Panduan Kelola Penjualan di Banyak Channel e-Commerce

Perkembangan e-commerce di Indonesia

Seiring perkembangan zaman, penggunaan internet untuk saling terhubung menjadi suatu hal yang lumrah. Konektivitas via internet yang mudah bahkan telah mengubah cara masyarakat berinteraksi sosial, termasuk mengkonsumsi produk dan layanan serta melakukan penjualan via e-commerce. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia di masa mendatang. 

Salah satu sektor utama ekonomi digital yang berkembang sangat pesat adalah sektor perdagangan elektronik atau e-commerce. Masyarakat kini telah terbiasa bertransaksi jual beli pada platform online

Hasil riset berjudul ‘Navigating Indonesia’s e-Commerce’ yang terbit pada 2020 lalu menunjukkan, sebanyak 93% pengguna internet di Indonesia telah mencari produk yang dibutuhkan secara online melalui e-commerce, dan 88% pengguna internet membeli produk online tersebut. 

Perkembangan e-commerce di Indonesia dipicu oleh banyaknya populasi masyarakat Indonesia. Keaktifan masyarakat dalam berbelanja via e-commerce juga didukung oleh tarif data seluler yang terjangkau dibandingkan tarif data di negara-negara lain.

Data pemerintah menyebutkan, pada 2017 sebagian besar pelanggan e-commerce masih didominasi dari kota-kota besar di wilayah Jawa yakni mencapai 70%. Sisanya 30% berasal dari daerah di luar Pulau Jawa. Namun pada 2022, transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan akan merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Pandemi Covid-19 berdampak pada peningkatan aktivitas perdagangan elektronik sejak Maret 2020. Saat itu, nilai transaksi e-commerce diperkirakan meningkat 9.9% menjadi US$1,4 miliar. Padahal, berdasarkan penelitian RedSeer, dalam kondisi normal, pertumbuhan penjualan e-commerce secara drastis membutuhkan waktu setidaknya 2 tahun. 

Belanja via e-commerce dianggap alternatif yang praktis di tengah kondisi saat ini. Di sisi lain, penjualan melalui platform e-commerce juga menjadi pilihan bagi pebisnis yang tak bisa beraktivitas di tengah pandemi Covid-19 untuk tetap bertahan hidup.

Marketplace Blibli mengungkapkan jumlah merchant yang terdaftar meningkat 90% pada April 2020 dibanding bulan sebelumnya. Di marketplace raksasa lain yakni Tokopedia, jumlah merchant juga melonjak, terutama pedagang yang menjual alat-alat atau perlengkapan kesehatan, yakni mencapai 2 kali lipat pada periode yang sama. 

 

Data Produk e-Commerce Paling Laris di Indonesia

Berdasarkan survei mcKinsey, di masa pandemi Covid-19, penjualan kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, perlengkapan kesehatan dan kecantikan serta perawatan pribadi mengalami peningkatan cukup besar. 

Kebijakan karantina memaksa masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas di dalam ruangan. Hal itu membuat penjualan produk-produk elektronik dan peralatan memasak meningkat cukup drastis. 

Hal tersebut didukung oleh survei Nielsen yang menyebutkan, 49% dari total responden mengaku cenderung memasak dan melakukan aktivitas dapur lain untuk menghabiskan waktu di rumah. Aktivitas alternatif lain adalah bermain game. 

Di sisi lain, penjualan barang dalam kategori barang sekunder dan tersier seperti produk fashion dan barang rumah tangga menurun. Pembelian pakaian dan tiket liburan juga anjlok.  

Survei mcKinsey juga menyebutkan, mayoritas responden mempertimbangkan untuk menunda bahkan membatalkan pembelian barang yang membutuhkan dana besar seperti kendaraan bermotor, perhiasan, jam tangan mewah, serta barang tersier lain.

 

Model-model penjualan e-commerce

Perdagangan elektronik atau biasa dikenal dengan istilah e-commerce merupakan proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui komputer dengan jaringan internet dan web untuk melakukan transaksi bisnis. Intinya, melakukan transaksi bisnis secara digital antara individu dan individu, atau organisasi dan organisasi, atau organisasi dan individu. Beberapa model perdagangan elektronik di antaranya:

Marketplace

Model Marketplace adalah model bisnis di dalam satu situs yang terdiri dari berbagai toko online yang menawarkan produk atau jasa untuk dijual. Berbagai toko virtual berkumpul sehingga memudahkan konsumen untuk berbelanja. Marketplace terdiri dari beberapa kategori yang didasari pada tipe penjualan produk, industri, demografi, dan aspek geografis yang spesifik.

Secara singkat, tidak semua website e-commerce adalah marketplace. Namun semua marketplace merupakan bagian dari e-commerce. 

Marketplace merupakan wadah untuk melakukan penjualan online yang mempertemukan penjual dan pembeli. Pada dasarnya, marketplace terbagi menjadi kategori antara lain:

Business to Business (B2B) e-Commerce

Business to Business e-commerce merupakan transaksi bisnis yang dilakukan antara perusahaan satu dan perusahaan lain. Tujuannya, membantu bisnis pihak lain untuk memperbaiki kebijakan, prosedur, layanan konsumen, dan operasi umum.  Aktivitas bisnis tidak hanya dalam bentuk produk, tetapi juga jasa. 

Umumnya, model e-commerce ini menggunakan proses transfer data Electonic Data Interchange (EDI) dan email untuk proses pembelian produk, konsultasi, dan pengiriman proposal bisnis. Contoh e-commerce B2B misalnya, Ralali dan Bizzy yang menyediakan layanan pengadaan kebutuhan bisnis. 

 

Business to Consumer (B2C) e-Commerce

Business to Consumer (B2C) adalah model e-commerce yang dioperasikan oleh perusahaan dengan konsumen ritel sebagai target sasaran penjualan secara online. Model bisnis ini cenderung lebih dinamis dan menyebar dengan cepat seperti bisnis ritel pada umumnya. Contoh model e-commerce B2C adalah Traveloka, Berrybenka, JD.id dan Lazada. 

 

Business to Administration (B2A) e-Commerce

Business to Administration (B2A) adalah model e-commerce yang mencakup semua transaksi online antara perusahaan dan administrasi publik. Model ini melibatkan banyak layanan, seperti di bidang fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan, dokumen hukum, dan lainnya. Contohnya, website BPJS online.

 

Consumer to Business (C2B) e-Commerce

e-Commerce Consumer to Business (C2B) merupakan model bisnis yang dilakukan oleh sekelompok besar individu dengan menyediakan produk atau layanan jasa untuk perusahaan yang membutuhkan produk tersebut. Model ini umumnya digunakan dalam proyek dengan dasar multi sumber daya, di mana banyak produk yang disediakan oleh individu dan digunakan oleh perusahaan. Contohnya, situs istockphoto.

 

Consumer to Consumer (C2C) e-Commerce

Model bisnis Consumer to Consumer (C2C) meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu penjual dan individu konsumen. Biasanya, transaksi dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online. Contohnya, Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia. Namun, ada juga aktivitas jual beli yang dilakukan secara langsung antar individu tanpa campur tangan pihak ketiga, seperti OLX.

 

Online to Offline (O2O) e-Commerce

Model e-commerce Online to Offline (O2O) menarik pelanggan dari saluran online untuk bertransaksi di toko fisik. Hal ini terjadi karena ada bisnis tertentu yang tidak memiliki produk untuk dipesan secara online. Misalnya, Walmart saat awal muncul atau website pusat kebugaran.

Model bisnis ini juga seringkali disebut dengan istilah Click and Mortar Business, yakni menggabungkan kegiatan bisnis secara online dan offline. Penjual menyediakan toko secara fisik dan website yang mewakili online. Dengan model ini, penjual memanfaatkan platform online untuk menawarkan produknya. Konsumen memiliki opsi untuk bertransaksi secara langsung atau secara online.

 

Social Networks

Social Network atau situs jejaring sosial merupakan layanan berbasis web atau aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membangun profil publik, mengartikulasikan daftar pengguna dengan siapa mereka berbagi informasi, dan melihat daftar koneksi. Saat ini, situs jejaring sosial juga digunakan sebagai sarana bisnis, tidak hanya individu, tetapi juga perusahaan, bahkan organisasi bisnis lain. 

 

Model Storefront 

Model Storefront adalah kombinasi proses transaksi, security, dan pembayaran secara online, serta penyimpanan informasi yang memungkinkan para pedagang menjual produknya di internet melalui website. Model ini merupakan konsep dasar e-commerce di mana interaksi penjual dan pembeli terjadi secara langsung. 

Penjualan dilakukan dengan menampilkan katalog produk dengan teknologi kereta belanja atau shopping cart di halaman website. Selain itu, menerima pembayaran secara online, mengirim produk kepada konsumen, dan mengelola data konsumen dalam aktivitas bisnis. Contohnya adalah Amazon yang merupakan situs penjualan buku internasional online.

 

Auction Model

Auction Model  atau model lelang merupakan forum online di dalam website yang terdapat penjual (seller) dan penawar (bidder) untuk melakukan kegiatan memasang harga dan memasang penawaran sebagai bagian dari proses transaksi jual beli. 

Dalam auction model, situs lelang hanya mendapat komisi penjualan karena hanya berfungsi sebagai forum transaksi online. Sedangkan, transaksi pembayaran dilakukan langsung oleh penjual dan pembeli. 

Contoh model lelang yang populer ada dalam situs ebay dan fairmarket. Di Indonesia terdapat situs lelang88 dan situsportal. 

 

Jenis e-Commerce Menurut Bidang Usaha

Dalam hal ini, terdapat pula jenis-jenis e-commerce berdasarkan bidang usaha. Berikut rinciannya:

Online News Service 

Online News Services merupakan jenis e-commerce yang menyediakan layanan berita secara online sehingga pembaca dapat mengetahui berita lebih cepat dan mudah. e-Commerce yang juga biasa disebut Portal Model ini menawarkan jasa berita dan informasi dari berbagai lini yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. 

Portal dibagi menjadi dua, yakni portal horizontal dan portal vertikal. Portal horizontal berisi sekumpulan informasi tentang berbagai topik yang luas. Contohnya adalah mesin pencari (search engine).

Portal vertikal berisi kumpulan informasi tentang topik atau materi tertentu. Portal ini berfungsi menjual informasi khusus yang menciptakan kesetiaan konsumen yang berulang. Pada akhirnya, berfungsi sebagai situs komunitas yang memudahkan konsumen mencari informasi tertentu yang sedang dia cari. 

Situs ini juga menjadi menghubungkan konsumen dengan para penjual online yang sesuai dengan segmen mereka. Contoh portal model adalah situs berita mainstream seperti situs detik.com dan situs CNNIndonesia.com.

 

Online Travel Services

Layanan ini menyediakan pemesanan tiket pesawat, pemesanan hotel, dan lokasi wisata secara online. Keuntungan memanfaatkan layanan perjalanan online adalah konsumen bisa memilih harga dan membandingkannya dengan mudah melalui layar monitor dalam waktu singkat. 

 

Online Entertainment

Layanan online yang menyediakan penjualan tiket, musik, film, dan video on demand. Contohnya Sony Online Entertainment.

 

Online Automotive Site

Jenis ini merupakan situs layanan penjualan mobil secara online. Di dalam situs ini, konsumen dapat memilih dan membeli mobil, baik secara tunai maupun kredit disertai perhitungan bunga pinjaman. Jika terjadi kesepakatan, maka konsumen dapat memesan dan mobil bisa diantar ke alamat konsumen. 

 

Online Trading

Online trading merupakan perdagangan instrumen investasi secara online yang dilakukan oleh para broker untuk mendapat komisi dari jasa pengaturan perdagangan saham. Melalui perdagangan saham online, investor bisa mengamati aktivitas sekuritas, membeli dan menjual instrumen investasi secara langsung. 

 

Online Loan

Melalui Online Loan Model,  konsumen bisa melakukan pinjaman dana disertai bunga utang secara online. Dalam hal ini, perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) termasuk dalam e-commerce model ini. 

 

Online Recruitment

Online Recruitment merupakan wadah pencarian kerja melalui platform online. Di dalamnya tentu terdapat pihak perusahaan yang mencari karyawan, dan para pencari kerja. Model ini berfungsi menghubungkan kedua pihak sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan masing-masing pihak.

 

e-Learning

Jenis e-commerce ini berkembang dan digunakan sebagai sarana belajar jarak jauh antara institusi penyelenggara pendidikan dengan para pepserta didik yang tidak berada dalam lokasi yang sama. 

 

Keuntungan dan Kerugian Berjualan di e-commerce

Penjualan via e-commerce tentu memberi dampak bagi perusahaan Anda. Dampak yang dimaksud bisa berupa keuntungan maupun kerugian bagi penjual produk barang dan jasa. Berikut beberapa keuntungan yang Anda peroleh jika menjual produk via platform e-commerce:

 

Mengatasi Hambatan Geografis 

Aktivitas transaksi jual beli via e-commerce dianggap melampaui batas-batas geografis. Hal ini membuat Anda dapat menjual produk barang atau jasa kepada konsumen global, tanpa harus menghadirkan perusahaan secara fisik ke negara-negara di mana konsumen berada. 

 

Meraih Konsumen Baru via e-Commerce

Konsumen baru umumnya datang melalui mesin pencari, di mana mereka mencari informasi. Melalui search engine itu, konsumen menuju platform e-commerce perusahaan Anda.

 

Biaya Lebih Murah

Biaya berjualan di platform e-commerce jauh lebih murah dibandingkan biaya membuka toko secara fisik. Anda cukup menyediakan profil yang baik. Pada akhirnya, banyak biaya yang bisa dihemat jika menjual produk atau jasa via e-commerce. 

 

Menciptakan Komunikasi Sesuai Sasaran

Perusahaan Anda dapat melakukan penyebaran informasi kepada konsumen dengan mudah, cepat dan murah. Misalnya, menggunakan email, situs jejaring sosial, website, dan platform digital lain untuk memasarkan produk baru.

 

Operasional Buka Setiap Saat

Jika toko fisik memiliki jadwal buka dan tutup, penjualan melalui platform e-commerce mampu melayani konsumen setiap saat atau selama 24 jam tanpa henti. 

 

Selain keuntungan, penjualan via e-commerce juga memberi beberapa dampak yang cukup merugikan bagi bisnis Anda. Namun tak perlu khawatir, Anda hanya perlu mengatasi hambatan yang ada agar terhindar dari kerugian tersebut. Beberapa kerugian yang dimaksud antara lain:

Potensi Fraud

Ada potensi terjadi kecurangan (fraud) dalam e-commerce besar karena transaksi dilakukan via online, tanpa tatap muka. Selain itu, keamanan transaksi juga rawan karena sistem komputer dan jaringan kedua pihak berisiko ditembus pihak lain.

 

Hambatan Logistik

Penjual berpotensi mengalami hambatan dalam pengiriman produk kepada konsumen. Hal ini dapat berisiko terhadap kualitas barang, bahkan bisa hilang sebelum sampai kepada konsumen.

 

Kompetisi Ketat

Kompetisi menjadi sangat ketat karena harga produk ditampilkan secara transparan. Dengan demikian, konsumen dapat membandingkan dengan mudah antara produk Anda dan produk kompetitor. 

 

Loyalitas Rendah

Kesetiaan pelanggan terhadap produk yang Anda jual menjadi persoalan, karena tidak terjadi kontak langsung antara pihak perusahaan dan konsumen, meski relasi dapat dibangun secara online.

 

Atur Penjualan e-Commerce dengan Software Akuntansi

Dalam mengelola penjualan pada bisnis e-commerce, khususnya jika memiliki banyak channel toko online, Anda membutuhkan bantuan teknologi berupa software akuntansi online. Dalam hal ini, software Jurnal by Mekari dapat menjadi pilihan yang tepat. 

Bukan tanpa alasan, itu karena Jurnal memiliki beragam fitur yang mampu membantu Anda mengelola dan menganalisa penjualan di banyak channel e-commerce dengan mudah dan cepat. Misalnya saja, Anda dapat memanfaatkan fitur laporan penjualan, penagihan penjualan, pengiriman penjualan, hingga fitur pengelompokkan penjualan melalui penggunaan tag.  

Menu penjualan

Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah mengatur catatan penjualan melalui menu ‘Format Pengaturan Penjualan’ pada aplikasi Jurnal. Dalam menu ini, Anda dapat mengaktifkan periode jatuh tempo sebagai pilihan di Penjualan. 

Cara pembayaran yang tersedia pada menu tersebut adalah Cash on Delivery yang berarti pembayaran hari yang sama ketika barang diterima konsumen, Net 15 atau jatuh tempo dalam kurun 15 hari, Net 30 atau jatuh tempo 30 hari, dan Net 60 yang berarti jatuh tempo pembayaran dalam 60 hari. 

Dalam penjualan di e-commerce, mayoritas menggunakan pembayaran COD karena konsumen biasanya mentransfer dana terlebih dahulu sebelum Anda mengirim barang. Dapat pula menggunakan Net 15 ketika platform e-commerce menjadi pihak ketiga yang menahan dana dan baru membayarkan kepada Anda ketika barang sudah sampai kepada konsumen. 

Laporan daftar penjualan

Laporan ini menampilkan daftar kronologis dari semua faktur, pemesanan, penawaran, retur, dan penerimaan penjualan Anda berdasarkan rentang tanggal tertentu. Anda juga dapat menyesuaikan tipe transaksi tertentu. Dalam prosesnya, Anda bisa membuat catatan penjualan produk yang Anda jual di banyak channel e-commerce. 

Di dalam laporan daftar penjualan, Anda juga dapat melakukan filter berdasarkan periode tertentu, tipe transaksi tertentu, filter nama pelanggan, dan filter sesuai status. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengelompokkan penjualan melalui fitur tagging

Fitur Tagging Jadi Kunci Analisa Penjualan

Fitur Tagging biasanya digunakan untuk mengelompokkan transaksi berdasarkan kategori tertentu. Jika Anda penjual di banyak channel e-commerce, maka tag bisa dikategorikan berdasarkan channel-channel e-commerce tempat Anda berjualan. 

Pengelompokkan itu dapat memudahkan Anda membaca dan menganalisa laporan penjualan di banyak channel e-commerce. Misalnya, Anda bisa mengetahui di channel mana penjualan produk A paling laris, dan di toko online mana produk A tidak diminati. 

Fitur Diskon

Dalam menu penjualan di Jurnal, Anda bisa mengaktifkan fitur diskon. potongan harga baik pada jumlah tagihan penjualan, maupun pemberian diskon per produk dalam bentuk persentase. Pengaturan fitur ini sangat dibutuhkan, apalagi jika Anda mengikuti promo-promo penjualan yang diselenggarakan oleh berbagai marketplace atau channel e-commerce pada di musim diskon.

Laporan Pengiriman dan Ongkir

Anda dapat mengatur menu Pengiriman untuk mencatat info proses pengiriman sekaligus ongkos kirimnya. Melalui menu ini, penjual online dapat mencatat dan memantau proses pengiriman barang kepada konsumen yang memesan via online. Selain itu, penjual juga dapat mengatur biaya ongkos kirim dan memperhitungkannya dalam proses penjualan.

Nantinya, laporan berisi daftar kronologis dari semua faktur, pemesanan, penawaran, dan pembayaran Anda untuk rentang tanggal sesuai pilihan.

Laporan piutang pelanggan

Laporan ini menampilkan tagihan yang belum dibayar untuk setiap pelanggan, termasuk nomor, tanggal faktur, tanggal jatuh tempo, nominal transaksi, dan sis tagihan terutang. Tak hanya itu, Anda juga bisa menampilkan persentase keuntungan di faktur penjualan jika ingin tahu margin laba penjualan ketika membuat penjualan. 

Laporan penjualan per pelanggan

Laporan ini menampilkan setiap transaksi penjualan untuk setiap pelanggan. Terdapat pula catatan tanggal, tipe, jumlah, dan total penjualan produk. 

Laporan penjualan per produk

Menampilkan daftar kuantitas penjualan per produk, termasuk jumlah retur, net penjualan, dan harga penjualan rata-rata. 

Laporan penyelesaian pemesanan penjualan

Laporan ini menampilkan ringkasan dari proses bisnis Anda, mulai dari penawaran, pemesanan, pengiriman, sampai pembayaran. Anda juga bisa melihat pemesanan penjualan mana yang berlanjut ke penagihan. 

Laporan Ringkasan Persediaan 

Menu ini berfungsi untuk memantau sisa stok produk pada formulir transaksi penjualan per tanggal terjadinya transaksi. Anda juga dapat mengelompokkan produk berdasarkan kategori tertentu untuk memudahkan Anda mencocokkan antara jumlah stok barang yang ada di gudang dan total penjualan yang terjadi. 

Software Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, pemantauan penjualan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik oleh Jurnal.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.


PUBLISHED21 Sep 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: