jasa bertahap, perhitungannya perlu mengikuti persentase penyelesaian. Berikut simulasinya: Agensi Konsultasi Maju mengerjakan proyek transformasi bisnis senilai Rp120.000.000 yang diperkirakan selesai dalam 4 bulan. Pada akhir bulan pertama, tim internal menilai pekerjaan baru mencapai 25% penyelesaian berdasarkan proporsi biaya dan usaha yang sudah dikeluarkan.Service revenue yang boleh diakui di bulan pertama:Rp120.000.000 × 25% = Rp30.000.000Jurnal pengakuan service revenue di akhir bulan pertama (meski belum ditagih penuh): Akun Debit Kredit Piutang Pendapatan Rp30.000.000 Service Revenue Rp30.000.000 Pola ini berulang setiap bulan mengikuti persentase penyelesaian terbaru, sehingga total service revenue yang diakui sepanjang 4 bulan proyek akan sama dengan nilai total kontrak Rp120.000.000, tapi diakui secara proporsional sesuai progres, bukan sekaligus di akhir proyek atau sekaligus di awal saat kontrak ditandatangani.Cara Mengelola Pencatatan Service Revenue yang Akurat untuk Bisnis AndaBeberapa langkah praktis yang bisa diterapkan: Tentukan sejak awal kontrak apakah jasa yang diberikan memenuhi kriteria pengakuan over time atau point in time, berdasarkan tiga kriteria PSAK 72. Pisahkan pencatatan pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dari service revenue yang benar-benar sudah diakui, agar laporan laba rugi tidak menggelembung akibat uang muka yang belum jadi hak perusahaan. Catat piutang pendapatan (accrued revenue) untuk jasa yang sudah dikerjakan tapi belum difaktur, sesuai prinsip akrual. Rekonsiliasi progres pekerjaan proyek dengan pengakuan pendapatan secara berkala, terutama untuk kontrak jasa jangka panjang. Melacak persentase penyelesaian proyek dan memisahkan unearned/accrued revenue secara manual cukup rumit, apalagi jika bisnis Anda menangani banyak klien dan kontrak jasa sekaligus. Mekari Jurnal membantu mencatat service revenue secara otomatis, termasuk pemisahan pendapatan diterima di muka dan piutang pendapatan, langsung terhubung ke laporan laba rugi sehingga Anda tidak perlu menghitung ulang secara manual setiap bulan.Catat Service Revenue Sesuai Standar dengan Mekari JurnalService revenue bukan sekadar jumlah sesi atau jam kerja dikali tarif, melainkan pendapatan yang harus diakui sesuai momen dan pola pemenuhan kewajiban jasa, baik secara bertahap (over time) maupun pada satu titik waktu (point in time) sesuai PSAK 72.Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan, Anda dapat menggunakan Mekari Jurnal yang membantu mengotomatiskan pengakuan pendapatan jasa sekaligus menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, terstruktur, dan siap audit melalui fitur: Laporan laba rugi dan arus kas untuk memantau pendapatan jasa serta profitabilitas bisnis secara real-time. Neraca dan buku besar yang mencatat piutang, pendapatan diterima di muka, dan akun terkait secara akurat. Jurnal umum dan jurnal transaksi yang mengotomatiskan pencatatan service revenue sesuai transaksi yang terjadi. Laporan laba atau rugi mata uang untuk bisnis jasa yang melayani transaksi dalam berbagai mata uang. Rekonsiliasi bank dan rekening koran agar pencocokan pembayaran pelanggan lebih cepat dan minim kesalahan. 55+ laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang membantu memantau kinerja bisnis dan mendukung pengambilan keputusan. Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Apa itu service revenue dalam akuntansi? Apa itu service revenue dalam akuntansi? Service revenue adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan jasa kepada pelanggan, diakui sesuai prinsip transfer of control atas jasa tersebut menurut PSAK 72, baik secara bertahap (over time) maupun sekaligus (point in time). Apa beda service revenue dan sales revenue? Apa beda service revenue dan sales revenue? Sales revenue berasal dari penjualan barang dan umumnya diakui pada satu titik waktu ketika kendali barang berpindah ke pelanggan. Sementara itu, service revenue berasal dari penyediaan jasa dan lebih sering diakui secara bertahap karena jasa dikonsumsi atau diselesaikan selama periode kontrak. Kapan service revenue diakui sepanjang waktu (over time)? Kapan service revenue diakui sepanjang waktu (over time)? Service revenue diakui sepanjang waktu apabila pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat jasa secara simultan, kinerja entitas menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan, atau jasa yang diberikan tidak memiliki kegunaan alternatif dan entitas memiliki hak atas pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Apa itu pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dalam bisnis jasa? Apa itu pendapatan diterima di muka (unearned revenue) dalam bisnis jasa? Unearned revenue adalah pembayaran yang diterima perusahaan sebelum jasa benar-benar diberikan kepada pelanggan. Transaksi ini dicatat sebagai liabilitas dan baru diakui sebagai service revenue secara bertahap seiring kewajiban jasa dipenuhi. Apa itu piutang pendapatan (accrued revenue)? Apa itu piutang pendapatan (accrued revenue)? Accrued revenue adalah pendapatan jasa yang sudah diakui karena pekerjaan telah diselesaikan, tetapi belum ditagihkan kepada pelanggan. Nilainya dicatat sebagai aset berupa piutang hingga proses penagihan dilakukan. Bagaimana rumus menghitung service revenue? Bagaimana rumus menghitung service revenue? Untuk jasa sederhana, rumusnya adalah: Service Revenue = Jumlah Layanan × Tarif per Layanan Sedangkan untuk kontrak jasa yang diakui secara bertahap, service revenue dihitung berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan × nilai total kontrak, sesuai metode pengakuan yang diterapkan berdasarkan PSAK 72. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.