Perbedaan Temporer Kena Pajak dan Dapat Dikurangkan: Pengertian, Dampak, dan Contohnya dalam PSAK 46/212 Highlights Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya yang akan berbalik di masa depan. Perbedaan temporer kena pajak akan menghasilkan jumlah kena pajak di masa depan dan menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. PSAK 46 kini telah dikodifikasi menjadi PSAK 212 Pajak Penghasilan dengan substansi yang tetap mengacu pada IAS 12 Income Taxes. Perbedaan temporer kena pajak akan menghasilkan jumlah kena pajak di masa depan dan menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. Tidak semua perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal menimbulkan pajak tangguhan karena beda tetap tidak pernah mengalami pembalikan. Pajak tangguhan adalah topik yang terdengar familier bagi sebagian besar akuntan, tetapi tidak sedikit yang masih kesulitan memahami mengapa suatu kondisi menimbulkan liabilitas pajak tangguhan sementara kondisi lain menimbulkan aset pajak tangguhan.Jawabannya ada pada jenis perbedaan temporer yang mendasarinya.Dalam kerangka IAS 12 yang diadopsi Indonesia melalui PSAK 46 atau kini PSAK 212, perbedaan temporer dibagi menjadi dua jenis, yaitu perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan.Keduanya muncul dari selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya, tetapi arah dampaknya ke pajak masa depan berlawanan.Memahami perbedaan ini secara tepat adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan dalam akuntansi pajak tangguhan. Catatan Penting: PSAK 46 Kini Bernomor PSAK 212Selama bertahun-tahun, akuntansi pajak penghasilan di Indonesia diatur dalam PSAK 46 Pajak Penghasilan.Meskipun masih sering disebut PSAK 46 dalam praktik, literatur akademik, dan referensi profesional, standar ini telah dikodifikasi ulang oleh IAI menjadi PSAK 212 Pajak Penghasilan dengan substansi yang tetap selaras dengan IAS 12.Sehingga, dalam artikel ini penyebutan PSAK 46 dan PSAK 212 merujuk pada standar yang sama dan digunakan bergantian agar relevan untuk berbagai variasi pencarian sekaligus akurat secara nomenklatur terkini.Apa Itu Perbedaan Temporer?Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan dan dasar pengenaan pajak dari aset atau liabilitas tersebut.Dasar pengenaan pajak adalah jumlah yang dikaitkan pada suatu aset atau liabilitas untuk tujuan perpajakan, di mana: Untuk aset, dasar pajak umumnya adalah jumlah yang masih dapat dikurangkan secara fiskal dari manfaat ekonomis kena pajak yang akan diterima entitas di masa depan Untuk liabilitas, dasar pajaknya adalah nilai tercatat dikurangi jumlah yang dapat dikurangkan secara fiskal di masa depan Perbedaan temporer berbeda dari perbedaan permanen karena akan berbalik (reversal) di masa depan saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, sedangkan beda tetap tidak pernah berbalik dan tidak menimbulkan pajak tangguhan.Apa Itu Perbedaan Temporer Kena Pajak?Perbedaan temporer kena pajak merupakan jenis selisih nilai tercatat aset atau liabilitas yang akan menghasilkan jumlah kena pajak (taxable amounts) di masa depan ketika nilai tercatat aset tersebut dipulihkan atau liabilitas tersebut diselesaikan.Jenis perbedaan ini pada prinsipnya menimbulkan liabilitas pajak tangguhan.Perbedaan temporer kena pajak umumnya terjadi ketika nilai tercatat aset lebih tinggi atau nilai tercatat liabilitas lebih rendah daripada dasar pajaknya, sehingga menimbulkan kewajiban pajak yang lebih besar di masa depan dan diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan.Apa Itu Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan?Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah perbedaan temporer yang akan menghasilkan jumlah yang dapat dikurangkan di masa depan ketika nilai tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan.Jenis perbedaan ini dapat menimbulkan aset pajak tangguhan (deferred tax asset).Kondisi ini mewujud apabila nilai tercatat aset secara komersial lebih rendah daripada dasar pajaknya, atau sebaliknya, nilai tercatat liabilitas akuntansi lebih tinggi daripada dasar pajaknya.Perbedaan ini memberikan manfaat berupa pengurangan pajak di masa depan saat selisihnya berbalik, sehingga berpotensi diakui sebagai aset pajak tangguhan.Perbedaan Utama KeduanyaUntuk lebih jelasnya dalam memahami konsep perbedaan temporer kena pajak dan dapat dikurangkan, simak tabel perbandingannya berikut ini: Aspek Perbedaan Temporer Kena Pajak (Taxable) Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan (Deductible) Definisi Selisih yang memicu penambahan jumlah laba kena pajak di periode masa depan Selisih yang memicu pengurangan jumlah laba kena pajak di periode masa depan Kondisi pada Aset Nilai tercatat akuntansi lebih besar daripada dasar pengenaan pajak Nilai tercatat akuntansi lebih kecil daripada dasar pengenaan pajak Kondisi pada Liabilitas Nilai tercatat akuntansi lebih kecil daripada dasar pengenaan pajak Nilai tercatat akuntansi lebih besar daripada dasar pengenaan pajak Akun Pajak Tangguhan Wajib diakui secara penuh di akhir periode tanpa syarat tambahan Hanya boleh diakui jika ada probabilitas ketersediaan laba fiskal di masa depan Contoh Transaksi Riil Revaluasi aset tetap ke atas atau perbedaan metode depresiasi dipercepat Provisi pesangon karyawan, cadangan kerugian piutang, dan jaminan produk Syarat Mutlak Pengakuan Wajib diakui secara penuh di akhir periode tanpa syarat tambahan Hanya boleh diakui jika ada probabilitas ketersediaan laba fiskal di masa depan Hubungan dengan Liabilitas Pajak Tangguhan dan Aset Pajak TangguhanLiabilitas pajak tangguhan mencerminkan kewajiban pajak yang akan muncul di masa depan akibat perbedaan temporer kena pajak dan disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan.Aset pajak tangguhan mencerminkan manfaat pajak yang dapat dimanfaatkan di masa depan akibat perbedaan temporer dapat dikurangkan dan umumnya disajikan sebagai aset tidak lancar.Ketika perbedaan temporer berbalik pada periode mendatang, liabilitas atau aset pajak tangguhan tersebut diselesaikan, dan dampaknya muncul sebagai beban atau manfaat pajak tangguhan dalam laporan laba rugi.Perbedaan dari Sisi Dampak Pajak Masa DepanBagi pembaca laporan keuangan non-akuntan, cara paling sederhana untuk mencerna konsep beda temporer kena pajak dan dapat dikurangkan ini adalah dengan melihat arah aliran uang kas keluar untuk urusan pajak di masa depan:Dampak Perbedaan Temporer Kena PajakBerarti tagihan pajak tunai perusahaan Anda di masa depan dipastikan akan melonjak lebih besar ketika selisih pengakuan waktu tersebut sudah memasuki masa pembalikan.Dampak Perbedaan Temporer Dapat DikurangkanBerarti tagihan pajak tunai perusahaan Anda di tahun-tahun mendatang berpotensi menjadi lebih kecil atau mendapatkan fasilitas diskon pengurang beban karena Anda sudah membayar porsi pajaknya lebih dulu di masa sekarang.Contoh Umum Perbedaan Temporer Kena PajakPerbedaan metode penyusutan antara akuntansi dan fiskal adalah contoh paling klasik dan paling sering dijumpai di Indonesia.Misalnya, PT Andalan Jaya memiliki mesin dengan biaya perolehan Rp1.000.000.000 dan umur manfaat 10 tahun.Secara akuntansi, perusahaan menggunakan metode garis lurus dengan penyusutan Rp100.000.000 per tahun.Secara fiskal, mesin tersebut masuk kelompok aset dengan tarif penyusutan yang lebih cepat, misalnya 25% per tahun dengan metode saldo menurun.Pada akhir tahun pertama: Nilai buku akuntansi: Rp900.000.000 (setelah penyusutan Rp100.000.000) Nilai buku fiskal: Rp750.000.000 (setelah penyusutan fiskal Rp250.000.000) Nilai tercatat akuntansi (Rp900 juta) lebih tinggi dari dasar pajak (Rp750 juta). Selisih Rp150.000.000 ini adalah perbedaan temporer kena pajak karena di masa depan, manfaat ekonomis yang diterima dari mesin ini melebihi yang masih dapat dikurangkan secara fiskal.Selisih ini akan menambah penghasilan kena pajak saat berbalik. Maka, entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp33.000.000 (Rp150.000.000 x 22%).Contoh lain yang umum adalah pendapatan yang sudah diakui secara akrual dalam laporan keuangan tetapi belum dikenakan pajak karena ketentuan fiskal menggunakan basis kas.Contoh Umum Perbedaan Temporer Dapat DikurangkanProvisi atau liabilitas yang diakui secara akuntansi tetapi belum dapat dikurangkan secara fiskal adalah contoh paling representatif dari perbedaan temporer dapat dikurangkan.Misalnya, PT Bakti Utama mengakui provisi garansi produk sebesar Rp200.000.000 berdasarkan estimasi kewajiban garansi yang akan timbul.Secara akuntansi, provisi ini sudah dicatat sebagai beban dan liabilitas di laporan keuangan.Namun secara fiskal, pengeluaran terkait garansi hanya dapat dikurangkan saat benar-benar dibayarkan kepada pelanggan, yang mungkin terjadi pada periode berikutnya.Nilai tercatat liabilitas provisi (Rp200 juta) lebih tinggi dari dasar pajaknya (Rp0, karena belum diakui fiskal).Selisih Rp200 juta ini adalah perbedaan temporer dapat dikurangkan karena saat liabilitas diselesaikan dan pembayaran garansi dilakukan, jumlah tersebut baru dapat dikurangkan untuk keperluan pajak, sehingga laba kena pajak masa depan akan berkurang.Entitas mengakui aset pajak tangguhan sebesar Rp44.000.000 (Rp200.000.000 x 22%), sepanjang ada keyakinan yang memadai bahwa akan ada laba kena pajak masa depan yang cukup.Contoh lain: kewajiban imbalan kerja jangka panjang seperti uang pesangon atau imbalan pensiun yang sudah diakui sebagai beban dalam laporan keuangan berdasarkan PSAK 24 tetapi baru dapat dikurangkan secara fiskal saat dibayarkan.Perbedaan dengan Beda TetapSatu kesalahan yang wajib dihindari oleh tim akuntansi adalah mencampuradukkan analisis waktu ini dengan konsep perbedaan tetap.Anda harus menguasai perbedaan temporer dan beda tetap secara mutlak guna menjamin validitas laporan keuangan:1. Beda Tetap (Permanent Differences)Merupakan jenis perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal yang timbul karena aturan perpajakan sama sekali tidak pernah mengakui suatu pendapatan atau beban tertentu untuk selamanya.Contohnya adalah beban natura karyawan, biaya sumbangan non-bencana, atau pendapatan bunga deposito yang sudah dikenai PPh Final.Transaksi beda tetap ini tidak akan pernah mengalami pembalikan di masa depan dan sama sekali tidak boleh memunculkan akun pajak tangguhan.2. Beda TemporerMurni dipicu oleh masalah perbedaan waktu pengakuan. Biaya atau pendapatannya sama-sama diakui oleh akuntansi dan pajak, hanya saja berbeda bulan atau berbeda tahun buku penyajiannya saja. Oleh karena itu, pos ini dipastikan akan berbalik di masa mendatang.Hubungan dengan Rekonsiliasi FiskalIdentifikasi perbedaan temporer dan perbedaan permanen dilakukan melalui proses rekonsiliasi fiskal, yaitu penyesuaian laba rugi komersial dengan ketentuan perpajakan untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak.Dari seluruh koreksi fiskal yang muncul, hanya perbedaan temporer yang digunakan sebagai dasar pengakuan aset atau liabilitas pajak tangguhan.Hubungan dengan Transaksi TunggalAmendemen terbaru IAS 12 yang telah diadopsi ke dalam SAK Indonesia memperjelas ketentuan pengakuan pajak tangguhan atas transaksi tunggal yang menimbulkan perbedaan temporer.Sebelumnya, banyak perusahaan memanfaatkan pengecualian pengakuan awal untuk tidak mengakui pajak tangguhan pada transaksi sewa yang memunculkan aset hak guna dan liabilitas sewa secara bersamaan.Kini, jika suatu transaksi menghasilkan perbedaan temporer kena pajak dan dapat dikurangkan dalam jumlah yang setara, perusahaan wajib mengakui aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan sejak awal transaksi.Bagaimana Topik Ini Tercermin di Laporan Keuangan?Di dalam dokumen pelaporan formal publik, Anda tidak akan pernah menemukan satu baris baris akun tunggal di lembar muka laporan utama yang diberi nama “perbedaan temporer”.Dampak dari hasil analisis selisih ini akan terdistribusi secara sistematis ke dalam beberapa pos berikut:Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Tersaji dalam bentuk saldo akun Aset Pajak Tangguhan di kelompok aset nonlancar, atau akun Liabilitas Pajak Tangguhan di kelompok kewajiban jangka panjang.Laporan Laba Rugi KomprehensifTercermin di baris bagian bawah tepat di bawah porsi PPh Kini, berupa akun Beban Pajak Tangguhan (jika liabilitas tangguhannya naik) atau Manfaat Pajak Tangguhan (jika aset tangguhannya naik atau liabilitasnya menyusut).Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)Di dalam lampiran naratif CALK, manajemen diwajibkan menyajikan tabel rincian rekonsiliasi yang sangat detail, memaparkan jenis transaksi apa saja (penyusutan, provisi, atau kompensasi kerugian) yang memicu lahirnya beda temporer beserta jadwal pembalikannya di masa depan.KesimpulanPerbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dibedakan berdasarkan dampaknya terhadap pembayaran pajak di masa depan saat selisih tersebut berbalik.Jika perbedaan tersebut menyebabkan pajak yang harus dibayar bertambah, maka timbul liabilitas pajak tangguhan, sedangkan jika menyebabkan penghematan pajak, maka dapat diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang terdapat laba kena pajak yang memadai di masa depan.Pemahaman yang tepat atas kedua jenis perbedaan temporer ini menjadi fondasi utama dalam penerapan akuntansi pajak tangguhan sesuai PSAK 212 dan IAS 12.Untuk mempermudah pencatatan, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat, perusahaan dapat memanfaatkan software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal yang membantu mengelola data keuangan secara terintegrasi dan real-time.Coba GRATIS sekarang dan rasakan manfaatnya!Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Ikatan Akuntan Indonesia. “Draf Eksposur PSAK 46”.Scribd, “PSAK 212: Pajak Penghasilan Indonesia”.IFRS Foundation. “IAS 12 Income Taxes”.IFRS Foundation. “Recognition and measurement of deferred tax assets when an entity is loss-making”.IFRS. “Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction “. FAQ Apa yang dimaksud dengan perbedaan temporer dalam akuntansi? Apa yang dimaksud dengan perbedaan temporer dalam akuntansi? Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya yang akan berbalik pada periode mendatang saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan. Apa itu perbedaan temporer kena pajak? Apa itu perbedaan temporer kena pajak? Perbedaan temporer kena pajak adalah selisih yang akan menyebabkan bertambahnya laba kena pajak di masa depan sehingga menimbulkan liabilitas pajak tangguhan (deferred tax liability). Apa itu perbedaan temporer dapat dikurangkan? Apa itu perbedaan temporer dapat dikurangkan? Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah selisih yang akan mengurangi laba kena pajak di masa depan sehingga dapat menimbulkan aset pajak tangguhan (deferred tax asset). Mengapa perbedaan temporer kena pajak menimbulkan liabilitas pajak tangguhan? Mengapa perbedaan temporer kena pajak menimbulkan liabilitas pajak tangguhan? Karena selisih tersebut akan menyebabkan perusahaan membayar pajak lebih besar ketika perbedaan tersebut berbalik pada periode mendatang sehingga diakui sebagai kewajiban pajak masa depan. Mengapa perbedaan temporer dapat dikurangkan menimbulkan aset pajak tangguhan? Mengapa perbedaan temporer dapat dikurangkan menimbulkan aset pajak tangguhan? Karena selisih tersebut akan memberikan manfaat berupa pengurangan pajak di masa depan. Namun, pengakuannya hanya diperbolehkan jika terdapat probabilitas laba kena pajak yang memadai untuk memanfaatkan manfaat tersebut. Apa perbedaan antara perbedaan temporer dan beda tetap? Apa perbedaan antara perbedaan temporer dan beda tetap? Perbedaan temporer akan berbalik pada masa depan dan dapat menimbulkan pajak tangguhan, sedangkan beda tetap tidak pernah berbalik sehingga tidak menghasilkan aset maupun liabilitas pajak tangguhan. Bagaimana perbedaan temporer tercermin dalam laporan keuangan? Bagaimana perbedaan temporer tercermin dalam laporan keuangan? Perbedaan temporer tercermin melalui akun aset pajak tangguhan atau liabilitas pajak tangguhan dalam laporan posisi keuangan serta beban atau manfaat pajak tangguhan dalam laporan laba rugi komprehensif. Apa contoh perbedaan temporer kena pajak? Apa contoh perbedaan temporer kena pajak? Contoh yang paling umum adalah perbedaan metode penyusutan antara akuntansi dan fiskal, di mana penyusutan fiskal lebih cepat dibandingkan penyusutan akuntansi sehingga menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. Apa contoh perbedaan temporer dapat dikurangkan? Apa contoh perbedaan temporer dapat dikurangkan? Contohnya adalah provisi garansi, cadangan kerugian piutang, dan kewajiban imbalan kerja yang sudah diakui secara akuntansi tetapi belum dapat dikurangkan secara fiskal sampai benar-benar dibayarkan. Kategori : Tax Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Perbedaan Temporer Kena Pajak dan Dapat Dikurangkan: Pengertian, Dampak, dan Contohnya dalam PSAK 46/212 Highlights Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya yang akan berbalik di masa depan. Perbedaan temporer kena pajak akan menghasilkan jumlah kena pajak di masa depan dan menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. PSAK 46 kini telah dikodifikasi menjadi PSAK 212 Pajak Penghasilan dengan substansi yang tetap mengacu pada IAS 12 Income Taxes. Perbedaan temporer kena pajak akan menghasilkan jumlah kena pajak di masa depan dan menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. Tidak semua perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal menimbulkan pajak tangguhan karena beda tetap tidak pernah mengalami pembalikan. Pajak tangguhan adalah topik yang terdengar familier bagi sebagian besar akuntan, tetapi tidak sedikit yang masih kesulitan memahami mengapa suatu kondisi menimbulkan liabilitas pajak tangguhan sementara kondisi lain menimbulkan aset pajak tangguhan.Jawabannya ada pada jenis perbedaan temporer yang mendasarinya.Dalam kerangka IAS 12 yang diadopsi Indonesia melalui PSAK 46 atau kini PSAK 212, perbedaan temporer dibagi menjadi dua jenis, yaitu perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan.Keduanya muncul dari selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya, tetapi arah dampaknya ke pajak masa depan berlawanan.Memahami perbedaan ini secara tepat adalah fondasi yang tidak bisa diabaikan dalam akuntansi pajak tangguhan. Catatan Penting: PSAK 46 Kini Bernomor PSAK 212Selama bertahun-tahun, akuntansi pajak penghasilan di Indonesia diatur dalam PSAK 46 Pajak Penghasilan.Meskipun masih sering disebut PSAK 46 dalam praktik, literatur akademik, dan referensi profesional, standar ini telah dikodifikasi ulang oleh IAI menjadi PSAK 212 Pajak Penghasilan dengan substansi yang tetap selaras dengan IAS 12.Sehingga, dalam artikel ini penyebutan PSAK 46 dan PSAK 212 merujuk pada standar yang sama dan digunakan bergantian agar relevan untuk berbagai variasi pencarian sekaligus akurat secara nomenklatur terkini.Apa Itu Perbedaan Temporer?Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan dan dasar pengenaan pajak dari aset atau liabilitas tersebut.Dasar pengenaan pajak adalah jumlah yang dikaitkan pada suatu aset atau liabilitas untuk tujuan perpajakan, di mana: Untuk aset, dasar pajak umumnya adalah jumlah yang masih dapat dikurangkan secara fiskal dari manfaat ekonomis kena pajak yang akan diterima entitas di masa depan Untuk liabilitas, dasar pajaknya adalah nilai tercatat dikurangi jumlah yang dapat dikurangkan secara fiskal di masa depan Perbedaan temporer berbeda dari perbedaan permanen karena akan berbalik (reversal) di masa depan saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, sedangkan beda tetap tidak pernah berbalik dan tidak menimbulkan pajak tangguhan.Apa Itu Perbedaan Temporer Kena Pajak?Perbedaan temporer kena pajak merupakan jenis selisih nilai tercatat aset atau liabilitas yang akan menghasilkan jumlah kena pajak (taxable amounts) di masa depan ketika nilai tercatat aset tersebut dipulihkan atau liabilitas tersebut diselesaikan.Jenis perbedaan ini pada prinsipnya menimbulkan liabilitas pajak tangguhan.Perbedaan temporer kena pajak umumnya terjadi ketika nilai tercatat aset lebih tinggi atau nilai tercatat liabilitas lebih rendah daripada dasar pajaknya, sehingga menimbulkan kewajiban pajak yang lebih besar di masa depan dan diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan.Apa Itu Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan?Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah perbedaan temporer yang akan menghasilkan jumlah yang dapat dikurangkan di masa depan ketika nilai tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan.Jenis perbedaan ini dapat menimbulkan aset pajak tangguhan (deferred tax asset).Kondisi ini mewujud apabila nilai tercatat aset secara komersial lebih rendah daripada dasar pajaknya, atau sebaliknya, nilai tercatat liabilitas akuntansi lebih tinggi daripada dasar pajaknya.Perbedaan ini memberikan manfaat berupa pengurangan pajak di masa depan saat selisihnya berbalik, sehingga berpotensi diakui sebagai aset pajak tangguhan.Perbedaan Utama KeduanyaUntuk lebih jelasnya dalam memahami konsep perbedaan temporer kena pajak dan dapat dikurangkan, simak tabel perbandingannya berikut ini: Aspek Perbedaan Temporer Kena Pajak (Taxable) Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan (Deductible) Definisi Selisih yang memicu penambahan jumlah laba kena pajak di periode masa depan Selisih yang memicu pengurangan jumlah laba kena pajak di periode masa depan Kondisi pada Aset Nilai tercatat akuntansi lebih besar daripada dasar pengenaan pajak Nilai tercatat akuntansi lebih kecil daripada dasar pengenaan pajak Kondisi pada Liabilitas Nilai tercatat akuntansi lebih kecil daripada dasar pengenaan pajak Nilai tercatat akuntansi lebih besar daripada dasar pengenaan pajak Akun Pajak Tangguhan Wajib diakui secara penuh di akhir periode tanpa syarat tambahan Hanya boleh diakui jika ada probabilitas ketersediaan laba fiskal di masa depan Contoh Transaksi Riil Revaluasi aset tetap ke atas atau perbedaan metode depresiasi dipercepat Provisi pesangon karyawan, cadangan kerugian piutang, dan jaminan produk Syarat Mutlak Pengakuan Wajib diakui secara penuh di akhir periode tanpa syarat tambahan Hanya boleh diakui jika ada probabilitas ketersediaan laba fiskal di masa depan Hubungan dengan Liabilitas Pajak Tangguhan dan Aset Pajak TangguhanLiabilitas pajak tangguhan mencerminkan kewajiban pajak yang akan muncul di masa depan akibat perbedaan temporer kena pajak dan disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan.Aset pajak tangguhan mencerminkan manfaat pajak yang dapat dimanfaatkan di masa depan akibat perbedaan temporer dapat dikurangkan dan umumnya disajikan sebagai aset tidak lancar.Ketika perbedaan temporer berbalik pada periode mendatang, liabilitas atau aset pajak tangguhan tersebut diselesaikan, dan dampaknya muncul sebagai beban atau manfaat pajak tangguhan dalam laporan laba rugi.Perbedaan dari Sisi Dampak Pajak Masa DepanBagi pembaca laporan keuangan non-akuntan, cara paling sederhana untuk mencerna konsep beda temporer kena pajak dan dapat dikurangkan ini adalah dengan melihat arah aliran uang kas keluar untuk urusan pajak di masa depan:Dampak Perbedaan Temporer Kena PajakBerarti tagihan pajak tunai perusahaan Anda di masa depan dipastikan akan melonjak lebih besar ketika selisih pengakuan waktu tersebut sudah memasuki masa pembalikan.Dampak Perbedaan Temporer Dapat DikurangkanBerarti tagihan pajak tunai perusahaan Anda di tahun-tahun mendatang berpotensi menjadi lebih kecil atau mendapatkan fasilitas diskon pengurang beban karena Anda sudah membayar porsi pajaknya lebih dulu di masa sekarang.Contoh Umum Perbedaan Temporer Kena PajakPerbedaan metode penyusutan antara akuntansi dan fiskal adalah contoh paling klasik dan paling sering dijumpai di Indonesia.Misalnya, PT Andalan Jaya memiliki mesin dengan biaya perolehan Rp1.000.000.000 dan umur manfaat 10 tahun.Secara akuntansi, perusahaan menggunakan metode garis lurus dengan penyusutan Rp100.000.000 per tahun.Secara fiskal, mesin tersebut masuk kelompok aset dengan tarif penyusutan yang lebih cepat, misalnya 25% per tahun dengan metode saldo menurun.Pada akhir tahun pertama: Nilai buku akuntansi: Rp900.000.000 (setelah penyusutan Rp100.000.000) Nilai buku fiskal: Rp750.000.000 (setelah penyusutan fiskal Rp250.000.000) Nilai tercatat akuntansi (Rp900 juta) lebih tinggi dari dasar pajak (Rp750 juta). Selisih Rp150.000.000 ini adalah perbedaan temporer kena pajak karena di masa depan, manfaat ekonomis yang diterima dari mesin ini melebihi yang masih dapat dikurangkan secara fiskal.Selisih ini akan menambah penghasilan kena pajak saat berbalik. Maka, entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp33.000.000 (Rp150.000.000 x 22%).Contoh lain yang umum adalah pendapatan yang sudah diakui secara akrual dalam laporan keuangan tetapi belum dikenakan pajak karena ketentuan fiskal menggunakan basis kas.Contoh Umum Perbedaan Temporer Dapat DikurangkanProvisi atau liabilitas yang diakui secara akuntansi tetapi belum dapat dikurangkan secara fiskal adalah contoh paling representatif dari perbedaan temporer dapat dikurangkan.Misalnya, PT Bakti Utama mengakui provisi garansi produk sebesar Rp200.000.000 berdasarkan estimasi kewajiban garansi yang akan timbul.Secara akuntansi, provisi ini sudah dicatat sebagai beban dan liabilitas di laporan keuangan.Namun secara fiskal, pengeluaran terkait garansi hanya dapat dikurangkan saat benar-benar dibayarkan kepada pelanggan, yang mungkin terjadi pada periode berikutnya.Nilai tercatat liabilitas provisi (Rp200 juta) lebih tinggi dari dasar pajaknya (Rp0, karena belum diakui fiskal).Selisih Rp200 juta ini adalah perbedaan temporer dapat dikurangkan karena saat liabilitas diselesaikan dan pembayaran garansi dilakukan, jumlah tersebut baru dapat dikurangkan untuk keperluan pajak, sehingga laba kena pajak masa depan akan berkurang.Entitas mengakui aset pajak tangguhan sebesar Rp44.000.000 (Rp200.000.000 x 22%), sepanjang ada keyakinan yang memadai bahwa akan ada laba kena pajak masa depan yang cukup.Contoh lain: kewajiban imbalan kerja jangka panjang seperti uang pesangon atau imbalan pensiun yang sudah diakui sebagai beban dalam laporan keuangan berdasarkan PSAK 24 tetapi baru dapat dikurangkan secara fiskal saat dibayarkan.Perbedaan dengan Beda TetapSatu kesalahan yang wajib dihindari oleh tim akuntansi adalah mencampuradukkan analisis waktu ini dengan konsep perbedaan tetap.Anda harus menguasai perbedaan temporer dan beda tetap secara mutlak guna menjamin validitas laporan keuangan:1. Beda Tetap (Permanent Differences)Merupakan jenis perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal yang timbul karena aturan perpajakan sama sekali tidak pernah mengakui suatu pendapatan atau beban tertentu untuk selamanya.Contohnya adalah beban natura karyawan, biaya sumbangan non-bencana, atau pendapatan bunga deposito yang sudah dikenai PPh Final.Transaksi beda tetap ini tidak akan pernah mengalami pembalikan di masa depan dan sama sekali tidak boleh memunculkan akun pajak tangguhan.2. Beda TemporerMurni dipicu oleh masalah perbedaan waktu pengakuan. Biaya atau pendapatannya sama-sama diakui oleh akuntansi dan pajak, hanya saja berbeda bulan atau berbeda tahun buku penyajiannya saja. Oleh karena itu, pos ini dipastikan akan berbalik di masa mendatang.Hubungan dengan Rekonsiliasi FiskalIdentifikasi perbedaan temporer dan perbedaan permanen dilakukan melalui proses rekonsiliasi fiskal, yaitu penyesuaian laba rugi komersial dengan ketentuan perpajakan untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak.Dari seluruh koreksi fiskal yang muncul, hanya perbedaan temporer yang digunakan sebagai dasar pengakuan aset atau liabilitas pajak tangguhan.Hubungan dengan Transaksi TunggalAmendemen terbaru IAS 12 yang telah diadopsi ke dalam SAK Indonesia memperjelas ketentuan pengakuan pajak tangguhan atas transaksi tunggal yang menimbulkan perbedaan temporer.Sebelumnya, banyak perusahaan memanfaatkan pengecualian pengakuan awal untuk tidak mengakui pajak tangguhan pada transaksi sewa yang memunculkan aset hak guna dan liabilitas sewa secara bersamaan.Kini, jika suatu transaksi menghasilkan perbedaan temporer kena pajak dan dapat dikurangkan dalam jumlah yang setara, perusahaan wajib mengakui aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan sejak awal transaksi.Bagaimana Topik Ini Tercermin di Laporan Keuangan?Di dalam dokumen pelaporan formal publik, Anda tidak akan pernah menemukan satu baris baris akun tunggal di lembar muka laporan utama yang diberi nama “perbedaan temporer”.Dampak dari hasil analisis selisih ini akan terdistribusi secara sistematis ke dalam beberapa pos berikut:Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Tersaji dalam bentuk saldo akun Aset Pajak Tangguhan di kelompok aset nonlancar, atau akun Liabilitas Pajak Tangguhan di kelompok kewajiban jangka panjang.Laporan Laba Rugi KomprehensifTercermin di baris bagian bawah tepat di bawah porsi PPh Kini, berupa akun Beban Pajak Tangguhan (jika liabilitas tangguhannya naik) atau Manfaat Pajak Tangguhan (jika aset tangguhannya naik atau liabilitasnya menyusut).Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)Di dalam lampiran naratif CALK, manajemen diwajibkan menyajikan tabel rincian rekonsiliasi yang sangat detail, memaparkan jenis transaksi apa saja (penyusutan, provisi, atau kompensasi kerugian) yang memicu lahirnya beda temporer beserta jadwal pembalikannya di masa depan.KesimpulanPerbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dibedakan berdasarkan dampaknya terhadap pembayaran pajak di masa depan saat selisih tersebut berbalik.Jika perbedaan tersebut menyebabkan pajak yang harus dibayar bertambah, maka timbul liabilitas pajak tangguhan, sedangkan jika menyebabkan penghematan pajak, maka dapat diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang terdapat laba kena pajak yang memadai di masa depan.Pemahaman yang tepat atas kedua jenis perbedaan temporer ini menjadi fondasi utama dalam penerapan akuntansi pajak tangguhan sesuai PSAK 212 dan IAS 12.Untuk mempermudah pencatatan, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan yang lebih akurat, perusahaan dapat memanfaatkan software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal yang membantu mengelola data keuangan secara terintegrasi dan real-time.Coba GRATIS sekarang dan rasakan manfaatnya!Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Ikatan Akuntan Indonesia. “Draf Eksposur PSAK 46”.Scribd, “PSAK 212: Pajak Penghasilan Indonesia”.IFRS Foundation. “IAS 12 Income Taxes”.IFRS Foundation. “Recognition and measurement of deferred tax assets when an entity is loss-making”.IFRS. “Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction “. FAQ Apa yang dimaksud dengan perbedaan temporer dalam akuntansi? Apa yang dimaksud dengan perbedaan temporer dalam akuntansi? Perbedaan temporer adalah selisih antara nilai tercatat aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya yang akan berbalik pada periode mendatang saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan. Apa itu perbedaan temporer kena pajak? Apa itu perbedaan temporer kena pajak? Perbedaan temporer kena pajak adalah selisih yang akan menyebabkan bertambahnya laba kena pajak di masa depan sehingga menimbulkan liabilitas pajak tangguhan (deferred tax liability). Apa itu perbedaan temporer dapat dikurangkan? Apa itu perbedaan temporer dapat dikurangkan? Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah selisih yang akan mengurangi laba kena pajak di masa depan sehingga dapat menimbulkan aset pajak tangguhan (deferred tax asset). Mengapa perbedaan temporer kena pajak menimbulkan liabilitas pajak tangguhan? Mengapa perbedaan temporer kena pajak menimbulkan liabilitas pajak tangguhan? Karena selisih tersebut akan menyebabkan perusahaan membayar pajak lebih besar ketika perbedaan tersebut berbalik pada periode mendatang sehingga diakui sebagai kewajiban pajak masa depan. Mengapa perbedaan temporer dapat dikurangkan menimbulkan aset pajak tangguhan? Mengapa perbedaan temporer dapat dikurangkan menimbulkan aset pajak tangguhan? Karena selisih tersebut akan memberikan manfaat berupa pengurangan pajak di masa depan. Namun, pengakuannya hanya diperbolehkan jika terdapat probabilitas laba kena pajak yang memadai untuk memanfaatkan manfaat tersebut. Apa perbedaan antara perbedaan temporer dan beda tetap? Apa perbedaan antara perbedaan temporer dan beda tetap? Perbedaan temporer akan berbalik pada masa depan dan dapat menimbulkan pajak tangguhan, sedangkan beda tetap tidak pernah berbalik sehingga tidak menghasilkan aset maupun liabilitas pajak tangguhan. Bagaimana perbedaan temporer tercermin dalam laporan keuangan? Bagaimana perbedaan temporer tercermin dalam laporan keuangan? Perbedaan temporer tercermin melalui akun aset pajak tangguhan atau liabilitas pajak tangguhan dalam laporan posisi keuangan serta beban atau manfaat pajak tangguhan dalam laporan laba rugi komprehensif. Apa contoh perbedaan temporer kena pajak? Apa contoh perbedaan temporer kena pajak? Contoh yang paling umum adalah perbedaan metode penyusutan antara akuntansi dan fiskal, di mana penyusutan fiskal lebih cepat dibandingkan penyusutan akuntansi sehingga menimbulkan liabilitas pajak tangguhan. Apa contoh perbedaan temporer dapat dikurangkan? Apa contoh perbedaan temporer dapat dikurangkan? Contohnya adalah provisi garansi, cadangan kerugian piutang, dan kewajiban imbalan kerja yang sudah diakui secara akuntansi tetapi belum dapat dikurangkan secara fiskal sampai benar-benar dibayarkan.