Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Metode Tidak Langsung Laporan Arus Kas: Pengertian, Komponen Utama, Keuntungan dan Cara Penyusunan

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Metode tidak langsung arus kas menghitung arus kas dari aktivitas operasi dengan memulai dari laba bersih, kemudian menyesuaikannya terhadap item non-kas dan perubahan modal kerja agar mencerminkan kondisi kas yang sebenarnya
  • Struktur laporan arus kas metode tidak langsung mencakup tiga aktivitas utama, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan, yang berfungsi menunjukkan bagaimana perusahaan menghasilkan, menggunakan, dan mendanai kasnya
  • Metode ini banyak digunakan karena selaras dengan sistem akuntansi akrual, serta menggunakan data dari laporan laba rugi dan neraca sehingga lebih mudah dan cepat untuk disusun

Laporan arus kas merupakan laporan penting yang memberikan gambaran atas pergerakan likuiditas entitas tersebut selama periode akuntansi tertentu.

Melalui dokumen ini, manajemen dan pengguna laporan dapat melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, memenuhi kewajiban pendek, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam praktiknya, laporan arus kas sudah diatur dalam PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas di mana terdapat dua pendekatan utama, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.

Menariknya, berdasarkan studi dari klien kami, menunjukkan dengan memanfaatkan software akuntansi mampu meningkatkan efisiensi hingga 40% lebih singkat!

Artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan memaparkan lebih dalam mengenai komponen, keuntungan, dan cara menyusun arus kas metode tidak langsung.

Apa Itu Metode Tidak Langsung Laporan Arus Kas?

Metode tidak langsung merupakan teknik penyusunan dengan menghitung arus kas dari aktivitas operasi melalui laba bersih dan menyesuaikannya terhadap pengaruh transaksi non-kas dan perubahan akun neraca yang memengaruhi kas.

Metode ini cukup banyak digunakan oleh entitas bisnis di Indonesia karena kemudahannya dalam mengintegrasi data tanpa perlu melacak kas harian satu per satu di bagian operasi.

Sumber utama data metode tidak langsung berasal dari laporan laba rugi dan neraca, sehingga metode ini dikenal lebih efisien, lebih cepat disusun, dan sejalan dengan akuntansi berbasis akrual yang digunakan hampir semua perusahaan besar.

Baca Juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung

Komponen Utama Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Di dalam metode tidak langsung terdapat tiga komponen utama yang melengkapi informasi kondisi kas perusahaan.

Komponen utama ini yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

1. Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Aktivitas operasi adalah komponen yang melihat sejauh mana perusahaan menghasilkan arus kas untuk menjalankan operasi utama tanpa membutuhkan sumber pendanaan eksternal.

Terdapat tiga komponen pendukung arus kas ini, meliputi:

  • Item Non-Kas: Beban ini muncul dari alokasi biaya perolehan aset tetap selama masa manfaatnya, seperti depresiasi dan amortisasi.
  • Keuntungan dan Kerugian Pelepasan Aset: Komponen angka keuntungan harus dikurangi dari laba bersih, sedangkan kerugian penjualan aset ditambahkan ke laba bersih
  • Perubahan Modal Kerja: Komponen yang mencatat perubahan akun-akun aset lancar dan kewajiban lancar di neraca

2. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Komponen aktivitas investasi berasal dari perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi yang tidak termasuk setara kas.

Bagian ini memberikan informasi pengeluaran yang terjadi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan dan arus kas di masa depan.

Beberapa contoh komponen ini, seperti:

  • Pembelian aset tetap seperti tanah, gedung, atau mesin pabrik
  • Penjualan instrumen ekuitas atau instrumen utang entitas lain
  • Pemberian pinjaman kepada pihak lain dan penerimaan pelunasan pinjaman tersebu

3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan mencerminkan komposisi modal ekuitas dan pinjaman yang berguna untuk mempriksi klaim arus kas oleh penyedia modal.

Transaksi yang dilaporkan, seperti:

  • Penerimaan kas dari penerbitan saham atau instrumen ekuitas lainnya
  • Pembayaran kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham entitas
  • Penerimaan kas dari penerbitan obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman jangka pendek atau jangka panjang lainnya
  • Pelunasan jumlah pinjaman dan pembayaran dividen

Baca Juga: Metode Langsung Arus Kas: Definisi, Rumus dan Komponen Penyusun, serta Kelebihan Utamanya

Keuntungan Menggunakan Metode Tidak Langsung

Banyak perusahaan yang mengadopsi metode tidak langsung pada pelaporan arus kasnnya untuk merasakan beberapa keuntungan, mulai dari:

  • Penyusunan yang lebih mudah dan cepat, serta hanya membutuhkan data laba rugi dan neraca
  • Cocok untuk sistem akuntansi akrual yang umum digunaka di banyak perusahaan
  • Menampilkan rekonsiliasi yang jelas antara laba dengan kas yang benar-benar diterima dan dibayarkan
  • Memiliki susunan struktur pelaporan yang mudah diterima dalam praktik akuntansi umum

Contoh dan Langkah Praktis Menyusun Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Contoh format metode arus kas tidak langsung

Untuk menyusun laporan arus kas metode tidak langsung seperti contoh tabel formatnya di atas, terdapat beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar memberikan hasil yang akurat dan mendalam.

Langkah-langkah penyusunan dimulai dari:

1. Persiapan Data Laporan Keuangan

Langkah pertama dimulai dengan menyiapkan laporan laba rugi dan neraca untuk merekonsiliasi posisi keuangan periode saat ini dengan periode sebelumnya,

2. Identifikasi Laba Bersih

Selanjutnya, hitung dan ambil angka laba bersih sebagai dasar awal perhitungan arus kas dan menghitung perubahan pada akun-akun modal kerja.

Laba bersih merupakan hasil akhir dari seluruh aktivitas pendaptan dan biaya selama satu periode.

Baca Juga: Klasifikasi Laporan Arus Kas untuk Manajemen Bisnis yang Lebih Baik

3. Penyesuaian Beban dan Pendapatan Non-Kas

Identifikasi seluruh akun pada laba rugi yang tidak berpindah ke kas secara aktual.

Beberapa rumus penyesuaian yang umum diterapkan:

  • Beban Penyusutan dan Amortisasi: Ditambahkan kembali ke laba bersih
  • Beban Pajak Tangguhan: Ditambahkan kembali jika meningkatkan liabilitas pajak tangguhan
  • Keuntungan Penjualan Aset: Dikurangi dari laba bersih
  • Kerugian Penjualan Aset: Ditambahkan kembali ke laba bersih

4. Analisis Perubahan Modal Kerja

Langkah keempat, Anda bisa mulai dengan membandingkan setiap saldo pada akun aset lancar dan kewajiban lancar antara kedua periode neraca.

Tabel berikut bisa menjadi acuan untuk memudahkan proses penyesuaian:

Akun Neraca Perubahan Saldo Penyesuaian ke Laba Bersih
Aset Lancar (Piutang, Persediaan) Kenaikan Dikurangi (−)
Aset Lancar (Piutang, Persediaan) Penurunan Ditambahkan (+)
Kewajiban Lancar (Utang Usaha, Akrual) Kenaikan Ditambahkan (+)
Kewajiban Lancar (Utang Usaha, Akrual) Penurunan Dikurangi (−)

Baca Juga: Pahami Liabilitas atau Kewajiban dalam Operasional Bisnis

5. Integrasi Aktivitas Investasi dan Pendanaan

Setelah itu, Anda bisa memasukkan data transaksi kas terkait pembelian atau penjualan aset tetap serta transaksi utang dan modal.

Jumlahkan ketiga aktivitas tersebut untuk mendapatkan kenaikan atau penurunan bersih kas selama periode berjalan.

Terakhir, tambahkan saldo kas awal tahun untuk mendapatkan saldo kas akhir tahun yang harus sesuai dengan angka kas di neraca.

Tips Praktis dan Kesimpulan

Laporan arus kas metode tidak langsung menjadi salah satu instrumen yang bisa diadopsi untuk mengevaluasi keuangan perusahaan dengan efisien.

Melalui metode ini, perusahaan dapat memetakan kesehatan likuiditas, merekonsiliasi antara laba bersih dan aliran kas aktual, serta memberikan wawasan mendalam yang tidak tersedia pada laporan laba rugi konvensional.

Agar penyusunan berjalan efektif, Anda bisa menerapkan beberapa tips sebagai strategi pengelolaan yang baru.

  1. Jadwalkan penyusunan secara berkala dan tidak perlu menunggu menyusun hingga akhir tahun, ini penting agar dapat mendeteksi tren yang bersifat negatif dan anomali lebih dini
  2. Lakukan penyesuaian piutang usaha agar memastikan tidak ada pengakuan kas yang semu
  3. Setelah laporan selesai, gunakan angka arus kas operasi untuk menghitung rasio, seperti Cash Flow Coverage Ratio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek
  4. Mulai mengadopsi software akuntansi terintegrasi untuk memudahkan otomatisasi, akses mudah berbasis cloud, dan pencatatan transaksi yang konsisten

Ingin menyusun laporan arus kas tidak langsung dengan mudah dan otomatis?

Gunakan Mekari Jurnal untuk membuat laporan arus kas yang terintegrasi dengan sistem akuntansi Anda, cepat, akurat, dan siap untuk analisis keuangan lebih dalam. Coba GRATIS sekarang!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IAI, PSAK Umum – PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 207″.

Scribd, “Contoh Laporan Arus Kas Tidak Langsung”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami