Utang vs Piutang: Pengertian, Perbedaan dan Contoh dalam Akuntansi Bisnis Highlights Utang dicatat sebagai liabilitas yang menghasilkan arus kas keluar saat dilunasi, sedangkan piutang dicatat sebagai aset lancar yang menghasilkan arus kas masuk saat pelanggan melakukan pembayaran. Keduanya menjadi penentu struktur neraca dan arus kas bisnis Singkatnya perbedaan dari keduanya adalah bahwa utang merepresentasikan kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga atas pembelian kredit, sementara piutang menunjukkan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari penjualan kredit Kesalahan pencatatan utang dan piutang yang terjadi dapat memberikan dampak langsung pada kualitas laporan keuangan, mengganggu proyeksi arus kas, hingga menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan Utang dan piutang merupakan dua konsep keuangan yang saling berkaitan erat dengan laporan keuangan dan arus kas, yang mendukung pengambilan keputusan bisnis yang tepat.Perusahaan dapat menjaga kesehatan keuangan dan mengelola arus kas dengan tepat dan efektif apabila dapat memahami kedua konsep ini dengan baik.Sebaliknya, kesalahan dalam pencatatan atau pemahaman keduanya dapat mengakibatkan laporan keuangan yang tidak akurat, memengaruhi proyeksi arus kas, bahkan kepercayaan kreditur dan investor.Untuk memahami ini lebih dalam, artikel dari Mekari Jurnal ini akan memaparkan perbedaan utang vs piutang dalam perspektif akuntansi perusahaan berikut ini. Apa Itu Utang?Utang juga dikenal dengan accounts payable, merupakan kewajiban perusahaan untuk membayar pihak lain sebagai akibat transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit.Komponen utang menandakan jumlah yang perlu dibayar oleh perusahaan di masa depan kepada pemasok atas barang atau layanan yang sudah dibeli dan ditagihkan.Jika melihat dalam laporan keuangan, posisi utang akan dinilai sebagai liabilitas atau kewaijban jangka pendek di neraca, seperti faktur yang tercatat sebagai utang hingga pelunasannya.Contohnya adalah sebagai berikut, ketika perusahaan memesan bahan baku senilai Rp50.000.000 dengan pembayaran dalam 30 hari, faktur diterima akan tercatat ke dalam saldo utang dagang dan bertambah Rp50.000.000.Apa Itu Piutang?Piutang atau accounts receivable adalah jumlah uang yang menjadi hak perusahaan atas pembayaran dari pelanggan atau pihak lain yang telah menerima barang/jasa secara kredit.Komponen ini menunjukkan klaim perusahaan atas uang yang diterima di masa depan dan menjadi bagian dari aktiva lancar di neraca perusahaan.Piutang sendiri timbul ketika perusahaan melakukan penjualan kredit. Misalnya, perusahaan menjual produk dan memberikan waktu 30 hingga 60 hari bagi pelanggan untuk membayar, jumlah tersebut dicatat sebagai piutang sampai pembayaran diterima.Baca Juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis AndaPerbedaan Utang dan Piutang Secara LangsungUntuk lebih mudah memahami keduanya, simak tabel perbedaan utang vs piutang berikut ini. Aspek Utang Piutang Definisi dan Aktivitas Kewajiban perusahaan untuk membayar pihak lain atas barang/jasa yang telah diterima Hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan kredit Posisi di Laporan Keuangan Utang dicatat sebagai liabilitas (kewajiban) di neraca Piutang dicatat sebagai aktiva lancar di neraca karena mencerminkan aset yang akan menjadi kas Aliran Kas Utang mengakibatkan arus kas keluar di masa mendatang ketika perusahaan membayar kewajiban tersebut Piutang menghasilkan arus kas masuk saat pelanggan melunasi tagihannya Contoh Praktik Nyata Perusahaan membeli bahan baku secara kredit dan mencatatnya sebagai utang dagang Perusahaan menjual produk secara kredit sehingga mencatatnya sebagai piutang dagang kepada pelanggan Contoh Ilustratif Utang dan Piutang dalam BisnisSebelumnya sudah dijelaskan secara sederhana mengenai contoh dari utang dan piutang. Namun, untuk lebih jelasnya, berikut ilustrasi pencatatan transaksi terkait keduanya dalam operasional perusahaan serta dampaknya terhadap neraca dan arus kas.Contoh Pencatatan UtangSebuah perusahaan manufaktur, Perusahaan A, melakukan pembelian bahan baku dari Pemasok X dengan nilai transaksi sebesar Rp50.000.000 secara kredit dengan jangka waktu pembayaran 30 hari.Pada saat faktur diterima, perusahaan A belum melakukan pembayaran tunai. Oleh karena itu, perusahaan mencatat transaksi tersebut sebagai utang dagang dalam neraca.Utang ini diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, karena kewajiban pembayaran akan diselesaikan dalam periode akuntansi berjalan.Ketika jatuh tempo pembayaran tiba dan perusahaan melunasi kewajibannya, terjadi arus kas keluar sebesar Rp50.000.000.Pada tahap ini, saldo kas perusahaan berkurang dan akun utang dagang dieliminasi dari neraca, merepresentasikan kewajiban pembayaran di masa depan yang akan memengaruhi likuiditas perusahaan.Baca Juga: Cara Membaca Laporan Neraca Keuangan yang BenarContoh Pencatatan PiutangSebuah perusahaan B menjual produk kepada Pelanggan Y dengan nilai transaksi sebesar Rp75.000.000 secara kredit dengan kesepakatan pembayaran dalam jangka waktu tertentu setelah barang diterima.Pada saat barang dikirim dan faktur diterbitkan, Perusahaan B mencatat nilai transaksi tersebut sebagai piutang dagang.Dalam neraca, piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar, karena perusahaan memiliki hak untuk menerima kas dari pelanggan dalam waktu relatif singkat.Ketika Pelanggan Y melunasi kewajibannya, perusahaan menerima arus kas masuk sebesar Rp75.000.000.Pada saat yang sama, saldo piutang dagang berkurang dan digantikan oleh peningkatan saldo kas.Dampak Terhadap Laporan KeuanganBerdasarkan kedua ilustrasi di atas, dapat kita simpulkan bahwa: Utang memberikan dampak dalam peningkatan liabilitas sekaligus menghasilkan arus kas keluar saat kewajiban telah dilunasi Piutang berdampak pada peningkatan aset dan menghasilkan arus kas masuk ketika pelanggan melakukan pembayaran Keduanya memengaruhi struktur neraca dan likuiditas perusahaan, meskipun dengan arah yang berlawanan Dampak Kesalahan Pencatatan Utang dan PiutangTerjadinya kesalahan pencatatan utang atau piutang menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak akurat serta berpotensi menyesatkan.Contohnya adalah begini, ketika utang tidak tercatat dengan baik, liabilitas di neraca terkesan lebih kecil dari sebenarnya. Hal ini mengakibatkan proyeksi arus kas dan analisis solvabilitas perusahaan menjadi keliru.Banyak pengguna seperti kreditor, investor, atau manajemen perusahaan sering menggunakan data utang dan piutang untuk menilai kesehatan keuangan.Terjadinya kesalahan atau kelalaian dapat memengaruhi kepercayaan dan stabilitas perusahaan sehingga menjaga akurasi pencatatan utang dan piutang penting agar keputusan bisnis berdasarkan laporan keuangan dapat diandalkanBaca Juga: 20 Cara Meningkatkan Arus Kas Tetap Positif, Gimana Caranya?Tips Mengelola Utang dan Piutang Agar SehatAda beberapa tips yang bisa Anda coba agar dapat mengelola utang dan piutang dalam laporan keuangan agar sehat, yaitu:1. Memanfaatkan Sistem Akuntansi DigitalSalah satu tips yang paling efektif adalah dengan menggunakan software akuntansi sehingga dapat mengotomatiskan pencatatan utang dan piutang.Hal ini dapat menghilangkan risiko mismanajemen dan kelalaian akibat manusia. Mekari Jurnal hadir menjadi salah satu software akuntansi lokal terbaik yang dapat mengelolanya secara real-time, memonitor faktur masuk dan keluar, hingga menyiapkan pengingat otomatis.Dengan fitur-fitur yang membantu pengelolaan utang dan piutang dalam laporan keuangan, perusahaan dapat mengelola billing serta pembayaran dengan lebih efisien.Coba gratis sekarang dan dapatkan penawaran menarik lainnya!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!2. Pantau Jadwal Jatuh TempoAnda bisa menetapkan jadwal pengingat untuk tanggal jatuh tempo serta perhatikan faktur yang akan dibayar dan tagihan yang harus ditagih.Penjadwalan berkala dan penagihan tepat waktu membantu mencegah keterlambatan, denda, maupun piutang tak tertagih.3. Evaluasi Laporan Keuangan BerkalaTerakhir, Anda dapat melakukan review rutin neraca dan laporan arus kas untuk mengevaluasi posisi utang, piutang, serta kesehatan kas perusahaan.Melalui pemeriksaan berkala, manajemen dapat sigap untuk mendeteksi adanya anomali maupun keterlambatan pembayaran, dan mengambil tindakan perbaikan secepatnya.KesimpulanSingkatnya, utang adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain (liabilitas jangka pendek) yang mencerminkan pembayaran yang harus dilakukan, sedangkan piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan, yang termasuk aset lancar.Keduanya memiliki peran penting dalam neraca dan arus kas perusahaan. Sehingga memahami perbedaan ini membantu manajemen mengelola arus kas, merencanakan pembayaran, dan menagih piutang secara efisien. Referensi:Darcy, “The Difference Between Accounts Payable and Accounts Receivable”.Thomson Reuters, “Accounts payable vs. accounts receivable: What are the differences?”.Wise, “Accounts payable vs receivable – differences and examples”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Utang vs Piutang: Pengertian, Perbedaan dan Contoh dalam Akuntansi Bisnis Highlights Utang dicatat sebagai liabilitas yang menghasilkan arus kas keluar saat dilunasi, sedangkan piutang dicatat sebagai aset lancar yang menghasilkan arus kas masuk saat pelanggan melakukan pembayaran. Keduanya menjadi penentu struktur neraca dan arus kas bisnis Singkatnya perbedaan dari keduanya adalah bahwa utang merepresentasikan kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga atas pembelian kredit, sementara piutang menunjukkan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari penjualan kredit Kesalahan pencatatan utang dan piutang yang terjadi dapat memberikan dampak langsung pada kualitas laporan keuangan, mengganggu proyeksi arus kas, hingga menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan Utang dan piutang merupakan dua konsep keuangan yang saling berkaitan erat dengan laporan keuangan dan arus kas, yang mendukung pengambilan keputusan bisnis yang tepat.Perusahaan dapat menjaga kesehatan keuangan dan mengelola arus kas dengan tepat dan efektif apabila dapat memahami kedua konsep ini dengan baik.Sebaliknya, kesalahan dalam pencatatan atau pemahaman keduanya dapat mengakibatkan laporan keuangan yang tidak akurat, memengaruhi proyeksi arus kas, bahkan kepercayaan kreditur dan investor.Untuk memahami ini lebih dalam, artikel dari Mekari Jurnal ini akan memaparkan perbedaan utang vs piutang dalam perspektif akuntansi perusahaan berikut ini. Apa Itu Utang?Utang juga dikenal dengan accounts payable, merupakan kewajiban perusahaan untuk membayar pihak lain sebagai akibat transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit.Komponen utang menandakan jumlah yang perlu dibayar oleh perusahaan di masa depan kepada pemasok atas barang atau layanan yang sudah dibeli dan ditagihkan.Jika melihat dalam laporan keuangan, posisi utang akan dinilai sebagai liabilitas atau kewaijban jangka pendek di neraca, seperti faktur yang tercatat sebagai utang hingga pelunasannya.Contohnya adalah sebagai berikut, ketika perusahaan memesan bahan baku senilai Rp50.000.000 dengan pembayaran dalam 30 hari, faktur diterima akan tercatat ke dalam saldo utang dagang dan bertambah Rp50.000.000.Apa Itu Piutang?Piutang atau accounts receivable adalah jumlah uang yang menjadi hak perusahaan atas pembayaran dari pelanggan atau pihak lain yang telah menerima barang/jasa secara kredit.Komponen ini menunjukkan klaim perusahaan atas uang yang diterima di masa depan dan menjadi bagian dari aktiva lancar di neraca perusahaan.Piutang sendiri timbul ketika perusahaan melakukan penjualan kredit. Misalnya, perusahaan menjual produk dan memberikan waktu 30 hingga 60 hari bagi pelanggan untuk membayar, jumlah tersebut dicatat sebagai piutang sampai pembayaran diterima.Baca Juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis AndaPerbedaan Utang dan Piutang Secara LangsungUntuk lebih mudah memahami keduanya, simak tabel perbedaan utang vs piutang berikut ini. Aspek Utang Piutang Definisi dan Aktivitas Kewajiban perusahaan untuk membayar pihak lain atas barang/jasa yang telah diterima Hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan kredit Posisi di Laporan Keuangan Utang dicatat sebagai liabilitas (kewajiban) di neraca Piutang dicatat sebagai aktiva lancar di neraca karena mencerminkan aset yang akan menjadi kas Aliran Kas Utang mengakibatkan arus kas keluar di masa mendatang ketika perusahaan membayar kewajiban tersebut Piutang menghasilkan arus kas masuk saat pelanggan melunasi tagihannya Contoh Praktik Nyata Perusahaan membeli bahan baku secara kredit dan mencatatnya sebagai utang dagang Perusahaan menjual produk secara kredit sehingga mencatatnya sebagai piutang dagang kepada pelanggan Contoh Ilustratif Utang dan Piutang dalam BisnisSebelumnya sudah dijelaskan secara sederhana mengenai contoh dari utang dan piutang. Namun, untuk lebih jelasnya, berikut ilustrasi pencatatan transaksi terkait keduanya dalam operasional perusahaan serta dampaknya terhadap neraca dan arus kas.Contoh Pencatatan UtangSebuah perusahaan manufaktur, Perusahaan A, melakukan pembelian bahan baku dari Pemasok X dengan nilai transaksi sebesar Rp50.000.000 secara kredit dengan jangka waktu pembayaran 30 hari.Pada saat faktur diterima, perusahaan A belum melakukan pembayaran tunai. Oleh karena itu, perusahaan mencatat transaksi tersebut sebagai utang dagang dalam neraca.Utang ini diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, karena kewajiban pembayaran akan diselesaikan dalam periode akuntansi berjalan.Ketika jatuh tempo pembayaran tiba dan perusahaan melunasi kewajibannya, terjadi arus kas keluar sebesar Rp50.000.000.Pada tahap ini, saldo kas perusahaan berkurang dan akun utang dagang dieliminasi dari neraca, merepresentasikan kewajiban pembayaran di masa depan yang akan memengaruhi likuiditas perusahaan.Baca Juga: Cara Membaca Laporan Neraca Keuangan yang BenarContoh Pencatatan PiutangSebuah perusahaan B menjual produk kepada Pelanggan Y dengan nilai transaksi sebesar Rp75.000.000 secara kredit dengan kesepakatan pembayaran dalam jangka waktu tertentu setelah barang diterima.Pada saat barang dikirim dan faktur diterbitkan, Perusahaan B mencatat nilai transaksi tersebut sebagai piutang dagang.Dalam neraca, piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar, karena perusahaan memiliki hak untuk menerima kas dari pelanggan dalam waktu relatif singkat.Ketika Pelanggan Y melunasi kewajibannya, perusahaan menerima arus kas masuk sebesar Rp75.000.000.Pada saat yang sama, saldo piutang dagang berkurang dan digantikan oleh peningkatan saldo kas.Dampak Terhadap Laporan KeuanganBerdasarkan kedua ilustrasi di atas, dapat kita simpulkan bahwa: Utang memberikan dampak dalam peningkatan liabilitas sekaligus menghasilkan arus kas keluar saat kewajiban telah dilunasi Piutang berdampak pada peningkatan aset dan menghasilkan arus kas masuk ketika pelanggan melakukan pembayaran Keduanya memengaruhi struktur neraca dan likuiditas perusahaan, meskipun dengan arah yang berlawanan Dampak Kesalahan Pencatatan Utang dan PiutangTerjadinya kesalahan pencatatan utang atau piutang menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak akurat serta berpotensi menyesatkan.Contohnya adalah begini, ketika utang tidak tercatat dengan baik, liabilitas di neraca terkesan lebih kecil dari sebenarnya. Hal ini mengakibatkan proyeksi arus kas dan analisis solvabilitas perusahaan menjadi keliru.Banyak pengguna seperti kreditor, investor, atau manajemen perusahaan sering menggunakan data utang dan piutang untuk menilai kesehatan keuangan.Terjadinya kesalahan atau kelalaian dapat memengaruhi kepercayaan dan stabilitas perusahaan sehingga menjaga akurasi pencatatan utang dan piutang penting agar keputusan bisnis berdasarkan laporan keuangan dapat diandalkanBaca Juga: 20 Cara Meningkatkan Arus Kas Tetap Positif, Gimana Caranya?Tips Mengelola Utang dan Piutang Agar SehatAda beberapa tips yang bisa Anda coba agar dapat mengelola utang dan piutang dalam laporan keuangan agar sehat, yaitu:1. Memanfaatkan Sistem Akuntansi DigitalSalah satu tips yang paling efektif adalah dengan menggunakan software akuntansi sehingga dapat mengotomatiskan pencatatan utang dan piutang.Hal ini dapat menghilangkan risiko mismanajemen dan kelalaian akibat manusia. Mekari Jurnal hadir menjadi salah satu software akuntansi lokal terbaik yang dapat mengelolanya secara real-time, memonitor faktur masuk dan keluar, hingga menyiapkan pengingat otomatis.Dengan fitur-fitur yang membantu pengelolaan utang dan piutang dalam laporan keuangan, perusahaan dapat mengelola billing serta pembayaran dengan lebih efisien.Coba gratis sekarang dan dapatkan penawaran menarik lainnya!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!2. Pantau Jadwal Jatuh TempoAnda bisa menetapkan jadwal pengingat untuk tanggal jatuh tempo serta perhatikan faktur yang akan dibayar dan tagihan yang harus ditagih.Penjadwalan berkala dan penagihan tepat waktu membantu mencegah keterlambatan, denda, maupun piutang tak tertagih.3. Evaluasi Laporan Keuangan BerkalaTerakhir, Anda dapat melakukan review rutin neraca dan laporan arus kas untuk mengevaluasi posisi utang, piutang, serta kesehatan kas perusahaan.Melalui pemeriksaan berkala, manajemen dapat sigap untuk mendeteksi adanya anomali maupun keterlambatan pembayaran, dan mengambil tindakan perbaikan secepatnya.KesimpulanSingkatnya, utang adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain (liabilitas jangka pendek) yang mencerminkan pembayaran yang harus dilakukan, sedangkan piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan, yang termasuk aset lancar.Keduanya memiliki peran penting dalam neraca dan arus kas perusahaan. Sehingga memahami perbedaan ini membantu manajemen mengelola arus kas, merencanakan pembayaran, dan menagih piutang secara efisien. Referensi:Darcy, “The Difference Between Accounts Payable and Accounts Receivable”.Thomson Reuters, “Accounts payable vs. accounts receivable: What are the differences?”.Wise, “Accounts payable vs receivable – differences and examples”.