Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik Konsumen

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada manusia baik itu panca indra, pikiran, feeling maupun kehendak. Sebagian besar orang mungkin hanya berfokus pada psikologi yang mempelajari kepribadian manusia. Akan tetapi, aktivitas mempelajari manusia ini sebenarnya dapat dilihat dari beragam aspek, sebut saja  sosial, pendidikan, kriminal, fungsi organ, medis, agama, industri dan masih banyak lagi. Untuk Anda yang berfokus dalam dunia bisnis, ilmu psikologi juga merangkul dunia marketing.

Psikologi marketing akan membantu Anda memahami motif-motif yang mempengaruhi emosi serta tindakan konsumen dalam memandang suatu produk maupun jasa yang ditawarkan. Teori-teori dalam psikologi marketing dapat dimanfaatkan untuk mengoptimasi fungsi pemasaran pada bisnis Anda. Bahkan dikatakan jika Anda belum memahami psikologi marketing, maka strategi pemasaran Anda belum bisa dibilang sempurna.

Dalam hal ini ini ada beberapa prinsip psikologi marketing yang dapat menarik dan meyakinkan konsumen untuk melakukan transaksi dalam sebuah bisnis Anda yang dijelaskan sebagai berikut.  

Priming

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenPrinsip ini sejalan dengan permainan kata dimana ketika Anda mengucapkan satu kata, maka rekan Anda yang lain merespon dengan kata pertama yang terlintas dalam pikirannya. Sebagai contoh, salah satu orang membaca kata “hijau”, maka respon yang didapatkan “daun”. Menurut Bryant and Thompson (2002), priming memiliki dua perspektif. Pertama, priming dapat terjadi pada saat seseorang membaca atau menonton suatu cerita pada media yang mengaktifkan pikiran atau perasaan yang telah tersimpan di dalam benak pikiran sebelumnya karena pengaruh pembelajaran dan pengalaman di masa lampau.

Kedua, priming diartikan sebagai terpaan media yang memengaruhi perilaku seseorang sehingga melakukan tindakan yang tidak diinginkan, misalnya meniru tindak kriminal. Dalam psikologi, begitulah cara kerja priming. Ketika Anda terpapar pada satu stimulus, maka itu akan memengaruhi cara Anda merespons stimulus. Hal ini yang diterapkan agar ketika konsumen melihat warna, benda atau hal tertentu maka yang terlintas di pikiran mereka pertama kali adalah produk atau jasa Anda.

Teknik priming halus biasanya digunakan untuk membuat pengunjung website Anda mengingat informasi kunci tentang produk dan jasa yang disediakan. Anda bisa mempengaruhi ini dengan membuat memaparkan informasi mengenai produk dan jasa Anda secara berulang-ulang sehingga ide mengenai hal tersebut tertanam di dalam pikiran konsumen. Cara lainnya adalah dengan membuat sesuatu yang sederhana atau bahkan mencolok agar mudah diingat oleh konsumen.

Timbal balik

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenPrinsip psikologi marketing yang satu ini diperkenalkan oleh Dr. Robert Caldini di dalam bukunya Pengaruh: Psikologi Persuasi. Prinsip timbal balik ini sudah tidak asing lagi di dalam kehidupan, ketika orang melakukan sesuatu kepada Anda, Anda pun pasti ingin melakukan sesuatu untuk orang tersebut. Hal ini juga berlaku dalam dunia pemasaran. Jika Anda ingin konsumen melakukan sesuatu terhadap produk atau jasa Anda, maka Anda pun seharusnya melakukan sesuatu untuk mereka.

Sesuatu ini bisa dalam bentuk penawaran menarik. Siapa yang tidak menyukai potongan harga atau promo? Ya, prinsip ini bisa Anda wujudkan dengan memberikan potongan harga, kemudahan berbelanja produk tertentu, produk gratis dan lain sebagainya. Atau dapat juga sekadar pernyataan terima kasih yang ditujukan secara personal atau dalam bentuk yang lebih untuk menyentuh hati konsumen. Konsumen yang tersentuh dengan pemberian Anda sudah pasti akan melakukan sesuatu sebagai balasan, bisa jadi dalam bentuk pembelian, pemberian kontak ataupun pendaftaran sebagai member.

Social Proof

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenSocial proof merupakan teori dimana orang akan mengadopsi dan menaruh kepercayaan pada pihak-pihak yang mereka sukai atau percayai. Dalam pemasaran hal ini biasanya didapatkan dengan adanya testimoni. Kebanyakan orang akan memutuskan membeli produk atau jasa jika mereka melihat orang-orang terdekat atau idola mereka telah menggunakan sebelumnya.

Testimoni kerap ditemukan di media sosial atau website dari sebuah merek. Testimoni yang baik dapat didapatkan dengan meningkatkan kualitas sehingga konsumen Anda akan dengan sukarela memberikan pendapat positif terhadap produk dan jasa Anda. Prinsip ini juga bisa sedikit dimodifikasi dengan memberikan penawaran menarik kepada konsumen ketika mereka memunculkan unggahan terkait produk Anda di akun mereka masing-masing. Dan jika bisnis Anda mempunyai modal atau keuntungan yang cukup besar bisa menggunakan influencer atau artis terkenal.

Baca juga : Trik dan Strategi Khusus Penerapan Psikologi Marketing Agar Penjualan Meningkat

Decoy Effect

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenPrinsip ini menggunakan strategi harga dimana satu titik harga sengaja dimasukkan agar konsumen terpikat untuk memilih harga yang lebih mahal. Decoy effect juga merupakan trik yang dapat menggiring konsumen belanja barang lebih banyak. Decoy effect merupakan salah satu teknik psikologis yang sangat kuat dan efektif yang digunakan oleh tim marketing.

Contoh mudahnya, di sebuah warung kopi tertera harga kopi dengan gelas kecil IDR 5.000 dan gelas besar IDR 9.000. Dengan dua opsi ini tentu saja orang akan memilih kopi dengan harga IDR 5000 karena angka 9000 terlalu mahal untuk segelas kopi. Namun lain halnya jika ditambahkan satu opsi lagi yakni kopi gelas sedang seharga IDR 8.000.  Kebanyakan orang pasti memindahkan pilihannya kepada kopi gelas besar karena dengan harga yang hanya terpaut IDR 1000 saja, mereka telah mendapatkan kopi dengan ukuran yang lebih besar.

Kelangkaan

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenPrinsip ini sejalan dengan rumus penawaran dan permintaan, dimana semakin jarang adanya peluang, konten atau produk, maka akan semakin bernilai harganya. Kelangkaan akan mendorong konsumen untuk membeli, mengumpulkan, atau mendapatkan sesuatu dengan persepsi mereka tidak akan mendapatkannya lagi di masa depan. Untuk menjangkau konsumen seperti ini Anda bisa memberikan konsep kelangkaan seolah-olah ada 100 produk. Namun karena permintaan yang sangat banyak sehingga produk tersebut hanya tersisa 3, dan orang yang cepat serta beruntunglah yang bisa mendapatkan produk populer tersebut.

Namun ada pula yang menganggap kelangkaan sebagai sebuah harga diri. Ketika mampu mendapatkan produk tersebut konsumen akan merasa bahwa mereka dapat mengendalikan lingkungan. Untuk konsumen ini bisa dengan membuat produk eksklusif yang hanya tersedia dalam jumlah yang sangat kecil.

Fenomena Baader-Meinhof

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik KonsumenApakah Anda pernah mendengar tentang suatu produk dan mulai melihatnya di mana pun Anda berada? Ini merupakan pengaruh dari fenomena Baader-Meinhof. Fenomena ini bisa dikaitkan dengan marketing automation. Marketing automation akan membuat sebuah produk muncul di media mana saja yang konsumen gunakan apabila mereka memberikan informasi kontak atau IP address telah terlacak setelah membuka website, media sosial ataupun situs perbelanjaan. Konsumen mungkin menyangka ini sesuatu yang mengejutkan dimana produk tersebut tampak dimanapun. Dan akan menganggap bahwa mereka memang sudah waktunya dan seharusnya membeli produk tersebut.

Baca juga : Langkah Mudah Menerapkan Psikologi Marketing

Emosi Mengalahkan Kecerdasan

Prinsip Psikologi Marketing untuk Menarik Konsumen

Konsumen akan cenderung merespons hal yang lebih memiliki daya tarik emosional daripada hal yang intelektual. Iklan emosional bekerja lebih baik daripada iklan yang fokus rasional. Iklan emosinal lebih bersifat persuasif karena dapat menunjukkan bagaimana suatu produk dapat lebih bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan konsumennya.

Foot-in-door

8 Alasan Mengapa Social Media Marketing Dibutuhkan UKM

Prinsip psikologi yang satu ini dapat disarankan jika Anda menggunakan digital marketing ini menggunakan permintaan-permintaan kecil untuk mempersiapkan mereka agar lebih siap untuk permintaan yang lebih besar. Seperti misalnya, pada awalnya Anda meminta untuk mendaftar menjadi anggota untuk mendapatkan pemberitahuan terbaru mengenai promo dan produk baru). Selanjutnya, Anda akan meminta untuk membeli produk atau berlangganan pada layanan Anda.

Dengan memahami prinsip psikologi marketing di atas Anda dapat menemukan metode mana yang dapt menarik konsumen untuk memilih produk dan jasa Anda. Selain memahami prinsip ini Anda juga dituntut untuk memahami proses pengelolaan keuangan pada bisnis Anda secara benar dan baik juga.  Untuk memudahkan Anda, sudahkah Anda menggunakan software akuntansi yang handal dan praktis untuk bisnis Anda? Jika belum, jangan ragu untuk memilih Jurnal. Jurnal akan membantu Anda dalam mengelola laporan keuangan bisnis Anda secara lebih mudah, sehingga Anda dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.


PUBLISHED02 Jan 2020
Desra
Desra

SHARE THIS ARTICLE: