Keberadaan bisnis offline kini semakin tertekan dengan adanya perubahan tren ke dunia online. Transaksi digital terus berkembang yang semakin memudahkan para konsumen untuk mendapatkan kebutuhan mereka tanpa harus repot keluar rumah. Hanya dengan menggunakan telepon genggam dan kuota internet, setiap konsumen dapat dengan mudah mencari kebutuhan.

Dengan adanya perubahan yang signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat ini, tentunya para pelaku bisnis perlu mencari solusi untuk mengatasinya. Nah, salah satu caranya adalah dengan berpindah bisnis dari offline ke online. Dari sekian banyak bisnis, munculah beberapa brand yang memanfaatkan digital untuk memenangkan hati konsumen, sebut saja SweetEscape, Halodoc, hingga Fore Coffee. Pada artikel ini, ketiga brand ini akan berbagi strategi yang pernah mereka lakukan mengenai perkembangan bisnis dari offline ke online.

 

Fore Coffee, Layanan Kopi Online yang Ngetren 

Saat membahas digital strategy, ide apakah yang sebenarnya terlintas? Masalah apa yang ingin diselesaikan? Bagaimana memulainya dengan digital? Semua pertanyaan tersebut tentunya menjadi pertanyaan umum yang terlintas di benak Anda. Hal ini juga dirasakan oleh Elisa Suteja selaku Deputy CEO Fore Coffee. Sebuah brand kopi ini secara mengejutkan mampu menarik hati masyarakat dengan diiringi oleh aplikasi untuk memesan segelas kopi melalui mobile. Tentu saja ini adalah suatu hal yang baru mengingat coffee shop kebanyakan dipasarkan secara offline.

Elisa dalam acara Mekari Conference menceritakan bahwa ide ini berawal dari mengombinasikan online dan offline. Memulai dengan waktu yang sangat singkat, yaitu dalam kurun waktu dua minggu saja dan membuka dua outlet, salah satunya di tempat yang memiliki food traffic rendah. Namun, dari situ muncul keinginan untuk membuktikan bahwa dengan memanfaatkan teknologi akan mengatasi masalah food traffic yang rendah. 

Menawarkan on demand coffee service, Fore Coffee berusaha untuk membuat kebutuhan konsumen jadi lebih mudah. Berangkat dari keinginan, di mana Anda tidak perlu repot-repot mendatangi suatu tempat untuk bisa mendapatkan service. Keberadaan on demand ini akan memudahkan Anda, terlebih di era one quick away to get a coffee

 

Apps is Not a Solution

Membicarakan teknologi, saat ini banyak sekali brand-brand yang merilis aplikasi (apps) untuk memudahkan konsumen. Namun, permasalahannya di sini adalah setiap orang bisa membuat aplikasi, tapi bagaimana cara membangunnya dari nol hingga sukses? David Soong (Awi), founder SweetEscape & BOGA Group menuturkan bahwa aplikasi bukanlah solusi. Mengidentifikasi masalah adalah solusinya. Jadi, saat Anda tidak mengetahui masalahnya dengan jelas, keberadaan aplikasi akan terbilang sia-sia. Aplikasi hanyalah alat untuk mempermudah.

Aplikasi hanya memfasilitasi, tapi pengalaman nyata yang didapatkan oleh konsumen adalah produk. Kuncinya adalah memberikan pengalaman yang konsisten sesuai dengan yang diharapkan, salah satunya dengan melayani dengan hati. Dalam bincang-bincang di Mekari Conference, Elisa menyebutkan, “Kita berusaha untuk selalu mengerti keinginan customer. Keberadaan aplikasi dan teknologi tentunya membantu kita mengetahui banyak hal dari customer. Jadi, kedepannya kita bisa meningkatkan pelayanan berdasarkan feedback dari konsumen. Kita ingin membuat brand yang mampu mengerti pelanggan dengan baik.” 

 

Testing the Market is Good 

Setiap bisnis tentunya akan mengalami masa-masa yang berat. Tantangan akan selalu ada untuk menguji seberapa kuat dan siapkah Anda untuk bersaing di tengah persaingan yang ketat. Jangan berpikir bahwa sesuatu yang berkaitan dengan digital adalah hal yang rumit. Kita bisa memulai dari yang paling sederhana. Tidak semua hal harus diotomisasi terlebih dahulu. Anda bisa melakukan percobaan (test the water). Jadi, tidak masalah kalau sebagian masih dilakukan secara manual. Dari situlah, kita bisa belajar dan melakukan pendekatan untuk mengetahui permasalahan dengan tepat. 

Jangan pernah merasa down saat konsumen memberikan komplain karena sebenarnya komplain itu akan membantu Anda untuk mengoreksi diri dan meningkatkan kualitas produk itu sendiri. Selain itu, tidak ada salahnya untuk mencoba market dan mengetahui bagaimana minimum valuable dari sebuah produk untuk bisa berkembang dan diterima masyarakat. 

“If it is so clear in your heart, that’s what’s is the market wasn’t, even if the market doesn’t say it.”

Tentu saja saat Anda ingin mengetahui market, penting untuk menyediakan produknya terlebih dahulu. Produk yang dibuat tidak harus langsung sempurna, but customer always come first. Dari pelanggan tentunya Anda akan belajar untuk meningkatkan kualitas produk. 

 

Pentingnya Teknologi dalam Bisnis 

Jika Anda masih belum percaya dengan teknologi dan tidak memanfaatkannya dalam bisnis, tentunya akan ada banyak hal yang Anda lewatkan. Keberadaan teknologi membantu segala proses lebih cepat, praktis, dan tentu saja efisien. Mengadopsi teknologi adalah hal yang penting di era saat ini, terlebih banyak sekali pemain baru yang mungkin sudah banyak mengadopsi teknologi untuk bisnisnya. Jika Anda tidak memanfaatkannya, maka kemungkinan Anda akan tertinggal di belakang. 

Ingin bisnis Anda lebih maju dan memaksimalkan teknologi dengan baik? Yuk, berkembang bersama Mekari. Mekari merupakan Saas (Software as a Service) yang siap mendukung Anda menjangkau pasar yang lebih luas dengan beberapa produk yang bisa dimaksimalkan, seperti Jurnal (software akuntansi), Talenta & Sleekr (software untuk payroll dan HR), serta Klikpajak (aplikasi pajak). Tidak perlu repot-repot membuat software karena dengan tools dari Mekari, Anda bisa memaksimalkan proses bisnis Anda dengan efisien dan praktis.