Brand, branding, dan rebranding memiliki perbedaan pengertian yang mendasar. Brand atau merek merupakan identitas atau nama yang mewakili suatu produk secara keseluruhan baik. Yang dimaksud secara keseluruhan yaitu meliputi produk itu sendiri, jasa yang diberikan produk tersebut, perusahaan yang memproduksi, maupun hal-hal terkait lainnya. Sedangkan branding merupakan suatu usaha komunikasi yang disusun dan direncanakan dengan baik oleh perusahaan untuk membangun dan membesarkan brand. Brand berupa nama, istilah, simbol, desain, atau gabungan keempatnya, untuk mengidentifikasi produk agar berbeda dengan produk lainnya. Sementara rebranding yaitu usaha untuk mengubah citra brand kembali ke tujuan semula agar lebih sukses. Ketahui lebih lengkap tentang rebranding seperti penjelasan, tahapan, alasan, dan kekurangannya.

Proses Branding dan Rebranding Perusahaan

Ingin Melakukan Rebranding? Ketahui Dulu Hal Pentingnya di sini! Branding dianggap sebagai salah satu aset perusahaan yang paling berharga dan satu hal penting dalam sebuah bisnis. Dalam melakukan branding, bagian humas perusahaan berperan lebih dominan dalam usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra brand melalui komunikasi hubungan masyarakat yang baik dan bermanfaat antara perusahaan dan konsumen. Kegiatan branding bukan saja bertujuan agar produk perusahaan dipilih dan dibeli masyarakat, tetapi juga bagaimana konsumen dapat puas sehingga menjadi pelanggan setia dengan melihat perusahaan tersebut satu-satunya yang terbaik yang mampu memberikan solusi kepada mereka.

Ada beberapa unsur penting dalam kegiatan branding, yaitu kejelasan, konsisten, dan konstan dalam melakukan tujuan yang luas seperti mampu menyampaikan pesan dengan jelas visi dan misi perusahaan. Atau mampu membangun kredibilitas perusahaan di publik, mampu menghubungkan target perusahaan dengan konsumen secara emosional. Serta mampu menggerakkan atau memotivasi konsumen untuk menciptakan kesetiaan pelanggan.

Saat ini, persaingan merek atau brand sangat dominan sehingga banyak perusahaan yang melakukan rebranding. Misalnya dengan mengubah logo, slogan (tagline) dan lain sebagainya. Apalagi saat ini berada di era keterbukaan, sehingga masyarakat atau konsumen sudah semakin kritis terhadap informasi dan layanan yang diterima. Rebranding atau perubahan branding merupakan langkah terakhir untuk sebuah brand. Selama sebuah brand masih bisa dipertahankan dan diarahkan kembali ke jalur semula, maka perusahaan sebaiknya tidak terburu-buru untuk melakukan perubahan.

Tahapan Melakukan Rebranding

Ingin Melakukan Rebranding? Ketahui Dulu Hal Pentingnya di sini!Di dalam prakteknya, ternyata melakukan proses ini tidak semudah hanya dengan mengganti logo atau namanya saja. Namun juga diperlukan sebuah makna atau tujuan yang ingin dicapai dengan dilakukannya proses tersebut. Menurut para ahli, rebranding merupakan suatu proses menciptakan nama yang baru, istilah, simbol, desain, atau suatu kombinasi dari kesemuanya untuk satu brand yang tidak dapat dipungkiri. Tujuannya adalah untuk mengembangkan diferensiasi posisi di dalam pikiran dari stakeholders dan pesaing. Oleh karena itu, proses tersebut tidaklah mudah dan terkadang membutuhkan proses yang cukup panjang.

1. Melakukan Evaluasi dan Riset

Sebelum memutuskan melakukan rebranding, Anda harus melakukan evaluasi terlebih dahulu tentang keadaan perusahaan saat ini. Temukan apa penyebab dibutuhkan rebranding atau tujuan apa yang ingin dicapai dengan dilakukannya proses tersebut. Apakah Anda ingin menjangkau pasar yang lebih luas, atau ingin perusahaan lebih update dengan situasi bisnis saat ini. Kemudian, Anda juga harus melakukan riset untuk menentukan positioning brand yang baru, yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan Anda. Cakupan riset Anda bisa menyangkut beberapa hal seperti keinginan & kebutuhan customer, pendapat customer mengenai bisnis Anda, persepsi masyarakat terhadap brand dan bisnis Anda, aset yang dimiliki bisnis Anda, pandangan internal karyawan terhadap bisnis & brand, serta positioning produk/jasa kompetitor.

2. Melakukan Komunikasi dengan Para Pemegang Saham

Anda perlu melakukan komunikasi kepada para pemegang saham terlebih dahulu karena proses ini dapat mempengaruhi masa depan bisnis perusahaan. Beberapa hal yang perlu Anda komunikasikan adalah timeline, pembiayaan, key objectives, hasil riset dan evaluasi sebelumnya, competitive positioning, implikasi rebranding terhadap departemen atau divisi tertentu dan perusahaan secara keseluruhan.

3. Menyusun Daftar Rencana

Pada tahap ini, Anda harus menyusun daftar rencana dan menguraikan proses apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai target. Misalnya mengganti logo dan keseluruhan branding cetak pada berbagai aset kantor, stationary dan media lainnya.

4. Mendokumentasikan Seluruh Proses Rebranding

Pastikan Anda melakukan dokumentasi terhadap seluruh proses rebranding dengan catatan tertulis mulai dari awal wacana, saat berjalannya proses, hingga akhirnya nanti disosialisasikan kepada masyarakat. Dokumentasi ini penting untuk dilakukan sebagai arsip perusahaan ketika akan menentukan sebuah keputusan bisnis di kemudian hari. Selain itu, dokumentasi tersebut juga dapat menjadi guidelines untuk keputusan lain di masa depan.

5. Melakukan Sosialisasi

Setelah proses rebranding selesai dilakukan, maka selanjutnya Anda harus melakukan sosialisasi kepada khalayak umum. Tahapan ini biasanya dijalankan oleh divisi Public Relation (PR) sebagai pihak yang bertanggungjawab pada brand perusahaan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti Kampanye Internal (Internal PR Campaigns) dan Kampanye Eksternal (External PR Campaigns). Kampanye internal ditujukan kepada seluruh pemegang saham dan juga seluruh karyawan perusahaan tanpa terkecuali. Sedangkan Kampanye eksternal ditujukan untuk pelanggan, komunitas, media, dan seluruh stakeholder bisnis Anda termasuk khalayak umum.

Alasan Melakukan Rebranding

Ingin Melakukan Rebranding? Ketahui Dulu Hal Pentingnya di sini!Ada beberapa hal penting yang bisa menyebabkan suatu perusahaan melakukan rebranding, seperti adanya tekanan dari pesaing yang tidak mampu dihadapi. Atau akibat dari tekanan konsumen yang terpengaruh terhadap perubahan teknologi. Serta terjadinya perubahan tujuan perusahaan. Selain itu, sebenarnya ada tanda-tanda yang bisa Anda ketahui sebelum memutuskan untuk melakukan proses ini. Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Misi perusahaan sudah berubah. Hal pertama yang bisa menjadi alasan kuat mengapa Anda harus melakukan proses ini adalah karena misi perusahaan. Misi perusahaan yang berubah bisa menjadi tanda bahwa Anda harus melakukan pergantian atau perubahan. Misi yang baru akan lebih susah untuk disosialisasikan jika rebranding tidak dilakukan.
  2. Target market yang lama sudah tua. Alasan kedua yang bisa Anda lihat adalah target market Anda kini sudah terlalu tua. Meskipun pelanggan yang lama mungkin masih loyal, namun Anda perlu memperhatikan juga potensi pelanggan yang baru. Target market Anda tidak perlu berubah, Anda hanya perlu melakukan rebranding dengan sigap. Ketika Anda telat untuk menyadari perubahan umur dan taste dari target market ini, maka Anda akan semakin susah saat melakukan rebranding.
  3. Adanya keinginan meluncurkan produk baru. Alasan lainnya mengapa Anda harus rebranding adalah karena adanya keinginan untuk meluncurkan produk baru yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
  4. Adanya kompetitor yang lebih unggul. Ketika merasa bahwa Anda selalu kalah dari kompetitor, berarti Anda perlu melakukan rebranding.

Kekurangan Melakukan Rebranding

Ingin Melakukan Rebranding? Ketahui Dulu Hal Pentingnya di sini!Rebranding merupakan sebuah proses untuk memberikan tampilan baru pada sebuah perusahaan, organisasi, produk, ataupun tempat. Pada umumnya, sebuah perusahaan melakukan proses ini karena alasan finansial, adanya manajemen atau kepemimpinan baru, analisa prospektif pasar, atau merger perusahaan. Proses ini bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara instan atau terburu-buru. Namun membutuhkan sesi brainstorming yang panjang, dan terkadang meliputi dilema untuk memprediksi bagaimana bisnis Anda selanjutnya setelah proses ini dilakukan. Apakah berhasil atau tidak? Hal itu tergantung dari seberapa besar usaha yang Anda lakukan saat membangun brand baru tersebut. Berikut ini adalah kekurangan melakukan rebranding:

  1. Sebagian konsumen dan orang-orang di dalam institusi akan menolak upaya rebranding karena citra atau kemasan produk yang baru mewakili hal yang tidak diketahui. Untuk itu, Anda perlu mengembangkan rencana untuk mengatasi penolakan dengan menjelaskan bagaimana jasa atau produk yang telah melalui proses rebranding akan lebih baik daripada sebelumnya.
  2. Rebranding perkotaan berpotensi dapat memecah komunitas yang ada di saat komunitas yang baru tercipta. Pastikan untuk mengantisipasi dan menghindari hal ini jika memungkinkan. Rebranding perkotaan memang jauh lebih sulit dibandingkan rebranding perusahaan atau produk.

Setelah berhasil melakukan rebranding dan perusahaan Anda kembali normal, pastikan untuk mengelola perusahaan secara lebih baik. Pengelolaan perusahaan yang tepat merupakan salah satu jaminan untuk meraih kesuksesan. Khusus untuk pengelolaan keuangan yang lebih handal, Anda dapat mempercayakannya pada Jurnal. Jurnal terbukti aman dan tepercaya untuk bisnis Anda karena telah tersertifikasi ISO27001 yang dapat menjamin keamanan data dan informasi bisnis Anda. Daftar sekarang dan dapatkan free trial selama 14 hari.