New Normal, Bagaimana Bisnis Anda Beradaptasi?

Dalam dua bulan terakhir, bisnis semakin didorong ke era digital – bukan karena pilihan, tetapi karena kebutuhan. Sementara beberapa berjuang untuk beradaptasi, sebagian lainnya menjadi unggul karena mereka sudah beradaptasi dengan work from home sambil terus mendorong operasional sesuai agenda.

Tentu saja, sektor dan jenis bisnis memainkan peran penting disini: bisnis yang operasionalnya sebagian besar duduk di kantor mungkin merasa lebih mudah untuk beradaptasi daripada yang lain, bisnis lainnya tidak dapat beroperasional sambil tetap mematuhi pedoman pemerintah, atau mereka diperintahkan untuk menutup sepenuhnya sampai pelonggaran PSBB diumumkan. Bagi mereka yang dapat terus beroperasi, fleksibilitas mereka sebagai suatu perusahaan – kelincahan mereka – akan membedakan mereka di masa new normal.

Bisnis apa pun sebenarnya tetap dapat berjalan, karena new normal bukan hanya tentang siapa yang memiliki teknologi paling canggih; new normal adalah masa kemampuan Anda untuk bereaksi dan beradaptasi dengan cepat dalam menanggapi kebutuhan yang terus berkembang atau lingkungan bisnis yang berubah. New normal bagi bisnis adalah tentang melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, dengan orang yang tepat untuk mencapai hasil yang tepat.

Berikut 5 poin utama Jurnal by Mekari yang membahas strategi dan cara bisnis Anda berjalan menuju new normal.

1. Bereksperimen

Untuk mempelajari cara beradaptasi dan menciptakan cara kerja baru, Anda perlu bereksperimen. Krisis memaksa Anda untuk bertindak sangat cepat, bahkan kadang dalam waktu sehari. Belajar lah dari pengalaman orang-orang untuk menghadapi krisis, cari celah kelebihan dan kekurangan. Eksperimenkan cara A dan B. Dengan bereksperimen, Anda tidak hanya siap menghadapi new normal saat ini, tetapi bisnis lebih kuat dan tangguh untuk masa krisis apapun yang akan datang.

2. Minta Feedback Karyawan dan Pelanggan

Jelang New Normal, Ide Bisnis Ini Bisa Jadi Peluang

Disaat menuju new normal, Anda perlu mendengar orang-orang di sekitar bisnis, karyawan dan pelanggan. Anda harus secara konsisten meminta feedback, memiliki waktu untuk bereksperimen atas feedback mereka dan menemukan solusi terbaik. Coba terlebih dahulu dengan karyawan, lalu pelanggan, baru terapkan pada usaha Anda. Mencari berbagai sudut pandang sangat diharuskan terutama saat ada perubahan mendadak dan tidak menentu seperti saat ini.

3. Sadar Akan Perubahan Sikap dan Perilaku Konsumen

Anda harus sadar sikap dan perilaku konsumen akan berubah. Konsumen tidak akan memikirkan kembali barang yang hanya menunjukkan kemewahan, tetapi bagaimana produk yang dibeli benar-benar bermanfaat. Selain itu, keamanan dan kebersihan akan produk atau layanan yang diberikan juga menjadi pertimbangan. Konsumen juga cenderung lebih berbelanja online karena terbukti praktis dan menghemat waktu. 

Baca juga: Cermat Kelola Inventori Jelang New Normal

4. Hubungan Sehat dengan Karyawan

Seiring berjalannya waktu, karyawan work from home mulai merasa jauh dari bisnis dan kolega mereka. Oleh karena itu, menjaga jalur komunikasi sangat penting agar karyawan tetap merasa terlibat. Bahkan, jika dilibatkan dan dikomunikasikan dengan cara yang tepat, karyawan akan terus berinovasi dan memulai berbagai ide solusi baru bagi bisnis karena adanya pandemi. 

5. Berkonsultasi dengan Para Ahli

Seluruh bisnis mulai panik, “apa langkah pertama yang dilakukan dalam new normal ini?” Berbagai eksperimen dilakukan, tetapi tidak semuanya akan berhasil. Strategi bisnis perlu waktu dan tenaga untuk dapat menghasilkan sesuatu. Akhirnya, banyak bisnis yang mulai mencari bimbingan atau para expert untuk membantu mereka mempersiapkan kembali jalannya bisnis dengan keadaan new normal. Cara bekerja, cara berbisnis dan cara bertahan. 

6. Jangan Berharap Bisnis Kembali Seperti Sedia Kala

Gaji Tidak Dibayar Perusahaan, Karyawan Wajib Lapor!

Perubahan karena krisis ini tidak bersifat sementara. Dalam waktu hanya beberapa minggu, kita telah melihat kemajuan pesat penerapan teknologi digital dan sebagai hasilnya, dunia bisnis berubah. Walau Anda berusaha kembali ke cara tradisional, Anda tidak akan hanya ditantang oleh tuntutan karyawan atau pelanggan yang sudah terbiasa dengan cara baru, melainkan juga berbagai kemunculan usaha lain yang semakin terdepan dan dinamis karena krisis ini. Pastikan Anda menerima perubahan itu dan mengubahnya menjadi keunggulan kompetitif.

Baca juga: 5 Langkah Atur Ulang Keuangan Bisnis Jelang New Normal

7. Persiapkan Segalanya dengan Matang

Sebelum bereskperimen, meminta feedback dan mematangkan strategi. Anda perlu mengetahui bagaimana saat ini realitas yang ada termasuk kondisi keuangan. Tetapi, karena perubahan yang tidak menentu dan cepat, Anda menjadi kewalahan untuk mengatur akuntansi dan keuangan jika dilakukan secara manual. Gunakan Jurnal, software akuntansi dan keuangan terbaik Indonesia yang membantu bisnis mempersiapkan strategi new normal lebih matang daripada sebelumnya.

Anda dapat mengetahui laporan keuangan terbaru secara otomatis di mana dan kapan saja, pembuatan faktur, pencatatan biaya pengeluaran dan pemasukan lebih mudah, monitor stok barang serta harga jual-beli secara real-time. Masih banyak lagi fitur unggulan Jurnal untuk tumbuh bersama Anda di era digital. Coba free trial Jurnal selama 14 hari sekarang juga!


PUBLISHED03 Jun 2020
Septina
Septina

SHARE THIS ARTICLE: