Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Pentingnya Manajemen Stok Gudang bagi Finansial Bisnis

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya
Highlights
  • Akurasi manajemen stok gudang menjaga nilai aset bisnis tetap sesuai dengan kondisi nyata
  • Monitoring real-time dapat mempercepat proses pelaporan keuangan
  • Informasi data stok yang rapi membuat penyusunan anggaran dan strategi bisnis

Banyak perusahaan mengalami ketidaksesuaian antara stok fisik dan data pada laporan keuangan. Barang yang tercatat tersedia ternyata habis, sementara beberapa produk justru menumpuk tanpa terpantau.

Situasi ini biasanya muncul karena sistem manajemen stok gudang tidak jelas. Akibatnya, HPP tidak akurat, margin berubah, dan cash flow terganggu. Di sinilah kolaborasi antara tim operasional dan tim keuangan menjadi kunci penting.

Mari pelajari bagaimana pengelolaan stok dan keuangan dapat diintegrasikan secara menyeluruh melalui pembahasan dalam blog Mekari Jurnal berikut ini.

Mengapa Manajemen Gudang Berpengaruh terhadap Laporan Keuangan?

Stok barang adalah aset perusahaan dan tercatat dalam neraca sebagai nilai yang memengaruhi banyak keputusan strategis. Ketika pencatatan stok tidak akurat, laporan keuangan ikut terdampak.

Selisih antara stok fisik dan stok dalam sistem bisa membuat nilai aset tercatat tidak tepat sehingga neraca menjadi bias.

Selain itu, perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) sangat bergantung pada arus barang masuk dan keluar.

Jika data stok tidak lengkap atau tidak sinkron, maka perhitungan HPP dan stok barang akan meleset.

Dampaknya langsung terasa pada laporan laba rugi karena margin dapat berubah tanpa alasan operasional yang jelas.

Bahkan, kesalahan ini tidak hanya menurunkan akurasi laporan keuangan, tetapi juga mengganggu perencanaan cash flow.

Tanpa manajemen stok gudang yang terstruktur dan berbasis data, perusahaan akan sulit membaca kondisi nyata bisnis.

Informasi yang seharusnya menjadi dasar evaluasi justru menghasilkan keputusan bisnis yang tidak akurat.

Masalah Umum dalam Pencatatan Stok dan Keuangan

Bisnis yang masih mengandalkan pencatatan manual biasanya menghadapi banyak tantangan. Kesalahan kecil yang terjadi berulang kali menciptakan selisih stok, laporan penjualan tidak akurat, dan gangguan arus kas.

Berikut ini beberapa masalah yang sering ditemukan pada operasional gudang maupun pengelolaan keuangan bisnis.

1. Proses Input Manual Antar Divisi

Banyak perusahaan masih mencatat stok dan transaksi secara manual. Sehingga, data manajemen stok gudang sering terpisah antara tim operasional dan tim akuntansi. Akibatnya, keterlambatan pencatatan dan kesalahan input menjadi masalah yang umum terjadi.

Ketidaksinkronan data antar divisi membuat stok sulit direkonsiliasi. Ketika pencatatan dilakukan di buku fisik, spreadsheet, atau percakapan chat, risiko transaksi terlewat atau tercatat dua kali pun meningkat.

Kondisi ini tentu mempengaruhi akurasi laporan penjualan dan menyebabkan selisih stok yang sulit dilacak penyebabnya. Bahkan, hal ini berdampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan finansial.

2. Tidak Ada Sistem Monitoring Stok Real-Time

Tidak adanya pemantauan stok secara real-time akan membuat perusahaan tidak mengetahui kondisi persediaan pada saat itu juga.

Tanpa pemantauan langsung, tim tidak dapat mengidentifikasi adanya selisih maupun pergerakan barang yang mencurigakan

Perbedaan antara stok yang tercatat di sistem dan stok fisik kerap terjadi karena pembaruan dilakukan terlambat.

Situasi ini akan memperlambat proses rekonsiliasi dan berpotensi menurunkan akurasi laporan keuangan, terutama saat perusahaan memiliki volume transaksi yang tinggi.

Baca Juga: 22 Aplikasi Stok Barang Android dan Web Terbaik

3. Tantangan Memantau Stok Lintas Kanal Penjualan

Bisnis yang menjual produknya di beberapa platform sering menghadapi data stok yang tersebar di banyak tempat.

Penjualan dari marketplace, website, dan toko fisik berjalan bersamaan, tetapi pencatatan stok tidak selalu terpusat.

Ketika setiap kanal memiliki catatan terpisah, perusahaan akan kesulitan untuk memastikan jumlah stok yang benar.

Catatan yang tidak sinkron ini menyebabkan manajemen stok multichannel terganggu, pesanan berpotensi gagal terpenuhi, dan tim akuntansi mendapatkan data yang sudah tidak relevan saat membuat laporan.

4. Penumpukan Stok Mati yang Tidak Terdeteksi

Stok yang bergerak lambat bisa menjadi beban ketika tidak dipantau secara berkala. Tanpa laporan pergerakan barang yang akurat, perusahaan tidak menyadari adanya produk yang jarang terjual.

Barang tersebut terus memenuhi ruang gudang dan menyerap modal yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

Biaya penyimpanan meningkat, risiko kerusakan bertambah, dan nilai persediaan pun menjadi tidak produktif.

Ketidakmampuan mengidentifikasi stok mati pada akhirnya mengganggu perputaran kas serta efisiensi operasional dan finansial.

Pentingnya Sistem Akuntansi Digital dan Warehouse Management System

Untuk menjaga efisiensi manajemen stok gudang, bisnis perlu mengandalkan solusi yang dapat memastikan data stok dan transaksi selalu selaras. Penggunaan sistem akuntansi bisnis dan warehouse management system menjadi pilihan paling efektif.

Sistem akuntansi digital dapat membantu pencatatan transaksi penjualan, pembelian, biaya, dan laporan keuangan secara otomatis.

Dengan data yang tersusun rapi, tim keuangan tidak perlu lagi melakukan input berulang atau rekonsiliasi manual yang menyita waktu.

Catatan yang lebih akurat juga mempermudah proses analisis keuangan.

Sementara itu, layanan fulfillment center dan warehouse management system yang terintegrasi akan memantau stok masuk dan keluar secara real-time di berbagai kanal penjualan.

Sistem ini memudahkan bisnis mengetahui status barang, pergerakan stok, hingga kebutuhan pengadaan.

Walaupun belum tersedia integrasi antara keduanya, penggunaan sistem akuntansi digital dan WMS tetap membantu bisnis menjaga akurasi stok dan data transaksi.

Hasilnya, pencatatan stok dan keuangan jadi lebih tepat, mudah dianalisis, dan siap digunakan untuk proses budgeting atau perencanaan pengadaan.

Selain itu, pemilik bisnis juga bisa mengurangi risiko selisih antara stok fisik dan catatan keuangan.

Manfaat Akurasi Stok terhadap Kinerja Keuangan

Akurasi manajemen stok gudang bukan hanya soal mengetahui jumlah barang di gudang.

Ini adalah dasar penting yang membuat laporan keuangan lebih rapi, operasional lebih lancar, dan keputusan bisnis lebih terarah. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya.

1. Memastikan Nilai Aset Perusahaan

Akurasi stok membuat nilai persediaan yang tercatat di laporan keuangan sesuai dengan kondisi di gudang.

Dengan bantuan sistem seperti WMS, setiap pergerakan barang langsung tercatat sehingga angka aset tidak meleset.

Hal ini penting agar perusahaan memiliki gambaran yang jelas tentang nilai barang yang masih dimiliki.

Baca Juga: Optimalkan Manajemen Gudang dengan Warehouse Management System

2. Menghindari Kesalahan HPP dan Laporan Laba Rugi

Ketika data stok tidak akurat, perhitungan HPP lebih mudah keliru dan akhirnya berpengaruh terhadap laporan laba rugi.

Sebaliknya, stok yang tercatat dengan tepat akan membantu menghitung biaya per barang dengan lebih jelas.

Dampaknya, laporan keuangan menjadi lebih bersih karena tidak ada selisih antara catatan dan kondisi keuangan.

3. Meningkatkan Kecepatan dan Keandalan Pelaporan Keuangan

Sistem monitoring real-time memungkinkan tim keuangan mengakses data langsung dari aktivitas operasional tanpa harus menunggu laporan manual.

Informasi tersedia lebih cepat dan stabil, sehingga proses pelaporan bulanan atau tahunan berjalan lancar.

Selain itu, struktur data yang tertata rapi turut meminimalkan kebutuhan revisi dan memastikan akurasi antara catatan stok, transaksi, dan performa keuangan.

4. Memberikan Data Akurat untuk Pengambilan Keputusan

Akurasi stok memberikan dasar yang kuat untuk menyusun anggaran dan menentukan langkah bisnis berikutnya.

Dengan stok yang tercatat secara presisi, proyeksi penjualan, kebutuhan restock, hingga perputaran barang dapat dihitung dengan jauh lebih terukur.

Sebagai contoh, bisnis yang menjual produk dengan masa simpan pendek bisa lebih mudah menentukan barang mana yang harus terjual lebih dulu.

Dengan akurasi stok dan pencatatan transaksi yang selaras, WMS pada sisi gudang dan sistem akuntansi pada sisi finansial, proses budgeting, restok, hingga pengendalian cash flow menjadi lebih terukur.

Efisiensi Keuangan Dimulai dari Akurasi Stok

Manajemen stok gudang yang akurat memberikan dampak besar terhadap kondisi finansial perusahaan.

Keakuratan data ini bukan hanya tugas tim gudang, tetapi kebutuhan strategis bagi tim keuangan dan manajemen.

Dengan sistem akuntansi digital dari Mekari Jurnal dan layanan fulfillment serta WMS dari Biteship, bisnis dapat menjaga kontrol yang kuat atas transaksi dan stok secara bersamaan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami