Manajemen Koperasi, Dari Definisi Hingga Prosesnya!

Istilah koperasi tentu sudah tidak asing lagi di pendengaran Anda. Mengingat bahwa koperasi bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia, atau bahkan disekitar tempat tinggal Anda.

Menjadi sebuah badan usaha, koperasi pastinya memiliki manajemen yang baik, di mana manajemen koperasi ini akan berfungsi untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

manajemen barang

Dalam praktiknya terdapat hal yang membedakan antara koperasi dengan badan usaha lainnya yaitu pada bagian unsur manajemen organisasi yang nantinya akan menggerakkan operasional koperasi. Hal tersebut meliputi pengawas, anggota, pengelola dan pengurus.

Apa Itu Manajemen Koperasi?

Sebelum mengetahui arti manajemen koperasi secara utuh, tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari 2 kata tersebut yaitu manajemen dan koperasi.

Adapun manajemen diartikan sebagai pengelolaan sumber daya yang dilakukan secara efektif agar nantinya bisa mencapai tujuan perusahaan maupun organisasi.

Sedangkan koperasi bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama yang tergabung dalam sebuah organisasi dengan asas kekeluargaan untuk nantinya meningkatkan kesejahteraan dari para anggota di dalamnya.

Contoh koperasi yang pasti anda temukan yaitu KUD atau Koperasi simpan pinjam Unit Desa.

Dengan begitu, manajemen koperasi merupakan suatu ilmu manajemen yang di dalam ruang lingkup koperasi yang mana setiap anggotanya memiliki tanggung jawab dan wewenang dalam melakukan perorganisasian, perencanaan dan pengendalian sumber daya koperasi.

Manajemen ini dilakukan agar tujuan koperasi tercapai dengan maksimal.

Keberadaan manajemen dalam koperasi ini memiliki fungsi yaitu sebagai sebuah perencanaan yang harus disusun oleh anggotanya, yang artinya menjadi titik awal dari kegiatan koperasi.

Perencanaan ini nantinya akan berguna untuk memberikan arahan menjadi standar kerja dan membantu mempersiapkan sebuah peluang.

Pentingnya Manajemen Koperasi

Tak bisa dipungkiri bahwa koperasi juga memerlukan pengelolaan efektif dan efisien. Mengingat bahwa koperasi juga merupakan salah satu badan usaha yang memiliki tujuan demi kemaslahatan masyarakat.

Tentunya, tujuan ini bisa terwujud jika koperasi memiliki manajemen koperasi yang tepat.

Lihat juga bagaimana software akuntansi koperasi membantu proses manajemen.

Dengan manajemen dalam koperasi ini, maka pengelolaan koperasi bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Sehingga bisa dikatakan bahwa manajemen dalam koperasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pengelolaan pada setiap bidang-bidang koperasi.

Hal ini diharapkan agar koperasi bisa berjalan dengan baik dan mampu mensejahterakan anggota serta masyarakat di lingkungannya. Keberadaan manajemen koperasi sangat penting karena memiliki peran untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh koperasi.

Apalagi manajemen dalam pengelolaan koperasi ini juga dianggap berfungsi dalam 2 peran yang dimilikinya yaitu peran dalam bidang ekonomi dan peran dalam bidang sosial.

Kedua peran ini dianggap berkaitan dengan asas dan prinsip yang dianut oleh koperasi.

Aspek-Aspek Dalam Manajemen Koperasi

Dalam manajemen koperasi, terdapat beberapa aspek yang harus Anda ketahui, yaitu:

Manajemen Operasi

Manajemen operasi diartikan sebagai salah satu aspek yang akan memusatkan perhatiannya pada pengelolaan variabel-variabel kunci yang menentukan tercapainya Efisiensi dan efektivitas kegiatan utama koperasi secara optimal. Manajemen operasi ini, meliputi:

  1. Manajemen masukkan
  2. Manajemen peralatan dan SDM
  3. Manajemen keluaran

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan dalam manajemen koperasi memiliki pusat perhatian terhadap pengelolaan berbagai macam sumber keuangan dari suatu usaha. Pengelolaan keuangan ini dianggap sangat penting demi keberlangsungan koperasi. Manajemen keuangan meliputi beberapa hal, yaitu:

  1. Manajemen modal kerja
  2. Manajemen kas
  3. Manajemen piutang
  4. Manajemen persediaan
  5. Manajemen investasi jangka pendek

Manajemen Pemasaran

Pemasaran merupakan proses yang dilakukan untuk menimbulkan permintaan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan. Pemasaran ini meliputi beberapa tahap yaitu analisis pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, menyusun rencana kebutuhan konsumen, menguji rencana tersebut dan melakukan evaluasi.

Manajemen Koperasi yang Dianggap Efektif

Manajemen koperasi bisa diartikan sebagai sebuah cara untuk memanfaatkan semua sumber daya koperasi sebagai ekonomi. Secara efisien dan efektifnya, dengan memperhatikan lingkungan organisasi guna mencapai tujuan yang berdasarkan prinsip koperasi.

Manajemen dalam koperasi harus memperhatikan tujuan dari dibentuknya koperasi dan prinsip kerja sama. Selain itu, juga harus memperhatikan prinsip manajemen bisnis, mengingat bahwa koperasi adalah organisasi ekonomi.

Proses Manajemen Koperasi

Untuk bisa mencapai tujuan dan fungsi dari manajemen koperasi terdapat beberapa proses yang harus dijalankan yaitu sebagai berikut.

Planning

Fungsi perencanaan adalah proses yang paling penting dan harus dilakukan dalam manajemen koperasi.

Dimana, seorang manajer dalam koperasi diharapkan mengembangkan penggunaan sumber daya manusia, fasilitas fisik, modal dan informasi yang dimiliki untuk mencapai tujuan koperasi yang sudah direncanakan.

Langkah-langkah dalam proses perencanaan yang bisa dibuat oleh manajemen koperasi dan manajer kooperatif yaitu sebagai berikut:

  1. Manajemen dan manajer bisa mengembangkan rencana strategis dan juga taktik dalam jangka waktu panjang dan pendek
  2. Manajemen meminta para manajer untuk mengembangkan garis besar dari Program operasional dan kemudian dibahas bersama dengan penyedia dan administrator.
  3. Kemudian manajer akan membuat anggaran untuk nantinya bisa mencapai hasil yang diinginkan, tanpa harus mengabaikan struktur keuangan yang sudah ada.
  4. Dengan rencana yang sudah ada, maka kebijakan bisa langsung dibuat sebagai pedoman untuk seluruh implementasinya.
  5. Dengan membentuk kebijakan personil, maka perusahaan keuangan dan para anggotanya akan mencapai tujuan yang ditetapkan.
  6. Rencana manajemen yang sudah dikompilasi dan RAPBK disampaikan pada pertemuan anggota untuk nantinya dibahas sehingga mendapatkan ratifikasi.

Organizing

Pengorganisasian dalam manajemen koperasi bisa dikatakan sebagai sebuah proses pengelompokan pembagian kerja dengan tujuan yang dikehendaki oleh sebuah organisasi.

Sehingga nantinya bisa membagi tugas dan tanggung jawab di antara para anggota organisasi agar semuanya bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Dalam proses pengorganisasian koperasi terdapat beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti:

  1. Distribusi tugas sesuai divisi
  2. Departemen
  3. Manajemen atau kontrol rentan yang meliputi: kompetensi dari staf, kompetensi manajemen, kompetensi penyelia, kompetensi manajer, teknologi yang dipakai dalam organisasi dan tingkat variasi kerja.
  4. Pendelegasian wewenang

Actuating dan Leadership

Akta dan kepemimpinan dalam manajemen koperasi bisa diartikan sebagai proses dalam memindahkan dan menjalankan organisasi. Sehingga nantinya orang-orang yang diberikan tugas, tanggung jawab wewenang bisa bekerja dan melaksanakan tugas tersebut tercapai tujuan yang sudah ditetapkan di awal.

Akta dan kepemimpinan pada manajemen dalam koperasi memiliki beberapa fungsi penting, seperti:

  1. Untuk mengarahkan, yang meliputi:

– Memberikan perintah, baik tertulis maupun dalam bentuk ucapan atau lisan

– Disiplin

– Partisipasi

  1. Komunikasi, baik secara formal, informal, vertikal, maupun horizontal

Controlling

Pengawasan dalam manajemen koperasi bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penjagaan serta pengarahan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Hal ini dilakukan agar objek yang diawasi tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya atau sesuai dengan rencana yang sudah disepakati di awal.

Terdapat beberapa jenis pengawasan yang bisa diterapkan pada manajemen dalam koperasi, yaitu:

  1. Pengawasan preventif

Pengawasan dalam manajemen koperasi ini dilakukan dengan sistem pelatihan sumber daya manusia di semua bagian dalam suatu organisasi dan menentukan prosedur maupun pembagian tugas atau tanggung jawab. Dalam hal ini, tugas yang dimaksud juga berkaitan dengan perencanaan dan pelaporan.

  1. Pengawasan korektif

Pengawasan ini dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan atau kebocoran dari sebuah rencana, standar maupun prosedur yang sudah ditentukan dalam sebuah organisasi.

Prinsip Dasar Manajemen Koperasi

Manajemen koperasi ini memiliki prinsip tertentu akan menjadi dasar dari setiap tindakan yang akan dilakukan. Adapun prinsip dasar pada manajemen dalam koperasi adalah sebagai berikut.

Pengelolaan Manajemen Koperasi Secara Demokrasi

Sesuai dengan definisi koperasi di atas, maka struktur organisasi dalam koperasi biasanya akan dibentuk sesuai dengan ketentuan yang memang sudah ada. Dalam hal ini akan menggunakan asas kekeluargaan yang menjunjung tinggi nilai demokrasi.

Contohnya dalam hal penyelenggaraan rapat anggota, pembentukan pengawas, penentuan pengurus maupun penunjukan manajer sebagai karyawan yang bekerja pada koperasi yang akan dibentuk tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam manajemen koperasi sangat bagus.

Anggota Koperasi Bersifat Terbuka dan Sukarela

Koperasi menjadi salah satu badan usaha yang sangat toleransi terhadap segala perbedaan yang ada. Mengingat bahwa koperasi akan menerima siapa pun yang mau menjadi anggotanya dengan terbuka tanpa memandang status sosialnya di masyarakat.

Sehingga bisa dipastikan bahwa siapapun memiliki hak yang sama untuk mendaftarkan diri sebagai bagian dari koperasi. Anda pun tidak akan pernah menemukan anggota koperasi yang terpaksa berada di dalam koperasi tersebut.

Prinsip dasar manajemen koperasi inilah yang seharusnya juga dijunjung tinggi oleh badan usaha lain.

Balas Jasa Yang Diberikan Kepada Pemodal Sangat Terbatas

Koperasi diharuskan untuk memberikan timbal balik atau balas jasa kepada para investor serta mempercayakan koperasi dalam hal pengelolaan modal yang sudah diberikan dengan balas jasa sesuai dengan keseimbangan, keadilan dan keterbatasan. Namun balas jasa yang diberikan tidak begitu besar dan terbatas.

Hal ini dikarenakan besaran modalnya harus dinyatakan secara transparan kepada semua anggota koperasi. Dengan semua anggota tersebut bahwa pemberian balas jasa dalam tersebut sesuai dengan ketentuan manajemen koperasi yang berlaku sehingga tidak ada istilah balas jasa yang banyak.

Sisa Hasil Usaha (SHU) Harus Dibagikan Secara Adil Dan Merata

Secara umum, koperasi memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, setiap anggota koperasi diharuskan mengeluarkan usaha yang lebih maksimal dan harus bisa atau berlaku adil dan merata.

Apalagi dalam hal pembagian sisa hasil usaha dalam mempertimbangkan aspek kepercayaan pada pengelolaan dan manajemen koperasi yang sudah diberikan oleh setiap anggota yang dinilai dalam pembentukan besarnya jasa usaha dan merebut.

Pembagian secara rata ini juga dilakukan agar tidak terjadi konflik antar anggota koperasi.

Pendidikan Perkoperasian

Pada dasarnya koperasi dibentuk dengan arah dan tujuan agar nantinya bisa bekerja sama dalam hal pengelolaan sistem operasional koperasi dengan positif. Maka dalam hal ini, koperasi memerlukan keahlian tertentu dalam proses pengoperasiannya.

Hal ini dikarenakan agar koperasi menjadi sebuah wadah yang memiliki prinsip dan asas yang berlandaskan pada kekeluargaan yang penuh kebermanfaatan. Maka dari itu, pendidikan dalam hal ini dianggap sangat penting apalagi dalam hal manajemen koperasi.

Dengan pendidikan inilah, maka koperasi bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Kemandirian

Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang dibentuk menggunakan prinsip kemandirian. Artinya bahwa koperasi tidak berada dalam naungan payung organisasi ataupun tidak bergantung lainnya.

Namun, koperasi menjadi salah satu badan usaha yang mampu berdiri sendiri dalam hal membuat struktur organisasinya.

Sehingga nantinya bisa mengelola dan menjalankan operasional perusahaan yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para anggota koperasi sebagaimana yang tercantum dalam tujuan koperasi. Prinsip kemandirian merupakan prinsip yang paling penting dalam manajemen koperasi.

Melakukan Kerjasama Antar Koperasi

Meskipun koperasi memiliki prinsip kemandirian dalam pelaksanaannya. Namun bukan berarti bahwa koperasi tidak melakukan hubungan dan kerjasama dengan koperasi lainnya saat menjalankan usahanya.

Sebab, pada kenyataannya koperasi juga tetap melakukan hubungan kerjasama atau koperasi dengan cara berkomunikasi dan mendapat Interaksi yang baik. Sehingga koperasi berjalan dengan baik dan mampu mencapai tujuannya dengan maksimal apalagi dengan manajemen koperasi yang tepat.

Integrasi dalam Manajemen Koperasi

Koperasi memiliki kemampuan yang sangat dibutuhkan karena bisa menangani berbagai masalah dan tugas perekonomian yang cukup penting di masyarakat. Cara yang digunakan yaitu dengan mengutamakan service undertaking dan bukan profit undertaking.

Selain itu, juga diterapkan adanya pusat dan koperasi yang nantinya akan memungkinkan Koperasi untuk melakukan usaha yang jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan koperasi mampu mengumpulkan modal yang lebih besar dengan manajemen koperasi yang tepat.

Bentuk usaha yang dilakukan koperasi pun akan terintegrasi. Sehingga nantinya segala sesuatu akan sejalan dari primer hingga induk serta tidak memungkinkan terjadinya berbagai kompetisi, kecuali kompetisi dalam hal peningkatan kerja pada anggotanya.

Dalam koperasi, biasanya akan dikenal dengan adanya integrasi dalam sejenis koperasi dan interaksi dalam hal sektor koperasi. Jika ditelisik lebih jauh, maka integrasi dalam manajemen koperasi mencakup:

Integrasi Vertikal

Dalam integrasi ini, maka kombinasi hanya akan berlaku pada koperasi yang sejenis, mulai dari primer hingga induk sebagai satu unit usaha yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Untuk itu, tiap unit seharusnya memiliki rencana kerja yang integral.

Hal ini dilakukan agar setiap kegiatan yang dilakukan dari primer ke induk dan sebaliknya bisa terus dilakukan secara kontinyu. Dengan begitu, maka integrasi ini nantinya bisa menghasilkan hal yang positif dalam manajemen koperasi.

Integrasi Horizontal

Integrasi horizontal merupakan kombinasi antara setiap koperasi yang sama dan setingkat untuk nantinya bisa mencapai tingkatan yang jauh lebih tinggi. Kombinasi ini dilakukan dengan harapan yang sangat tinggi yaitu agar bisa meningkatkan volume usaha menjadi lebih besar.

Dengan begitu, maka kombinasi dalam manajemen koperasi tersebut bukan hanya akan bisa bekerja lebih berhasil atau bermanfaat saja. Melainkan juga akan mempermudah dalam setiap bentuk perdagangan yang ada di dalamnya.

Paralelisasi

Koperasi paralelisasi adalah koperasi dengan multi tujuan atau koperasi dengan serba usaha yang didalamnya menjalankan banyak sekali usaha dengan tujuan demi kepentingan dari setiap anggotanya salah satu contoh dari koperasi paralelisasi adalah KUD atau Koperasi Simpan Pinjam Unit Desa.

Dalam manajemen koperasi serba usaha ini, maka cara kerja dan cara menjalankan usahanya akan dilakukan dengan cara berdampingan. Maka dari itu, koperasi paralelisasi ini sangat sesuai apabila dijalankan di daerah pedesaan.

Itulah tadi beberapa informasi seputar manajemen koperasi yang bisa Anda ketahui. Pada intinya, dengan manajemen koperasi maka akan lebih mudah dalam mencapai tujuan dari dibentuknya koperasi tersebut.

Kelola Manajemen Koperasi Jadi Mudah dengan Jurnal by Mekari

Jurnal.id merupakan software akuntansi online dengan formula  sistem akuntansi terbaik yang bisa membantu manajemen usaha termasuk manajemen koperasi. Nikmati kesempatan free trial aplikasi catatan keuangan Jurnal selama 14 hari.

Kategori : Sistem Ekonomi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo